Tuesday, October 20, 2009

[ac-i] Sekularisasi Sudah Mati...???

 

TML clipboard


Telah Terbit...!!!

 

 

SEKULARISASI DITINJAU KEMBALI

Agama dan Politik di Dunia Dewasa Ini

 

Pippa Norris & Ronald Inglehart

 

Pengantar Edisi Indonesia:

Ihsan Ali-Fauzi & Rizal Panggabean

 

 

 

"Buku ini istimewa karena bersandar pada riset yang ketat secara ilmiah dengan cakupan wilayah terbesar sepanjang sejarah ilmu sosial. Temuannya mencerahkan. Wajib dibaca oleh ilmuwan dan pengamat sosial serta pengambil kebijakan."

—Saiful Mujani, Direktur Eksekutif LSI

 

Para pemikir sosial abad ke-19, semisal Auguste Comte, Herbert Spencer, Emile Durkheim, Max Weber, Karl Marx, dan Sigmund Freud, memprediksi agama akan memudar dan mengalami disfungsi dalam masyarakat industri. Sepanjang abad ke-20, keyakinan agama lenyap dan digantikan kearifan konvensional dalam ilmu pengetahuan. Inilah inti teori sekularisasi yang sangat dominan di dunia modern.

 

Namun, beberapa dekade terakhir, tesis redupnya pesona agama ini kian mendapati kritik. Kenyataannya, agama saat ini tidak benar-benar mati dan tidak pula kehilangan sisi pentingnya. Hal ini tampak dari kian menguatnya religiusitas di Amerika Serikat, munculnya spiritualitas New Age di Eropa Barat, maraknya gerakan fundamentalis dan partai keagamaan di dunia Muslim, serta menyeruaknya konflik etno-religius di kancah internasional.

 

Apakah sekularisasi sudah tamat? Jawabnya, tidak! Namun demikian, teori lama tentang sekularisasi mesti diuji kembali dan diperbarui. Dan, buku ini menyajikan kontroversi teori baru ihwal sekularisasi. Didukung fakta-fakta hasil survei World Values Survey terhadap hampir 80 masyarakat di seluruh dunia, karya ini penting bagi siapa pun yang tertarik pada isu-isu agama, sosial, opini publik, perilaku politik, psikologi sosial, hubungan internasional, dan perubahan budaya.

 

 

ENDORSEMENT:

 

"Norris dan Inglehart menyodori kita standar emas ilmu sosial."

—Steve Bruce, University of Aberdeen

 

"Pendekatan interdisipliner dalam studi ini mampu… menghasilkan laporan yang berbeda dan merangsang pikiran mengenai hubungan kontemporer antara agama dan perkembangan ekonomi."

—Rachel M. McCleary, Harvard University

 

"Buku yang sangat bagus… merupakan capaian besar di bidang riset empirik, sekaligus memberi kontribusi penting bagi dunia teori."

—David Voas, University of Manchester

 

"Argumen-argumen dalam buku ini kontroversial, dan karena itu pasti mendorong para ilmuwan politik dan sosiolog… untuk menyangkalnya."

—Clyde Wilcox, Georgetown University

 

 

BIODATA PENULIS

 

Pippa Norris adalah ilmuwan politik dengan fokus kajian pada demokrasi dan pemerintahan, opini publik dan pemilu, komunikasi politik, dan jender. Saat ini, dia menjabat Direktur Democratic Governance Group di UNDP, sembari mengajar di John F. Kennedy School of Government, Harvard University. Norris menulis lebih dari 30 buku, antara lain Digital Divide and a Virtuous Circle (buku terbaik bidang komunikasi politik pada The Doris A. Graber Prize 2006); Radical Right: Voters and Parties in the Electoral Marketplace; Critical Citizens; The Politics of News; Elections and Voting Behaviour; dan Women, Media, and Politics; Comparing Democracies.

 

Ronald Inglehart adalah ilmuwan politik dari University of Michigan. Ia menekuni riset di bidang perubahan kultural. Profesor Inglehart kini menjabat Direktur World Values Survey, sebuah jaringan survei publik berskala internasional bagi ilmuwan sosial dengan perwakilan nasional di lebih dari 80 masyarakat dunia. Karya-karyanya, antara lain Modernization and Postmodernization (1997); Human Values and Beliefs (1998); Rising Tide: Gender Equality and Cultural Change Around the World (2003); Islam, Gender, Culture, and Democracy (2004); Modernization, Cultural Change, and Democracy (2005).

 

____________________________

 

DATA BUKU:

Judul                : SEKULARISASI DITINJAU KEMBALI

                          (Agama dan Politik di Dunia Dewasa Ini)

Penulis             : Pippa Norris & Ronald Inglehart

Penerjemah    : A. Zaim Rofiqi

Editor              : Ihsan Ali-Fauzi dan Rizal Panggabean

Genre              : Kajian Agama/Sosial/Demokrasi

Cetakan           : I, Oktober 2009

Ukuran            : 15 x 23 cm + flap 9 cm

Tebal               : 392 halaman

ISBN                 : 978-979-3064-65-9

Harga              : Rp. 69.000,-



==========================================
Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No. 5A, Ciputat
Jakarta Selatan Indonesia 15411
Telp. +62 21 7494032,
Fax. +62 21 74704875
www.alvabet.co.id


__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Y! Groups blog

the best source

for the latest

scoop on Groups.

.

__,_._,___

[ac-i] "Indopnesia Channel 2009" Tunjukkan Budaya Indonesia

 

"Indonesia Channel 2009" Tunjukkan Kekayaan Budaya Indonesia
google.com <#>
Selasa, 20 Oktober 2009 | 02:25 WIB

*SOLO, KOMPAS.com*--Pentas kesenian "Indonesia Channel 2009" yang
dilakukan oleh 50 seniman asing dari 31 negara di Pamedan Puri
Mangkunegaran, Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu malam (18/10), menunjukkan
kekayaan budaya Indonesia.

Sejumlah tarian, musik tradisional, hingga kesenian kontemporer yang
merupakan kolaborasi dari kesenian-kesenian daerah di sejumlah daerah di
Indonesia, disajikan dalam sebuah pertunjukan yang diselenggarakan
Departemen Luar Negeri Republik Indonesia sebagai penutup program
Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) 2009.

Pertunjukkan dibuka oleh kolaborasi antara kesenian barongsai, Tari
Sesinggaan khas Jawa Barat, dan Tari Sesaji khas Solo yang dilakukan
sejumlah seniman Indonesia untuk menyambut kedatangan tamu undangan yang
terdiri dari sejumlah perwakilan kedutaan besar negara-negara penerima BSBI.

Ribuan penonton yang memadati Pamedan Puri Mangkunegaran tersebut
memberikan sambutan meriah saat 11 seniman asing, dari India,
Azerbaijan, Fiji, Papua Nugini, Singapura, dan Belanda, yang belajar di
Sanggar Seni Saung Angklung Udjo, Bandung, tampil di atas panggung
memainkan kesenian musik angklung.

Paduan musik angklung dengan sejumlah alat musik perkusi tersebut
berhasil membawa penonton untuk ikut bertepuk tangan dan bernyanyi
mengikuti irama tiga lagu yang dimainkan, Indonesia Pusaka karya Ismail
Marzuki, Black or White karya Michael Jackson, dan Lupa-lupa Ingat karya
Kuburan Band.

Usai penampilan dari 11 seniman asing tersebut, tiga kelompok senimman
asing lainnya yang belajar kesenian dan kebudayaan Indonesia di Solo,
Yogyakarta, dan Denpasar, bergantian tampil di atas panggung.

Mereka menampilkan sejumlah kesenian tari dan musik dari tiga daerah
tersebut, seperti tari Nawung Sekar dan tari Kuda-kuda dari Solo,
Karawitan Bali, dan seni drama tari (sendratari) Sondokoro dari Yogyakarta.

Pada bagian lain dalam pertunjukan tersebut, empat kelompok seniman
asing tersebut kembali menampilkan kesenian-kesenian Indonesia lainnya,
seperti rampak kendang, karawitan Surakarta, tari Pendet dan Baris Gede
dari Bali, tari Angguk Putri, dan pencak silat.

Sebanyak 50 seniman asing yang tampil secara berturut-turut terlihat
lihai dalam mempertunjukkan kebolehan mereka.

Seorang seniman dari Fiji yang menjadi peserta dalam program BSBI 2009,
Iliesa mengatakan, dalam pertunjukkan tersebut menunjukkan bahwa
Indonesia memiliki keragaman budaya yang merupakan kekayaan bangsa tersebut.

"Di setiap gerakan dan alunan musik memiliki arti dan filosofi
tersendiri. Saya sangat menikmati kesenian-kesenian Indonesia yang saya
praktekkan dalam pentas tersebut," kata dia.

"Usai program ini, saya juga akan mempraktekkan dan mengajarkan
kebudayaan Indonesia yang saya pelajari. Satu hal yang menarik adalah
adanya pusat-pusat kebudayaan di Indonesia sebagai tempat pembibitan dan
pertunjukkan kesenian-kesenian setempat," kata dia.

Ilieasa mengatakan, hal tersebut yang tidak ada di negaranya, "Saya akan
menyampaikan kepada Pemerintah Fiji untuk membangun pusat-pusat
kebudayaan Fiji,".

Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI, Hasan Wirajuda mengatakan, dia
memberi apresiasi dan salut kepada 50 peserta program BSBI 2009,
"Kebudayaan dan kesenian Indonesia yang mereka pelajari dapat mereka
praktekkan secara lihai,".

"Saya yakin melalui kebudayaan seperti ini dapat menjadikan alat
diplomasi yang bagus bagi Indonesia kepada negara-negara lain di dunia,"
kata Hasan yang pada kesempatan tersebut juga berpamitan usai masa
jabatannya berakhir.

Selain itu, lanjut Hasan Wirajuda, seni dan budaya menjadi alat
pemersatu bangsa yang sangat efektif, "Kesenian pada akhirnya memiliki
bahasa yang global, dapat dipraktikkan dan dinikmati oleh semua bangsa,".

Pentas yang berakhir Minggu, sekitar pukul 23:00 WIB, tersebut diakhiri
dengan kolaborasi seni dan budaya Indonesia oleh 50 peserta program BSBI
2009.

Selain 50 peserta BSBI 2009 tersebut, "Indonesia Channel 2009" juga
menampilkan sejumlah seniman dan artis Indonesia, seperti Tia AFI dan
Baim.(*)

*JY*

*Editor: jodhi*
*Sumber : Ant*

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

Monday, October 19, 2009

[ac-i] Ebook Menyongsong 2012

 

Friends,

Berikut daftar isi dari kumpulan notes yg pernah saya posting di facebook dan berbagai milis dari tanggal 1 April 2009 s/d 12 Oktober 2009. Total ada 145 postings berisikan percakapan antara berbagai teman di seluruh Indonesia dan mancanegara dengan saya. Teman bertanya dan saya menjawab. Terkadang jawabannya panjang lebar, terkadang pendek-pendek, depending on my mood dan something in me which is sooo... unpredictable.

Intuition is always unpredictable. Datangnya seperti tsunami, seperti gempa bumi. Tidak ada lalu bisa ada. Setelah itu tidak ada lagi. Dan itulah yg namanya intuisi. Tiap orang dari kita memiliki intuisi. Asal mau masuk ke dalam diri melalui meditasi, dan juga mau menjadi diri sendiri saja meninggalkan segala macam dogma yg sudah tidak laku lagi bahkan di Sorga, maka intuisi anda akan berkembang. Seperti layar. Namanya layar terkembang, seperti judul sebuah roman di masa lalu.

Sailing the boat while singing: que sera sera, whatever will be will be, the future's not ours to see, que sera sera... Kita berlayar menyongsong 2012 ketika banyak orang bilang akan ada kiamat dan kita bilang tidak. Kiamat kita sudah lewat ketika kita memutuskan menjadi diri sendiri saja. So, kiamat ternyata datang satu persatu ke diri kita. Ketika kita memilih menjadi diri sendiri saja, maka kiamatlah si manusia lama, dan lahirlah manusia baru. Ada peran Imam Mahdi juga who is none other than your own conscience. Nurani anda sendiri. Bukan orang lain, bukan nabi, tetapi nurani yg ada di diri anda sendiri saja. Isn't that great?

Ebook 'Menyongsong 2012' ini bisa langsung anda peroleh di mailbox anda apabila anda join milis Spiritual Indonesia di <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>. Apabila anda sudah menjadi member, maka anda bisa download ebook ini dari bagian files di milis yg sama. Bisa juga meminta langsung dari saya apabila anda mau mengirimkan email address anda kepada saya di <leonardo_rimba@yahoo.com>.

Seperti tiga ebooks sebelumnya yg berjudul: 'Pelangiku Warna Ungu'; 'Mata Ketiga, Simbol dan Interpretasinya'; dan, 'Mencari Tuhan dalam Kesadaran', ebook ini juga dipersembahkan kepada semua rekan-rekan yg telah begitu antusiasnya membagi pengalaman spiritual pribadi mereka kepada saya. Kita belajar dari pengalaman satu sama lain bukan?. I learnt from you, even though some of you might have thought that you learnt from me. I, from all people, am the one who have learnt the most (jujur, jujur...)


Leo
Jakarta/ 14 Oktober 2009

(Leonardo Rimba adalah lulusan Universitas Indonesia dan the Pennsylvania State University. Bersama Audifax, Leo menulis buku 'Psikologi Tarot' (Pinus, 2008). Buku berikutnya yg akan segera terbit berjudul 'Tarot dan Psikologi Simbol', juga ditulis bersama Audifax. Bersama Gede Jayadi Pramana Kusuma, Leo sedang mengerjakan buku dan kartu 'Tarot Bali'.)


+

DAFTAR ISI:


1. Namanya Pluralisme dan Itu Haram
2. Indonesia ini bukan Islam, kita negara plural
3. Sehingga terjadilah affair...
4. Boleh Aja, Nggak Haram
5. Gereja Gay dan Lesbian
6. Dia Itu Seorang Avatar yg Sedang Menyamar
7. Paskah yg Jatuh pada Hari Ini merupakan Simbol
8. Sekulerisme Solusinya
9. Wacana Spiritualitas dan Gender
10. Langkah Kedua dan Ketiga
11. Hujat Itu Ternyata Memang Menyejukkan
12. Reinkarnasi dari Ibu Kita Kartini
13. Frekwensinya itu Frekwensi Buddha
14. Jalan Syariat, Tarekat dan Makrifat
15. Aku lagi jatuh cinta sama diriku sendiri
16. Om adalah Simbol Tuhan
17. Narcissus Optimalitus
18. Saya Dulu a Bad Girl
19. Berita Pagi dari Karang Tumaritis
20. Allah is another name for Aten
21. Idih, kecil kecil udah makrifat
22. Saya Sudah Mulai Tidak Mempercayai Agama
23. Otaknya itu lebih dipake gitu lho!
24. Isa dan Flu Babi
25. Saya Suka Sekali Sesuatu yang Berbau Mistik dan Magis
26. Kita Tidak Lagi Naik Unta Gitu Lho!
27. Haruskah Saya Bercerai Darinya?
28. Lompatan Quantum
29. Konsep Allah Tidak Relevan Lagi
30. Seorang Pria Idaman
31. Ibu, PSK Itu Apa?
32. Aku Juga Lagi Hanged
33. Rasanya a 24 Years Old Kid
34. Isa Masih Ada Bersama Kita
35. Jibril Sudah Cappe Bilang Iqro
36. Pengalaman Pas Ngumpul Sama Pa' Chodjim
37. Wejangan Resi Budianthika
38. Bagaimana Mengontrol Penampakan?
39. Untuk Menjadi Diri Sendiri Saja Masih Dihalangi
40. Rahasia Kebijaksanaan Nabi Sulaiman
41. Komunitas Gifted People di Semarang
42. Transformasi Diri
43. Sorong Ke Kiri, Sorong Ke Kanan, Tralalalalalalalalalala...
44. Melihat Ular Sexy
45. Mas, Saya Mau Meditasi
46. Antara Sunan Ampel dan Jakarta
47. Nyari Boy Friend Ganteng
48. Pernah Dong
49. Apakah Cinta Juga Konsep Saja?
50. Tiga Wanita Bingung
51. Mengungsi ke Ruang Biru
52. Ave Maria
53. Apa Bener Mas Leo Bisa Melihat Hantu?
54. SALOME
55. ESQ dan NLP juga tidak mempan
56. Akan Bisa Pregnant
57. Allah Ta'alla
58. A Delivery Boy from Heaven
59. Seperti Diinjak Gajah
60. Apa Bener Menurut Allah?
61. SBY Menihilkan Kebenaran?
62. Indomie Seleraku, SBY Pilihanku
63. Tanya-jawab Seputar Leo Rimba
64. The Drama Queen
65. Allah dan Kelas Menengah Bawah
66. Saya Sering Sedih Karena Hal Itu
67. Ditonton Orang Tertentu Saja
68. Orbs Itu Apa Sih?
69. Teror Bom Lagi, Mas Leo
70. Haram, Dibenci Allah
71. Jiwa Mereka Sakit
72. Daripada Masuk Neraka
73. Kalau Gak Bodoh Kamu Kafir!
74. Tidak Mencari Allah Lagi
75. Huwal Awwalu wal Akhiru
76. Anda Sangat Waras
77. Be Natural, Be Atheist
78. Suka Gelisah Sendiri
79. GANDRUNG
80. Woman Juga Simbol Emosi
81. Selamat Jalan, Mas Willy!
82. The Real God
83. Simbol Kesadaran Kita
84. Isro Mikraj
85. MUI Akan Rugi
86. Karena Bujuk Rayu Syaiton
87. Budaya Kesurupan Massal
88. My Papi, Kyai Rahmat
89. Not Even Disebut Jalan
90. Indonesia Bangsa Budak (Re: 17 Agustus 2009)
91. Selamat Berpluralisme!
92. Kemerdekaan Spiritual
93. Compang-Camping
94. Ada Iblis dan Jin
95. Allah Berubah Pikiran
96. Have a Nice Phony Ramadhan!
97. Budak Berdasi
98. Burung Onta
99. Kesepian dan Solusinya
100. The True Neraka
101. Tuhan Belajar Menjadi Manusia
102. Kalo Allah Ga Ikut Campur
103. Kekerasan dalam Rumah Tangga
104. Coli dan Relaksasi
105. ROSO
106. Tuhan as a Big Hole
107. Salah dan Bahagia
108. Layangan Putus Benangnya Panjang
109. Jahiliyah Deh Loe, Indonesia!
110. Om Shanti Om
111. Allah Seperti Boneka di Tangan Kita
112. Tidak Ada Lagi Nuansa Magis Itu
113. Si Om Sudah Makrifatullah
114. Saya Dulu Seorang Muslim
115. Bajakan yg Terakhir dan Sempurna
116. Memang Murtad
117. Amaterasu Omikami
118. Ritual dan Santet
119. Tuhan Tergantung Kita
120. Langit Terbelah di Semarang
121. Spiritualitas dan Agama
122. Habis Lebaran Jadi Setan Lagi
123. Konthol Bimo
124. Soul Mate
125. Metatron dan Alam Semesta
126. Orgasme Spiritual
127. Wanita Amazon
128. Be a Brilliant Woman!
129. Allah Minta Korban Manusia
130: Wanita Anti Poligami
131. NEHI NEHI...
132. Agama sebagai Folklore atau Cerita Rakyat
133. Cara Jadi Happy atawa Mimpi Pura Besakih
134. Dewa Thoth
135. Mao Belanja Tuhan
136. Sun Go Kong vs. Biksu Gundul
137. Hikmah dari Tiga Phase Mimpi Spiritual
138. Jaringan Islam Liberal
139. Gempa Sumbar dan QS 17:16
140. Sekarang Jangan Bilang Itu "Kota Hantu"
141. Sepatu Baru, Peran Baru...
142. Dari Paham Atheisme sampai ke Gerbang Alam Semesta
143. Nyi Roro Kidul
144. Gempa Padang, Lalat Ijo dan Blacky
145. Kebebasan Beragama di Indonesia


+

Leo
@ Komunitas Spiritual Indonesia <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.





Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] Kapitalisme Media dan Masa Depan Internet

 



Kapitalisme Media dan Masa Depan Internet
Oleh: Rachmah Ida

*GELIAT* Tiongkok dalam kancah internasional mulai semakin serius dan
terarah. Paling tidak, lewat forum World Media Summit, 9-12 Oktober
lalu, sang Naga mengirim pesan kuat mengenai intensinya untuk memperluas
dan memperdalam penetrasi kehadiran medianya dalam persaingan global.

Pada kesempatan yang dihadiri /top executive/ dari 170 media dunia itu,
Presiden Hu Jintao memaparkan visi ke depan media Tiongkok yang akan
''jujur, terbuka, komprehensif, dan objektif''.

Hal itu tidak bisa dilepaskan dari kenyataan parahnya cara penanganan
/public relations/ masalah dalam negeri Tiongkok beberapa tahun
terakhir. Dengan dukungan kekuatan keuangan yang tangguh, Tiongkok siap
membelanjakan USD 7,17 miliar untuk ekspansi multi medianya.

Tetapi, dalam forum itu, justru pemilik /News Corp/ Rupert Murdoch yang
menjadi pusat perhatian ketika menyatakan perang terhadap penyedia jasa
/website/ yang dia anggap mencuri /content/ dari berbagai media di bawah
kelompok /News Corp/.

/Search/ /engine/ penyedia informasi gratis semacam Google dan Yahoo,
yang disebutnya sebagai ''/vampires/'' dan ''/tapeworms'', /dia nilai
telah melakukan plagiarisme dan diharuskan untuk membayar kepada
perusahaan-perusahaan media /News Corp/ yang menyediakan/memasok /news/
/content/.

Murdoch menekankan bahwa penyedia informasi gratis yang dilabeli sebagai
/content kleptomaniacs/ itu sebentar lagi tak boleh dengan seenaknya
mengambil informasi yang ada di /News Corp/. Pertanyaan yang mengedepan
adalah apakah konsekuensi yang muncul dengan gagasan Murdoch itu? Dan,
bagaimanakah masa depan internet dengan /free flow of information/?

Sebagai kapitalis murni, Murdoch memegang teguh jargon /no/ /free/
/lunch/ sehingga setiap pengambilan /content/ informasi dari media yang
dia miliki harus dibayar oleh penggunanya. Bahkan, saat ini Murdoch
telah membentuk /global team/ di New York, London, dan Sydney untuk
mendesain sistem /paid content/ atau konten yang berbayar.

Ambisi itu sebenarnya diilhami oleh keberhasilan /The Wall Street
Journal /(/WSJ/) -diakuisisi Murdoch beberapa tahun lalu- yang saat ini
mengalami /booming/ pelanggan /online/. Dari situ Murdoch yakin bahwa
khalayak akan memahami dan tidak keberatan jika harus membayar setiap
informasi yang diakses dari media-media milik /News Corp/.

Bagi Murdoch, model bisnis /WSJ/ adalah contoh yang bisa dijadikan
/benchmark/ untuk menerapkan kebijakan /charging access/, yang
rencananya dimulai setahun lagi.

Namun, yang Murdoch lupa (atau terlalu antusias), /WSJ/ adalah media
finansial yang memang sangat dibutuhkan para pembacanya. Setiap
informasi dalam /WSJ/ sangat komprehensif dan berarti bagi investor
untuk mengikuti perkembangan terkini pasar finansial. Kebergantungan
kepada /WSJ/ sebelum mengambil keputusan finansial. Itulah yang membuat
para pengakses tidak pernah keberatan untuk membayar.

Tetapi, apakah mungkin khalayak media mau membayar informasi yang hanya
berisi gosip di kalangan selebriti Hollywood, seperti dalam koran /the
Sun/?

Global Team yang dikepalai Richard Freudenstein dalam paparan hasil
riset awal, yang mereka lakukan terhadap khalayak media di US, UK, dan
Australia, menegaskan bahwa /News Corp/ sangat yakin bahwa pengguna
media akan bersedia membayar jika medianya mampu membuat produk/konten
yang bagus dan /delivery system/ yang tepat.

Namun, CEO Fairfax/ /Digital Jack Matthews merasa tidak yakin bahwa
konsumen media akan mau membayar berita-berita umum. Dia juga tidak
yakin bahwa bisnis media akan mampu bertahan seandainya hanya
mengandalkan sirkulasi berita umum (/general news/) sebagai sumber
penghasilan utama dari khalayak pengakses.

Pendapatnya itu didukung oleh hasil riset yang dipublikasikan /Harris
Poll/ di Inggris bahwa hanya 5 persen responden menyatakan bersedia
membayar konten media jika /website/ lembaga pemberitaan favorit mereka
akan mengenakan biaya dari setiap akses berita yang dilakukan oleh
konsumennya.

/Poll/ Radio ABC Australia pada Rabu (15/10) juga menunjukkan hasil yang
tidak banyak berbeda bahwa 90 persen responden lebih memilih tidak
melakukan akses /online/ kalau harus membayar.

***

Terpaan badai krisis keuangan dunia memang membuat banyak perusahaan
terguncang. Bahkan, tidak sedikit di antara mereka yang mengalami
kebangkrutan. /News Corp/ juga mengalami kerugian dan penurunan
keuntungan hingga 47 persen atau USD 755 juta.

Pendapatan dari iklan media cetak dan televisi di bawah kendali /News
Corp/ juga berkurang cukup signifikan. Pendapatan iklan media /News
Corp/ di Inggris menurun hingga 21 persen tahun ini. Pendapatan
televisinya secara global merosot tajam dari USD 419 juta menjadi USD 4
juta. Alhasil dari menurunnya pendapatan kapitalis media itu , tahun
lalu 3.000 pekerja /News Corp/ harus dirumahkan.

Kondisi semacam itu sering menjadi katalis bagi para kapitalis untuk
mencari jalan pintas tercepat dalam memperbaiki keuangan perusahaannya.
Dalam konteks tersebut, beberapa pengamat juga menengarai adanya
keterkaitan antara kondisi perusahaan dan upaya mencari penghasilan yang
efektif.

Tetapi, terlepas dari kegeraman Murdoch terhadap mesin penyedia
informasi gratis, susah dibayangkan adanya negara yang bersedia membuat
UU atau peraturan yang mendukungnya. Pilihan yang paling mungkin adalah
menyerahkan kepada mekanisme kapitalis pasar bahwa kebutuhan khalayak
media yang akan menjadi penentu eksistensi sistem tersebut.

Hanya, yang perlu digarisbawahi adalah media internet berbeda dengan
media cetak. Arus informasi global dan /borderless /media /online/ tidak
lagi mungkin di bendung. Bahkan, banyak pengguna internet diuntungkan
dengan mesin pencari informasi gratis.

Jika pernyataan Murdoch mengenai era internet segera berakhir, ''/the
current days of the internet will soon be over''/ benar, arus informasi
akan dikuasai kapitalisme media dan tidak ada lagi informasi gratis bagi
khalayak media umum. Bersediakah masyarakat kita membeli informasi
ketika kebutuhan perut setiap hari masih lebih penting dipikirkan?

Kita hanya bisa sabar menunggu reaksi para pemilik dan CEO media massa
di dunia, akankah mereka segeram direktur ABC Australia yang secara
terbuka menyerang keinginan Murdoch tersebut, atau justru melompat ''ke
gerbong Murdoch'', mengingat potensi pendapatan dan keuntungan yang
cukup signifikan. (*)

* /*) Rachmah Ida/ * /, dosen Komunikasi UNAIR, saat ini Visiting
Research Fellow, the University of Western Australia/

http://jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=95915

 



http://media-klaten.blogspot.com/

my facebook:

http://id-id.facebook.com/people/Wahyudi-Yudi/1484406851



Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Yahoo! Groups

Mental Health Zone

Schizophrenia groups

Find support

.

__,_._,___

[ac-i] [info-pelatihan] pendaftaran Pelatihan Menulis Ilmiah & Ilmiah Populer #2 telah dibuka [2 Attachments]

 
[Attachment(s) from dipansenja literary agent included below]

 

 

Pelatihan Menulis

Ilmiah dan Ilmiah Populer #2

Untuk Mahasiswa Perguruan Tinggi, Dosen/Guru, Peneliti,

Jurnalis, Instansi pemerintah/swasta, Penulis, dan Umum.

 

Memandu Anda Menulis

di Media Cetak, Jurnal,

Skripsi/Tesis/Disertasi

 

 

 4 November – 9 Desember 2009
PERPUSTAKAAN BALEPUSTAKA

Informasi & Pendaftaran:

Jln. Jawa No. 6 Bandung

Telp: 022-4207232

balepustaka_bdg@yahoo.com

www.dipansenja.blogspot.com

 

 

Penyelenggara:

Perpustakaan Balepustaka & Forum Studi Kebudayaan FSRD ITB

 

Pendahuluan

 

Untuk memfasilitasi kemampuan menulis hingga ke tahapan praktis, kami selaku penyelenggara kegiatan merasa perlu untuk melanjutkan kegiatan Pelatihan Menulis Ilmiah dan Ilmiah Populer yang telah berlangsung pada tanggal 1 Juli – 26 Agustus 2009 yang lalu. Pelatihan kedua ini merupakan pelatihan berupa praktik yang diarahkan bagaimana membuat karya tulis ilmiah maupun ilmiah populer seperti menulis di media cetak, jurnal, skripsi/tesis/disertasi, serta informasi perkembangan terkini mengenai dunia penulisan ilmiah.

 

Pelatihan ini terbuka untuk mahasiswa (D-1 hingga D-3, S1, S2, S3 yang sedang menyusun makalah, skripsi, tesis, disertasi, jurnal, dll.), dosen, instansi pemerintahan/swasta, peneliti, jurnalis/wartawan, penulis, dan masyarakat umum. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi ajang diskusi membahas kesulitan-kesulitan yang Anda hadapi saat menyusun tulisan ilmiah.

 

Pola pelatihan ini akan dibagi ke dalam 6 kali pertemuan berupa pengarahan dari pemateri yang ahli di bidang menulis dan produktif menulis beberapa buku. Materi pelatihan telah disusun oleh satu tim dari komunitas Forum Studi Kebudayan Fakultas Seni Rupa & Desain, ITB yang selama ini aktif menggelar diskusi dan wacana pengetahuan.

 

Semoga dengan adanya pelatihan ini, penyebaran ilmu dan penyerapan ilmu dapat berdaya guna untuk kemajuan pendidikan kita.

 

 

Tujuan

(1)    Peserta mendapatkan penjelasan tentang seluk beluk penulisan jurnal, penelusuran bibliografi, pengumpulan data, dan perumusan inti masalah yang hendak dikemukakan, beserta permasalahan umum penulisan jurnal di Indonesia.

(2)    Peserta mendapatkan penjelasan tentang seluk beluk penulisan artikel ilmiah untuk di koran, mengaktualkan isu, atau mengemas ulang isu klasik tetap aktual dalam koran, beserta permasalahan umum penulisan artikel ilmiah di Indonesia.

(3)    Peserta mendapatkan penjelasan tentang seluk beluk penulisan tugas akhir (Skripsi, Tesis, Disertasi), susunan tugas akhir serta menelusuri kemungkinan mengangkat kebaruan dalam tugas akhir, beserta permasalahan umum penulisan tugas akhir di Indonesia.

(4)    Beberapa tugas dari peserta akan dipilih dan dibahas secara anonim dan dijadikan studi kasus untuk penulisan artikel ilmiah di jurnal dan di koran.

(5)    Peserta akan berdiskusi dengan pemateri tentang bagaimana membuat buku ilmiah, permasalahannya, Print On Demand, pemasarannya dan berbagai masalah yang terkait dengan penulisan dan penerbitan buku ilmiah.

 

Waktu & Tempat

Setiap Rabu / 4 November-9 Desember 2009 (6 x pertemuan, 7 pemateri), Pukul: 15.30 – 18.00 WIB. Bertempat di Perpustakaan Balepustaka, Auditorium Lt.3,   Jln. Jawa No. 6, Bandung.

 

 

Materi

  1. Materi 1: Menulis Jurnal Ilmiah + Tugas (4 November 2009)

oleh Prof. Dr. Bambang Sugiharto, Guru Besar Filsafat Unpar

 

  1. Materi 2: Menulis di Media Cetak +  Tugas (11 November 2009)

oleh Dr. Acep Iwan Saidi, Msn., Penulis & Ketua FSK FSRD ITB

 

  1. Materi 3: Tanya Jawab Seputar Menulis Skripsi/ Tesis/ Disertasi (18 November 2009)

Oleh Dr. Yasraf Amir Piliang, M.A., Dosen Pascasarjana FSRD-ITB

 

  1. Materi 4: Pembahasan Tugas Menulis di Jurnal  (25 November 2009)

Oleh Roy Voragen, M.A., Redaktur Jurnal Melintas

 

  1. Materi 5: Pembahasan Tugas Menulis di Koran (2 Desember 2009)

Oleh Drs. Budhiana Kartawijaya, Wakil Pimred Harian Pikiran Rakyat

 

  1. Materi 6: Peluang Menulis Ilmiah & Peran Literary Agent (9 Desember 2009)

Oleh Alfathri Adlin S.Sn, Editor Jalasutra dan Indari Mastuti S.Pd., Direktur Indscript Creative

 

Sasaran Peserta

Mahasiswa Perguruan Tinggi (S1, S2, S3, D1-D3), Dosen/Guru, Peneliti, Jurnalis/wartawan, Instansi pemerintah/swasta, Penulis, Umum. Kami menargetkan sekira 50 peserta akan mengikuti kegiatan ini.

 

Biaya Pendaftaran

Umum: Paket 6 Materi Rp 245.000,- (buku, snack, makalah, gratis anggota Balepustaka, sertifikat), Non-paket Rp 50.000,-/materi (snack dan makalah). Anggota Balepustaka: Paket 8 Materi Rp 220.000,- (buku, snack, makalah, gratis, sertifikat),  non-Paket Rp 35.000,-/materi (snack dan makalah). Pendaftaran s.d. tanggal 28 Oktober 2009, selanjutnya calon peserta akan masuk ke daftar tunggu.

 

Tempat Pendaftaran

 

Perpustakaan Balepustaka,

Jln. Jawa No. 6, Lt. 2 Gedung Keuskupan, Bandung,

Telp./Fax.: 022-4207232 - 4207231 (jam kerja),

Mobile/SMS: 0856 20 353 27 (jam kerja)

Email: balepustaka_bdg@yahoo.com,

              Blog: www.dipansenja.blogspot.com

 

Penyelenggara

Balepustaka & Forum Studi Kebudayaan FSRD-ITB

Mitra Pelaksana & Pendukung

            Dipan Senja-Literary Agent. Didukung oleh Penerbit Jalasutra, Indscript Creative, LawangBuku Distributor, dan L.A.B design.

                 

Profil Pembicara & FSK FSRD ITB

 

Prof. Dr. Bambang Sugiharto, Guru Besar Filsafat Universitas Parahyangan, budayawan dan kritikus seni dan sastra, penulis sejumlah buku, antara lain, Postmodernisme: Tantangan bagi Filsafat, juga Dimensi Baru Etika dan Agama, dan mengeditori antologi Humanisme dan Humaniora: Relevansinya Bagi Pendidikan.

Dr. Acep Iwan Saidi, M.Sn, Ketua Forum Studi Kebudayaan ITB, pengajar program pasca sarjana di FSRD ITB, budayawan dan sastrawan, banyak menulis esai sastra dan bahasa di berbagai media massa, penulis sejumlah buku, antara lain, Narasi Simbolik dalam Seni Rupa Indonesia Kontemporer, Mengapa Saya bukan Aku: Antologi Esai Bahasa, dan Matinya Dunia Sastra.

Dr. Yasraf Amir Piliang, M.A., mantan Ketua Forum Studi Kebudayaan ITB, Pengajar program pasca sarjana di FSRD ITB, budayawan dan pakar semiotika, banyak menulis kajian sosial, budaya dan politik di berbagai media massa, menulis buku antara lain Dunia yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan, Dunia yang Berlari: Mencari Tuhan-tuhan Digital, Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies atas Matinya Makna, Posrealitas: Realitas Kebudayaan dalam Era Posmetafisika, Transpolitika: Dinamika Politik di Era Virtualitas, dan sebagainya.

Alfathri Adlin, S.Sn, anggota Forum Studi Kebudayaan, editor nonfiksi Jalasutra, menulis isu spiritualitas, literasi dan budaya di beberapa media massa, dan mengeditori buku antologi esai dari FSK ITB.

Roy Voragen, M.A., budayawan Belanda dan dosen Universitas Parahyangan.

Drs. Budhiana Kartawijaya, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Pikiran Rakyat ini sekarang giat membagikan ilmunya ke dalam pelatihan menulis populer untuk berbagai kalangan di Bandung.  

Indari Mastuti, S.Pd., adalah seorang bookpreneur yang sudah menulis lebih dari 50 judul buku mulai dari novel, buku pengembangan diri remaja, buku agama, buku keluarga, buku pertanian, sampai buku cerita dan seri pengetahuan untuk anak-anak dalam kurun waktu 2004-2009. Saat ini alumnus Universitas Pasundan ini, memimpin Indscript Creative, lembaga yang melayani jasa kepenulisan. Tim inilah yang memproduksi buku-buku psikologi popular, pendidikan, dan wiraswasta. Sejumlah penulis dan editor kini berada dalam tim kepenulisannya.

 

Tentang Balepustaka

Balepustaka adalah sebuah perpustakaan yang secara khusus diperuntukan bagi komisi dan bagi masyarakat Jawa Barat  pada umumnya.

 Ide terbentuknya Balepustaka dicetuskan pertama kali bersamaan dengan pembangunan Gedung Pastoral yang berfungsi sebagai pusat kegiatan bagi komisi– komisi dengan tujuan mengefektifkan komunikasi antar komisi sehingga karya pelayanan yang mereka lakukan bisa lebih maksimal.

Dari ide tersebut muncullah sebuah perpustakaan dengan nama Balepustaka, yang secara resmi dibuka untuk umum pada 1 Maret 2002 bersamaan dengan peresmian Gedung Pastoral Jl. Jawa no 6 Bandung, Balepustaka terletak di Lt.II di bagian depan sebelah kanan berseberangan dengan pintu masuk terdapat papan nama dengan ejaan "Balepustaka" hingga saat ini.

Dengan ruangan yang ber-AC pengunjung diharapkan menikmati tempat yang nyaman dan sebagai salah satu tempat favorit untuk menambah wawasan. Sebagai upaya untuk menciptakan kenyamanan Anda dalam memanfaatkan perpustakaan kami,  dilengkapi pula dengan beberapa fasilitas seperti internet, ruang audiovisual, fotokopi, dan ruang pertemuan.

 

Tentang Dipan Senja

Kegiatan-kegiatan literasi yang dilakukan dipan senja meliputi:

a.          Studi dan riset literer

b.         Pendidikan dan pelatihan literer

c.          Penerbitan dan penyebaran informasi literer

Kegiatan yang telah diselenggarakan dapat dilihat di www.dipansenja.blogspot.com

Alamat Dipan Senja

Jln. Bojong Kaler 37 B, RT 02/12,

Kel.Cigadung, Bandung, 40191, West Java

Telp: +6222-76 17 20 97

Email: dipansenja@yahoo.com, milis: workshopbuku@yahoogroups.com

Blog: www.dipansenja.blogspot.com

Kontak Person: deni


__._,_.___

Attachment(s) from dipansenja literary agent

1 of 1 Photo(s)

1 of 1 File(s)

blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___