Monday, October 19, 2009

[ac-i] Cina, 60 Tahun ke Depan

 



 Cina, 60 Tahun ke Depan

*I. Wibowo*
/*) Pengajar di Departemen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik UI, Ketua Centre for Chinese Studies Fakultas Ilmu
Pengetahuan Budaya UI/

SELAMA 30 tahun terakhir, pembuat kebijakan luar negeri Cina mengikuti
petuah Deng Xiaoping yang dirumuskan dalam empat kata: tao guang yan
hui. Terjemahan bebasnya: jangan pamer, jangan sok. Deng agaknya sudah
melihat bahwa Cina akan bangkit dan kebangkitan Cina dapat membuat
tetangga-tetangganya, baik dekat maupun jauh, merasa ketakutan. Taiwan
paling pertama khawatir, lalu Jepang, Korea Selatan, dan menyusul
negara-negara di bagian tenggara Cina, seperti Vietnam, Filipina,
Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Kecemasan bahkan menyeberang ke Samudra Pasifik, sampai ke daratan
Amerika Serikat. Di lingkungan pengambil kebijakan Amerika, muncul
"China Threat Theory". Teori ini sangat dipercayai kalangan hawkish,
tapi juga sempat menular ke masyarakat luas. Sebagai satu-satunya negara
adikuasa, semestinya Amerika Serikat tak perlu risau dengan ancaman Cina.

Tidak mengherankan, pada 2002, Cina mengeluarkan pernyataan bahwa
kebangkitan Cina tidak akan menimbulkan ancaman. Dua kata dipakai:
heping jueqi (bangkit dengan damai). Cina benar-benar ingin menangkis
pandangan bahwa kebangkitan ekonomi Cina akan menimbulkan keguncangan
pada tatanan internasional. Pada 2007, dalam Kongres Partai Komunis
ke-17, dikemukakan konsep hexie shejie (dunia yang harmonis). Konsep
heping jueqi sendiri diperbaiki menjadi heping fazhan.

Pada saat yang sama, Sekretaris Jenderal Partai, Hu Jintao, melontarkan
gagasan bahwa Cina harus mengembangkan soft power (ruan shi). Istilah
ini sebenarnya dipakai Joseph Nye—profesor Kennedy School of Government,
Harvard—untuk menjelaskan kondisi Amerika Serikat saat ini. Dengan soft
power, sebuah negara dapat membuat negara lain tunduk kepadanya karena
adanya rasa kagum dan tertarik. Amerika Serikat "menaklukkan" dunia
dengan senjatanya (hard power) dan juga dengan soft power berupa
produk-produk kebudayaan yang digemari orang di seluruh dunia.
Ketertundukan dan kekaguman seperti itulah yang diimpikan oleh Cina akan
muncul di antara negara-negara di dunia.

Maka Cina sungguh giat mengadakan langkah-langkah mengembangkan soft
power-nya. Negara ini membuat siaran radio dan televisi setara dengan
BBC, CNN, dan Al-Jazeera. Saluran CCTV 4 (bahasa Mandarin) dan CCTV 9
(bahasa Inggris) kini dapat dijangkau di mana-mana. Cina bersemangat
mengirim misi kebudayaan ke seluruh dunia.

Langkah paling mengesankan adalah bantuan keuangan kepada negara-negara
yang sedang berkembang. Bantuan ini diberikan dalam berbagai
skema—disesuaikan dengan jenis dan tingkat kebutuhan negara tersebut. Di
Afrika dan beberapa negara di Asia Tenggara, bantuan diberikan dalam
bentuk bangunan, seperti rumah sakit, stadion olahraga, dan bendungan.
Bantuan Cina semakin menarik karena tak dikaitkan dengan syarat-syarat
berat seperti yang dituntut oleh negara-negara donor dari Eropa atau
Amerika.

*Soft power Cina di Indonesia*
Hubungan Indonesia-Cina tumbuh dan menjadi erat persis ketika Cina
sedang mengembangkan soft power-nya. Pada 2004, ketika pantai barat Aceh
disapu badai tsunami, Cina termasuk negara pertama yang membantu
Indonesia. Begitu pula ketika daerah Bantul, Yogyakarta, diguncang gempa
pada 2007. Berturut-turut pemerintah Cina memberikan bantuan kemanusiaan
kepada Indonesia, yang selama lima tahun terakhir terus-menerus dilanda
malapetaka alam.

Bantuan finansial paling besar yang diberikan oleh pemerintah Cina
kepada pemerintah Indonesia adalah pembangunan Jembatan Suramadu. Proyek
yang berjalan sejak 2003 ini mengalami beberapa kali kesulitan
pembiayaan, tapi pemerintah Cina tetap memberikan dukungan penuh,
sehingga jembatan itu selesai pada Juni 2009. Tidak diketahui persis
berapa besar sumbangan Cina—diperkirakan di kisaran US$ 800 juta atau
sekitar Rp 8 triliun. Bagi pemerintah Cina, pembangunan jembatan ini
merupakan simbol eratnya hubungan kedua negara dan sekaligus bukti
kepedulian Cina terhadap Indonesia.

Cina berusaha memperkenalkan diri kepada sebanyak mungkin orang
Indonesia. Urusan visa ke negeri itu dibuat sederhana dan tak
berbelit-belit, sehingga banyak turis Indonesia berkunjung ke sana.
Khusus untuk birokrasi, pemerintah Cina menyiapkan paket khusus. Setiap
tahun, lewat Konselor Ekonomi, pemerintah Cina mengundang sejumlah
pejabat untuk datang berkunjung.

Acara ini biasanya kombinasi antara seminar dan sightseeing. Ini belum
termasuk kunjungan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan pemimpin-pemimpin
partai. Pemerintah Cina percaya pepatah lama yang mengatakan "bai ting
buru yi jian". Artinya, seratus kali mendengar tidaklah sama dengan
sekali melihat! Semakin banyak orang Indonesia melihat kemajuan Cina,
semakin terasa pengaruhnya.

Respons masyarakat Indonesia terhadap soft power Cina juga positif.
Secara perlahan-lahan masyarakat kita menyukai produk kebudayaan Cina.
Lagu-lagu Cina kini dinyanyikan dalam pesta dan bilik-bilik karaoke.
Film-film Cina sudah lama disukai, terutama sinema Hong Kong bertema silat.

Film Cina nonkungfu juga diterima baik, terutama yang memenangi piala di
festival-festival internasional, antara lain Raise the Red Lantern,
Farewell to My Concubine, dan To Live. Pada 1999, kota-kota besar di
Indonesia pernah dilanda "demam F4" melalui film melodrama yang
menampilkan bintang-bintang dari Taiwan itu.

Masyarakat Indonesia sedang mengalami semacam "pembebasan" dalam segala
perihal yang terkait dengan kebudayaan Cina. Undang-undang dan peraturan
dari masa Orde Baru yang melarang ekspresi kebudayaan Cina telah
dibatalkan di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Pembatalan
itu berlaku hingga kini.

Kian banyak orang dapat berbicara bahasa Mandarin dan berpakaian
cheongsam dengan bebas. Pementasan tari barongsai dan naga liong kini
dapat ditonton dengan bebas di tempat umum—dan bukan hanya pada tahun
baru Imlek. Pembukaan restoran, peresmian toko atau mal, bahkan kampanye
pemilihan kepala daerah atau pemilu diramaikan pula oleh tari barongsai
dan naga liong.

Yang paling menarik perhatian adalah bahasa Mandarin. Selama tiga
dekade, bahasa ini dilarang dipakai dan dipelajari. Ketika larangan
dicabut, bahasa Mandarin seakan-akan meledak. Di mana-mana orang
berbicara bahasa Mandarin. Tempat-tempat kursus didirikan di banyak kota
besar di Indonesia. Sejumlah universitas mendirikan jurusan bahasa
Mandarin. Sekolah-sekolah menengah memasukkan bahasa Mandarin ke
kurikulum mereka.

Padahal, selama masa Orde Baru, bahasa Mandarin hanya dapat dipelajari
di Universitas Indonesia. Itu pun dengan pengawasan. Di masa itu pula
setiap penumpang pesawat terbang harus melaporkan kepada pabean
sekiranya dia membawa barang bertulisan bahasa Mandarin.

Pemerintah Cina—secara kebetulan—tengah melancarkan program pengajaran
bahasa Mandarin ke seluruh dunia. Di banyak negara di dunia telah
didirikan "Institut Konfusius" (Kongzi xueyuan). Kini kabarnya telah ada
sekitar 250 Institut Konfusius di 75 negara. Beberapa universitas di
Indonesia juga menyambut kehadiran Institut Konfusius, termasuk
Universitas Al-Azhar dan Universitas Brawijaya. Pemerintah Cina pun
menyediakan jalur lain agar pengajaran bahasa Mandarin makin luas
dipelajari, yaitu melalui Hanban, bekerja sama dengan Departemen
Pendidikan Nasional. Lewat jalur ini, sekolah-sekolah menengah
mendapatkan guru-guru penutur asli.

Sejauh mana soft power Cina merebak di Indonesia? Pertanyaan ini sulit
dijawab. Untuk sementara dapat dikatakan Cina dan kebudayaannya telah
diterima lagi di Indonesia. Kerja sama kedua pemerintah juga berjalan
tanpa hambatan. Indonesia-Cina telah bersepakat bekerja sama di bidang
energi (2002), yang disusul kerja sama di bidang pertahanan (2007). Pada
2005, kedua kepala negara menandatangani deklarasi "Kemitraan Strategis".

Sukses Cina di Indonesia juga berulang di tempat-tempat lain di dunia.
Banyak negara ingin merangkul dan dirangkul Cina. Namun, harus pula
dikatakan, soft power Cina masih perlu dilengkapi promosi di bidang
nilai-nilai. Pada akhirnya orang akan bertanya nilai-nilai kemanusiaan
apa yang hendak ditebarkan Cina sehingga negara-negara lain kagum dan
tertarik secara total.

Nilai demokrasi yang diperlihatkan Amerika Serikat terbukti menjadi daya
tarik tersendiri sehingga soft power Amerika sulit dibendung. Tapi orang
juga dibuat terkejut atas langkah-langkah keras Cina. Cina menggunakan
kekerasan untuk memadamkan kerusuhan di Tibet (2008) dan di Xinjiang
(2009). Orang seakan diingatkan pada hal-hal yang tidak bisa dikagumi di
Cina. Demikian pula perlakuan pemerintah Cina terhadap Dalai Lama yang
mengundang banyak kritik dan protes.

Soft power Cina sudah besar, tapi belum cukup besar. Supaya dunia yakin
negara itu tak mengandalkan hard power, Cina sebaiknya tak hanya
menyebarluaskan bahasa, tapi juga nilai-nilai kemanusiaan. Nilai-nilai
ini sudah ada akarnya dalam kebudayaan mereka. Soft power harus
dikembangkan bukan sebagai strategi diplomasi semata, melainkan juga
komitmen yang otentik. Mungkin ini pekerjaan rumah penting untuk Cina 60
tahun ke depan.

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/10/19/KL/mbm.20091019.KL131713.id.html




 



http://media-klaten.blogspot.com/

my facebook:

http://id-id.facebook.com/people/Wahyudi-Yudi/1484406851



Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] Utan Kayu Literary Biennale 2009 "Traversing" (Merandai) di Komunitas Salihara

Oktober 2009 - Literary Biennale.jpg


Utan Kayu Literary Biennale mendekati satu dasawarsa. Ini adalah festival kelima yang kami adakan setiap dua tahun. Kali ini, pesta sastra ini mengambil tema Traversing, atau Merandai. Dalam olahraga petualangan, merandai berarti menyusuri bidang tebing secara menyamping atau horisontal. Dalam maknanya yang lain, merandai adalah berpindah dari satu ke lokasi yang lain yang setara, yang tak satu pun di atas atau di bawah yang lain. Lokasi itu bisa apapun—geografi maupun budaya.

Para sastrawan dari negeri dan budaya yang berbeda-beda akan bertukar pengalaman, merandai dari wilayahnya ke wilayah asing, dan dari sastra kepada bentuk seni yang lain, yaitu seni rupa dan musik. Selain pembacaan karya dan diskusi, pilihan karya dari sastrawan peserta festival akan ditafsirkan dalam musik maupun lukisan oleh sejumlah musisi dan perupa. Utan Kayu Literary Biennale kali ini tak hanya perandaian sastra antarwilayah dan antarnegeri, tetapi perandaian inspirasi dari sastra kepada musik dan seni rupa. Inilah festival yang menampilkan pembacaan karya oleh sastrawannya sendiri, dan "tafsir" karya mereka ke dalam musik dan lukisan.

Berikut adalah agenda acara Utan Kayu Literary Biennale 2009:

Rabu, 21 Oktober 2009
19:00-21:00 wib

di Teater Salihara
Pembacaan dan Diskusi: "Perempuan: Pahlawan dan Simpanan"
Menampilkan: Dacia Maraini (Italia), Lily Yulianti Farid (Indonesia), Regie Baay (Belanda), Wendoko (Indonesia), Yanusa Nugroho (Indonesia)

21:00-23:00 wib
di Teater Atap Salihara
Pembacaan, Musik, dan "Bantingan Puisi" (Poetry Slam)
Menampilkan: Hudan Hidayat (Indonesia), Iyut Fitra (Indonesia), Musik: Tika and the Dissidents
"Bantingan Puisi" (Poetry Slam): Uji kebolehan Anda sebagai penyair, daftarkan diri Anda segera di riaudita@yahoo.co.id. Tempat terbatas.


Kamis, 22 Oktober 2009
19:00-21:00 wib
di Teater Salihara
Pembacaan dan Diskusi: "Ruang dan Tilas"
Menampilkan: Agus R Sarjono (Indonesia), Alfred Schaffer (Belanda), Bernice Chauly (Malaysia), Gus tf Sakai (Indonesia), M Aan Mansyur (Indonesia)

21:00-23:00 wib
di Teater Atap Salihara
Pembacaan, Musik, dan "Bantingan Puisi" (Poetry Slam)
Menampilkan: Inggit Putria Marga (Indonesia), Jan Cornall (Australia), Moon Chung Hee (Korea), Ramon Damora (Indonesia), Timur Sinar Suprabana (Indonesia)

"Bantingan Puisi" (Poetry Slam): Uji kebolehan Anda sebagai penyair, daftarkan diri Anda segera di riaudita@yahoo.co.id. Tempat terbatas.


Jumat, 23 Oktober 2009
19:00-21:00 wib
di Teater Salihara
Pembacaan dan Diskusi: "Sejarah dan Ironi"
Menampilkan: A Muttaqin (Indonesia), AS Laksana (Indonesia), Drisana Deborah Jack (St Martin), Handry TM (Indonesia), Vanni Bianconi (Swiss), Warih Wisatsana (Indonesia)

21:00-23:00 wib
di Teater Atap Salihara
Pembacaan, Musik, dan "Bantingan Puisi" (Poetry Slam)
Menampilkan: Ahda Imran (Indonesia), Beno Siang Pamungkas (Indonesia), Zeno Gabaglio (Swiss), Musik: Rampak Bedug Rumah Musik Harry Roesli
"Bantingan Puisi" (Poetry Slam): Uji kebolehan Anda sebagai penyair, daftarkan diri Anda segera di riaudita@yahoo.co.id. Tempat terbatas.


Sabtu, 24 Oktober 2009
19:00-21:00 wib
di Teater Salihara
Pembacaan dan Diskusi: "Merandai"
Menampilkan: Leila S Chudori (Indonesia), M Iksaka Banu (Indonesia), Triyanto Triwikromo (Indonesia), Sapardi Djoko Damono (Indonesia), Sandra Thibodeaux (Australia)


21:00-23:00 wib
di Teater Atap Salihara
Pembacaan, Musik, dan "Bantingan Puisi" (Poetry Slam)
Menampilkan: Jimmy Maruli Alfian (Indonesia), Hasan Aspahani (Indonesia). Musik: Angsa dan Serigala
"Bantingan Puisi" (Poetry Slam): Uji kebolehan Anda sebagai penyair, daftarkan diri Anda segera di riaudita@yahoo.co.id. Tempat terbatas.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi Melan di melan@salihara.org, Dita di riaudita@yahoo.co.id, atau kunjungi www.literarybiennale.org atau www.salihara.org.

Sampai bertemu di Komunitas Salihara!

Komunitas Salihara; Jl. Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520. Tel: 021-789-1202.

(Apabila membutuhkan peta lokasi Komunitas Salihara, silakan hubungi Melan di melan@salihara.org)


Sunday, October 18, 2009

[ac-i] God and Me

 

Catatan Jurnal Sastratuhan Hudan: god and me

UIProfileImage UIProfileImage_LARGE



God And Me

Meninggikan tuhan bukan dengan mengebiri apa yang menjadi kehendaknya. Tapi banyak orang yang melakukannya. Bahkan orang yang paling menganggap dirinya memahami tuhan sekali pun. Telah membatasi tuhan ke dalam suatu keterbatasan yang bukan menjadi sifat dari tuhan itu sendiri. Mereka berjalan di jalan tuhan yang lurus, tanpa tahu sebenarnya jalan tuhan itu penuh lubang, dan kerikil kerikil tajam. Jalan yang terbaca dalam kitabnya kalau kita hendak membuka diri, dan jalan yang mewujud dalam dunianya yang nyata ini.

Hidup tidak kita minta dan terberi begitu saja. Adalah kenyataan hidup terbelah tiga dengan ia yang di tengah tengahnya. Seperti bandul jam yang berayun ke kiri dan ke kanan. Sayap yang kiri adalah mereka yang berlaku busuk dan jahanam. Sayap yang kanan adalah mereka yang diliputi jiwa fitri dan tunak hati. Tentu saja kedua ekstrem ini bisa saja melompat dan bergerak gerak ke laku orang yang di tengah itu. Diri adalah diri dengan genetik laku dan makna yang kadang kadang absurd juga. Adalah menarik melihat nuans dan detil lubang dari tiap watak manusia. Lubang yang nuansnya seolah memendam misteri seakan alam yang penuh misteri. Kadang kita merasa begitu jelas akan sesuatu, tapi kejelasan itu pecah lagi seolah kabut ditiup angin. Seperti laku kita: tak terjelaskan darimana datangnya, sikap fitri yang mendadak bergerak ke arah sifat jahanam.

Dalam perang orang saling membunuh dan kelihatan ketiga watak itu dengan amat jelasnya. Seakan tuhan yang menjadi pegangannya tak pernah ia kenal. Itulah saatnya manusia dalam momen mabuknya. Semuanya mengambang. Seakan dunia yang diangkat dari tempatnya dan kini berputar putar tanpa bisa mengendalikan hukum gravitasinya sendiri. Sebelum ia tenang kembali. dan kini seakan dalam sebuah keluarga yang bahagia, di mana sang ayah yang baru saja mencabut nyawa tadi penuh kepuasaan jiwa menyendokkan sepiring lauk pauk pada anak anaknya. Menebar senyum penuh kasih kepada istrinya yang duduk di pojok meja makan dan nampak sangat puas dengan hidup dan keluarganya.

Begitulah hidup ini. Kadang kita tak mampu lagi memihak dan menyuarakan kebenaran. Manakah yang benar. Orang saling membunuh dan saling melukai. Membunuh dan melukai langsung seperti di medan perang. Membunuh dan melukai secara tak langsung dari balik meja meja kekuasaan. Suatu jarak telah membuat semuanya menjadi abstrak. Keputusan yang kita ambil telah menyebabkan nyawa orang melayang, tapi kita tak merasa berdosa karena, pertama, tentu saja, jarak itu yang membuat detil dan nuans kematian tak terasa. Mungkin kalau orang yang kita bunuh karena ujung pena berdarah kita itu meregang nyawa di salah satu kursi meja makan kita, kita pun bisa tercekat dan kini tampil penuh perasaan. Tapi karena jarak maka semuanya mengabur. Semuanya menjadi seolah tak nyata. Apalagi jarak itu makin dikuatkan oleh suatu ideologi yang kita anut. Keyakinan yang kadang kita peluk secara garis besarnya saja. Tak pernah kita menarik secara radikal tiap implikasi dari buah pikiran kita itu. Dalam suatu akibat kepada orang banyak yang juga adalah ayah dari sebuah keluarga yang bahagia dari gubuk yang lain. Atau ibu dari perempuan yang seakan ibu kita sendiri: penuh cinta kasih kepada anaknya dan selalu mendoakan keselamatan dan kebahagiaan anaknya.

Memilih salah satunya memang benar. Tapi ia benar dalam suatu tingkatan. Tingkatan yang segera dibantah oleh hakekat kenyataan yang lain. Yakni kenyataan akan hidup yang terberi yang lain. Hidup yang telah tumbuh dalam suatu latar yang tak ia kehendaki. Begitu saja ia ada dalam latar itu. Begitu saja ia ada dalam latar genetik makna dan genetik laku itu. Makna dan laku yang kini membuatnya berubah seolah hewan buas yang pandai berpikir. Di mana kebuasaannya dan dipandu oleh pikirannya telah membakar sebuah kota bahkan sebuah benua. Tapi lihatlah segera setelah laku ini bekerja, di sana telah tumbuh pahlwana dari bunga kamboja yang ditebar oleh musuh musuhnya. Pahlawan yang kalau kita dekati penuh lubang lubang juga dari lubang neraka yang lain. Dari misteri jiwa yang lain. Yang mungkin kelak membunuh dirinya sendiri atau membunuh orang lain. Tentu saja, dalam suatu pembunuhan yang bukan seolah perang di mana ia telah menjadi pahlawannya.

Begitulah relativitas itu. Dan begitulah bekerjanya dunia tuhan yang maha pengasih dan penuh lubang dalam kitab serta wujud nyatanya dalam dunia.


hudan hidayat
- filsuf kesunyian

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] Tim Kabari Amerika akan ke Indonesia akhir bulan ini untuk memberi Konsultasi Gratis tentang Amerika

 

Tim Kabari Amerika akan ke Indonesia akhir bulan ini untuk memberi Konsultasi Gratis tentang Amerika........
 
 
 
Terima kasih
 
JohnOei
KabariNews.com

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Y! Groups blog

The place to go

to stay informed

on Groups news!

.

__,_._,___

[ac-i] MAYAKOVSKY PENYAIR BRUTAL TAPI GENIAL

 

ASAHAN:
 
                 MAYAKOVSKY  PENYAIR BRUTAL
                 TAPI GENIAL
 
Penyair Rusia Mayakovsky (1893-1930) menjalani hidup penuh liku-liku sejarah bangsanya, romantikanya dan kepenyairannya. Pada usia 15 tahun dia sudah biasa keluar masuk penjara karena kegiatan politiknya dan keterlibatannya dengan gerakan Bolsyevisme sebagai gerakan revolusioner.Tapi ahirnya dia bosan dengan kehidupan keluar masuk penjara dan lalu masuk kursus seni lukis sambil mengembangkan bakat besarnya sebagai penyair genial. Di usia  21 tahun dia telah menerbitkan  karya puisinya "Srigala dalam celana"yang dinilai sebagai karya genial dan ia menerima kekaguman yang luar biasa dari teman-temannya sendiri maupun masyarakat sastra Rusia di waktu itu. Mayakovski tergabung dalam kumpulan para seniman Rusia yang menamakan dirinya sebagai aliran futurisme yang ingin meninggalkan keindahan seni klassik Rusia yang diwakili seperti Pusykin, Lermontov dll. Mereka ingin menghirup nafas baru dalam seni dan sastra Rusia dan Mayakovski adalah tokoh terbesar dalam aliran futurisme dan semua mereka mengaku sebagai para seniman dan penyair futurist yang sering mengadakan turni (perjalanan keliling) ke banyak wilayah Rusia ketika itu untuk mempropagandakan dan mengadakan pertunjukan seni sambil memperkenalkan aliran futurisme yang mereka anut. 
 
Pemuda muda belia Mayakovski yang mempunyai tubuh 1.90m, besar, tinggi yang punya pembawaan kasar tapi sangat disukai wanita. Tapi meskipun pembawaannya yang kasar, apabila telah berhadapan berduaan dengan wanita, dia sama sekali tidak agressif dan bahkan sering terpaku tidak tahu apa yang mesti dibuat. Suatu hari ketika dalam perjalanan keliling mereka, Mayakovsky jatuh cinta  yang teramat sangat pada seorang wanita yang juga turut tampil dalam pertunjukan mereka. Teman-teman Mayakovski menggambarkan bagaimana Mayakovski tergila-gila dengan perempuan itu dan berusaha keras menemuinya dan berhasil tapi hasil terahir adalah bahwa perempuan yang digilainya itu sudah punya pacar dan akan menikah segra pada tahun berikutnya. Tak bisa dibayangkan betapa Mayakovsky kecewa dan patah hati. Tapi sebuah karya monumental yang kemudian dicatat dunia, juga lahir ketika itu yang kemudian diberi nama "Srigala di dalam celana". Banyak teman-temannya terutama para wanita  hafal di luar kepala puisi panjang yang ditulisnya itu.
 
Tapi Mayakovsky yang digambarkan bertubuh tegap, besar dan ganteng itu mempunyai kekurangan  di dalam mulutnya. Giginya satu persatu rontok dan dia tidak cukup uang untuk mengunjungi dokter gigi karena masa belia Mayakovsky adalah masa kemiskinannya yang cukup dramatis. Tapi bagi sementara perempuan dan gadis-gadis yang mengenalnya tidak menjadi halangan. Mayakovsky bukan saja terkenal tapi memang karya puisinya memang luar biasa, lain dari yang lain dan mudah menimbulkan kekaguman. Para wanita menyukainya dan dia juga menyukai wanita dan bukan hanya itu, dia hampir-hampir tidak membatasi pilihan, asal mau dekat dengannya semua direnggutnya hingga dia juga mempunyai anak di luar perkawinan.
 
Suatu hari Mayakovsky berkenalan dengan seorang wanita muda yang bernama Elsa yang sangat mengagumi sajak-sajak Mayakovski dan hampir semuanya bisa dihafalnya di luar kepala dan Elsa sangat cinta padanya. Elsa memperkenalkan  Mayakovski dengan keluarganya dan mengundangnya ke rumah mereka. Dan di sini juga Mayakovky mempertontonkan sikap kasarnya yang asli ketika makan minum dan juga dalam berkata-kata. Elsa mempunyai seorang kakak perempuan bernama Lili yang sudah bersuamikan seorang milyuner yang kaya raya yang memberinya hadiah perkawinan sebanyak 30.000 rubel (nilai sekarang sama dengan 350.000 euro). Tapi Lili tidak segera menemukan kegenialan Mayakovsky bahkan yang terkesan baginya hanyalah kekasaran Mayakovsky, namun adiknya, Elsa, berkeras hati meyakinkan bahwa Mayakovsky adalah seorang penyair genial, penyair besar di masa datang. Usaha Elsa tidak sia-sia, pada waktunya, Lili dan suaminya adalah  pengagum kental Mayakovsky dan bahkan kemudian lagi Mayakovsky telah jatuh cinta pada Lili yang telah bersuami. Lili juga seorang wanita yang dilahirkan sebagai wanita yang mempunyai naluri petualang sex yang mempunyai  banyak skandal sex bahkan hingga ia punya suami. Tapi Lili tidak pernah mencintai Mayakovsky meskipun dia tetap mengagumi kegenialan Mayakovski sedangkan Mayakovsky bukan main tergila-gilanya dan mencintai Lili dan bahkan dia pernah mengadakan percobaan bunuh diri karea cintanya yang tak berbalas. Cinta segi tiga antara Elsa yang adik Lili dan Lili serta Mayakovsky merupakan cerita-cerita yang menarik dan mengasikkan tapi juga tragis. Belum lagi hubungan Mayakovsky dengan perempuan-perempuan lainnya. Kesimpulan umumnya adalah bahwa Mayakovsky adalah salah satu dari para manusia genial dan virtuos dunia yang tidak bahagia hidupnya. Ia mengahiri hidupnya sendiri dengan sebuah pistol yang menembus dadanya di tahun 1930. Dan Mayakovsky adalah juga penempuh jalan bunuh diri sepeti juga penyair Rusia terkenal, Esenin. Sedangkan dua penyair Rusia lainnya seperti Lermontov dan Pusykin meskipu mati dalam pertarungan duel yang tidak seimbang yang menyedari dirinya pasti kalah, adalah juga sesungguhnya bentuk bunuh diri.
Berhati hatilah, janga cepat-cepat memilih hidup sebagai manusia genial!
asahan

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Search Ads

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Weight Loss Group

on Yahoo! Groups

Get support and

make friends online.

Y! Groups blog

The place to go

to stay informed

on Groups news!

.

__,_._,___

Saturday, October 17, 2009

[ac-i] Jadwal Surabaya Juang

 

PROGRAM
SURABAYA JUANG

PENGANTAR

Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November sesungguhnya bukan hanya milik warga kota Surabaya, melainkan milik bangsa Indonesia. Ketika kota Surabaya dikukuhkan sebagai Kota Pahlawan, maka hal itu menjadi suatu inspirasi bagi bangsa ini agar menjadi produktif menatap masa depan. Kepahlawanan bukan hanya bermakna lepas dari penjajahan dan menjadi bangsa yang merdeka secara politis, namun juga harus dipahami dari perspektif ekonomi untuk mensejahterakan rakyat.

Hakekat kepahlawanan adalah semangat untuk memberi, berbakti dan berkorban atas kepentingan pribadi demi kepentingan yang lebih luas. Itu sebabnya semangat kepahlawanan harus terus menerus dikobarkan agar bangsa ini tidak terjebak dalam hedonisme, ego sektoral dan sikap-sikap yang lebih mementingkan diri sendiri. Ir. Soekarno mengatakan, "pahlawan sejati tidak minta dipuji jasanya, bunga mawar tidak mempropagandakan harumnya, tetapi harumnya sendiri semerbak ke kanan kiri. Hanya bangsa yang tahu menghargai pahlawan-pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar…."

Memperingati Hari Pahlawan di Kota Pahlawan, adalah suatu kepentingan nasional yang dimulai di Surabaya untuk terus menerus mengingatkan semangat berkorban dan berbakti demi negara dan bangsa ini. Atas dasar pemikiran seperti itulah maka dirancang sebuah acara yang bernama SURABAYA JUANG

MAKSUD DAN TUJUAN

1. Surabaya sebagai Kota Pahlawan perlu dikuatkan kembali dalam menumbuhkan nilai-nilai Kepahlawanan
2. Menggelorakan kembali semangat kepahlawanan untuk menumbuhkan jiwa berbakti demi bangsa dan negara.
3. Memberikan kesempatan pada masyarakat luas untuk mengekspresikan semangat kepahlawanan
4. Menciptakan ruang ekspresi bagi karya-karya kesenian bernafaskan kepahlawanan
5. Menanamkan jiwa kepahlawanan pada generasi muda sebagai penerus pembangunan sebagai wujud transformasi dasar bersosialisasi bagi kepentingan yang lebih mulia.
6. Menyebarkan inspirasi untuk membangun iklim yang produktif sebagai perwujudan semangat kepahlawanan secara luas, termasuk nilai-nilai ekonomi dan produktifitasnya.
7. Memperingati Hari Pahlawan (10 November) yang diawali dengan peringatan Sumpah Pemuda (28 Oktober).

WAKTU DAN TEMPAT

Acara diselenggarakan tanggal 20 Oktober - 8 November 2009.
Bertempat di :
1. Taman Surya Surabaya 8. Tugu Pahlawan
2. Hotel Majapahit 9. Monumen Bambu Runcing
3. Monumen Gubernur Suryo 10. Tunjungan Plaza
4. Monumen Jendral Sudirman 11. Pintu Gerbang CitraLand
5. Tol Bunderan Waru 12. RRI Surabaya
6. Taman Pelangi depan Dolog 13. Gedung Cak Durasim
7. Taman Bungkul


PENYELENGGARA

KOMINITAS SURABAYA JUANG
Jalan Indrapura No. 33 A Surabaya, Telp. 031 91745132, Fax. 031 3522944
Email : soerabaiadjoeang@yahoo.com, Blogspot : soerabaiadjoeang.blogspot.com



PROGRAM UTAMA

1. PARADE SURABAYA JUANG

Sebuah Kegiatan yang bertujuan mentransformasikan nilai-nilai kepahlawan dan semangat 10 November 1945 kepada Generasi Muda melalui media pawai kepahlawanan yang akan diikuti oleh Para Veteran TNI dan Polri serta dari berbagai komunitas dan organisasi kemasyarakatan di Kota Surabaya.

Minggu, 1 November 2009, mulai pukul 14.00 - 17.00 WIB.
START : Tugu Pahlawan – Siola – Hotel Mojopahit – Jalan Gubernur Suryo – Jl. Yos Sudarso –
FINISH : Taman Surya
Peserta :
1. Drum Band Taruna AAL Surabaya
2. Para Veteran TNI & Polri di Surabaya
3. Komunitas/ Paguyuban Sepeda Kuno
4. Komunitas Otomotif se Surabaya
5. PRAMUKA Surabaya
6. Pelajar dan Mahasiswa dan Karang Taruna se-Surabaya
7. Marching Band Pelajar dan Universitas UPN Veteran Surabaya

2. KONSER LUDRUK JUANG
Minggu, 1 November 2009, 19.30 – 21.00 WIB di Taman Surya Surabaya
MUSIK : Leo Kristi, Syaharani, Sawung Jabo, Vicky Sianipar, Cornelia Aggata,
D. Zawawi Imron, Ratna Riantiarno, Wukir dan Orkestra UNESA
KOLABORASI LUDRUK JUANG
Lakon " DERU REVOLUSI '45"
Sutradara : INDRA
Penata Musik : Ki Enthus Susmono
Pemain :
Ludruk RRI Surabaya dan Bintang Ludruk Jatim
Penari Remo dari Sanggar Respati Bima Surabaya
Sanggar Tari Gito Maron Surabaya
Paguyuban Cak & Ning Surabaya
Bintang Tamu :
Kartolo Cs. ,Inggrid Wijanarko, Slamet Rahardjo, Ratna & Nano Riantiarno

3. PERFORMANCE ART 100 PATUNG PAHLAWAN

Seni Pertunjukan di berbagai ruang terbuka berupa patung-patung hidup oleh 100 performer
Surabaya dengan spirit kepahlawanan. Dilaksanakan mulai pukul 15.00 – 20.00 WIB.
2 November 2009 : "MANA YANG ASLI & PALSU",
Patung Jendral Sudirman, Patung Gubernur Suryo,
3 November 2009 "MENANTI PENDEKAR BARU",
Bundaran Waru, Taman depan Dolog,
4 November 2009 "MARI BERCERMIN",
Tunjungan Plaza, CitraLand,
5 November 2009 "BENDERA MERAH PUTIH",
RRI, Monumen Bambu Runcing

4. SEMINAR KEPAHLAWANAN

7 November 2009, 09.00 – 15.00 WIB., di Gedung Cak Durasim, Jl. Gentengkali 85 Surabaya
Tema : "Makna Kepahlawanan dalam Perspektif Masa Lalu dan Masa Datang"

Pembicara :
1. Aminudin Kasdi, Surabaya
2. Heru Antoro Dirjen Sejarah & Purbakala, Depbudpar
3. Tjuk Sukiadi, Surabaya
4. Radhar Panca Dahana, Jakarta
5. Romo Sandyawan, Jakarta
Moderator :
Suko Widodo, Surabaya


5. FESTIVAL TEATER RAKYAT INDONESIA

Sebuah Program yang bertujuan untuk mempresentasikan potensi kreatif para pelaku teater rakyat Indonesia yang bertema Perjuangan dan digelar di berbagai sudut Kota Surabaya.

Waktu & Tempat Kegiatan :
6 – 7 November 2009
Gedung Cak Durasim Surabaya, Lapangan Kedung Asem, Surabaya Timur, Halaman gedung RRI
Dan Taman Bungkul, Surabaya Selatan.

Bentuk Kegiatan :
1. Pergelaran Teater Rakyat se Indonesia
2. Layar Tancap
3. Pameran Koleksi DHD '45 Jawa Timur

Peserta Kegiatan Festival Teater Rakyat :
Ludruk Karya Budaya Mojokerto, Besutan Jombang, Wayang Kulit, Petta Puang Makassar, Reog Kendang Tulungagung, Slamet Gundono Surakarta, Ki Enthus Susmono Tegal.

6. KOLABORASI LUDRUK JUANG

Minggu, 8 November 2009, 19.30 – 21.00 WIB
di Taman Surya Surabaya


7. MALAM RENUNGAN HARI PAHLAWAN

Senin, 9 November 2009, 19.30 – 21.00 WIB
di Depan Hotel Mojopahit, Jalan Tunjungan Surabaya


8. UPACARA HARI PAHLAWAN

Selasa, 10 November 2009, 07.00 – 11.00 WIB
di Halaman Gedung Grahadi Surabaya


PROGRAM SOSIALISASI

1. MURAL GRAFFITI KEPAHLAWANAN
20 Oktober s/d 31 Oktober 2009

Petuah dan Kata Pahlawan ditulis & dilukis di tembok kosong selain fungsinya untuk mewariskan nilai-nilai kepahlawanan juga menjadi penghias kota di pintu masuk kota dalam rangka membangun pencitraan Surabaya Kota Pahlawan.
TEMPAT : Dinding Tol Bundaran Waru Sidoarjo

2. FESTIVAL FILM PENDEK " AYO BERJUANG"

Dalam memperingati Hari Pahlawan dan mensosialisasikan event Surabaya Juang, akan diselenggarakan Festival Film Pendek berdurasi 5 menit, dengan katagori Film Terpuji, Sinematografi Terpuji, dan Penghargaan Khusus, dimana pemenangnya nanti akan mendapatkan hadiah uang, Trophy serta sertifikat dan karyanya akan diputar di Layar Tancap pada Festival Teater Rakyat di berbagai sudut Kota Surabaya

JADWAL PENDAFTARAN
1 September – 17 Oktober 2009

PENGUMUMAN PENGHARGAAN
28 Oktober 2009


KEPANITIAAN

TIM PENGARAH:
Errol Jonathans
Dhimam Abror Juraid
Sari Madjid
Sugeng
Suko Widodo

Kurator Festival Teater Rakyat : Radhar Pancadahana
Artistic Director : Putut H. Pramana

Ketua Umum : Bambang Sutejo
Ketua I : Heri Lentho Prasetyo
Ketua II : Dwiko Yudhi Widodo
Sekretaris Umum : Henri Nurcahyo
Sekretaris : Wanudya Minaula Ginting
Mega Ayu Retnoningtyas
Bendahara Umum : Gita Kaharina
Bendahara : A. Ladhy S.N
Public Relation : Lilik Devi Aswadi & Nadia Sahara
Publikasi/Dokumentasi : Arif Zain, Danny Rendra Utama
Produksi : Fatah, Supriyono, Grandong
Akomodasi : Yuli Setiawan

Koordinator Acara :
- Festival Film Pendek " MARI BERJUANG" : Wisnu Benu
- Festival Graffiti Kepahlawanan : Rizakh Rahid & Aria Rudianto
- Happening Art 100 Patung Pahlawan : Taufik Monyong & Fatah Hidayat
- Parade Surabaya Juang : Dedy Risdijanto, Irmanov, Eddy Hartanto
- Festival Teater Rakyat : Meimura & Giryadi
- Seminar Kepahlawanan : HN Cahyo



Surabaya, 16 Juni 2009
Panitia Surabaya Juang


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] PERAIH PENGHARGAAN SENIMAN JAWA TIMUR 2009

 

PERAIH PENGHARGAAN SENIMAN JAWA TIMUR 2009

Setelah mencari masukan dari para seniman, instansi terkait dan tokoh masyarakat di kabupaten/kota di Jatim, dan penelusuran dari berbagai pihak, maka Tim Penilai Penghargaan Seniman Jatim 2009 memberikan nominator nama-nama seniman kepada 18 orang anggota Tim penilai yang bersifat Standing Committee. Setelah dilakukan tabulasi dari hasil 18 orang tersebut, dengan ini memutuskan nama-nama tersebut dibawah ini untuk mendapatkan Penghargaan dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur:

1. Bambang SP, seni musik, Surabaya
2. Koeboe Sarawan, seni rupa, Malang
3. Chatam AR, seni tari, Malang
4. S Yoga, seni sastra, Surabaya
5. Ndindy Indijati, seni teater, Surabaya
6. Saiful Hadjar, seni rupa, Surabaya
7. Sirikit Syah, seni sastra, Surabaya
8. A Tasman, seni tradisi, Surakarta
9. Peni Priyono, seni tari, Probolinggo
10. Yuwono, alm, penggerak seni, Malang

Penghargaan khusus
1.TVRI Stasiun Jatim
2.RRI Surabaya


Tim Penghargaan Seniman Jatim 2009
1.H Bambang Sujiyono, SE, Koordinator
2.Aribowo, Ketua
3.Tri Broto Wibisono, SPd, Wakil Ketua
4.Sabrot D Malioboro, sekretaris
5.Eko Wahyuni R, anggota
6.Chusnul Huda Sholeh, anggota
7.Amir Kiah, anggota


Tim Juri
Seni Sastra:
1.Budi darma
2.Adi Setyowati
3.Mashuri

Seni Teater:
1.Prof DR H Sam Abede Pareno, MM
2.Ribut Basuki, MA
3.Harwi Mardianto

Seni Musik:
1.Musafir Isfanhari
2.Errol Jonathan
3.Subiantoro

Seni Rupa:
1.Drs Djuli Jatiprambudi
2.Henri Nurcahyo
3.Hari Prayitno

Seni Tari:
1.Peni Puspito
2.Drs Robby Hidayat, Msn
3.Drs Arif Rofiq, MSi

Seni Tradisi:
1. M Sholeh Adi Pramono, SSn
2. Drs FY Darmono Saputro
3. Drs Jariyanto, MSi

Penghargaan diberikan pada hari jumat, 16 Oktober 2009 pukul 21.00 wib di
Halaman kantor Gubernur Jatim Jl.Pahlawan 110 Surabaya.

Setiap penerima penghargaan mendapatkan uang tunai 10 juta rupiah.

(sumber: buku katalog Penghargaan Seniman Jawa Timur 2009)


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Search Ads

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Groups

Mental Health Zone

Schizophrenia groups

Find support

.

__,_._,___