Sunday, June 7, 2009

[ac-i] MALAM INI!! Pertunjukan Garibaba's Strange World - Dunia Fantasmo Mozo - Mozo



Maaf bila cross posting..



Proyek pertunjukan ini diproduksi oleh: Pappa TARAHUMARA, The Japan Foundation dan Yayasan Kelola. 
Teater Garasi hanya mitra yang membantu publikasi pertunjukan ini di Yogya. 

Terima kasih.




--
Teater Garasi; Laboratory of Theatre Creations
Jl. Bugisan Selatan No. 36 A
Tegal Kenongo Yogyakarta 55181 Indonesia
Phone/Fax. +62 274 415844
E-mail: garasi@teatergarasi.org
Homepage: www.teatergarasi.org

Manajemen Teater Garasi didukung oleh/ Teater Garasi's Management supported by HIVOS



__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

Saturday, June 6, 2009

[ac-i] Konser Diam-diam Efek Rumah Kaca




Konser Diam-diam Efek Rumah Kaca
---Anwar Holid

Band Efek Rumah Kaca (ERK) manggung tanpa disertai publisitas di Rumah Buku, Bandung. Main secara akustik, membawakan lagu-lagu dari dua album mereka, diselingi kejutan menyanyikan beberapa cover version, dalam konser yang berlangsung intim dan dirancang bagus.

BANDUNG - Masih dalam suasana agak murung karena kemarin Shanti panas demam dan kondisi finansial masih melarat, aku sekeluarga datang ke Rumah Buku untuk nonton band Efek Rumah Kaca pada Sabtu, 6 Juni 2009. Seminggu lalu tersiar kabar dari mulut ke mulut bahwa band indie yang lagi hip ini akan manggung di tempat yang asri ini. "Tapi jangan bilang-bilang orang lain ya, soalnya mereka ingin bikin kejutan kayak konser rahasia, gitu," kata orang waktu aku terakhir ke sana untuk pinjam buku The Book of Disquiet (Fernando Pessoa).

Tubuh Shanti sudah normal sejak pagi tadi, dan keceriaannya juga pulih. Itu membuat kami berani membawanya. Rumah Buku sudah lebih ramai dari biasanya waktu kami datang. Teras belakang mereka sedang disetting menjadi "ruang keluarga" untuk persiapan main Efek Rumah Kaca. Fenfen dan Ilalang kangen-kangenan dengan menyapa orang-orang yang mereka kenal. Rani dan Budi dari Rumah Buku menyambut dengan ramah dan lucu-lucuan. Dalam suasana seperti itu, kesenangan menghampiri dan aku merasa mudah penuh terisi oleh kelegaan.

"Maaf ya, mulai mainnya jadi jam setengah lima. Soalnya kita ingin dapat suasana sore yang bagus," entah kata Rani atau Budi yang bilang waktu jam sudah menunjukkan pukul 15.30, jadwal mereka manggung. Wah, makin malam kami pulang, makin kuatir kami pada kondisi Shanti. Orang demam bisa balik panas lagi kalau belum-belum pulih. Bandung hari itu panas, meski sempat turun gerimis sebentar. Menjelang konser cuaca cerah sekali.

"Yang datang ternyata cukup banyak juga ya. Tadinya kami khawatir nggak akan ada yang datang karena sok-sok bikin konser diam-diam, gitu," kata Cholil menyapa penonton yang pada duduk memenuhi taman beralaskan koran dan berbekal losion antinyamuk. Konser tanpa pemberitahuan ini mengingatkan aku pada Heima, film karya grup Sigur Ros tentang mudik mereka di Islandia setelah sekitar setahunan tur keliling dunia. Film kebanyakan berisi scene alam terbuka dan suasana lingkungan yang dramatik.

Aku baru pertama kali ini lihat Efek Rumah Kaca. Sound gaya unplugged mereka menurutku keren. Cholil memainkan gitar akustik yang setting suaranya mengeluarkan bunyi begitu kuat dan penuh, hingga melodi-melodi yang tinggi dan nyaring dari album mereka tersalin dengan sempurna. Adrian main bass dengan kalem, mengiringi sebagai backing vokal. Akbar menurutku tampak sangat santai dan paling enak dilihat. Gerakan tubuhnya di tengah set drum terlihat ritmik, sambil tangan dan kakinya bekerja. Hentakan drumnya asyik; tidak terdengar sebagai pukulan drum nada pop, tetapi malah seperti dalam band jazz atau progresif rock.

Pilihan nada mereka mengingatkan aku pada grup seperti Pink Floyd dan Coldplay. Secara musikalitas, gaya akustik ini terdengar mirip dengan pilihan Damien Rice. Gitar dan bass dibuat seakan-akan bergema, iringan pukulan drum atraktik, jadi meskipun mereka trio, musiknya penuh. Tak ada ruang kosong yang terdengar karena mereka sedikitan. Lagu-lagu mereka yang kurang akrab bagi telinga yang tiap hari mendengar nada pop juga menguatkan mitos pada grup ini.

Efek Rumah Kaca bilang bahwa mereka grup pop, tapi pilihan nada, aksi, juga pernyataan mereka justru bertentangan sebagai band pop yang haus publisitas atau menciptakan lagu yang mudah didengar. Mungkin mereka mau memudahkan. Mereka tidak menyiratkan sebagai band pop. Langkah mereka tidak populer; aku pernah lihat foto mereka bertiga mengenakan t-shirt bertuliskan: Pasar Bisa Diciptakan. Menurutku mereka grup alternatif atau postrock. Banyak orang bilang grup ini politis, seperti terbukti dari beberapa lagunya. Mereka juga justru mengkritik budaya pop dan konsumerisme. Mau mengubah dari dalam?

Mungkin itu yang membuat lagu-lagu mereka agak susah dihafal. Aku beberapa bulan ini dengar album ke dua mereka, Kamar Gelap, dengan hanya mudah ingat Mosi Tidak Percaya (lagu yang sangat politis), Kenakalan Remaja di Era Informatika (singel dari album ini), dan Laki-laki Pemalu. Dari album pertama, yang teringat mudah ialah Cinta Melulu, Terus Belanja Sampai Mati, dan tentu saja lagu yang membuat mereka bisa memikat banyak orang: Di Udara---sebuah lagu yang konon tentang Munir, karena memang didedikasikan buat dia.

Sore itu Efek Rumah Kaca main dua sesi. Sesi pertama berlangsung sampai menjelang magrib. Aku ikut berdendang tapi terkadang lupa judulnya. Sesi kedua Cholil main dengan mengenakan sweater, mungkin kedinginan oleh hawa yang mulai dingin. Dia mula-mula menyanyikan dua cover sendirian, lantas memanggil Adrian dan Akbar untuk memainkan Hallelujah dari versi Jeff Buckley. Ini mungkin kejutan buat para pengunjung. Adrian juga nyanyi Laki-laki Pemalu. Selama konser berlangsung, Rani terus melakukan shooting. Budi bilang pada penonton bahwa konser ini direkam. Aku berharap agar acara bernama "Rukustik" rekaman ini nanti dirilis sebagai live album.

Kami terpkasa pulang lebih awal, setelah Budi mengajak trio ngobrol dengan lucu. Tubuh Shanti kembali lebih hangat, jadi Fenfen dan aku khawatir. Gerimis juga sudah turun agak sering. Entah bagaimana konser itu berakhir, apa mereka jalan terus meski gerimis, atau harus berhenti karena penonton tentu mulai basah. Aku senang bisa nonton acara musik yang bagus dan beli pin ERK gambar pohon meranggas. Ilalang dan Shanti juga gembira. Fenfen banyak ngobrol dengan teman-temannya. Sabtu sore yang memuaskan, sebelum aku harus antusias untuk kembali berhadap-hadapan dengan wajah kehidupan yang menyeringai mengancam.[]

Copyright © 2008 oleh Anwar Holid

KONTAK: wartax@yahoo.com | Tel.: (022) 2037348 | HP: 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung 40141

Situs terkait:
http://www.rukukineruku.com
http://halamanganjil.blogspot.com (foto-foto konser, akan diupload)

Anwar Holid: penulis, penyunting, publisis; eksponen TEXTOUR, Rumah Buku.

Kontak: wartax@yahoo.com | (022) 2037348 | 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung 40141

Sudilah mengunjungi link ini, ada lebih banyak hal di sana:
http://www.goethe.de/forum-buku
http://www.rukukineruku.com
http://ultimusbandung.info
http://www.gramedia.com
http://www.mizan.com
http://halamanganjil.blogspot.com

Come away with me and I will write you
---© Norah Jones

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] UMUR PANJANG DAN KENIKMATAN HIDUP



Asahan:
 
 
         ALANGKAH SULITNYA MENCAPAI UMUR PANJANG
                            DAN SEHAT TANPA PENYAKIT
 
Berbagai teori maupun pengalaman hidup  telah dituliskan orang untuk bisa berumur panjang dan selalu sehat. Ada ilmu yang mengurusi soal itu yaitu Herontologi. Secara statistik, memang manusia moderen hidupnya lebih lama daripada generasi manusia sebelumnya. Tapi ironisnya segolongan manusia moderen yang lainnya justru cenderung dan bahkan antusias kembali ke cara hidup manusia purba yang menurut teori mereka sebaiknya makan segala yang mentah, tidak dimasak: sayur mentah, daging mentah, tidak pergi ke Mc Donald atau Burger King, tidak makan di restauran-restauran Tionghoa yang nikmat tapi berlemak. Atau dengan satu kalimat singkat: menghindari segala yang nikmat dan kebahagiaan makan. Siapa yang berhasil melakukan hal itu maka umur panjang dan kesehatan akan diperoleh mereka. Begitu sederhana kedengarannya. Tapi dibalik kesedehanaan ajaran itu, juga terletak sebuah neraka menahan nafsu yang bisa menegangkan syaraf seumur hidup.
Sebuah teori yang lain mengatakan: diet sering-sering menimbulkan ketegangan atau depressif terutama bila terpaksa melakukannya atau tidak suka rela (apalagi yang masih sehat-sehat saja dan belum sakit). Sedangkan ketegangan atau stress yang bagaimanapun sifatnya selalu akan bisa menimbulkan berbagai penyakit. Bahkan dikatakan, memakan sesuatu  yang bergizi dan bervitamin haruslah terasa enak dan bukan terpaksa memakannya demi kesehatan, karena absennya rasa enak atau merasa tidak enak, akan mengurangi efek positif dari apa yang kita makan. Katakanlah sayur mentah yang kita makan yang hampir selalu tidak enak dibandingkan yang telah ditumis atau di olah di dapur-dapur. Bahkan daging yang dimasakpun yang kurang bumbu atau sama sekali tanpa bumbu tidak akan enak rasanya, apalagi daging mentah. Yang paling antusias sekalipun, akan merasakan masa cobaan yang cukup tegang dan penuh tantangan: kenikmatan hidup mendapatkan reduksi atau korting yang begitu drastis demi umur panjang dan kesehatan yang ideal.
 
     Tentu orang akan dihadapkan dengan dua pilihan: hidup sehat dan panjang umur tapi kehilangan kenikmatan dalam hal makan atau, mempertahankan cara makan konvensional sambil menikmati cara makan yang tidak terlalu berpantang atau merasa bahagia bisa makan enak dengan banyak pilihan meskipun dengan risiko mempengaruhi kesehatan dan serangan berbagai penyakit: risiko kelebihan timbangan yang bisa menimbulkan penyakit kencing manis, darah tinggi, serangan jantung hingga berbagai penyakit kangker dan penyakit-penyakit bahaya lainnya. Dan memang di abad moderen kita sekarang ini, semua orang semakin ditakut takuti olah penyakit-penyakit yang mematikan itu yang tidak jarang rasa takut yang berlebihan atau yang sedang-sedang saja bisa lebih parah akibatnya dari penyakit-penyakit yang dibayangkan sendiri, apalagi jika disertai kurangnya pengetahuan tentang dasar ilmu kesehatan dan makanan. Jadi rasa takut makan enak, juga sebuah ancaman psikologis yang tidak bisa diremehkan.
 
Tapi bila bicara bagaimana agar bisa umur panjang  dan sehat tanpa dikerubuti banyak penyakit,orang akan banyak harus memenuhi  syarat-syarat yang berbeda -beda. Ada para ahli yang menyebutkan faktor cuaca sebagai faktor yang penting atau lingkungan, atau makanan, atau cara hidup maupun faktor genetika atau keturunan. Jadi tidak hanya satu faktor saja seperti umpamanya faktor makanan semata. Bahkan tidak jarang sebagai faktor perkecualian. Umpamanya seorang perokok berat tapi bisa hidup melampaui 90 tahun. Di Kaukasus banyak sekali para kakek tua yang hidup melebihi seratus tahun yang selama hidupnya minum anggur setiap hari dan bahkan cukup banyak perempuan  gemuk yang mencapai lebih dari 120 kg tapi bisa hidup hingga 115 tahun dan masih banyak perkecualian lainnya yang tidak bisa dijadikan standard umum untuk bisa hidup panjang umur dengan  kesehatan yang baik tapi dengan melanggar norma-norma kesehatan yang biasa.
 
Jadi bicara soal makanan cumalah salah satu faktor dan bukan faktor satu-satunya meskipun juga sebagai faktor yang penting. Sayangnya bila bicara soal faktor makanan ini, sering-sering orang-orang terlalu fanatik akan kemujaraban revolusi di bidang makanan. Umpamanya mengharamkan daging atau mengharamkan susu sambil mempromosi buah-buahan dan sayur-sayuran secara ultra ekstrim yang hampir-hampir secara total menegasi kenikmatan hidup dan kegembiraan hidup di bidang makanan. Tidak ada lagi yang bisa dinikmati kecuali makan sayur mentah dan berpantang daging dan goreng-gorengan apalagi yang disebut lemak dan yang serba manis seolah hidup ini cumalah untuk mengejar kesehatan yang terasa hambar tanpa seni hidup dan kenikmatan hidup. Segala galanya terasa tawar dan miskin rasa hingga timbul pertanyaan : apakah hidup sehat itu harus dibayar dengan mereduksi kenikmatan hidup begitu besarnya hingga yang tinggal sudah sangat minimal. Sudah tentu setiap orang punya takaran sendiri-sendiri terhadap apa itu kenikmatan hidup namun juga sudah pasti tidak bisa menghapuskan norma standard yang umum bila tetap ingin menjadi manusia biasa, manusia normal.
 
Kita tidak tahu pasti apakah umur panjang dan sehat itu sebuah kebetulan atau sebuah hukum. Tapi sebagai sebuah kenyataan, umur manusia bertambah dari generasi ke generasi meskipun belum merata dan masih bersifat lokal. Majunya ilmu pengetahuan dan meningkatnya kebudayaan manusia merupakan faktor dari membaiknya kesehatan manusia hingga bisa hidup lebih lama dengan kesehatan yang cukup baik. Tapi juga para ahli mengatakan kesehatan dan usia manusia di masa datang tidak bisa dipisahkan dengan kebutuhan akan obat-obatan atau dengan kata lain manusia hanya bisa bertahan memperpanjang umur dan kesehatannya dengan mempergunakan obat-obatan yang diperlukannya. Tanpa pertolongan obat-obatan, sudah tidak mungkin untuk hidup lebih panjang dan sehat. Kembali ke masa purba sudah tidak mungkin karena manusia moderen dan semakin moderen tidak bisa hidup tanpa campur tangan kimiawi yang disamping akan membunuhnya tapi juga menyelamatkannya. Obat-obatan adalah kesehatan manusia di masa depan, tak seoranpun bisa menghindarinya meskipun sekarang masih sangat terbatas orang yang bisa menghindarinya. Genetika purba tidak bisa dikembalikan ke genetika moderen dan hidup bersamanya tapi cuma harus menyesuaikannya dengan genetika yang sekarang, mengaturnya, mengemudikannya agar sesuai  dengan hukum penyesuaian. Hidup cara purba atau primitif sungguh tidak bisa dibayangkan: liar, kotor, kasar dan sering tak berdaya melawan alam dan hewan ganas serta persediaan makanan yang begitu minim dan sangat sulit didapatkan dan dengan perjuangan sengit yang selalu antara hidup dan mati.
 
Makan sayur dan buah-buahan itu sangat baik untuk kesehatan dan juga kenikmatan. Demikian pula makan daging asalkan tahu batas dan tidak berlebih lebihan. Makanlah dan nikmatilah sewajarnya. Rasa enak juga menjaga dan menambah kesehatan. Rasa tidak enak menimbulkan ketegangan atau stress serta tidak puas dan itu tidak baik untuk kesehatan. Bahwa manusia ahirnya menciptakan sebuah dapur dan memfaedahkan api, bukanlah kebetulan karena dapur adalah pabrik kenikmatan, tingkat kebudayaan dan peradaban manusia dan juga penopang kesehatan manusia yang paling bisa dipercaya. Sedangkan umur panjang dan sehat, untuk sementara masih sering bagaikan sebuah lotre kehidupan. Jarang kena dan mahal harganya. Nikmatilah hidup ini sampai umur seberapapun tanpa menghukum diri sendiri.
asahan.

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] www.karbonjournal.org // JUNI 2009: FOTO BARU oleh Ardi Yunanto // JUNE 2009: NEW PHOTO by Ardi Yunanto


scroll down for English


JUNI 2009: FOTO BARU oleh Ardi Yunanto


ESAI TERBARU | MEI 2009
"Monas dan kita": Menjelajahi beragam interaksi
Irma Chantily

Bekerjasama dengan fotografer keliling Monumen Nasional (Monas), Daniel Kampua
memilih karya foto mereka dan memotret mereka dalam sebuah pose bersama,
hasilnya dipamerkan di Monas sepanjang Februari 2009 lalu. Berikut ulasan
Irma Chantily atas berbagai interaksi baru antara Monas, pengunjung, dan
fotografer keliling dalam proyek fotografi ini.



Selain itu, pengunjung situs kami sepanjang 2009 terus mengalami peningkatan.
Dari Januari (2937 pengunjung), Februari (2944 pengunjung), hingga Maret (4207 pengunjung), April (4254 pengunjung), dan Mei (5093
pengunjung). Jumlah yang menggembirakan bagi kami. Terima kasih atas kunjungan Anda semua. Kami akan terus menampilkan yang terbaik untuk Anda.




JUNE 2009: NEW PHOTO by Ardi Yunanto


NEW ESSAY | MAY 2009

"Monas and us": Exploring a myriad interactions
Irma Chantily


In collaboration with the itinerant photographers at the National Monument (Monas),
Daniel Kampua selected works by these photographers and took a group picture of all
the photographers. The results of this collaboration were exhibited at Monas in
February 2009. Irma Chantily reviews a variety of new interactions betweeen
Monas, the visitors, and the itinerant photographers, generated by
this photography project.


Besides, the number of visitors to our website has also increased along the year—
from January (2937 visitors), February (2944 visitors),  March (4207 visitors),

April (4254 visitors), to May (5093 visitors)
. This has been a heartening increase.
We thank you all for your visit. We will keep on doing our best for you.





Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. Rasakan bedanya!

[ac-i] Re: [mimbar-bebas] Fw: INTERVIEW - Bali governor says won't enforce Indonesia porn law



Setuju UU primitif itu tidak boleh berlaku di wilayah Indonesia yang berbudaya lebih tinggi daripada IQ Onta!
salam
Teddy

2009/6/5 BDG KUSUMO <bdgkusumo@volny.cz>


Dari milis tetangga, bdg
 
----- Original Message -----
From: Holy Uncle
Sent: Thursday, June 04, 2009 3:14 PM
Subject: [nasional-list] INTERVIEW - Bali governor says won't enforce Indonesia porn law

Wednesday June 3, 2009

INTERVIEW - Bali governor says won't enforce Indonesia porn law

By Sunanda Creagh

JAKARTA (Reuters) - Indonesia's mainly Hindu island of Bali has no intention of enforcing a controversial anti-porn law passed last year because it conflicts with local culture and tradition, the provincial governor said in an email interview.

Pluralism and religious freedom have become election issues in predominantly Muslim, officially secular Indonesia.

The new law, which created much confusion over what would be considered pornographic, was slammed by religious minorities but backed by the Islamic and Islamist political parties allied to President Susilo Bambang Yudhoyono, who is seeking re-election in the presidential polls on July 8.

"As long as I am the governor of Bali, I, along with the head of the provincial government in Bali, have stated that we will not enforce this law in Bali," Governor I Made Mangku Pastika told Reuters, adding that the law is "not appropriate for the people of Bali."

He said the most serious effect of the law would be its impact on Bali's culture and traditional art, which includes nude statues and often sexually explicit imagery.

"The artworks and cultural practices of Bali are not in any way meant to be pornographic. They are meant to educate and communicate about the essence of life and existence," he said.

Centuries-old traditions including outdoor bathing would also have to be banned if the law was properly enforced, added the governor, a former police chief who led investigations into deadly bomb attacks by Islamic militants on Bali.

Pastika said that he had not yet been reprimanded by the central government, despite his stated aim to disobey the law.

Bali's economy is also heavily dependent on tourism because of its culture, beaches and surfing.

The anti-porn law fuelled concerns that tourists might be arrested for wearing swimwear, but Pastika said tourists were exempt.

"The impact of the law on our tourism sector will not be significant because tourism has been granted an exception," he said.

CREEPING CONSERVATISM

Yudhoyono's Democrat Party won the parliamentary election in April with one fifth of the votes, and has formed a coalition with several smaller parties including the Islamist Prosperous Justice Party (PKS).

Minority groups warned that the anti-pornography bill -- which was passed in October last year and bans public displays of flesh and behaviour that could incite lust -- was a sign of creeping conservatism in traditionally pluralist Indonesia.

"However, I am sure that they [Islam-based parties] realise that in a natural democracy and in this current era of reform, PKS and other Islam-based parties will not force their will on others because that conflicts with the era of reformasi," or reform, he said.

While recognising that he is subordinate to the central government in Jakarta, Pastika said he was beholden to his voters.

"The governor is obligated to listen to and fulfil the aspirations of the people who chose him. This is also true in the area of law enforcement," he said.

"If the people reject a law, that means the law is inconsistent with the aspirations of the people. In a true democracy, the aspirations of the people are the priority."

"For the people of Bali, it's not only what's written but also what's moral and ethical."

http://thestar.com.my/news/story.asp?fi ... rldupdates


Lauren found her dream laptop. Find the PC that's right for you.



No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 8.5.339 / Virus Database: 270.12.52/2153 - Release Date: 06/03/09 18:00:00




--
"The only thing we learn from a new election is we learned nothing from the old"

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Search Ads

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Yahoo! Groups

Mom Power

Discover doing more

for your family

.

__,_._,___

[ac-i] Fw: # Bung



Salam, bdg
 
----- Original Message -----
Sent: Saturday, June 06, 2009 3:38 AM
Subject: #sastra-pembebasan# Bung


BUNG

Met pagi, Bung,-pemimpin kami-,
hari ini adalah hari kelahiranmu.

Hari kelahiran sang Putra Fajar.

Meski kau telah tiada
kau tetap hidup dalam hati sanubariku
hati sanubari bangsaku dan bangsa-bangsa di dunia.

Kau persembahkan 'Marhaenisme'
-asas dan asas-perjuangan sebagai senjata pamungkas-
kepada bangsamu yang terjajah
agar bangkit dan berjuang
untuk membebaskan dirinya dari belenggu penjajahan.

Kau persembahkan 'Pancasila'
kepada bangsamu untuk mengisi kemerdekaan
'tuk tegakkan panji 'Trisakti'.

Kau persembahkan gagasanmu 'To Build  the World Anew'
kepada dunia untuk membangun manusia
dan kemanusiaan yang merdeka, berdaulat, bermartabat, berkeadaban.

Kau 'korbankan' jiwa ragamu
bagi Indonesia, Asia-Afrika-Amerika Latin
dan bagi manusia serta kemanusiaan.

Engkaulah yang membuatku kami semua bangga
menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, berjati diri,
bermartabat, dan terhormat
Terlalu besar jasa dan pengorbananmu, Bung,
bagi kami dan umat manusia
tanpa pamrih apapun darimu.

Hanya doa kami kepadaNya sajalah
yang mampu kami persembahkan untukmu, Bung.

Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
berkenan menerima dan mengabulkan doa kami.

Amin.
 
 
HES
ndeso Sentul Kidul.
 
 
 
 
 

[Non-text portions of this message have been removed]



No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 8.5.339 / Virus Database: 270.12.54/2158 - Release Date: 06/06/09 05:53:00

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Yahoo! Groups

Mom Power

Discover doing more

for your family

Yahoo! Groups

Weight Management Challenge

Join others who

are losing pounds.

.

__,_._,___

Friday, June 5, 2009

[ac-i] [INFO] Ikutan yuuks...Yamaha Marketing Idea Competiton 2009

Guys...

Ikutan yuk, bergabung di Grup Facebook Yamaha Marketing Idea Competition 2009 dan bisa mengirimkan naskah tulisan tentang ide-ide kreatif marketing.
Hadiah nya total jutaan rupiah loch..

Ini nieh linknya,

Link Grup Facebook :
http://www.facebook.com/groups.php?id=737618968&gv=12#/group.php?gid=173912815429



BROSUR LOMBA PENULISAN (A4).jpg

Link Grup Facebook :
http://www.facebook.com/groups.php?id=737618968&gv=12#/group.php?gid=173912815429

Link Banner YMIC 2009 - Majalah Marketing :
http://www.marketing.co.id/WebSite/Static.aspx?id=8


logo imel


Regards,

Ferra