Friday, October 9, 2009

[ac-i] FSD UNM Art Moments 2009

Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar akan melaksanakan
FSD UNM Art Moments 2009. Rencananya kegiatan ini dipusatkan di areal
benteng Rotterdam Makassar. Berikut jadwal selengkapnya.

Opening Ceremony & Performing Arts
Hari/Tanggal : Minggu, 11 Oktober 2009
Tempat : Anjungan Pantai Losari – Benteng Rotterdam
Waktu : Pukul 14.00 - selesai

Aksi Graffity/Mural Massal
Hari/Tanggal : Minggu, 11 Oktober 2009
Tempat : Pelataran Benteng Rotterdam
Waktu : 09.00 wita - selesai

Pasar Seni
Hari/Tanggal : Minggu-Kamis, 11-15 Oktober 2009
Tempat : Benteng Rotterdam
Waktu : Pukul 14.00 - 22.00 wita

Pementasan Seni Pertunjukan
Hari/Tanggal : Minggu-Kamis, 11-15 Oktober 2009
Tempat : Benteng Rotterdam
Waktu : 19.30 wita – selesai

Pameran Besar Seni Rupa
Hari/Tanggal : Minggu-Sabtu, 11-17 Oktober 2009
Tempat : Benteng Rotterdam
Waktu : 09.00 – 18.00 wita

Pameran Desain Poster
Hari/Tanggal : Minggu-Sabtu, 11-17 Oktober 2009
Tempat : Benteng Rotterdam
Waktu : 09.00 – 18.00 wita

Sketsa Bersama
Hari/Tanggal : Rabu, 14 Oktober 2009
Tempat : Keliling Kota Makassar
Waktu : 09.00 wita – selesai

Seminar Kesenian
Hari/Tanggal : Sabtu, 17 Oktober 2009
Tempat : Graha Pena Makassar
Waktu : 08.30 - 17.00 wita
Pembicara :
1. Prof. Dr. Setiawan Sabana, MFA (Guru Besar Seni Rupa ITB)
"Wajah Seni Rupa Indonesia Kini"
2. Dra. Wiwiek Sipala, M.Si (Fak. Seni Pertunjukan IKJ)
"Seni Pertunjukan di era Globalisasi"a
3. I Wayan Sadra, S.Kar, M.Sn (ISI Surakarta)
"Komposisi musik menggunakan medium lokal"
4. Agus Bing, S.Sn, M.Sn(Redaktur Majalah Gong Yogyakarta)
"Seni sebagai industri kreatif menuju postmodernisme"
4. Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd (Rektor UNM)
"Manajemen Pendidikan dalam Pengembangan Seni Budaya"
5. Ir. Ilham Arief Siradjuddin, M.M (Walikota Makassar)
"Pengembangan seni budaya menuju Makassar kota Dunia"
6. Keynote Speaker: Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, M.H, M.M)
(dalam konfirmasi)
(Gubernur Sulawesi Selatan)
"Strategi pembangunan seni budaya Sulawesi Selatan dalam
memperkuat identitas nasional"


Reuni Alumni, Pentas Kolabborasi & Closing Ceremony
Hari/Tanggal : Sabtu, 17 Oktober 2009
Tempat : Graha Pena Makassar
Waktu : 19.30 wita – selesai

Informasi Selengkapnya:

http://fsdunm.wordpress.com/


------------------------------------

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/artculture-indonesia/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:artculture-indonesia-digest@yahoogroups.com
mailto:artculture-indonesia-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
artculture-indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[ac-i] "MY BODY" Indonesian Women Exhibition

 

"MY BODY" Indonesian Women Exhibition


Andi Gallery cordially invites u to d'opening of "MY BODY" Indonesian Women Exhibition. The exhibition will be officiated by Mrs Dian M. Soedarjo, Wed, 14 Oct 09 on 19:30 PM @Grand Indonesia, Jakarta - INDONESIA. Artists: Arrahmaiani, Dolorosa Sinaga, Indyra, Neneng S. Ferrier, Tiarma Sirait etc.

 
Tiarma Sirait
Komp. PPR - ITB Blok F no.10
Dago Bengkok
Bandung 40135
INDONESIA

POLENG STUDIO
Tel: +62 22 91760013
Fax: +62 22 2504013
email: polengstudio@yahoo.com
http://tiarma.multiply.com/


Tiarma Sirait / tiarma@gmail.com / +62 81931413838 (idn) / Tiarma Sirait (skype) / polengstudio (ym)

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] Alam Fikiran Melayu-Jawa

 

Dunia Buku: Kreativiti Minda Melayu-Jawa

Oleh Rashiqah Ilmi Abd Rahim




Percubaan membongkar khazanah dua kelompok tampil jempol

KREATIVITI Minda Melayu-Jawa dalam Khazanah Bahasa, Sastera dan Budaya suntingan Noriah Mohamed, Hendrokumoro dan Paina Partana membawa pembaca memahami corak pemikiran dua kelompok terbabit yang terpapar lewat kreativiti penulisan warisan mereka.

Buku setebal 329 halaman terbitan Institut Alam dan Tamadun Melayu (Atma), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), memuatkan 16 bab yang membongkarkan beberapa sisi menarik kedua-dua kelompok terbabit seperti sikap dan pola pemikiran masyarakat Jawa dalam Sastera,


__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] Sastra Kalimantan

 

Monday, July 20, 2009

Segitiga Sastra di Wilayah Borneo

Oleh Korrie Layun Rampan

SEGITIGA sastra di sini dimaksudkan adalah tumbuh dan berkembangnya eksistensi sastra di wilayah Borneo dan Kalimantan. Istilah Borneo meliputi negara Brunei Darussalam dan Malaysia Timur (yang mencakup: Labuan, Sarawak, Sabah) dan wilayah Kalimantan mencakup empat provinsi di Kalimantan: Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah (sebentar lagi akan lahir Provinsi Kalimantan Utara). Sejak 20 tahun lalu dimulai "Dialog Borneo-Kalimantan" yang dilaksanakan di Miri, Sarawak, 27-29 November 1987.

Dialog ini merupakan kegiatan independen yang berada di bawah payung Mastera (Majelis Sastra Asia Tenggara). Mastera merupakan kegiatan sastra-budaya yang didasari oleh hubungan timbal-balik antarnegara, khususnya dalam hubungan rekomendasi pemberian hadiah SEA Write Award, Hadiah Mastera, dan Hadiah Sastra Nusantara. "Dialog Borneo-Kalimantan IX", Agustus 2007 lalu, dalam rekomendasi yang dibacakan Ketua 1 Asterawani Prof Madya Dr. Awang Haji Hashim bin Hj. Abd Hamid pada 5 Agustus 2007 di Hotel Asma Jerudong, Berunei Darussalam bahwa sejak "Dialog Borneo-Kalimantan X" yang diadakan di Kalimantan Timur, 2009, akan memberikan "Hadiah Sastra Sultan Hassal Bolkiah" untuk para penulis sastra dari wilayah "segitiga sastra", terutama kepada para sastrawan yang tidak dinominasi oleh panitia SEA Write Award, Mastera, maupun Hadiah Sastra Nusantara, meskipun karya-karya mereka sudah sepantasnya mendapat hadiah tersebut.

"Dialog Borneo-Kalimantan IX" yang mengusung tema "Kesusastraan Melayu: Antara Harapan dan Cabaran (Kendala)" menampilkan lima belas makalah yang membicarakan berbagai hal sehubungan keberadaan dan perkembangan sastra di masing-masing negara (wilayah). Indonesia (Kalimantan) diwakili oleh Zulfaisal Putra dari Kalsel, Korrie Layun Rampan (Kaltim-Jakarta) , dan Viddy AD Daery (Lamongan) yang masing-masing menampilkan makalah "Mengenang Kejayaan Rubrik Dahaga di Harian Banjarmasin Post tahun 80-an", "Sejarah Sastra Kalimantan Timur di Tengah Konstelasi Sastra Indonesia" dan "Dari Kisah Sultan Sandokan dari Brunei: Hingga Hubungan Budaya Kalimantan dan Jawa" (yang dibacakan Hermiyana, SE, karena Viddy sakit).



Ketiga makalah ini menjadi pusat perhatian dari sekitar 150 orang peserta karena mengungkapkan berbagai hal yang "asing" bagi pembaca dan para pemerhati sastra di Brunei dan Malaysia. Ternyata, sejak dialog pertama sampai yang kesembilan ini, kondisi sastra di masing-masing wilayah berkembang sediri-sendiri, justru tanpa saling bisa berdialog, sehingga karya sastra Borneo (Brunei-Malaysia) dan Kalimantan (Indonesia) hanya dinikmati oleh kalangannya sendiri, dan asing bagi pembaca di wilayah lainnya. Sastra Berunei Darussalam dan Malaysia (Labuan, Sabah, Sarawak) tidak dikenal oleh pembaca di Kalimantan (Indonesia), demikian sebaliknya. Sementara menurut Prof Madya Dr. Haji Arbak bin Othman dalam makalahnya "Sajak Borneo: Kajian Interpretan dan Pembentukan Mesej Puisi" sastra yang berkembang di Kalimantan memperlihatkan prosfek profetik dengan nuansa religius yang mendalam di mana sajak-sajak itu banyak menggambarkan kesedihan dan harapan dengan mengutip beberapa baris puisi penyair muda Micky Hidayat (Banjarmasin) dan Shantined (Balikpapan) .

Keasingan dan kehilangan komunikasi juga dipaparkan oleh Mohd Zefri Ariff bin Mohd Zain Ariff dalam makalahnya "Jurutera dan Usahawan Emporium Sastera Melayu" yang membahas diskomunikasi antarsastrawan Borneo-Kalimantan sehingga melahirkan ketidaktahuan terhadap perkembangan pribadi sastrawan maupun perkembangan secara nasional di wilayah masing-masing. Itu sebabnya dialog yang sudah dilakukan ini semestinya dilanjutkan dengan mencari cara terbaik agar sastra di masing-masing wilayah dapat disosialisasikan di wilayah segitiga sastra.

Pada "Dialog Borneo-Kalimantan VII", 2003, Korrie Layun Rampan sudah mengajukan usul agar diadakan sekretariat di masing-masing wilayah dan sekretariat bersama di suatu negera tertentu yang disepekati. Di samping itu disarankan dibuka penerbitan bersama berupa media massa sejenis Horison (Indonesia), Bahana (Brunei Darussalam), dan Dewan Sastra (Malaysia), penelitian sastra, dan pengkajian yang komperehensif. Kemudian dilakukan penerbitan buku-buku sastra yang dikelola para sastrawan di dalam wilayan "segitiga sastra" tersebut, termasuk penerbitan makalah yang sudah mencapai ratusan jumlahnya. Namun hingga dialog yang terakhir ini, hanya sekretariat bersama yang dapat terealisasi yaitu disanggupi oleh Brunei Darussalam.

"Dialog Borneo-Kalimantan" ini merupakan upaya mengembangkan sastra di wilayah "segitiga sastra" tersebut. Karena itu tema-tema dialog selalu berubah-ubah, sesuai dengan perkembangan isu-isu aktual sastra nasional dan sastra global. Dengan habitat sastrawan yang cukup banyak di wilayah ini, diharapkan dialog ini dapat menyumbangkan karya-karya berkualitas bagi negara masing-masing, sebagaimana tema yang disampaikan pada dialog III di Bandar Sri Begawan, 9-10 Oktober 1992 dengan tema: "Sumbangan Sastra Borneo-Kalimantan terhadap Nusantara". Meskipun tema ini baru berupa harapan, namun pekerja sastra di lingkaran "segitiga sastra" sangat antusias untuk memberikan sumbangan makna dan nilai-nilai mulia dan tertinggi bagi negara masing-masing.

Dalam hubungan itu, ada lima matlamat yang disampaikan dalam pertemuan kali ini dalam upaya mengembangkan dan melanjutkan tradisi dialog tiga negara ini. Pertama, menonjolkan kepentingan dan sumbangan sastra Melayu dengan mendukung nilai-nilai kemelayuan, keislaman, dan ketuanan bangsa Melayu. Kedua, merincikan peranan sastra Melayu dalam menghadapi gelombang globalisasi. Ketiga, mempertemukan sastrawan, penulis, seniman, budayawan, dan sarjana dari ketiga negera. Keempat, mengangkat martabat penulis (tokoh terdahulu dan kini) dan karyanya dalam jalur sastra Borneo-Kalimantan sebagai sastra Nusantara dan mendunia. Kelima, menjalinkan kerja sama kebahasaan, kesusastraan, dan kebudayaan serumpun antara tiga negera leluhur Melayu yaitu Negara Brunei Darussalam, Malaysia dan Indonesia. Dalam hubungan itu, para peserta bersepakat dengan menyampaikan resolusi (yang diwakili oleh sepuluh orang dari negara masing-masing, termasuk Indonesia yang diwakili Korrie Layun Rampan) bahwa "Dialog Borneo-Kalimantan" tetap diteruskan dan "Dialog Borneo-Kalimantan X" diadakan di Kalimantan Timur (Indonesia), tahun 2009.

* Korrie Layun Rampan, sastrawan, anggota DPRD Kutai Barat, Kaltim

Sumber: Kaltim Post, Rabu, 5 September 2007

Dikutip dari Jurnal Toddopuli, 9 Desember 2008




Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] Kain Tenun Perempuan Sasak

 

Tenun Ikat Perempuan Sasak
Oleh Johan Sobihan

...

Pada awalnya, kerajinan tenun ikat digunakan untuk busana pesta, busana pemimpin adat, maupun busana kaum bangsawan. Namun seiring perkembangan jaman, kedudukan tenun ikat ini meluas menjadi salah satu komoditi dari suku Sasak. Dan selain sebagai mata pencaharian sehari-hari, kegiatan menenun ini juga mereka jadikan sebagai daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke kampung Sade.

Menurut seorang perempuan yang saya temui di perkampungan Sade, salah satu perkampungan suku Sasak terbesar, mereka sudah belajar menenun saat beranjak remaja. Dan ada anggapan, jika perempuan Sasak sudah mahir menenun, maka ia dianggap sudah siap membina rumah tangga. Alasannya, ia dianggap sudah mampu membantu penghasilan suami kelak - yang umumnya bekerja sebagai bercocok tanam.

Selanjutnya klik http://wisataloka.com/kultur/tenun-ikat-perempuan-sasak/


Salam,
TM. Dhani Iqbal

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Yahoo! Groups

Auto Enthusiast Zone

Auto Enthusiast Zone

Discover auto groups

Check out the

Y! Groups blog

Stay up to speed

on all things Groups!

.

__,_._,___

Thursday, October 8, 2009

[ac-i] Dapatkan Segera! Majalah Visual Arts Edisi 33 (Oktober - November 2009)


TELAH TERBIT MAJALAH SENI RUPA DWIBULANAN VISUAL ARTS #33
OKTOBER – NOVEMBER 2009    HARGA RP.40.000-

AWAS! KOLEKTOR MUDA BOSAN DENGAN KARYA-KARYA
(PERUPA) YANG HANYA IKUT ARUS

FOKUS
SEPAK TERJANG KOLEKTOR MUDA

SOROT
Warisan Yang (Tidak) Menjadi Beban
> Museum Affandi > H.Widayat, Barli >Griya Seni Popo,
> Le Mayeur > Museum S. Sudjojono dan S. Sudjojono Centre.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

NASIONAL
> Forum Performance art International di Surabaya
> Pameran 50 Tahun Sanggar Bambu
> Pameran Dokumentasi IVAA
> Pameran Tekstil: Merajut Waktu Menjalin Makna,
> Pameran Tunggal Chusin Setiadikara: Tubuh Yang Sublim
> Pameran Instalasi Lumpur Moelyono

INTERNASIONAL
> Pendokumentasian Asia di Tengah Globalisasi Senirupa Dunia
> Catatan dari Jepang :  Senirupa Kontemporer Sebagai Industri Kreatif

TEKSTUR
> Lukisan Istana dan Sang Presiden

WARTA KAMPUS
> IKJ: Festival Kesenian Indonesia VI - Exploring Root of Identity

WARTA PASAR
> Keseragaman di Dua Jalur yang Berbeda

MOZAIK
> Menghitung Kreator Seni Lukis Asli Bali

JALAN-JALAN
> Pelajaran dari Sao Paolo
 
PROFIL
Handiwirman: Keintiman Menggumuli Benda Pengantar Ingatan


Dapatkan di Toko Buku Gramedia, Gunung Agung, Periplus,Kinokuniya, toko-toko buku dan galeri seni rupa terkemuka di kota Anda.

Informasi & Langganan:

ANITA
Phone : 021.536.74333
Fax     : 021. 530 2403
SMS     : 0812 8818 2009



Editorial Visual Arts Magazine

PT. Media Visual Arts
Komplek Graha Mas Blok A-9
Jl. Raya Perjuangan, Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11350
Indonesia
Phone +62 21 53674333
Fax +62 21 5302403
email : redaksi.visualarts@gmail.com | redaksi.visualarts@yahoo.com
www.visualartsmagazine.info



[ac-i] [BUKU INCARAN] Katakanlah Sejujurnya

 

[BUKU INCARAN]

Katakanlah Sejujurnya
---Anwar Holid

Perahu Kertas
Penulis: Dee
Penerbit: Bentang Pustaka & Truedee, 2009
Tebal: 444 hal.
ISBN: 978-979-1227-78-0
Harga: Rp.69,000,-

Semua orang tahu pepatah usang ini: honesty is the best policy. Kejujuran itu tindakan terbaik. Perlu berapa lama untuk menunggu seseorang jujur? Butuh berapa halaman untuk mengungkapkannya? Dalam kasus Dee: empat tahun, 444 halaman. Persisnya 434 halaman bila kita mengabaikan endorsement, awalan, dan akhiran novel Perahu Kertas (Bentang & Truedee, 2009, Rp.69,000,-). Halaman setebal itu dia bentangkan besar-besaran untuk mengisahkan betapa berharga kejujuran, meskipun awalnya semua orang tampak bermasalah dengan kejujuran. Alasannya sederhana: takut menyakitkan.

Tapi "takut menyakitkan" ini akibatnya benar-benar fatal dan membuat semua orang menderita, kehilangan momen berharga, menambah-nambah masalah, dan menyiksa pembaca sampai harus membuka halaman terakhir, sebenarnya ada apa dengan kisah cinta dua orang bernama Kugy dan Keenan. Mungkin di situlah Dee mempertaruhkan keterampilannya bercerita: dia menaruh sehamparan misteri dan rintangan sebelum sepasang kekasih ini menyerah dan mengakui kejujuran masing-masing.

Misteri dan rintangan terbesar dari kedua orang itu justru keinginan untuk menyenangkan orang-orang terdekat yang berhubungan secara emosional dengan mereka, orang yang secara alamiah tumbuh bersama mereka. Karena berhasil menyembunyikan kata hati dan mampu membungkusnya secara melegakan, secara permukaan hubungan itu baik-baik, meski pada dasarnya mereka sesak. Apa manusia-manusia kota ini memiliki problem komunikasi atau malah amat sukses mengembangkannya jadi semacam "etiket" pergaulan dalam kehidupan? Mungkin kadar EQ (Emotional Quotient) mereka rendah, jadi kesulitan melampiaskan perasaan dan maksud dengan jelas. Semua jadi tampak bersayap. Soalnya kalau tidak, Dee sebenarnya bisa lebih cepat menamatkan novelnya, mungkin lebih dari separo jumlahnya.

Dalam beberapa sisi, drama menunggu kejujuran antara Kugy dan Keenan ini terasa ngayayay---istilah Sunda untuk bertele-tele. Tapi untung, Perahu Kertas merupakan page-turner, novel dengan alur cerita memikat, dan karena itu hanya butuh waktu sebentar untuk menamatkannya. Bisa jadi karena itu, seorang editor dari Jogja bilang, "Biarpun tebal, novel Dee ini mantap." Formulanya bikin pembaca terpana. Pengakuan para pembaca awal novel ini merupakan bukti bahwa Dee memang seorang penutur kisah hebat dan ia mampu menciptakan plot memikat. Kita boleh bertaruh apa para pemberi endorsement itu jujur dengan pernyataannya atau berusaha membungkus ungkapan dengan pujian.

Indah Darmastuti, seorang penulis dari Solo berkomentar: "Novel itu sangat menghibur aku. Aku suka kosakata yang cair khas Dee. Lucu dan plot yang mendebarkan. Dan ending sesuai harapanku." Kisah cinta rata-rata memang mudah ditebak. Tinggal bagaimana penutur menceritakannya, karena kunci buku yang sukses ada pada susunan kerangka cerita yang menarik. Meski subjek sebuah cerita bisa saja klise, karena memang nyaris tiada yang baru di dunia ini, seorang tukang cerita mesti mencari cara terbaik agar memenangi penikmatnya.

Perahu Kertas merupakan kisah sejenis itu. Bertindak sebagai dalang atau Tuhan serba tahu (omniscient narrator), Dee mengombang-ambingkan perasaan Kugy di balik lipatan perahu kertas yang dia luncurkan dari selokan atau anak sungai yang dia temui. Di situlah kejujurannya tertera dan mengalir. Sementara Keenan menenggelamkan diri pada lukisan, melampiaskan emosi tertahan pada seseorang yang dia anggap pasangan jiwanya. Mereka berputar-putar dulu menjadi sesuatu yang bukan diri mereka demi kelak menjadi diri masing-masing lagi. Saling menghancurkan dahulu sebelum akhirnya menyusun ulang agar utuh kembali? Seperti ungkapan Goenawan Mohamad, "sesuatu yang kelak retak dan kita membikinnya abadi."

Dee membuat drama Kugy dan Keenan terlalu lama. Maka pertama-tama Kugy harus mengecewakan pacarnya, lantas sahabat terbaiknya, juga pria pemberi cincin permata lapis lazuli. Sementara Keenan harus jadian dulu dengan Wanda yang penuh pamrih, Luhde yang inosens, berkonflik dengan ayahnya sampai dia stroke, dan sebentar melemparkannya pada kehinaan dan kemiskinan. Tapi orang-orang di sekitar merekan pun bermasalah serupa. Agaknya di novel ini kejujuran jadi semacam penyakit endemik. Mereka menyangka serangkaian pilihan itu bisa membebaskan perasaan. Ternyata tidak. Mereka betul-betul kesulitan menunggu momen kapan hati dan impian bersama itu bertemu. Keduanya terus mencari dalih, berusaha menutup-nutupi kejujuran. Misal dengan bersikap defensif, cemburu, kabur dari masalah, atau marah. Masing-masing mengenakan topeng untuk menyembunyikan kejujuran. Sebab kuncinya terselip pada ungkapan ini: Carilah orang yang enggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau
memberikan segala-galanya (hal. 427).

Dari satu sisi, Perahu Kertas merupakan tipikal novel chicklit yang ringan, menghibur, menyenangkan. Dee bercerita secara kronologik, lengkap dengan bulan dan tahun, bahkan kerap sekaligus menampilkan Kugy dan Keenan secara bersisian. Mungkin karena dia merombak kisah ini dari arsip draft lamanya, yang dia tulis sejak tahun 1996, lantas dia revisi total pada 2007 untuk mula-mula muncul sebagai novel digital. Kini, ketika muncul edisi kertasnya, sebentar lagi kisah ini pun akan muncul lewat layar lebar. Sebagian orang mungkin berharap labirin kisah romantis ini bisa menguras emosi dan menggemaskan, karena membayangkan Kugy yang cute dan Keenan yang tampak misterius dengan daya pikat seperti magnet.

Jujur saja: saya lebih suka berharap Dee menggunakan keunggulan mendongengnya untuk meneruskan proyek penulisan Supernova. Untuk menceritakan kisah dengan idealisme tertentu, yang berkarakter, kuat. Janganlah Dee menyia-nyiakan kejujurannya untuk berputar-putar dulu mengisahkan sesuatu yang klise. Pengalaman menyatakan betapa kejujuran terlalu berharga untuk ditutupi bila sekadar untuk menyembunyikan rasa sakit.[]

Anwar Holid, eksponen TEXTOUR, Rumah Buku Bandung; bekerja sebagai penulis, editor, dan publisis. Blogger @ http://halamanganjil.blogspot.com.

KONTAK: wartax@yahoo.com | Tel.: (022) 2037348 | HP: 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung 40141

PS: Rasanya judul resensi ini berasal dari lagu pop lama, tapi saya lupa apa persisnya. Ada yang tahu?

Situs terkait:
http://dee-idea.blogspot.com
http://www.dee-55days.blogspot.com
www.mizan.com
www.klub-sastra-bentang.blogspot.com
Facebook: Dewi Lestari
Twitter: deelestari

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___