The Dancing Peacock (Merak Ngibing) Pameran Batik Priangan Bentara Budaya Jakarta, 20-30 Mei 2010-05-06
Bentara Budaya Jakarta (BBJ) Forum Kajian Antropologi Indonesia (FKAI) dan Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menyelenggarakan pameran batik priangan bertajuk "The Dancing Peacock".
20 Mei 22 Mei 24 Mei
Informasi: Ummy, 021-32726386, 081311303973 |
Thursday, May 6, 2010
[ac-i] The Dancing Peacock (Merak Ngibing), Pameran Batik Priangan
[ac-i] Ditemukan 2 kerangka manusia prasejarah di Karawang
Karawang (ANTARA) - Dua dari enam kerangka manusia prasejarah yang ditemukan di halaman Candi Blandongan bagian Tenggara, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terlihat bertumpuk dalam satu lubang yang sama. Koordinator Kabupaten Juru Pelihara Candi Blandongan, Sunarto mengatakan di Karawang, Selasa, enam kerangka manusia prasejarah tersebut ditemukan tim penggalian dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang, yang bekerja untuk pemugaran Candi Blandongan. Kerangka manusia itu ditemukan sekitar 25 meter dari bibir tangga candi bagian tenggara. Keenam kerangka manusia sepanjang 170 centimeter itu berposisi membujur arah timur laut-barat daya. Terkubur di kedalaman sekitar 1 meter dengan posisi berjejer, katanya. Dari ujung kaki sampai kepala, kerangka manusia itu cukup utuh. Bahkan, senjata jenis logam yang berada di sekitar kerangka itu juga masih utuh. Di dekat kerangka, ditemukan pula sejumlah gerabah yang diduga menjadi bekal kubur manusia prasejarah tersebut. Kondisi gerabah itu sudah pecah saat tim penggalian dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang menemukan kerangka manusia prasejarah tersebut. "Dari kerangka manusia yang berjejer itu, jarak antara kerangka yang satu dengan lainnya sekitar 90 centimeter," kata Sunarto. Dikatakannya, penemuan kerangka manusia prasejarah itu tidak disengaja saat tim penggali melakukan strukturisasi Candi Blandongan sejak pertengahan April 2010. Tetapi, karena ditemukan kerangka tersebut, maka tim penggali menyelesaikan penggalian kerangka itu terlebih dahulu. Pada awalnya, sekitar dua pekan lalu, para petugas melakukan penggalian halaman candi terkait dengan kegiatan pemugaran atau strukturisasi candi. Tetapi ketika melakukan penggalian tanah di halaman candi bagian tenggara, titik koordinasi G-9, ditemukan kerangka manusia. "Pada awalnya, ditemukan kerangka lutut, tetapi setelah penggalian dilanjutkan, kerangka manusia itu terlihat utuh dari kepala sampai kaki. Di antara kerangka itu terdapat senjata jenis logam yang berada di bagian dada kerangka," kata Sunarto. Pada akhirnya, di halaman candi bagian tenggara itu terdapat enam kerangka manusia yang diduga berasal dari masa prasejarah. Satu dari enam kerangka tersebut menumpuk dalam satu kubur, sehingga terlihat lebih panjang. Sedangkan kerangka lainnya rata-rata sepanjang 170 centi meter.
YM: radityo_dj
Twitter: @mediacare
-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
[ac-i] Update Acara Festival Hari Buku 2010
berikut ini info yang saya terima dari pihak penyelenggara acara:
"Dikarenakan satu dan lain hal, kami informasikan bahwa acara Festival Buku 2010 pada tanggal 10-13 Mei 2010 di Plaza Gedung A, Kemdiknas, belum dapat dilaksanakan.
Mohon maaf, terima kasih."
-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
[ac-i] Fwd: DIBUTUHKAN SEGERA REALIS ILLUSTRATOR ! [3 Attachments]
Trims, ya...
yang bisa mirip persis dengan contoh gambar yang terpampang ini.
Tarif 60 ribu/halaman (nego)
Project Description:
1. Merevisi dan mengilustrasi gambar untuk 5 episode.
2. 1 episode rata-rata 12-14 halaman.
3. Lokasi tidak masalah, bisa kirim via email. Lebih baik kalau Surabaya
Kirim portfolio Anda ke insutra@gmail.
Terima kasih,
Attachment(s) from ahmadzeni
3 of 3 Photo(s)
-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Wednesday, May 5, 2010
[ac-i] Invitation "Artificially Natural" - Agung Nugroho Widhi aka. Gembong, KKF, opening Saturday 8 May 2010, 19:30 pm
| Undangan | Invitation |
| |
| (scroll down for English) ARTIFICIALLY NATURAL Pameran Fotografi oleh Agung Nugroho Widhi Pembukaan Sabtu, 8 Mei 2010, 19:30 WIB Di Ruang Pamer Kedai Kebun Forum (KKF) Pameran 8 31 Mei 2010 Buka setiap hari, 11:00 21:00 WIB (kecuali Selasa, KKF libur) ARTIFICIALLY NATURAL Photography Exhibition by Agung Nugroho Widhi Opening Saturday, May 8, 2010, at 7:30 pm. Venue at KKF Gallery Exhibition 8 31 May 2010 Open every day, 11:00 am 09:00 pm (except on Tuesday, KKF is break-off) |
Artificially Natural Dalam foto seri ini saya mencoba untuk menelaah kembali konsep tentang natural vs. buatan, yang asli dan tiruan; sesuatu yang selama ini kita anggap sebagai "realitas". Gambaran-gambaran klise, stereotype, sekaligus (terkadang) kitsch tentang alam beserta segala keindahannya. Mural pemandangan saat matahari terbenam, gambar sepasang burung yang terbang di atas gunung, dan lain sebagainya. Anggaplah saya hanya mencuri, meng-crop bagian-bagian tertentu, serta mencoba untuk merepresentasikan ulang berbagai imaji atau citraan-citraan alam yang saya temui. Dengan menjuktaposisikan berbagai citraan tersebut dengan realitas yang ada di sekelilingnya, mungkin kita bisa kembali mempertanyakan ide, konsep atau batasan-batasan paling mendasar dari apa yang kita sebut sebagai "sesuatu yang riil". Dalam hal pilihan pada obyek/ angel, saya tidak merasa mempunyai kecenderungan yang (cukup) spesifik. Seringkali saya "hanya merespon" apa yang ada di sekitar. Baik itu respon yang benar-benar spontan (point and shoot), suatu hal yang berawal dari ketidak sengajaan semata, atau bisa juga sesuatu yang telah saya pikirkan/rencanakan sebelumnya. Saya memperlakukan/
Agung Nugroho Widi lahir di Yogyakarta pada tahun 1981. |
Artificially Natural In these photo series I try to review on the concept of natural vs. artificial, the original and imitation; something which is considered as "reality". They are cliché, stereotype, and at the same time (sometime) kitsch images about the nature and all its beauty. Mural of the scenery at sunset, the picture of a couple of birds fly on the mountain, etc. Considered I am a thief, by cropping certain parts, and then try to represent varieties of images or natural images that I found. By intersecting those images with the reality surround, maybe we able to question again about the idea, the concept, or the most fundamental boundaries on what we call "something real". My choice on object/angel, I do not feel have (quite) specific tendency. Mostly, I "only response" to those things surround me. Whether, it is spontaneous response (point and shoot), or something which is started accidentally, even something that I had planned before. I considered photography as the product of observation/ Conceptually (more or less the last three years), I no longer feel any significant point of view/perspective changes. My working methods or the ways I execute my thoughts are the same. I take picture and/or search "something which is already existed"; I am not creating, but composing, and then take pictures of it. Sometimes I see those things as the differences between a "photographer" and an "artist" (photo based artist). But then, I also often throw away that thought immediately, because it is something insignificant to be thinking off. What you make, the idea, the concept, and the subject matter are the most important things that we should consider about. On the other side, I always try to calculate some technical things. For example, lighting and compositions are important for me. Although the technique is only purely technical, but we must be able and/or adjust it with the concept. But still, it is something that (as much as possible) should not be overlooked. Agung Nugroho Widhi, was born in Yogyakarta, 1981. |
Jl. Tirtodipuran No. 3 Yogyakarta Java Indonesia 55143
Phone/Fax: +62 (0) 274 376 114
Email: kkforum@indosat.
Website: www.kedaikebun.
Restaurant: OPEN from 11:00 am 11:00 pm, CLOSE on Tuesday
Office: OPEN from 11:00 am 6:00 pm, CLOSE on Sunday & Tuesday
-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
[ac-i] THE LEADERSHIP SECRETS OF GENGHIS KHAN, 21 Pelajaran Kepemimpinan dari Sang Penakluk Paling Gemilang dalam Sejarah
DARI SANG PENAKLUK PALING GEMILANG DALAM SEJARAH
SINOPSIS Jenghis Khan diakui sebagai pemimpin terbesar yang pernah ada. Semasa remaja, ia menjadi orang buangan, melarikan diri dari musuh-musuhnya dan bersembunyi di sebuah gunung di Mongolia utara. Seorang asing, seorang yang tak berarti. Namun, Jenghis hanya butuh dua puluh tahun untuk membangun kekaisaran darat terbesar dalam sejarah: empat kali ukuran wilayah kekuasaan Alexander Agung, dua kali ukuran kekuasaan Romawi. Bagaimana dia melakukannya? Pelajaran apa yang terungkap dari kehidupannya mengenai kepemimpinan? Apa yang dimaksud dengan "kebesaran" dalam kepemimpinan? Sifat apa saja yang melekat dalam diri Jenghis Khan? Mungkinkah sifat-sifat itu diterapkan di masa dan tempat berbeda—di sini dan saat ini? John Man mempelajari kehidupan Jenghis Khan untuk menemukan kualitas, karakter, dan strategi yang membuat dia menjadi pemimpin besar. Jawabannya kadang mencengangkan. Jauh dari sekadar menjadi tiran sebagaimana tergambar dalam sejarah, Jenghis Khan merupakan sosok pemimpin yang memiliki visi kemodernan luar biasa. Banyak dari rahasia keberhasilannya berguna dalam dunia bisnis kompetitif saat ini, sebagaimana rahasia itu berhasil mengerahkan dan mempersatukan bangsa Mongol di masa lalu.
"[Jenghis] memiliki banyak kualitas seorang eksekutif modern. Ia menggabungkan secara agresif orang-orang, proses, dan teknologi, baik dalam strategi maupun eksekusi." —Star Tribune "Kebangkitan Jenghis Khan yang tak terelakkan dari pemuda buta huruf menjadi penguasa 'kekaisaran daratan terbesar dalam sejarah' mengajarkan kita banyak hal." —The Observer
KUTIPAN ISI Jenghis Khan, dulu dan sekarang, adalah pahlawan sekaligus orang suci bagi rakyatnya, tapi juga pembunuh massal yang tak menunjukkan tanda-tanda penyesalan terhadap korbannya. Visinya untuk menguasai dunia, yang begitu memikat bagi rakyatnya, pada akhirnya adalah sesuatu yang benar-benar gila. Hal ini disadari cucunya, Kubilai Khan, begitu dia gagal menaklukkan Jepang, Jawa, Burma dan Vietnam, belum lagi negara-negara yang jauh. Visi tersebut adalah khayalan, yang dalam upaya perwujudannya Kubilai membawa dinastinya menuju kehancuran. Namun demikian, Jenghis adalah pemimpin besar dengan berbagai kualitas positif yang menjadikan dia sosok gagah berani di Mongolia maupun di China. Misalnya, dia punya kesempatan memperoleh keuntungan dari penaklukan-penakluk [John Man, dalam Pengantar]
PENULIS Karyanya, Berkat karya-karya itu, John Man dengan cepat menjadi salah satu sejarawan dunia
DATA BUKU Judul : THE LEADERSHIP SECRETS OF JENGHIS KHAN Penulis : John Man Penerjemah : Th. Dewi Wulansari Editor : Indi Aunullah Genre : Manajemen/kepemimpi Penerbit : Azkia Publisher (Kelompok Pustaka Alvabet) Cetakan : I, Mei 2010 Ukuran : 13 x 20 cm (plus flap 8 cm) Tebal : 200 halaman ISBN : 978-979-18673- Harga : Rp. 45.000,- ============ Pustaka Alvabet Ciputat Mas Plaza Blok B/AD Jl. Ir. H. Juanda No. 5A, Ciputat Jakarta Selatan Indonesia 15411 Telp. +62 21 7494032, Fax. +62 21 74704875 www.alvabet. |
-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
[ac-i] Pre-Order Cakram Padat Frau “Starlit Carousel” Dari Cakrawala Records
Setelah mengunggah mini album perdananya untuk diunduh secara cuma-cuma, Frau bersama Cakrawala Records kembali mempersembahkan "Starlit Carousel" dalam format cakram padat yang dikemas dalam bungkus yang manis. Bekerjasama dengan Demajors, rilisan fisik yang akan segera beredari dalam waktu dekat ini sudah bisa dipesan mulai saat ini.
Pre-order Frau "Starlit Carousel" CD dengan bonus video klip "Intensity Intimately", sebuah lagu misterius dan Teka-Teki Silang.
Yang perlu kamu informasikan:
- Nama Lengkap
- Alamat lengkap dan jelas
- Nomor telefon
Kirim ke leilanifrau@
Transfer hanya melalui BCA.
Harga 35.000,- belum termasuk ongkos kirim.
Paket pre-order ini hanya tersedia sebanyak 50 biji.
Barang akan dikirim tiap hari Senin dan Kamis.
Klik disini untuk berita terkini dari Frau.
Format cakram padat Frau "Starlit Carousel" diproduksi oleh Cakrawala Records dan diedarkan oleh Demajors.
YES NO WAVE MUSIC
Jl. Nagan Lor 17, Patehan, Kraton
Yogyakarta 55133
+62 274 375131
yesnowave@gmail.
WWW.YESNOWAVE.
DEMOTAPE.YESNOWAVE.
XEROXED.YESNOWAVE.
-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.