Monday, May 4, 2009

[ac-i] REGARDING WAR, May 8-22, 2009



 

 

 

From: galeri semarang <galeri_semarang@yahoo.com>
Date: 29 April 2009 16:49:44
To: undisclosed recipients: ;
Subject: REGARDING WAR, May 8-22, 2009

tumbnail
 
REGARDING WAR
May 8- 22, 2009
open daily 8.30 AM - 4.30 PM
 
 
a group exhibition by
Ade Artie Tjakra, Bibiana Lee, Helmut Huang
Indah Arsyad, Indra Gunadharma, Inge Rijanto,
Jeannette Bijlmer, Putu Mulyasa
 
curated by Rifky Effendy
 
tumbnail
 

Regarding War

Tentang Perang dari Sudut Mata Hati

Perang seolah kata yang tak pernah absen dalam peradaban manusia. Bahkan perang adalah bagian dari kehidupan manusia dan juga bagian penting sejarah peradaban. Peperangan selalu disuratkan didalam banyak kitab suci, untaian kata-kata para pujangga dan dilukiskan dengan indah oleh para seniman. Terbukti dari karya-karya besar maestro dunia yang menjadikan perang sebagai inspirasi mereka. Mulai dari Francisco Goya, Pablo Picasso, bahkan Raden Saleh dan Soedjojono. Perang seolah takdir, ironi manusia yang paling menghantui sekaligus juga menjadi suatu keniscayaan untuk melanjutkan kehidupan. Pertanyaan filosofis menarik muncul: Apakah harus dengan peperangan, kehendak untuk hidup itu ada? Itukah yang menjadikan peradaban ini semakin maju karena manusia berfikir untuk terus memperbaiki hidup? Apakah perang memang suatu hasrat paling dasar manusia, sebuah nilai hakiki yang bisa merubah nasib manusia atau sesuatu untuk menilai dirinya sebagai cermin menatap masa depan?

Pameran Regarding On War ini adalah sebuah suara hati tentang perang dan peperangan dari perspektif para perupa dari Jakarta, yang terdiri dari: Indra Gunadharma, Ade Artie, Bibiana Lee, Indah Arsyad, Helmut Huang, Jeannette Biljmer, Inge Riyanto dan Putu Mulyasa . Diwujudkan melalui karya-karya lukisan,patung, media campur, media baru dan instalasi. Masing-masing punya ketertarikan sendiri untuk mengartikulasi tema perang, mulai secara puitik maupun politis. Secara artistik garapan mereka menunjukan keberagaman pendekatan pula, mulai dari realis, komikal hingga abstraksi.


__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Yahoo! Groups

Cat Zone

Connect w/ others

who love cats.

Group Charity

Stop Cyberbullying

Keep your kids

safe from bullying

.

__,_._,___

Re: [ac-i] jak-kultur-lis: REMINDER: Film Bisu "Battleship Potemkin" dengan Iringan Piano Adelaide Simbolon dan Pierre Oser



Liebe Frau Lanny,
 
das soll ein besonderer Film sein.
Darüber habe ich am vergangenen Sonntag mit Herrn Augustin hier bei mir zu Hause diskutiert.
Ich fand es toll, dass er hier zu Besuch war.
 
Schöne Grüsse,
Bernie Liem
----- Original Message -----
Sent: Monday, May 04, 2009 4:20 PM
Subject: [ac-i] jak-kultur-lis: REMINDER: Film Bisu "Battleship Potemkin" dengan Iringan Piano Adelaide Simbolon dan Pierre Oser

Adobe Systems

A film classic, the revolutionary film Battleship Potemkin by Sergei M. Eisenstein, newly composed by Pierre Oser

JAKARTA

5 Mei 2009, 19.30 WIB

Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail

Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-22

Kuningan, Jakarta 12940

(Undangan: Ibu Lia, Info: Ibu Lanny, Goethe-Institut Jakarta : 021-23550208)

English   

Battelship Potemkin

Silent Movie, Soviet Union, 1925

Direction: Sergej M. Eisenstein

World premiere: December 24th, 1925 – Bolschoi Theatre in Moscow

German premiere: April 29th, 1926 – Apollo Theatre in Berlin

After the defeat in the war between Russian and Japan, social and political conflicts got worse in the tsardom in 1905. In St. Petersburg, the tsar has his soldiers shoot down a demonstration with 150.000 people. The whole country is outraged about this massacre against defenceless, unarmed men, women and children. Farmers revolt against their landlords, workers in factories and mines begin to strike. Soldiers and sailors are also rapidly captured by outrage and bitterness. They plan an armed revolt of the Black Sea Fleet to take place in fall 1905. But events happen so fast, that the revolt spontaneously breaks out on the "armoured cruiser Potemkin" ahead of time, which, together with various upheavals all over the country, culminates in the December uprising.

Bahasa Indonesia  

Kapal Perang Berlapis Baja Potemkin

Film bisu, Soviet, 1925

Sutradara: Sergej M. Eisenstein

Pementasan perdana: 24 Desember 1925 di Teater Bolschoi Moskau

Pementasan perdana di Jerman: 29 April 1926 di Teater Apollo Berlin

Setelah kalah  dalam perang Rusia-Jepang, tahun 1905 konflik sosial dan politis di kerajaan Tsar menajam. Di St. Petersburg Tsar mengadakan rapat raksasa yang dihadiri 150.000 orang, serdadu Tsar menembaki orang-orang tersebut. Peristiwa ini memicu kemarahan besar di seluruh negeri karena orang-orang tak bersenjata dibunuh tanpa alasan. Para petani memberontak terhadap majikannya. Buruh pabrik mogok. Kemarahan dan kepahitan juga melanda para serdadu dan pelaut. Mereka merencanakan pemberontakan bersenjata di laut hitam. Maka kapal perang berlapis baja „Potemkin" pun lahirlah sebelum waktunya. Pemberontakan ini dan pemberontakan-pemberontakan lainnya yang melanda seluruh negeri memuncak dalam pemberontakan Desember.

Deutsch   

Panzerkreuzer Potemkin

Stummfilm, Sowjetunion, 1925

Regie: Sergej M. Eisenstein

Uraufführung: 24.12.1925 – Bolschoi Theater in Moskau

Deutsche Erstaufführung: 29.04.1926 – Apollo Theater in Berlin

Nach der Niederlage im russisch-japanischen Krieg verschärfen sich 1905 die sozialen und politischen Konflikte im Zarenreich. In St. Petersburg lässt der Zar eine Bittkundgebung, an der 150.000 Menschen teilnehmen, von seinen Soldaten buchstäblich zusammenschießen. Die Empörung über das Massaker an wehrlosen, unbewaffneten Männern, Frauen und Kindern erfasst das ganze Land. Bauern erheben sich gegen ihre Gutsherren, Arbeiter in Fabriken und Bergwerken beginnen zu streiken. Die Empörung und Verbitterung erfassen auch rasch Soldaten und Matrosen. Für Herbst 1905 planen sie den bewaffneten Aufstand in der Schwarzmeerflotte. Die Ereignisse überschlagen sich jedoch derart, dass der Aufstand vorzeitig spontan auf dem "Panzerkreuzer Potemkin" ausbricht. Gemeinsam mit zahlreichen Erhebungen im ganzen Land, gipfelt dies im Dezemberaufstand.

Adelaide Simbolon

Adelaide Simbolon started her piano lessons with Flora Khouw. When her father was posted as the principal of the Indonesian school in Moscow, she took lessons from Edmon Euhim, a Russian teacher. She studied at the YPM Music School in Jakarta under the guidance of Laura Himawan, Oerip S. Santoso and Iravati M. Sudiarso. She continued her musical studies in the United States at the Wisconsin Conservatory of Music with Carolyn McCracken Forough and at the University of Wisconsin with Jeffry Peterson.

She is a member of the piano faculty of the YPM Music School, and has accompanied various musicians from Indonesia and abroad.

Adelaide Simbolon begann ihre Klavierstunden mit Flora Khouw. Als ihr Vater zum Direktor der indonesischen Schule in Moskau ernannt wurde, nahm sie Stunden bei dem russischen Lehrer Edmon Euhim. Sie studierte an der YPM Musikschule in Jakarta unter der Leitung von Laura Himawan, Oerip S. Santoso und Iravati M. Sudiarso und setzte ihr Musikstudium in den Vereinigten Staaten am Wisconsin Musik Konservatorium mit Carolyn McCracken Forough und an der Wisconsin Universität mit Jeffry Peterson fort.

Adelaide Simbolon ist Mitglied der Klavierfakultät der YPM Musikschule und hat bereits verschiedene indonesische und ausländische Musiker begleitet.

Adelaide Simbolon mulai belajar piano pada Flora Khouw. Ketika ayahnya ditempatkan sebagai kepala Sekolah Indonesia di Moskou, Adelaide belajar piano pada Edmon Euhim, seorang guru Rusia. Dia belajar di YPM di bawah bimbingan Laura Himawan, Oerip S. Santoso dan Iravati M. Sudiarso. Dia melanjutkan belajar musik di Konservatori Wisconsin di USA dibawah bimbingan Carolyn McCracken Forough dan di Universitas Wisconsin dengan Jeffry Peterson.

Adelaide Simbolon berpengalaman mengiringi banyak pemusik dari dalam dan luar negeri.

Pierre Oser

Lives and works as a composer, musician and conductor in Munich. Jazz school Munich, studies of classical piano in Mainz and Munich.

Graduate recital at Richard Strauss Conservatory Munich.

Music for numerous ARD radio plays and publications at audio book editors.

Compositions and productions of film music on behalf of various European TV stations and production companies as well as worldwide live performances of silent movies for international festivals and concert halls.

Contact: Tel. +49 89 12294846,

email mail@pierreoser.de

Hidup dan bekerja sebagai komponis, pemusik dan dirigen di München. Belajar di sekolah Jazz München, kuliah piano klasik di Mainz dan München.

Mengikuti ujian untuk konser di konservatorium Richard Strauss München. Banyak menciptakan musik untuk sandiwara radio ARD dan karyanya banyak diterbitkan oleh penerbit cd/kaset cerita.

Banyak menciptakan komposisi untuk film musik dan membuat produksi atas permintaan televisi di Eropa dan juga untuk pementasan Live film-film bisu di festival-festival internasional dan konser-konser.

Kontak: Tel. +49 89 12294846,

E-Mail mail@pierreoser.de

Lebt und arbeitet als Komponist, Musiker und Dirigent in München. Jazz Schule München, Klassisches Klavier-studium in Mainz und München. Konzertexamen am Richard Strauss Konservatorium München.

Zahlreiche Hörspielmusiken für ARD Hörspiele und etliche Veröffentlichungen bei Hörbuch-Verlage.

Filmmusik-Kompositionen und -Produktionen im Auftrag verschiedener europäischer Fernsehanstalten und Produktionsgesellschaften, sowie weltweite Live-Aufführungen von Stummfilmen für internationale Festivals und Konzerthäuser.

Kontakt: Tel. +49 89 12294846,

E-Mail mail@pierreoser.de

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] Fw: [BlackRoseIndonesia] Fwd: REGARDING WAR, May 8-22, 2009



 

 

From: galeri semarang <galeri_semarang@yahoo.com>
Date: 29 April 2009 16:49:44
To: undisclosed recipients: ;
Subject: REGARDING WAR, May 8-22, 2009

tumbnail
 
REGARDING WAR
May 8- 22, 2009
open daily 8.30 AM - 4.30 PM
 
 
a group exhibition by
Ade Artie Tjakra, Bibiana Lee, Helmut Huang
Indah Arsyad, Indra Gunadharma, Inge Rijanto,
Jeannette Bijlmer, Putu Mulyasa
 
curated by Rifky Effendy
 
tumbnail
 

Regarding War

Tentang Perang dari Sudut Mata Hati

Perang seolah kata yang tak pernah absen dalam peradaban manusia. Bahkan perang adalah bagian dari kehidupan manusia dan juga bagian penting sejarah peradaban. Peperangan selalu disuratkan didalam banyak kitab suci, untaian kata-kata para pujangga dan dilukiskan dengan indah oleh para seniman. Terbukti dari karya-karya besar maestro dunia yang menjadikan perang sebagai inspirasi mereka. Mulai dari Francisco Goya, Pablo Picasso, bahkan Raden Saleh dan Soedjojono. Perang seolah takdir, ironi manusia yang paling menghantui sekaligus juga menjadi suatu keniscayaan untuk melanjutkan kehidupan. Pertanyaan filosofis menarik muncul: Apakah harus dengan peperangan, kehendak untuk hidup itu ada? Itukah yang menjadikan peradaban ini semakin maju karena manusia berfikir untuk terus memperbaiki hidup? Apakah perang memang suatu hasrat paling dasar manusia, sebuah nilai hakiki yang bisa merubah nasib manusia atau sesuatu untuk menilai dirinya sebagai cermin menatap masa depan?

Pameran Regarding On War ini adalah sebuah suara hati tentang perang dan peperangan dari perspektif para perupa dari Jakarta, yang terdiri dari: Indra Gunadharma, Ade Artie, Bibiana Lee, Indah Arsyad, Helmut Huang, Jeannette Biljmer, Inge Riyanto dan Putu Mulyasa . Diwujudkan melalui karya-karya lukisan,patung, media campur, media baru dan instalasi. Masing-masing punya ketertarikan sendiri untuk mengartikulasi tema perang, mulai secara puitik maupun politis. Secara artistik garapan mereka menunjukan keberagaman pendekatan pula, mulai dari realis, komikal hingga abstraksi.


__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] Anggota baru



Nama lengkap:
Arif Rahman Hakim

Nama panggilan:
Abey

Profesi:
Manager

Tanggal lahir:
23 Agustus

No telp/HP:
08111140153

E-mail:
abey_tarish@yahoo.co.uk / abey@firmgraph.com

Website:
http://www.firmgraph.com

Blog: cwps.firmgraph.com (under construction)

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] Gamelan Juga Bisa Mencerdaskan Bayi Dalam Kandungan



Beberapa hari yang lalu saya sempat berbincang-bincang dengan seorang doktor di bidang ilmu musik, kebetulan beliau berasal dari kampung yang sama dengan kampung tempat kelahiranku yaitu Purwokerto, namun karena beliau lama menempuh pendidikan di luar negeri di tambah lagi domisilinya yang baru di Jakarta maka baru kali ini aku mengenal sosok beliau itupun tanpa sengaja dapat kenal dari teman di Jakarta...
( http://miftahrahman.wordpress.com/2009/05/04/gamelan-juga-bisa-mencerdaskan-bayi-dalam-kandungan/ )

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

Check out the

Y! Groups blog

Stay up to speed

on all things Groups!

.

__,_._,___

[ac-i] Anggota baru



Nama lengkap:
Muvitasari

Nama panggilan:
Muvi

Profesi:
hanya bermain...

Tanggal lahir:
16 November 1983

No telp/HP:
0812 9663423

E-mail:
muvitasari@yahoo.com

Blog:
www.muvitabaik.multiply.com

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___