Thursday, May 6, 2010

[ac-i] The Dancing Peacock (Merak Ngibing), Pameran Batik Priangan

Ilustrasi-Cover-small.jpg


The Dancing Peacock (Merak Ngibing)

Pameran Batik Priangan

Bentara Budaya Jakarta, 20-30 Mei 2010-05-06

 

Bentara Budaya Jakarta (BBJ) Forum Kajian Antropologi Indonesia (FKAI) dan Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menyelenggarakan pameran batik priangan bertajuk "The Dancing Peacock".

Pameran bertujuan untuk ikut membangkitkan kembali dan melestarikan tradisi seni batik priangan, salah satu bentuk warisan budaya bangsa yang berada di ambang kepunahan. Batik priangan adalah tradisi seni kerajinan batik yang tumbuh di berbagai daerah pedalaman Jawa Barat, mulai dari Cianjur, Sukabumi, Bandung, terutama di Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis.

Judul "The Dancing Peacock" diambil dari motif kain batik priangan yang paling khas, dan mungkin yang terindah, disebut motif merak ngibing, yang artinya "merak menari", the dancing peacock. Motif kain batik ini menggambarkan dua ekor burung merak yang indah, berhadap-hadapan sambil mengembangkan bulu ekornya yang warna-warni, seperti sedang menari.

Dalam pameran ini akan dipamerkan sekitar 100 helai kain batik priangan milik para kolektor di Jakarta dan Bandung, Museum Tektstil Jakarta, serta milik para pembatiknya yang masih tersisa di Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. Sebagian merupakan kain batik yang tergolong antik, dengan warna-warna dan motif-motif yang tak lagi dibuat sekarang ini. Selama berlangsungnya pameran juga akan diselenggarakan acara diskusi, klinik konservasi kain batik, serta penjualan batik priangan, yang diharapkan juga dapat memicu semangat para pengrajinnya agar terus berkarya dan berkreasi.

 

20 Mei
19.30-21.00  Pembukaan Pameran dan Bazar dari UKM Pengrajin Batik Tasikmalaya, Ciamis, dan Garut.

22 Mei
10.00-12.00  Workshop membatik dengan peserta dari Siswa-siswi Sekolah (SLTP/SLTA, Pelatih dari Museum Tekstil)

24 Mei
14.00-16.00  Talk Show "Motif dan Warna Batik Priangan:" oleh Didit Pradito, Herman Jusuf, dan S.Ken Atik Djatmiko.
                         Peluncuran buku: "The Dancing Peacock. Colours and Motifs of Priangan Batik"


26 Mei
10.00 -12.00  Talkshow: "Perawatan dan Restorasi Kain Tradisional" (oleh Museum Tekstil, Jakarta)

29 Mei
10 – 12.00 Workshop membatik dengan peserta umum (pelatih dari Museum Tekstil)

Bazaar dari UKM Pengrajin Batik Tasikmalaya, Ciamis, dan Garut berlangsung sampai 30 Mei 2010

 

Informasi: Ummy, 021-32726386, 081311303973



[ac-i] Ditemukan 2 kerangka manusia prasejarah di Karawang

 



Dua Kerangka Manusia Prasejarah di Karawang Bertumpuk

Karawang (ANTARA) - Dua dari enam kerangka manusia prasejarah yang ditemukan di halaman Candi Blandongan bagian Tenggara, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terlihat bertumpuk dalam satu lubang yang sama.

Koordinator Kabupaten Juru Pelihara Candi Blandongan, Sunarto mengatakan di Karawang, Selasa, enam kerangka manusia prasejarah tersebut ditemukan tim penggalian dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang, yang bekerja untuk pemugaran Candi Blandongan.

Kerangka manusia itu ditemukan sekitar 25 meter dari bibir tangga candi bagian tenggara.

Keenam kerangka manusia sepanjang 170 centimeter itu berposisi membujur arah timur laut-barat daya. Terkubur di kedalaman sekitar 1 meter dengan posisi berjejer, katanya.

Dari ujung kaki sampai kepala, kerangka manusia itu cukup utuh. Bahkan, senjata jenis logam yang berada di sekitar kerangka itu juga masih utuh. Di dekat kerangka, ditemukan pula sejumlah gerabah yang diduga menjadi bekal kubur manusia prasejarah tersebut.

Kondisi gerabah itu sudah pecah saat tim penggalian dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang menemukan kerangka manusia prasejarah tersebut.

"Dari kerangka manusia yang berjejer itu, jarak antara kerangka yang satu dengan lainnya sekitar 90 centimeter," kata Sunarto.

Dikatakannya, penemuan kerangka manusia prasejarah itu tidak disengaja saat tim penggali melakukan strukturisasi Candi Blandongan sejak pertengahan April 2010. Tetapi, karena ditemukan kerangka tersebut, maka tim penggali menyelesaikan penggalian kerangka itu terlebih dahulu.

Pada awalnya, sekitar dua pekan lalu, para petugas melakukan penggalian halaman candi terkait dengan kegiatan pemugaran atau strukturisasi candi. Tetapi ketika melakukan penggalian tanah di halaman candi bagian tenggara, titik koordinasi G-9, ditemukan kerangka manusia.

"Pada awalnya, ditemukan kerangka lutut, tetapi setelah penggalian dilanjutkan, kerangka manusia itu terlihat utuh dari kepala sampai kaki. Di antara kerangka itu terdapat senjata jenis logam yang berada di bagian dada kerangka," kata Sunarto.

Pada akhirnya, di halaman candi bagian tenggara itu terdapat enam kerangka manusia yang diduga berasal dari masa prasejarah. Satu dari enam kerangka tersebut menumpuk dalam satu kubur, sehingga terlihat lebih panjang. Sedangkan kerangka lainnya rata-rata sepanjang 170 centi meter.

 
Facebook: Radityo Djadjoeri
YM: radityo_dj
Twitter: @mediacare

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
.

__,_._,___

[ac-i] Update Acara Festival Hari Buku 2010

 

berikut ini info yang saya terima dari pihak penyelenggara acara:


"Dikarenakan satu dan lain hal, kami informasikan bahwa acara Festival Buku 2010 pada tanggal 10-13 Mei 2010 di Plaza Gedung A, Kemdiknas, belum dapat dilaksanakan.

Mohon maaf, terima kasih."


__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

[ac-i] Fwd: DIBUTUHKAN SEGERA REALIS ILLUSTRATOR ! [3 Attachments]

 
[Attachment(s) from ahmadzeni included below]

Mohon disebarkan lowongan di bawah ini....
 
Trims, ya...

----- Forwarded Message ----



DI BUTUHKAN SEGERA REALIS ILLUSTRATOR !
yang bisa mirip persis dengan contoh gambar yang terpampang ini.

Tarif 60 ribu/halaman (nego)

Project Description:
1. Merevisi dan mengilustrasi gambar untuk 5 episode.

2. 1 episode rata-rata 12-14 halaman.

3. Lokasi tidak masalah, bisa kirim via email. Lebih baik kalau Surabaya
 
4. Dateline Project 29 Mei 2010


Kirim portfolio Anda ke insutra@gmail.com, dan untuk info lebih lanjut SMS saya di
081703708873

Terima kasih,
 
Agustini


__._,_.___

Attachment(s) from ahmadzeni

3 of 3 Photo(s)

Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

Wednesday, May 5, 2010

[ac-i] Invitation "Artificially Natural" - Agung Nugroho Widhi aka. Gembong, KKF, opening Saturday 8 May 2010, 19:30 pm

 

 

Undangan | Invitation

                                

 

 

(scroll down for English)

ARTIFICIALLY NATURAL

Pameran Fotografi oleh Agung Nugroho Widhi

 

Pembukaan

Sabtu, 8 Mei 2010, 19:30 WIB

Di Ruang Pamer Kedai Kebun Forum (KKF)

 

Pameran

8 – 31 Mei 2010

Buka setiap hari, 11:00 – 21:00 WIB

(kecuali Selasa, KKF libur)

 

ARTIFICIALLY NATURAL

Photography Exhibition by Agung Nugroho Widhi

 

Opening

Saturday, May 8, 2010, at 7:30 pm.

Venue at KKF Gallery

 

Exhibition

8 – 31 May 2010

Open every day, 11:00 am – 09:00 pm

(except on Tuesday, KKF is break-off)

 

 

Artificially Natural

         

Dalam foto seri ini saya mencoba untuk menelaah kembali konsep tentang natural vs. buatan, yang asli dan tiruan; sesuatu yang selama ini kita anggap sebagai "realitas". Gambaran-gambaran klise, stereotype, sekaligus (terkadang) kitsch tentang alam beserta segala keindahannya. Mural pemandangan saat matahari terbenam, gambar sepasang burung yang terbang di atas gunung, dan lain sebagainya.

Anggaplah saya hanya mencuri, meng-crop bagian-bagian tertentu, serta mencoba untuk merepresentasikan ulang berbagai imaji atau citraan-citraan alam yang saya temui. Dengan menjuktaposisikan berbagai citraan tersebut dengan realitas yang ada di sekelilingnya, mungkin kita bisa kembali mempertanyakan ide, konsep atau batasan-batasan paling mendasar dari apa yang kita sebut sebagai "sesuatu yang riil". 

Dalam hal pilihan pada obyek/ angel, saya tidak merasa mempunyai kecenderungan yang (cukup) spesifik. Seringkali saya "hanya merespon" apa yang ada di sekitar. Baik itu respon yang benar-benar spontan (point and shoot), suatu hal yang berawal dari ketidak sengajaan semata, atau bisa juga sesuatu yang telah saya pikirkan/rencanakan sebelumnya. Saya memperlakukan/menempatkan fotografi sebagai suatu produk dari pengamatan/ riset, sekaligus alat/ medium untuk merespon lingkungan atau situasi di sekeliling saya. Dalam konteks ini, saya tidak melihatnya (fotografi maupun medium
seni yang lain) "sebagai tujuan" untuk menggambarkan sesuatu yang obyektif, akan tetapi sebagai suatu artistic fiction, taman bermain, atau cara lain untuk mengenal/melihat dunia ini lebih baik (setidak-tidaknya itu yang saya harapkan).


Secara konsep (kurang lebih selama tiga tahun terkahir ini), saya tdk merasakan perubahan cara pandang/perspektif yang signifikan. Metode kerja atau cara
saya mengeksekusi apa yang di kepala tetaplah sama. Saya memotret, dan atau mencari "apa yang sudah ada", bukan membuat, meng-compose sesuatu kemudian memotretnya. Terkadang saya melihat hal tersebut sebagai suatu perbedaan antara seorang "fotografer" dan "seniman" (photo based artist), akan tetapi seringkali juga saya segera membuang jauh-jauh pikiran itu, karena memang tidak terlalu penting untuk dipikirkan maupun dicari-cari bedanya. Apa yang dibuat, ide, konsep maupun subject matter itu jauh lebih penting untuk dipikirkan daripada perbedaan-perbedaan seperti itu. Di sisi lain, saya selalu berusaha memperhitungkan hal-hal yang sifatnya teknis. Lighting, komposisi adalah sesuatu yang penting buat saya. Meskipun teknis hanyalah teknis semata, harus bisa dan (atau) menyesuaikan dengan konsep yang dibangun, akan tetapi tetap merupakan sesuatu yang (sebisa mungkin) tidak boleh luput dari perhatian.

 

Agung Nugroho Widi lahir di Yogyakarta pada tahun 1981.

 

 

Artificially Natural

 

In these photo series I try to review on the concept of natural vs. artificial, the original and imitation; something which is considered as "reality". They are cliché, stereotype, and at the same time (sometime) kitsch images about the nature and all its beauty. Mural of the scenery at sunset, the picture of a couple of birds fly on the mountain, etc.

 

Considered I am a thief, by cropping certain parts, and then try to represent varieties of images or natural images that I found. By intersecting those images with the reality surround, maybe we able to question again about the idea, the concept, or the most fundamental boundaries on what we call "something real".

 

My choice on object/angel, I do not feel have (quite) specific tendency. Mostly, I "only response" to those things surround me. Whether, it is spontaneous response (point and shoot), or something which is started accidentally, even something that I had planned before.  I considered photography as the product of observation/research, and also as the tool/media to respond the environmental or situations surround me. In this context, I see it (photography or other art mediums) "as the goal" for describing something objective; but as an "artistic fiction", it becomes play ground, or another way to know/see the world in better way (at least that is what I hope for).

 

Conceptually (more or less the last three years), I no longer feel any significant point of view/perspective changes. My working methods or the ways I execute my thoughts are the same. I take picture and/or search "something which is already existed"; I am not creating, but composing, and then take pictures of it. Sometimes I see those things as the differences between a "photographer" and an "artist" (photo based artist). But then, I also often throw away that thought immediately, because it is something insignificant to be thinking off. What you make, the idea, the concept, and the subject matter are the most important things that we should consider about. On the other side, I always try to calculate some technical things. For example, lighting and compositions are important for me.  Although the technique is only purely technical, but we must be able and/or adjust it with the concept. But still, it is something that (as much as possible) should not be overlooked.

 

Agung Nugroho Widhi, was born in Yogyakarta, 1981.

 

 
 
 
 
Kedai Kebun Forum & Restaurant
Jl. Tirtodipuran No. 3 Yogyakarta Java Indonesia 55143
Phone/Fax: +62 (0) 274 376 114
Email: kkforum@indosat.net.id
Website: www.kedaikebun.com
 
Open Hour:
Restaurant: OPEN from 11:00 am – 11:00 pm, CLOSE on Tuesday
Office: OPEN from 11:00 am – 6:00 pm, CLOSE on Sunday & Tuesday
 
Kedai Kebun Forum (KKF) is an alternative art space in Yogyakarta, managed independently by artists and consisting of a gallery, performance space, 'HALTE' – a text learning media in art, bookstore and restaurant. KKF is a small community established with the purpose of providing an arena of learning and studying, in the context of developing sensibilities to all phenomena of social transformation through art.
 
All activities of KKF are supported by its extraordinary restaurant.

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

[ac-i] THE LEADERSHIP SECRETS OF GENGHIS KHAN, 21 Pelajaran Kepemimpinan dari Sang Penakluk Paling Gemilang dalam Sejarah

 

HTML clipboardHTML clipboard

THE LEADERSHIP SECRETS OF

GENGHIS KHAN

 

21 PELAJARAN KEPEMIMPINAN

DARI SANG PENAKLUK PALING GEMILANG DALAM SEJARAH

 

JOHN MAN

 

 

 

 

SINOPSIS

Jenghis Khan diakui sebagai pemimpin terbesar yang pernah ada. Semasa remaja, ia menjadi orang buangan, melarikan diri dari musuh-musuhnya dan bersembunyi di sebuah gunung di Mongolia utara. Seorang asing, seorang yang tak berarti. Namun, Jenghis hanya butuh dua puluh tahun untuk membangun kekaisaran darat terbesar dalam sejarah: empat kali ukuran wilayah kekuasaan Alexander Agung, dua kali ukuran kekuasaan Romawi. Bagaimana dia melakukannya? Pelajaran apa yang terungkap dari kehidupannya mengenai kepemimpinan? Apa yang dimaksud dengan "kebesaran" dalam kepemimpinan? Sifat apa saja yang melekat dalam diri Jenghis Khan? Mungkinkah sifat-sifat itu diterapkan di masa dan tempat berbeda—di sini dan saat ini?

John Man mempelajari kehidupan Jenghis Khan untuk menemukan kualitas, karakter, dan strategi yang membuat dia menjadi pemimpin besar. Jawabannya kadang mencengangkan. Jauh dari sekadar menjadi tiran sebagaimana tergambar dalam sejarah, Jenghis Khan merupakan sosok pemimpin yang memiliki visi kemodernan luar biasa. Banyak dari rahasia keberhasilannya berguna dalam dunia bisnis kompetitif saat ini, sebagaimana rahasia itu berhasil mengerahkan dan mempersatukan bangsa Mongol di masa lalu.

 

"[Jenghis] memiliki banyak kualitas seorang eksekutif modern. Ia menggabungkan secara agresif orang-orang, proses, dan teknologi, baik dalam strategi maupun eksekusi."

Star Tribune

"Kebangkitan Jenghis Khan yang tak terelakkan dari pemuda buta huruf menjadi penguasa 'kekaisaran daratan terbesar dalam sejarah' mengajarkan kita banyak hal."

The Observer

 

KUTIPAN ISI

Jenghis Khan, dulu dan sekarang, adalah pahlawan sekaligus orang suci bagi rakyatnya, tapi juga pembunuh massal yang tak menunjukkan tanda-tanda penyesalan terhadap korbannya. Visinya untuk menguasai dunia, yang begitu memikat bagi rakyatnya, pada akhirnya adalah sesuatu yang benar-benar gila. Hal ini disadari cucunya, Kubilai Khan, begitu dia gagal menaklukkan Jepang, Jawa, Burma dan Vietnam, belum lagi negara-negara yang jauh. Visi tersebut adalah khayalan, yang dalam upaya perwujudannya Kubilai membawa dinastinya menuju kehancuran.

Namun demikian, Jenghis adalah pemimpin besar dengan berbagai kualitas positif yang menjadikan dia sosok gagah berani di Mongolia maupun di China. Misalnya, dia punya kesempatan memperoleh keuntungan dari penaklukan-penaklukan yang dia lakukan, namun tidak serta-merta memanfaatkan kesempatan itu, setidaknya tidak secara pribadi. Dia tidak korup, inspiratif, terbuka, selalu ingin-tahu, murah hati, persuasif, dan masih banyak lagi. Semua itu kualitas yang jarang ditemui dalam diri penguasa lalim—dan kualitas itu pulalah yang membuat segala tentangnya layak dipelajari.

[John Man, dalam Pengantar]

 

 

PENULIS

John Man, bermukim di London, adalah sejarawan dan travel writer dengan minat khusus ihwal Mongolia. Setelah menyelesaikan studi mengenai Jerman dan Prancis di Oxford, ia mengambil dua program sekolah pascasarjana: kajian sejarah sains di Oxford dan studi bangsa Mongol pada School of Oriental and African Studies di London.

Karyanya, Gobi: Tracking the Desert, adalah buku pertama tentang topik tersebut sejak 1920-an. Ia juga pengarang Atlas of the Year 1000, sebuah potret dunia pada pergantian milenium; Alpha Beta, tentang awal mula alfabet; dan The Gutenberg Revolution, sebuah telaah tentang asal-usul dan dampak percetakan. Selain itu, John menulis pula Genghis Khan, Kublai Khan, dan Attila the Hun—ketiganya buku mengenai biografi tokoh legendaris dalam sejarah kekaisaran kuno.

Berkat karya-karya itu, John Man dengan cepat menjadi salah satu sejarawan dunia yang tulisannya paling banyak dibaca orang.

 

DATA BUKU

Judul              : THE LEADERSHIP SECRETS OF JENGHIS KHAN

Penulis           : John Man

Penerjemah   : Th. Dewi Wulansari

Editor             : Indi Aunullah

Genre             : Manajemen/kepemimpinan

Penerbit         : Azkia Publisher (Kelompok Pustaka Alvabet)

Cetakan          : I, Mei 2010

Ukuran           : 13 x 20 cm (plus flap 8 cm)

Tebal              : 200 halaman

ISBN               : 978-979-18673-4-4

Harga             : Rp. 45.000,-



==========================================
Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No. 5A, Ciputat
Jakarta Selatan Indonesia 15411
Telp. +62 21 7494032,
Fax. +62 21 74704875
www.alvabet.co.id


__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

[ac-i] Pre-Order Cakram Padat Frau “Starlit Carousel” Dari Cakrawala Records

 

Setelah mengunggah mini album perdananya untuk diunduh secara cuma-cuma, Frau bersama Cakrawala Records kembali mempersembahkan "Starlit Carousel" dalam format cakram padat yang dikemas dalam bungkus yang manis. Bekerjasama dengan Demajors, rilisan fisik yang akan segera beredari dalam waktu dekat ini sudah bisa dipesan mulai saat ini.

Pre-order Frau "Starlit Carousel" CD dengan bonus video klip "Intensity Intimately", sebuah lagu misterius dan Teka-Teki Silang.
Yang perlu kamu informasikan:
- Nama Lengkap
- Alamat lengkap dan jelas
- Nomor telefon

Kirim ke leilanifrau@gmail.com dengan judul "ORDER CD FRAU"
Transfer hanya melalui BCA.
Harga 35.000,- belum termasuk ongkos kirim.
Paket pre-order ini hanya tersedia sebanyak 50 biji.
Barang akan dikirim tiap hari Senin dan Kamis.

Klik disini untuk berita terkini dari Frau.

Format cakram padat Frau "Starlit Carousel" diproduksi oleh Cakrawala Records dan diedarkan oleh Demajors.


--
YES NO WAVE MUSIC
Jl. Nagan Lor 17, Patehan, Kraton
Yogyakarta 55133
+62 274 375131
yesnowave@gmail.com

WWW.YESNOWAVE.COM
DEMOTAPE.YESNOWAVE.COM
XEROXED.YESNOWAVE.COM

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
.

__,_._,___