Saturday, May 9, 2009

Selamat!! & minta dokumnetasinya ... Re: [ac-i] Pentas keliling Sum:Cerita Dari Rantau, B Verry Handayani, Teater Garasi



Wah, bagus sekali ini
pementasan dari desa ke desa, tepat di jantung sasaran "daerah asal" baik buruh migran legal maupun buruh migran korban trafficking.

Sukses untuk Teater Garasi beserta seluruh teman-teman yang memungkinkan pertunjukkan ini terjadi.  Salut saya!!! Selamat!!!
Selamat juga untuk Verry

Kalau ada dokumentasinya, mauu dooong.....
Agar bisa semakin disaksikan oleh semakin banyak komunitas "kantong-kantong" burung migran dan korban trafficking.
Kan bikin pementasan nggak murah.  Kalau nonton DVD bisa lebih murah dan bisa menjangkau banyak lagi.

Tabik
Gayatri


--- On Sat, 9/5/09, abdul malik <filantrophi@yahoo.com> wrote:
Subject: [ac-i] Pentas keliling Sum:Cerita Dari Rantau, B Verry Handayani, Teater Garasi
Date: Saturday, 9 May, 2009, 5:49 PM

26 April - 10 Mei 2009. Pertunjukan 'Sum: Cerita dari Rantau' oleh B. Verry Handayani

'Sum; Cerita dari Rantau' adalah sebuah pertunjukan yang bercerita tentang problema Tenaga Kerja Wanita (TKW). Bermula dari sebuah riset kecil selama seminggu yang dilakukannya di Indramayu dan di Terminal III Bandara Soekarno Hatta, Verry kemudian tertarik untuk membuat sebuah pertunjukan berangkat dari kisah hidup beberapa orang TKW yang ditemuinya.

Teks 'Sum; Cerita dari Rantau' yang kemudian ditulis oleh Andri Nur Latif, berdasarkan data dan cerita yand diperoleh Verry, memaparkan kisah tentang kesedihan, ketidakberdayaan, kekerasan dan juga kisah sukses dan kegembiraan para TKW.

Pada tahun 2008, Sum; Cerita dari Rantau pernah dipentaskan di Kab. Kulonprogo, Kab. Sleman, Sekretariat Koalisi Perempuan Indonesia dan Studio Teater Garasi Yogyakarta.

Kali ini, Sum; Cerita dari Rantau kembali akan dipentaskan di beberapa tempat yaitu:

26 April 2009 di Kampung Lipursari, Leksono, Kab. Wonosobo, Jawa Tengah
3 Mei 2009 di Dusun NGlaran, Desa Cakul, Kab. Trenggalek, Jawa Timur
6 Mei 2009 di Sekretariat Yayasan Paricara, Tulungagung, Jawa TImur
9 Mei 2009 pukul 19.00 wib di aula SMAN 1 Jombang Jl.Diponegoro 8 Jombang, Jawa Timur

Sarasehan budaya penghapusan trafficking. Kerja sama Teater Garasi, Disporabudpar Jombang, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Jombang, Sapa Budaya Management, SMAN 1 Jombang.Gratis. Info 081 331 235 113


__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Y! Groups blog

The place to go

to stay informed

on Groups news!

.

__,_._,___

[ac-i] 'Guru Oemar Bakrie' | Jogja Gallery, Yogyakarta | 12 Mei - 7 Juni 2009




UNDANGAN PEMBUKAAN PAMERAN SENI VISUAL
'Guru Oemar Bakrie'
Konseptor: Suwarno Wisetrotomo

Selasa, 12 Mei 2009 | pukul 7 malam
Jogja Gallery, Jalan Pekapalan No 7 Alun-alun Utara, Yogyakarta
Dibuka oleh St. Sunardi [staf pengajar Univ. Sanata Dharma & penerima anugerah Academic Art Award kategori Tokoh Pendidik]

Seniman peserta pameran:
Arie Dyanto, Ariswan Adhitama ak.a Nyameng, AC. Andre Tanama feat. Gloria Grace Tanama, Agus Yulianto, Alex Luthfi R., Ali Umar, Agus Cahaya, Angki Purbandono, Anggar Prasetyo, Bunga Jeruk, Dyan Anggraini, Denny 'Snod' Susanto, Dedy Sufriadi, Daniel 'Timbul' Cahya Krisna, Dona Prawita Arrisuta, Eko 'Kota' Haryono, Eddi Prabandono, Endang Lestari, Farhan Siki, Gabriella Prima Puspita Sari, Hestu A. Nugroho a.k.a Setu Legi, Hadi Soesanto, Herianto Maidil, Hasto Edi Setiawan  a.k.a Iwan Hasto, Ismanto, Khusna Hardiyanto, M. Lugas Syllabus, Mahendra Satria Wibawa a.k.a Pampam, Mufi Mubaroh, M. Khairuddin a.k.a Udin Kuru, Nurkholis, Nasirun, Sinik, Prasetia Fauzani, Rennie 'Emonk' Agustine F., Rosid, Riduan, RM. Soni Irawan, Sri Maryanto, Suatmadji,  Sutrisno, Saroni, Suharmanto, Wara Anindyah, Wayan Kun Adnyana, Yuvita Dwi Raharti feat. Arwin Hidayat, Yani Halim, Yogi Setiawan


"GURU OEMAR BAKRIE"
(Membaca Dunia Pendidikan Indonesia)

Jogja Gallery, Yogyakarta | 12 Mei – 7 Juni 2009

 

Dunia pendidikan di Indonesia, hingga hari ini setelah 64 tahun merdeka, masih dipenuhi dengan persoalan yang berlapis-lapis, antara lain; kurikulum yang harus ditinjau kembali, kualitas guru yang masih dipertanyakan, kekerasan fisik baik yang dilakukan oleh guru mau pun siswa di sekolah, tawuran, fasilitas yang masih minimal, ujian nasional yang kontroversial, undang-undang pendidikan, termasuk BHP (Badan Hukum Pendidikan) yang menuai protes, biaya sekolah yang mahal, sertifikasi dan kesejahteraan guru yang masih belum jelas, dan sebagainya. Sementara itu semua orang paham, bahwa pendidikan merupakan modal utama untuk membawa sebuah bangsa maju setapak demi setapak.

Pendidikan adalah investasi. Bahwa pendidikan mahal itu biasa, masuk akal, dan bisa dimengerti. Persoalannya adalah, bagaimana cara membayarnya, atau siapa yang sanggup membayar, atau siapa yang membiayai. Bahwa guru harus sejahtera, fasilitas sekolah harus memadai, itu semua merupakan keniscayaan. Artinya, di samping sistem yang harus baik dan benar, terkait juga dengan persoalan kesejahteraan masyarakat.

Banyak pakar pendidikan sudah bicara dengan berbagai teori dan perspektif. Namun yang terjadi dan tampak hingga hari ini, secara umum, adalah lapis-lapis persoalan yang sudah di sebut sebelumnya. Karena itu, lagu karya Iwan Fals, berjudul "Guru Oemar Bakri" terus terngiang di ingatan kita semua. Meski pun syair lagu itu fokusnya lebih pada 'nasib guru' yang setia dan penuh komitmen, namun tampak 'ringsek' di depan situasi hari ini, termasuk situasi 'kualitas siswa' yang menyedihkan. Tentu saja hal itu merupakan pandangan yang menggeneralisasikan kenyataan. Karena fakta di lapangan, banyak juga bisa ditemukan situasi yang 'ideal', baik yang terkait dengan guru, siswa, sekolah, fasilitas, dan kualitas. Tentu saja, yang demikian ini menjadi keharusan. Artinya, jika hari ini masih terdapat banyak kenyataan yang tidak ideal, pasti ada yang salah – salah urus, salah asuh, salah persepsi, salah ajar, salah kepemimpinan, dan lain-lainnya – yang harus dikatakan dengan jujur, demi masa depan yang lebih baik.

Dengan latar belakang semacam itu, maka Jogja Gallery akan menyelenggarakan Pameran Seni Visual, bertujuan sebagai "penghormatan" kepada dunia pendidikan, kepada para pendidik (guru), juga sebagai upaya pembacaan terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Tajuk "Guru Oemar Bakri" – yang diambil dari lirik lagu gubahan musisi Iwan Fals –  dan lirik lagu 'Hymne Guru', notabene merupakan lagu wajib nasional yang makin pupus di ingatan; diharapkan dapat merangsang gagasan dan kreativitas para perupa yang diundang.  

Pameran ini dihasratkan sebagai media untuk melihat lapis-lapis kenyataan itu dengan pendekatan seni, khususnya seni rupa. Para perupa diharapkan, dengan segala "kecerdasannya", "kenakalannya", dan "sensitivitasnya" dapat menemukan 'bahasa dan bentuk' yang menggugah dan memberikan pencerahan bagi banyak orang. Segala cara pandang atau pendekatan itu, diharapkan tetap berbasis pada upaya "penghormatan", "cinta", dengan segenap "sikap kritis". Bukankah seniman pada dasarnya adalah saksi, pencatat, dan pewarta atas segala peristiwa pada zamannya, agar masyarakat luas tercerahkan?

(Suwarno Wisetrotomo, Konseptor).         




NUNUK AMBARWATI

[ m ]         +62 81 827 7073
[ e+ym ]   qnansha@yahoo.com

[ fs ]         www.friendster.com/qnansha
[ blog ]      http://q-nansha.blogspot.com

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] Pertemuan Nasional Dewan Kesenian Provinsi se-Indonesia di Malang, 21-23 Mei 2009



Surabaya, 2 Mei 2009

 

Kepada Yth

Ketua Dewan Kesenian Provinsi

Se- Indonesia

 

Dengan hormat,

 

Menindaklanjuti kesepakatan bersama dalam pertemuan nasional di Jakarta bulan Desember tahun 2008, maka Dewan Kesenian Jawa Timur akan mengundang Saudara untuk menghadiri Pertemuan Nasional Dewan Kesenian Provinsi se- Indonesia 2009 di Hotel Sahid Montana Jl. Kahuripan 9 Malang Jawa Timur pada tanggal 21-23 Mei 2009.

 

Kami mengharapkan yang hadir adalah Ketua Dewan Kesenian Provinsi seluruh Indonesia yang nantinya dapat berperan secara koordinatif dan akomodatif serta sekaligus sebagai juru bicara dari dewan-dewan kesenian kota/kabupaten dari wilayahnya masing-masing. Terkait dengan ini, kami memahami keterbatasan dana yang ada pada kita semua. Dewan Kesenian Jawa Timur sebagai tuan rumah akan menanggung biaya akomodasi, transportasi lokal dan konsumsi untuk 2 orang selama pertemuan, sedangkan tiap-tiap undangan akan menanggung sendiri biaya transportasi dari tempat asal ke Surabaya.

 

Untuk pertemuan Dewan Kesenian Provinsi se- Indonesia di Malang ini, agenda pembicaraan antara lain:

 

-Ekonomi Kreatif

-Meramu kemungkinan kerjasama kongkrit antara dewan-dewan kesenian se Indonesia baik secara bilateral maupun multilateral

-Kelanjutan pembentukan Dewan Kesenian Indonesia

-Evaluasi Kongres Kebudayaan dan kaitannya dengan pengembangan kesenian

-Peraturan/hukum terkait dengan kesenian (hasil sementara dari studi yang dilakukan oleh tim PSHK yang ditugaskan oleh Dewan Kesenian Jakarta)

 

 

Untuk melancarkan persiapan, kami mohon juga kerjasamanya untuk menegaskan kehadiran dengan mengisi dan mengembalikan formulir  paling lambat tanggal 13 Mei 2009. Ketepatan pengembalian formulir sangat diperlukan untuk pemesanan tempat, kamar dan konsumsi.

 

Terima kasih atas kerjasamanya dan salam hangat.

 

Dewan Kesenian Jawa Timur

Ketua Umum,

Achmad Fauzi

Jl. Wisata Menanggal Surabaya 60234

Telp/fax 031- 8554 304

Emai: dk_jatim (at) yahoo.com

www.brangwetan.com

www.dewankesenianjatim.com

Hp 031- 70028802, 081946472272  

 


__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Dog Groups

on Yahoo! Groups

Share pictures &

stories about dogs.

Everyday Wellness

on Yahoo! Groups

Find groups that will

help you stay fit.

.

__,_._,___

[ac-i] Pentas keliling Sum:Cerita Dari Rantau, B Verry Handayani, Teater Garasi



26 April - 10 Mei 2009. Pertunjukan 'Sum: Cerita dari Rantau' oleh B. Verry Handayani

'Sum; Cerita dari Rantau' adalah sebuah pertunjukan yang bercerita tentang problema Tenaga Kerja Wanita (TKW). Bermula dari sebuah riset kecil selama seminggu yang dilakukannya di Indramayu dan di Terminal III Bandara Soekarno Hatta, Verry kemudian tertarik untuk membuat sebuah pertunjukan berangkat dari kisah hidup beberapa orang TKW yang ditemuinya.

Teks 'Sum; Cerita dari Rantau' yang kemudian ditulis oleh Andri Nur Latif, berdasarkan data dan cerita yand diperoleh Verry, memaparkan kisah tentang kesedihan, ketidakberdayaan, kekerasan dan juga kisah sukses dan kegembiraan para TKW.

Pada tahun 2008, Sum; Cerita dari Rantau pernah dipentaskan di Kab. Kulonprogo, Kab. Sleman, Sekretariat Koalisi Perempuan Indonesia dan Studio Teater Garasi Yogyakarta.

Kali ini, Sum; Cerita dari Rantau kembali akan dipentaskan di beberapa tempat yaitu:

26 April 2009 di Kampung Lipursari, Leksono, Kab. Wonosobo, Jawa Tengah
3 Mei 2009 di Dusun NGlaran, Desa Cakul, Kab. Trenggalek, Jawa Timur
6 Mei 2009 di Sekretariat Yayasan Paricara, Tulungagung, Jawa TImur
9 Mei 2009 pukul 19.00 wib di aula SMAN 1 Jombang Jl.Diponegoro 8 Jombang, Jawa Timur

Sarasehan budaya penghapusan trafficking. Kerja sama Teater Garasi, Disporabudpar Jombang, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Jombang, Sapa Budaya Management, SMAN 1 Jombang.Gratis.Info 081 331 235 113

 


10 Mei 2009 pukul 08.00 wib di café Amanah, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur

Sarasehan Budaya Lidhie Art Forum bersama Kusworo Bayu Aji (executive directur Teater Garasi Yogyakarta), Minggu, 10 Mei 2009 pukul 08.00 wib di café Amanah, Trowulan Mojokerto.Info 0817590288

 

 

Tim kreatif 'Sum; Cerita dari Rantau' versi keliling:
Penggagas Ide dan Aktor: B. Verry Handayani
Acting Coach: Joned Suryatmoko
Musik: Erwin Zubiyan
Penata Lampu: Bahrul Ulum
Stage Manager: Wisnu Yudha Wardhana
Manajer Produksi: Ratri Kartika Sari
Asisten Manajer Produksi dan Pencatat Proses: Erythrina Baskoro

Tentang B. Verry Handayani:
Aktor yang aktif di Teater Garasi sejak tahun 1993 ini menjadikan teater sebagai cara masuk untuk memahami dan merespon kenyataan yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat. Sejak tahun 2008 Verry mulai tertarik mempelajari dan bekerja dalam isu-isu yang terkait dengan buruh migran. Sebagai aktor Teater Garasi, Verry pernah terlibat dalam beberapa pertunjukan di Indonesia dan Jepang antara lain; "Wah", "Reportoar Hujan; Tentang Seorang Laki-laki yang Demikian Mencintai Hujan", "Mnem[a]syne", "Bunga lantana", "Jeja.l.an".
Di luar pentas, Verry sempat mengikuti workshop tari Lin Hwa Min dan workshop tari Constanza Marcras. Dalam kesehariannya, aktivitas berkesenian ini juga dia imbangi dengan bekerja sebagai Staf Keuangan di Teater Garasi dan sesekali menjadi penerjemah.

www.teatergarasi.org

 


__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

Friday, May 8, 2009

hukum budaya-pop .... Re: [ac-i] Poster film Ayat-Ayat Cinta menyontek film India



dalam salah satu wacana yang disodorkan oleh Gerakan Seni Rupa Baru
dalam sebuah pameran akbarnya di TIM, lebih dari 25 tahun lalu
yang bertajuk "Pasaraya Dunia Fantasi", adalah:
"seni sehari-hari" sebagai bagian dari budaya pop kita

dan yang menarik bagi saya pribadi, pada saat itu, adalah
kesan yang begitu kuat bahwa budaya pop kita adalah budaya "Copy Cat"

sepertinya,
hal tersebut menjadi hukum yang dianggap sahih
hingga saat ini

jadi, jangankan kok hanya sebuah poster,
bahkan film pop kita, seperti serinya Warkop, pun
sampai yang sudah disinetronkan, juga
merupakan hasil dari budaya "Copy Cat" tersebut
dan masyarakat luas kita, menerima saja
termasuk kreatornya tetap menganggap tidak masalah tidak punya kreatifitas

apa boleh buat

Tabik Budaya
Gayatri

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] Re: Kolom IBRAHIM ISA - MENGENANGKAN OEI HAY DJOEN – - Penerjemah Tekun Karya-Karya Marx



Setiap orang memang berhak belajar dari kehidupan siapapun yang dikehendakinya seperti juga setiap orang tidak lagi bisa belajar dari kehidupan seseorang karena dikikis waktu, disedarkan oleh waktu dan dilupakan oleh waktu.
asahan. 
 
 
----- Original Message -----
From: isa
Sent: Friday, May 08, 2009 5:55 PM
Subject: Kolom IBRAHIM ISA - MENGENANGKAN OEI HAY DJOEN – - Penerjemah Tekun Karya-Karya Marx

Kolom IBRAHIM ISA

Jum'at, 08 Mei 2009

--------------------------------


MENGENANGKAN OEI HAY DJOEN ? - Penerjemah Tekun Karya-Karya Marx


Serasa baru kemarin masih bertemu-muka dengan OEI HAY DJOEN. Begitu masih jelasnya gambaran wajah Oei Hay Djoen dalam memoriku. Kukira kenangan ini tak akan pernah hilang. Selalu akan terkenang Hay Djoen, bagai kawan lama, sebagai pejuang ulet dan pada akhir hidupnya sebagai penerjemah tekun karya-karya klasik Marx dan Engels, serta karya-karya revolusioner lainnya.


Sumbangan Oei Hay Djoen, sebagai penerjemah karya-karya teori Marxis dan karya-karya revolusioner lainnya, tak terhingga besarnya. Dengan kerja tekunnya menerjemahkan itu, ia telah memberikan sumbangan besar pada khazanah literatur Marxis dan revolusioner lainnya dalam bahasa Indonesia.


Pada halaman ketiga buku 'KAPITAL, Buku I, edisi Indonesia, dijelaskan sbb:

Edisi Indonesia 'KAPITAL', Sebuah Kritik Ekonomi Politik. Buku Pertama. Proses Produksi Kapital. Rancangan terjemahan pertama: Teman-teman di Eropah.


Penerjemah Ulang dan final: Oei Hay Djoen.


Editor Hilmar Farid.


* * *


Dengan tak ragu sedikitpun patut ditekankan di sini bahwa karya klasik Karl Marx, yang utama yaitu 'DAS KAPITAL', pertama-kali bisa terbit edisi bahasa Indonesianya, terutama adalah berkat kerja tekun tahunan Oei Hay Djoen menerjemahkannya. Sungguh suatu dobrakan dalam sejarah penerjemahan karya-karya teori Maris ke dalam bahasa Indonesia.


Ketika pada tahun 2004 Penerbit 'HASTA MITRA' menerbitkan edisi bahasa Indonesia 'KAPITAL', maka saat itu adalah untuk pertama kalinya dalam sejarah kepustakaan Indonesia, terbit resmi 'KAPITAL' dalam bahasa Indonesia. Di sinilah letak arti bersejarah hasil jerih payah Oei Hay Djoen.


Sepenuhnya pada tempatnya 'JARINGAN KERJA BUDAYA'/'ISSI' berinisiatif mengadakan PERINGATAN SETAHUN MENINGGALNYA OEI HAY DJOEN. Suatu inisiatif yang harus disambut dan dihadiri. Mudah-mudahan peringatan dan diskusi pada tanggal 17 Mei nanti itu, akan mendorong lebih lanjut generasi muda, khususnya para kader-kader aktivis dan kaum cendekiawan umumnya, untuk dengan tekun membaca dan memperlajari karya-karya klasik Marx


* * *


Berikut ini undangan yang dikirimkan oleh JKB/ISSI untuk memperingati Oei Hay Djoen yang diisi dengan suatu diskusi menarik berjudul BELAJAR DARI KEHIDUPAN OEI HAY DJOEN, sbb.:


Peringatan dilangsungkan pada tanggal 17 Mei 2009, jam 11.00 ? 14.30


di:


Rumah Dolorosa Sinaga
Jl. Pinang Ranti No. 40 RT 015/RW 01

Pondok Gede,? Jakarta Timur

(perempatan Garuda, seberang Tamini Square).

Acara Inti

  1. Diskusi ?Belajar dari Kehidupan Oey Hay Djoen?, dengan pembicara Hilmar Farid (JKB/ISSI) dan?Amarzan Loebis (Sastrawan, eks-anggota Lekra)?dan moderator Agung Ayu Ratih

  2. Pembacaan puisi karya Oey Hay Djoen oleh Martin Aleida dan lainnya.

  3. Pameran sejumlah foto lama koleksi Ibu Oey Hay Djoen




    Telah berselang satu tahun Oey Hay Djoen meninggalkan kita. Satu dekade terakhir masa hidupnya dibaktikannya untuk kerja-kerja kemanusiaan, diantaranya melalui Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRuK) saat terjadi Tragedi Mei 1998. Sebagian waktunya yang lain dimanfaatkan untuk menerjemahkan karya terbesar Karl Marx, Kapital, serta berbagai buku kiri lainnya. Melalui karya-karya terjemahan itu, ia menyumbangkan landasan keilmuan bagi gerakan prodemokrasi masa kini.


    Sebelum Peristiwa 1965 terjadi, Oey Hay Djoen merupakan kader PKI. Melalui F-PKI ia terpilih sebagai anggota Dewan Konstituante. Di samping aktivitas politiknya, Oey Hay Djoen juga merupakan salah satu pimpinan pusat Lekra, sebuah lembaga yang turut menjadi sasaran pembubaran dan pelarangan oleh Mayjen. Soeharto karena gagasannya tentang kebudayaan rakyat yang anti-kolonialisme, imperialisme, dan feodalisme. Oey Hay Djoen dan istrinya membuka rumah mereka? di Jl. Cidurian 19, Cikini, sebagai sekretariat pusat Lekra. Di rumah itulah Nyoto, Joebaar Ajoeb, Rivai Apin, Pramoedya Ananta Toer, Basuki Effendi, dan seniman-seniman Lekra lain berkumpul, mempresentasikan karya, dan memperdebatkan strategi kebudayaan mereka.

    Akan tetapi, seluruh aktivitas Oey Hay Djoen terhenti karena pecahnya Peristiwa 1965. Selama 14 tahun, militer di bawah pimpinan Soeharto menahan dan membuangnya ke Pulau Buru. Seperti juga para eks-tapol Peristiwa 1965 lain, ia baru dapat kembali bisa berkarya bagi publik setelah jatuhnya Soeharto. Karena itu, Oey Hay Djoen kerap mengatakan: Gerakan Reformasi telah berhasil merebut tiga kebebasan dasar: kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengutarakan pendapat.

    Dalam rangka memperingati satu tahun meninggalnya Oey Hay Djoen, Jaringan Kerja Budaya (JKB), bersama-sama dengan Dolorosa Sinaga dan keluarga Oey Hay Djoen, mengundang anda untuk hadir dalam acara yang diharapkan dapat menjadi ruang untuk mulai mempelajari secara kritis sejarah perjalanan bangsa, khususnya sejarah gerakan kebudayaannya, melalui peran dan sumbangan Oey Hay Djoen sepanjang hidupnya. * * *



__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] FEMME FATALE bikin bangsa lupa segalanya?



Sungguh mengasyikan mengikuti serba serbi keadaan di Tanah Air tercinta ditengah kegiatan, bukan pesta, besar
dalam sistem demokrasi yang tengah dimulai proses pembiasaannya.
 
Munculnya kejadian "Bang! Bang! You're dead first' seperti dijaman Al Capone di Chicago, AS tahun 1920an, dimana darah mudah terkucur, kelihatannya bisa membuat bangsa besar berpenduduk sekitar 250 juta ini sempat mendapat "hiburan" baru.  Apalagi dengan mencuatnya nya seorang wanita muda yang edi peni, dalam istilah bahasa Jawa di Serat Centini sekitar 1803 berarti cantik rupawan, membuat melodrama itu semakin bergradasi seru.
 
Tampaknya tokoh dari kalangan "the second sex", menurut eksistensialis Simone de Beauvoir pertengahan abad lalu di Prancis yaitu kaum perempuan, didalam lakon ini begitu mempunyai daya pikat dahsyat yang sampai dapat menentukan nasib sejumlah pria. Femme fatale! Wanita penentu nasib! Tidak hanya satu atau puluhan pria seperti dalam khasanah susastra Eropa kira kira 100 tahun yang lalu. Namun ribuan bahkan jutaan warga yang mungkin nasibnya dapat terkena pengaruh oleh the leading lady. Atau demikianlah kata sehibul hikayat!
 
Pasalnya melejitnya ceritera ataupun kisah yang terlanjur disajikan secara medial menjadi "kisah cinta segitiga" itu seakan mulai berhasil membuat bangsa yang nomor empat terbesar di jagad ini dalam waktu singkat sepertinya langsung lupa dengan segala permasalahan trivial (tetek bengek) seperti DPT, BLT, pileg, pilpres dan semacamnya. Padahal semua ini  akan punya implikasi untuk katakanlah 10 tahun mendatang.
 
Triangle Asmara, judul medial untuk kejadian seram itu dapat mendangkalkan semua urusan umum besar dalam negara besar yang sering dikatakan juga mempunyai  keterpurukan yang masih besar pula. Urusan umum besar didalam sebuah negara disebut juga secara keren sebagai politicum.
 
Kiranya terlepas dari siapa yang akan menjadi Numero Uno 2009-14, susunan DPR dan DPD RI, entah akan berapa
dalam dan lama krisis finansial dan ekonomi global akan menghantui Indonesia, dapat diharapkan untuk beberapa bulan  kedepan kita akan terus saja disuguhi dengan semacam "teater absurd" gaya Vaclav Havel yang penuh
tekateki dan yang beraroma sangat  manusiawi, yaitu percintaan. Entah berkasihan-kasihan intra-marital atau ekstra-marital, atau bahkan multi-marital (bila ada unsur poligamis) antara sesama anak manusia.
 
Ujung ujungnya kenyataan virtual memang dapat menyergap massa penonton untuk melupakan sejenak atau dua jenak  semua masalah dan atau penderitaannya. Akhirnya semua itu hanyalah sebuah upaya Public Relations atau gebrakan political marketing semata. Dengan tujuan yang sebaiknya kita bayangkan sendiri sendiri saja. Juga kita khayalkan sendiri saja jawaban atas pertanyaan klasik "Qui Bono?" (siapa yang diuntungkan?).
 
Salam, Bismo DG
 

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___