Friday, June 5, 2009

[ac-i] Invitation Photography Exhibition - Edwin 'Dolly' Rosene, Kedai Kebun Forum, 10 June 2009



 

UNDANGAN – INVITATION

 

 

 

(scroll down for English)

 

Pameran Projek Fotografi

"FROZEN CITY" – oleh Edwin "Dolly" Roseno

 

Pembukaan

Rabu, 10 Juni 2009, jam 19:30 WIB

Di Ruang Pamer KKF

 

Pameran

Berlangsung sejak 10 Juni – 4 Juli 2009

Di Ruang Pamer KKF

Buka setiap hari, dari jam 11:00 – 21:00

(Kecuali Selasa, KKF libur)

 

Photography Project Exhibition

"FROZEN CITY" -  Edwin "Dolly" Roseno

 

Opening

Wednesday, 10 June 2009, 7:30 p.m.

At KKF Gallery

 

Exhibition

10 June – 4 July 2009

At KKF Gallery

Open everyday from 11 a.m. – 9 p.m.

(Except on Tuesday, KKF is off)

 

 

artist's statement

 

Kota adalah bagian dari integritas sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan dengan banyak  persoalan rumit didalamnya. Yogyakarta menjadi pilihan saya sebagai ruang dan interaksi untuk berkarya dengan menggunakan medium fotografi karena saya adalah salah satu dari ratusan seniman yang menggagas visual tentang kota sebagai bagian dari aktivitas berkeseniannya, dengan memilih sudut pandang personal, keseharian dan sering saya lihat tentang kota ini.

 

Persoalan dalam hal ini menjadi persoalan pribadi sejak saya memutuskan untuk tinggal di kota ini yaitu tentang relasi, aktifitas, mobilitas, ikon, gaya hidup dan tentu saja hal hal yang menarik dalam sudut pandang mata saya, karena proyek proyek seni yang saya kerjakan hampir selalu berhubungan dengan keberadaan dan keterikatan saya terhadap kota ini.

 

 Proyek fotografi ini tidak sepenuhnya menggambarkan perkembangan Yogyakarta secara detail, hanya fragmen fragmen pendek ketika saya melihat ada sesuatu yang memotifasi saya untuk menghentikan sepersekian detik kecepatan gerak, ritme dan rutinitas Yogyakarta sebagai kota yang selalu berkembang dengan medium yang selama ini saya tekuni dan seriusi. (Edwin "Dolly" Roseno Kurniawan)

 

Frozen City

 

Ketika kecil kota selalu saya bayangkan bagai gugusan kubus. Satu kubus dan lainnya dihubungkan dengan jembatan layang. Diantara jembatan layang dan kubus-kubus itu ratusan helikopter atau pesawat berbaling-baling hilir mudik. Saya sedang membayangkan kota masa depan tentu saja. Khayalan waktu kecil tiga puluh tahun yang lalu tetap tak terwujud hingga sekarang. Kota bukanlah gugusan kubus, tidak ada jembatan layang yang bersilang sengkarut, tidak ada helikopter menggantikan mobil. Kota Yogyakarta (sebagian) masih seperti 30 tahun yang lalu. Ada perubahan tentu saja. Lebih banyak mobil dan sepeda motor tapi secara fisik tidak jauh berbeda.

 

Apakah kota ini telah membeku?

 

Dolly (Edwin Roseno, 29 th) memilih untuk menamai pameran tunggalnya di Kedai Kebun dengan Kota (di)Beku (kan)/Frozen City. Jangan-jangan Dolly mempunyai mimpi yansg sama dengan saya ketika ia kecil. Atau bisa jadi dia menyimpulkan itu semua dari potret-potret yang telah ia buat. Seluruhnya mengambil tempat di Yogyakarta. Sebuah kesimpulan setelah sekian lama berkelana dengan motornya ke bagian-bagian paling rumpil dari kota yang dipanggil oleh Rendra dengan sebutan kasur tua.

 

Bisa jadi kota ini beku tapi tidak dibekukan. Kota selayaknya organisma selalu bergerak dan berubah. Yang membedakan satu dan lainnya adalah kecepatan perubahan itu sendiri. Yogyakarta di sebagian wilayah lambat berubah tapi diwilayah lain terlalu cepat. Daerah Selokan Mataram adalah sebuah contoh wilayah yang paling berkembang di Yogyakarta. Sewaktu kuliah di akhir delapan puluhan, daerah ini adalah sarang penyamun dan begal-begal durjana. Sekali kita lengah, lewat di daerah ini terlalu malam, bisa jadi kita pulang hanya dengan menggunakan celana dalam. Sebaliknya sekarang jika pulang kemalaman dan lewat daerah ini, bisa jadi anda mati kekenyangan atau mabuk berat karena banyaknya warung dan bar penjualan minuman keras oplosan yang selalu menggoda untuk kita untuk mampir.

 

Perubahan itu terjadi cepat, mungkin hanya dalam hitungan beberapa tahun. Daerah senyap tiba-tiba jadi riuh rendah. Tapi ada yang ternyata tak berubah. Foto serie Dolly tentang coca cola (Beyond Coca Cola, 2006) menyiratkan itu. Seonggok warung minuman bersoda itu di tengah segala sesuatu yang bergerak; cepat atau lambat. Bayangan orang yang bergerak membuat merek minuman ternama itu terabaikan. Tak diperhatikan. Akan tetapi sebagai sebuah entitas kapitalis dia tetap saja mencuri perhatian. Tanpa kita memperhatikan pun sistem ini (diam-diam) memberangus. Bekerja seperti kanker mengerogoti kita dari jam ke jam, membuat semakin ketagihan atas kenikmatan semunya, seperti LSD. Kapitalisme global bekerja sampai ke titik terjauh dari pusat dimana ia diciptakan. Titik itu bagai selang yang menyedot kemakmuran dari negara-negara paria ke negara kaya, terus menerus, detik ke detik. Kita disedot sambil senyum kesenangan, seperti oral seks: korban yang berbahagia. Foto itu bisa jadi tidak berbicara sejauh itu. Akan tetapi godaan tanda: coca cola, kilatan orang bergerak, dan sepintas rerimbunan daun hijau menggiring saya ke arah itu: batu beton kapitalisme yang keras membatu ketika semua hancur seperti kerikil.

 

Foto-foto Dolly berbicara tentang kota, dengan semua detil wajahnya. Pagi, siang, malam semuanya terekam. Kota yang dibekukan oleh cahaya yang terekam di kotak hitam berpenjera. Apa lagi yang mau kita cari darinya?

Tidakkah kota ini sudah terlalu lelah?

 

Agung Kurniawan

 

 

artist's statement

 

City is part of social, politic, economic, and culture integrities with complicated matters in it. Yogyakarta becomes my choice as the interaction space to work with, using the medium of photography. Because I am one of hundreds of artists who brought the idea about the visual of the city as part of its art activities, through the personal point of view of the daily life that I have seen about this city.

 

The problem becomes my personal matters since I decided to stay in this town. Those are about relation, activities, mobility, icons, life style, and of course, interesting things to me, because the art project that I am working on is always related to my existence and bound to this town.

 

This photography project entirely describes the growth of Yogyakarta in details. It is about short fragments when I saw something interesting and motivated me to stop for such-a-percent of second of movement, rhythm, and routines speeds of Yogyakarta as developing city using the media that I elaborated seriously. (Edwin "Dolly" Roseno Kurniawan)

 

Frozen City

 

When I was little, I imagined city as a cluster of cubes. One cube and the others are connected with flyover. Between the flyover and the cubes, there are hundreds of helicopters or planes come and go. I was imagining the future city for sure, and that childhood imagination 30 years ago still have not occurred until now. City is not a cluster of cubes; there are no flyovers that intercrossing and no helicopters replacing the cars. Yogyakarta (some parts of it) still the same as 30 years ago. Off course, there are some changing, more cars and motorcycles, but physically it is not too different.

 

Is this city frozen?

 

Dolly (Edwin Roseno, 29 years old) chose to title his solo exhibition at Kedai Kebun with Frozen City / Kota (di)Beku(kan). Maybe, Dolly has the same dream as mine. Perhaps, he summarizes all of it from the photos he took, which entirely took place in Yogyakarta. A conclusion after all of this time of traveling on his motorcycle to the cloistered parts of the city, which is called kasur tua / old mattress by Rendra (he is one of famous Poets and littérateurs in Indonesia)

 

It could be that this city is freeze but not being frozen. A city is just like living organism that always move and change. The thing that makes it different is just the speed of the changing itself. At some parts of Yogyakarta, they are slowly changed, but on the other parts, they change rapidly. In the area of Selokan Mataram (drainage system across Yogyakarta) is one of the samples, it is the most rapidly developed area. During my college, at the end of 80s, this area is like robber nest, full with evil hijackers. If we careless when we passing through this area at night, we might back home only with our underwear. In contrary, if we going home late at night passing through this area in these days, we could be dying of overly full or too drunk, because there are a lot of warung (small café with tents) and bars which are offering local mixture liquors and tease us to stop by.

 

This transformation happened very fast, maybe only in few years. Desolate area turns into crowded area. Otherwise, some parts still the same. Dolly's photo series about coca cola (Beyond Coca Cola, 2006) imply that. A pile of soda beverages placed in the middle of moving objects, fast or slow. The image of moving people made this famous soda beverages brand ignored. But then, as capitalist entity, it still stole the show. Even though we ignored it, this system muzzled (silently). It works as if cancer gnaws us from time to time, makes us addicted to its intangible pleasure, such as LSD (a kind of ecstasy). Global capitalism works until the farthest point from the place where it is made. That point as if a hose that suck the prosperity from the pariah countries to the rich countries, continuously, from time to time; it is sucked while they are smiling in happiness. It is like oral sex, a bliss victim. Those photos probably would not talk that far, but still, the temptation of the sign "coca cola", the flash of moving people, and at first blush of the green leaves, directed me to that point: the petrified concrete-stone capitalism when other system are shattered into gravels.

 

Dolly's photos talk about city, with all of its face details. In the morning, in the afternoon, and at night, all are recorded. The city is frozen by light and recorded in a black box with aiming point.

 

Is there anything else that we search from it?

 

Is this city already tired enough for all of that? 

 

Agung Kurniawan

 

 
 
 
 
 
Kedai Kebun Forum (KKF)
Jl. Tirtodipuran No. 3 Yogyakarta 55143 Indonesia
Telp./fax. +62 (0) 274 376114
E-mail: kkforum@indosat.net.id
Website: http://www.kedaikebun.com
Office and Gallery hours, 11.00 am - 07.00 pm
Restaurant hours, 11.00 am - 11.00 pm
We are closed on Tuesday
 
KKF is an art space in Yogyakarta manage independently by artists and consisting of a gallery, performance space, 'HALTE' a text learning media in art critics, bookstore and restaurant.
KKF is a small community established since 1996 with the purpose of providing an arena of learning and studying, in the context of developing sensibilities to all phenomena of social transformation through art.
All activities of KKF are supported by its extraordinary restaurant.
 
 

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] Data anggota ACI



Hai..saya juga lupa sudah isi apa belum, saya isi aja ya hehe :

Nama lengkap:
Melanie Aminaharsi Harahap

Nama panggilan:
Melanie

Profesi:
Freelance Graphic Designer

Tanggal lahir:
Jakarta/29 maret 1981

E-mail: melanieharahap@yahoo.com

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Group Charity

Citizen Schools

Best after school

program in the US

.

__,_._,___

[ac-i] Hari ini adalah hari terakhir pendaftaran Jogja Art Fair#2. Kami masih menunggu aplikasi anda hingga pukul 18. 00 wib ( 6 sore).



Hari ini adalah hari terakhir pendaftaran Jogja Art Fair#2. Kami masih menunggu aplikasi anda hingga pukul 18. 00 wib ( 6 sore).

Syarat yang harus disertakan untuk mengikuti seleksi adalah adalah:

  • CV 3 tahun terakhir dalam Microsoft Word / Notepad file format.
  • Foto karya 2D/3D/Installation (Max. 5 foto/karya) dalam JPEG format, 72-100 DPI, 1200-2500 pixel
  • Untuk karya video : Format Data AVI-PAL (720 x 576), rencangan display, kopikan ke dalam CD/DVD
  • Semua data tersebut  dapat dikirimkan melalui email atau datang ke sekretariat Jogja Art Fair#2

Email: artfairjogja@gmail.com

Sekretariat JAF#2:

Soboman 219 rt.06 Dk. X Ngestiharjo Kasihan Bantul Yogyakarta 55182

 

 


__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Yahoo! Groups

Mom Power

Kids, family & home

Join the discussion

Yahoo! Groups

Mental Health Zone

Schizophrenia groups

Find support

.

__,_._,___

Thursday, June 4, 2009

[ac-i] Tujuh Bintang Art Award 2009



Tunggu apalagi… kirimkan karya terbaik Anda sekarang juga!

Tujuh Bintang Art Space masih menunggu partisipasi Anda para perupa muda Indonesia dalam Tujuh Bintang Art Award 2009. Proposal karya (keterangan lengkap lihat Kriteria Seleksi) dikirimkan ke Panitia Tujuh Bintang Art Award 2009, d/a Tujuh Bintang Art Space
Jl
. Sukonandi 7 Yogyakarta 55166, Telp. (0274) 545577. Kami tunggu proposal Anda hingga hari Sabtu, 4 Juli 2009, pukul 21.00 WIB (bukan cap pos).

 

Salam Budaya,

Panitia Tujuh Bintang Art Award 2009

 

 

 

Tujuh Bintang Art Award 2009
`THE DREAM'
[The Power of Dream]

Hidup tanpa impian tak layak untuk dijalani. [Plato]

 

Prolog

Inspirasi terbesar bagi seorang genius adalah letupan-letupan mimpi yang sanggup merubah dunia. Bagaimana seseorang bertahan dan melangsungkan visi hidup tanpa bertumpu pada kekuatan impian? Bagaimana impian-impian mampu menciptakan-membangun sebuah ilmu pengetahuan yang melampaui batas kapasitas logika. Dasar sederhananya, kekuatan impian membentuk kuatnya karakteristik pribadi mengada, survival, dihargai, bermartabat karena impian menuntun sekaligus membentuk perspektif berpikir manusia visioner dan berkarakter. Nah, berpijak atas dasar inilah tema `THE DREAM' The Power of Dream di usung sebagai tema yang membingkai penyelenggaraan Tujuh Bintang Art Award 2009 yang diharapkan dapat memicu berbagai perspektif para perupa muda Indonesia dalam menggali sekaligus menjumput inspirasi atas impian yang selama ini menggelisahkan ruang-ruang virtual kita hari ini.

Tujuh Bintang Art Award 2009 merupakan paket program yang didedikasikan pada bagian penting perjalanan dan perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap pemikiran dan karya terbaik perupa muda Indonesia yang telah mendedikasikan segenap kehidupan kreatifnya untuk melahirkan karya terbaiknya. Penghargaan ini disampaikan sebagai bentuk kelekatan relationship yang harmonis antara pihak penyelenggara dengan para perupa muda Indonesia atas dasar pada kwalifikasi karya yang diajukan. Tujuh Bintang Art Award 2009 ini semata-mata bentuk penghargaan yang menandai sebuah pencapaian puncak prestasi para perupa muda dalam proses seleksi ketat yang dilakukan tim juri yang terdiri dari kurator, penulis kritik seni rupa dan pengamat budaya.

Teknis

Tujuh Bintang Art Space mengajak para perupa untuk berpartisipasi merespon tema `THE DREAM' The Power of Dream. Bagaimana kita memaknai kekuatan impian yang membuka berbagai peluang dan kemungkinannya. Para perupa muda diharapkan masih memiliki komitmen dan artikulasi yang beragam sesuai riuhnya globalisasi yang tak bisa disangkal turut memberi pengaruh pada pola pikir, penyikapan, gaya hidup bahkan kepribadian personal.

Hasil dari kompetisi seni visual terbuka ini akan dijaring karya-karya [dengan media bebas] yang akan dipamerkan di Tujuh Bintang Art Space pada 15-30 Agustus 2009. Kompetisi ini juga bertujuan untuk mendapatkan perupa-perupa berbakat dengan mengedepankan kualitas karya melalui penyikapan terhadap sebuah kekuatan impian yang secara nyata memberikan spirit hidup masyarakat dunia.

 

Kriteria Seleksi

1. Kompetisi bersifat terbuka, berskala nasional.

2. Usia maksimal 35 tahun.

3. Peserta perorangan atau kelompok.

4. Jenis dan media berkarya bebas.

5. Karya harus asli, didasarkan pada ide yang orisinal, tidak sedang diikutkan dalam kompetisi yang lain dan bersedia untuk dijual.

6. Ukuran untuk karya 2 dimensi maksimal (P x L) 300cm x 300cm.

7. Ukuran untuk karya 3 dimensi maksimal (P x L x T) 100cm x 100cm x 200 cm.

8. Sedangkan seni instalasi/multimedia menyesuaikan.

9. Selain artistik juga berkait secara integral dengan relevansi tema yang ditawarkan atau berbasis pada kesadaran kreatif dan kecermatan perupa merayakan kekuatan impian pada karya-karyanya.

10. Wajib menyertakan foto karya yang diikutkan pada seleksi tahap pertama, dengan ukuran 10R-glosy, dikirim bersama dengan konsep karya, biodata & foto perupa serta informasi detail karya, diketik rapi. CV 3 tahun terakhir dalam Microsoft Word / Notepad file format.

11. Foto karya 2D/ 3D/ Installation (format cetak dan CD/ JPEG format, 300 DPI, 3000 pixel), lampirkan nama seniman, judul karya, media, dan tahun. Pada setiap foto tulis nama dan nomor file (01, 02, 03, dst). Sebagai contoh : Indra Ideatama 01.jpeg, Indra Ideatama 02.jpeg, dst.

12. Khusus untuk karya 3 dimensi, harap memberikan foto detail karya.

13. Karya video : Format Data AVI-PAL (720 x 576), rancangan display, kopikan dalam CD/ DVD. Gunakan label/ caption di bagian cover dengan nama seniman, judul, durasi, dan tahun.

14. Khusus untuk karya multimedia, harap menyertakan berkas karya pendukung, misal CD interaktif dan sebagainya.

15. Panitia tidak menerima kiriman foto karya dan sebagainya melalui surat elektronik (email).

 

Proses Seleksi

1. Tahap pertama (Seleksi Tertutup)

Seleksi Portofolio pada 5 Juli 2009

Dengan materi seleksi porto folio / foto karya; sehingga sangat diharapkan  foto karya diterima oleh panitia paling lambat tanggal 4 Juli 2009, pukul 21.00 WIB [bukan cap pos]. Akan dipilih 50 nominator dan kemudian diputuskan 20 nominator yang berkewajiban melakukan presentasi karya.

2. Tahap kedua (Seleksi Terbuka)

Dilaksanakan tanggal 10 Juli 2009.

50 nominator mengirim karya secara langsung ke Tujuh Bintang Art Space Yogyakarta dan 20 nominator terpilih wajib mengikuti presentasi karya secara terbuka (berkewajiban memenuhi undangan presentasi dari Tim Dewan Juri)
Tujuh Bintang Art Space menyediakan
akomodasi untuk peserta luar kota.

 

Setiap karya yang masuk dalam pameran adalah yang berhasil melalui 2 tahap penjurian.

 

Dewan Juri

1. Suwarno Wisetrotomo (Kurator, Penulis Kritik Seni Rupa dan Dosen Prog. Pascasarjana ISI Yogyakarta)

2. Kuss Indarto (Kurator Independen)

3. Mikke Susanto (Staf Pengajar FSR ISI Yogyakarta & Kurator Jogja Gallery)

4. Sujud Dartanto (Kurator Independen)

5. Rusnoto Susanto (Kurator Independen, Dosen Luar Biasa FBS Seni Rupa UNJ dan Mahasiswa Prog. Pascasarjana ISI Yogyakarta)

 

Penghargaan

1. Sekitar 50 karya terpilih akan dipamerkan dalam pameran seni visual `THE DREAM' pada 15-30 Agustus 2009 di Tujuh Bintang Art Space Yogyakarta dan Museum Affandi Yogyakarta.

2. Dewan juri akan menetapkan 5 besar karya terbaik dan akan mendapatkan penghargaan berupa uang masing-masing Rp. 5.000.000,00, Tropi serta sertifikat Tujuh Bintang Art Award 2009.

3. Pengumuman 50 nominator pada tanggal 15 Juli 2009 akan diumumkan baik secara personal maupun melalui situs kami.

4. Seniman pemenang kompetisi akan dijadwalkan ikut serta dalam pameran Tujuh Bintang Art Space di masa mendatang.

5. Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

 

Hal-hal lain yang belum jelas dapat ditanyakan ke Panitia Tujuh Bintang Art Award 2009, Jogjakarta.

Terima Kasih

Tujuh Bintang Art Space
Jl
. Sukonandi 7 Yogyakarta 55166
Telp. 62 274 545577 Fax 583377
Mobile. 62 818 027 11 777

Email. info@tujuhbintang.com
Facebook : Tujuh Bintang / eko@tujuhbintang.com

 

Formulir dapat didownload di :

http://blog.tujuhbintang.com

www.tujuhbintang.com

 

 

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___