Tuesday, October 5, 2010

[ac-i] Sajak Parodi Indonesia # 1: Aku*

 

Sajak Parodi Indonesia # 1

Aku*
Kalau belum habis waktuku
'Ku mau tak seorang 'kan mengganggu
Tidak juga kau

Tak perlu kritik-saran itu

Aku ini pemimpin jalang
Dari rakyatnya terbuang

Biar peluru menembus citraku
Aku tetap berdandan berdendang

Tangis dan harap kubenam di parit
Di parit
Biar dibilang buta tuli

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau bikin dinasti dan memimpin seribu tahun lagi


Yudhistira ANM Massardi
Oktober 2010
)* Dengan segala hormat dan maaf kepada Chairil Anwar dan keluarganya.
Yudhistira ANM Massardi
email: ymassardi@yahoo.com
Penerbit:
MEDIA TK SENTRA
Panduan Guru TK, RA, PAUD & Orangtua
Membangun Karakter dan Budi Pekerti
http://www.facebook.com/MEDIA.TK.SENTRA
www.mediatksentra.com

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

Monday, October 4, 2010

[ac-i] Pertunjukan Tari Barong Osing di Festival Salihara

 

Barong Osing berkembang di kalangan masyarakat Osing, salah satu kelompok etnis yang dianggap paling tua di Banyuwangi, Jawa Timur. Pada masa silam, pertunjukan barong ini terbatas hanya untuk acara ritual, tapi kini biasa dipertunjukkan pada acara yang lebih sekuler, seperti untuk tontonan perayaan pernikahan, khitanan, dan peringatan hari besar pemerintahan. Barong Osing menyandang identitas yang khas: antara rasa Jawa dan Bali, Islam dan Hindu, gunung dan laut, sakral dan profan.

Bentuknya mirip barong Bali: perwujudan binatang ajaib-angker, mata melotot, bertaring, dagu bergerak, dan dimainkan oleh dua orang. Tapi, barong Osing bersayap dan bermahkota besar. Perbedaan mencolok lainnya adalah bentuk pemanggungannya. Dalam pentas semalam suntuk, barong Osing menampilkan ramuan antara tarian, musik, cerita, puisi, lelucon, akrobat-mistis, dan banyak lagi. Semua pemainnya laki-laki, mengikuti aturan tradisi, termasuk untuk memerankan tokoh perempuan.

Di Festival Salihara 2010 barong Osing tampil dua malam berturut-turut, masing-masing berdurasi dua jam. Pada malam pertama akan tampil dua tema, Jakripah dan Paman Iris dan Panji Sumirah. Kedua tema ini berhubungan. Di malam kedua akan tampil satu cerita dalam dua episode. Pertama, Landaya Singa Barong, kedua  Pangeran Mantri, seorang pangeran yang istrinya dicintai dan diculik Landaya Singa Barong. Kelak, Landaya dikalahkan oleh Garuda Sawung Alit, yang tak lain adalah Sang Petapa, yang pada awalnya mengubahnya dari macan ke manusia, dan akhirnya mengembalikannya lagi ke wujud macan.

Barong Osing Tresno Budoyo diperkuat oleh Sapi'i selalu pemilik grup sekaligus "penjaga" atau "pawang" pertunjukan. Ada juga Edi Sucipto (sutradara dan pemain), Saki (musik), Rudi (pemeran perempuan), dan Sanusi (penyanyi dan penyair). Koordinator Pertunjukan adalah Aekanu Haryono, dengan Direktur Artistik Endo Suanda.

Berikut adalah jadwal pertunjukan Barong Osing:

Rabu, 06 Oktober 2010, 20:00 WIB
'Jakripah dan Paman Iris' & 'Panji Sumirah'

Kamis, 07 Oktober 2010, 20:00 WIB
'Landaya Singa Barong' & 'Pangeran Mantri'

Pertunjukan Barong Osing oleh Tresno Budoyo di Galeri Salihara sebagai bagian dari Festival Salihara 2010, Rabu-Kamis 06-07Oktober 2010, jam 20:00 WIB. Tiket seharga Rp 50.000,- (dan Rp 25.000,- khusus untuk pelajar/mahasiswa) dapat dipesan melalui 021-789-1202, 0817-077-1913, 0857-193-111-50, 0812-8184-5500, 021-9974-5934, dita@salihara.org, atau secara on-line melalui www.salihara.org.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi melan@salihara.org atau dita@salihara.org. Buku program Festival Salihara 2010 bisa diunduh di www.salihara.org.

Sampai bertemu di Komunitas Salihara!

Komunitas Salihara; Jl. Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520. Tel: 021-789-1202.

(Parkir terbatas, kami melayani pemesanan taksi di tempat.)

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
.

__,_._,___

[ac-i] Fw: #sastra-pembebasan# DOKUMENTASI BURU

 

 
----- Original Message -----
From: ASAHAN
Sent: Monday, October 04, 2010 2:39 PM
Subject: Fw: #sastra-pembebasan# DOKUMENTASI BURU

Dukumen terbaik dan paling berharga yang seharusnya ditinggalkan oleh seorang pejuang sejati pembela rakyat adalah kalau dia meninggalkan pesan sebelum dia mati ialah bahwa rakyat Indonesia harus berjuang mengangkat senjata untuk merebut kekuasaan ke tangan rakyat dengan jalan revolusi kekerasan yang harus disiapkan dari sekarang. Tidak ada hal lain yang lebih berharga dari itu yang bisa ditinggalkan oleh seorang pejuang dan pembela rakyat, apalagi pejuang dan pembela rakyat itu telah teruji dalam penjara dan buangan dengan bermacam siksaan musuh dan penghinaan musuh yang tak terbilangkan banyaknya. Tapi bila yang ditinggalkan sebagai dokumentasi dan pesan cumalah pengalaman disiksa, pengalaman dihina, pengalaman penderitaan-pendertiaan lainnya tanpa meninggalkan pesan kongkrit dan revolusioner seperti yang disebutkan dia atas, maka semua dokumen yang berlumuran air mata dan penuh drama dan tragedi itu cumalah barang mati, tak berguna untuk rakyat dan biarpun akan di simpan di KITLV-Leiden, maka semua dokumen tsb akan cuma bersanding dengan puluhan jilid surat-surat Ajip Rosidi yang juga sedang berangsur lapuk di kantor KITLV-Leiden.
 
Beberapa orang bekas pengarang dan seniman LEKRA sedang aktif membikin banyak film-film, buku-buku, tulisan-tulisan, ceramah-ceramah hingga ke luar negeri yang isinya penuh dengan pengalaman penderitaan, pengalaman disiksa oleh rezim orba-suharto, pengalaman "perjuangan untuk hidup"tapi semuanya hanya dengan satu pesan: DAMAI, DAMAI, DAMAI...........TANPA  DENDAM, TANPA BEBAN UNTUK DIRI SENDIRI dan menyerahkan sepenuhnya pada generasi baru untuk menjalankan pesan damai mereka terhadap musuh. Generasi tua mereka akan segra punah bersama penderitaan-penderitaan yang pernah mereka alami (sekarang pada umumnya sudah memiliki mobil dan rumah sendiri yang dianggap biasa, bukan kekayaan tapi masih tetap merasa menderita miskin meskipun sudah sebagai pengusaha yang berhasil). Tapi rakyat miskin dan tertindas serta terhisap yang dulu pernah mereka ingin bela dengan revolusi tidak pernah satu detikpun menerima kehidupan yang agak cukup dan bahkan tetap saja miskin papa yang telah berabad-abad dan penderitaan mereka tidak bisa dibandingkan dengan pendertian 13 tahun di pulau Buru maupun dalam penjara-penjara. Penderitaan rakyat sudah berabad abad, tanpa istirahat, tanpa putus-putusnya hingga detik ini. 
 
Orang-orang Lekra tidak mampu membela ideologi organisasinya sendiri dan hanya berhasil membela nasib perseorangan mereka sendiri-sendiri dan yang berhasil maupun yang gagal, berlomba-lomba mencemoohkan Partai, mengejek komunisme, mengejek sosialisme dengan berbagai cara dan berusaha memperbaiki dan memanipulasi riwayat bekas kekomunisan mereka sebagai riwayat yang mereka gambarkan sebagai terpaksa, di bawa-bawa si Anu, merasa tertipu, belum mengerti politik, masih naif dan segala macam yang menyalahkan faktor luar demi mereduksi "dosa"kekomunisan mereka untuk dimaafkan oleh orba. Oey Hay Djoen,salah seorang bekas tokoh besar Lekra dalam pengakuannya dalam film "CIDURIAN 19" yang juga adalah alamat rumahnya, yang  di masa belia saya  cukup sering ke sana bersama abang saya Sobron Aidit (saya sendiri tidak pernah jadi anggota Lekra) mengatakan bahwa di rumahnya yang di Cidurian 19 itu adalah juga tempat ngobrol-ngobrol Ketua PKI dan Oloan Hutapea sambil minum-minum bir(semacam discotheek masa itu). Sungguh pahit bagi para anak-anak Ketua PKI sekarang ini yang masa kecil mereka tidak pernah mendapatkan perhatian orang tua mereka barang semenitpun karena kesibukan ayah mereka mengurusi Partai dan urusan negara tapi menurut Oey Hay Djoen, Ketua PKI bersantai santai minum bir dan ngobrol-ngobrol santai di rumahnya yang di Cidurian 19 itu. Sampah-sampah sarap dan dahak kental jompo sekarat  seperti inilah yang ditinggalkan para bekas sebagian besar para seniman besar Lekra: DAMAI, DAMAI, DAMAI, buang komunisme dan  lupakan Partai dan jauhkan diri dari pikiran untuk berevolusi dan melawan musuh!
 
Rhoma Aria Dwi Yuliantri, seorang wanita mungil berjilbab dari latar belakang Muslim bersama temannya Muhidin Dahlan telah mebela Lekra mati-matian, dengan kesungguhan luar biasa, dengan ketekunan ilmiah yang mengagumkan kawan dan lawan dan melahirkan buku tebal "LEKRA TIDAK MEMBAKAR BUKU" dan buku-buku lainnya lagi. Dalam sebuah pertemuan sastra yang di selenggarkan oleh PASAR MALAM di Paris baru-baru ini saya bertanya padanya di depan publik apakah pelarangan bukunya oleh Pemerintah penerus orba sekarang ini tidak dihadapinya dengan penggerakan massa untuk memprotes pelarangan bukunya itu. Rhoma menjawab cepat dan spontan bahwa katanya, saya tidak punya massa Oom, saya hanya punya dua orang tua saya saja. Dalam hati saya bertanya: Mana orang Lekra? Mana massa revolusioner? dan saya tidak bertanya massanya Partai sosdem karena itu sama sekali tidak bisa diharapkan. Tapi yang pertama-tama patut diharapkan adalah bekas-bekas orang Lekra yang dibela secara politik dan ideologis oleh Rhoma yang kurus dan kecil mungil. Sedangkan buku John Roosa(CIA "merah") : "dalih pembunuhan massal"   yang juga dilarang, banyak dibela kaum sosdem karena memang berisikan anti komunis dengan cara mengadu domba intern PKI.
Saya ketika itu berpikir tentang judul buku Rhoma yang "LEKRA TIDAK MEMBAKAR BUKU"  menjadi: "
"LEKRA MEMANG TIDAK MEMBAKAR BUKU TAPI HANYA MENGHANCURKAN SEMANGAT REVOLUSIONER" dengan idelogi Pasifis mereka dan anjuran anjurannya yang anti dendam terhadap musuh.
Sekali lagi saya ulangi, rakyat Indonesia tidak memerlukan peninggalan atau dokumen atau bukti-bukti kekejaman musuh, hal itu sudah tak perlu diulang-ulang karena rakyat jauh lebih mengetahui dan merasakannya langsung setiap hari dan rakyat  hanya ingin tahu: APA YANG KALIAN KATAKAN YANG HARUS KAMI PERBUAT SEBELUM KALIAN PADA MATI SEMUANYA?
Kalau hanya anjuran perdamian dengan musuh dan perdamaian dengan diri sendiri, berdamailah kalian dalam kuburan kalian yang akan datang.
ASAHAN.
 
 
 
 
----- Original Message -----
Sent: Monday, October 04, 2010 6:19 AM
Subject: #sastra-pembebasan# DOKUMENTASI BURU

 

Memang kadang saya berfikir : siapa yang akan menyimpan seba
gai dokumentasi kalau saya sudah meninggal? Kalau oleh kelu
arga kan hanya disimpan sampai bulukan
Saya juga menyimpan sebuah buku tulis dimana almarhum ayah me
nuliskan kisahnya saat dibawa dengan Gerbong Maut tahun 1947
dari dari buku tulis ini saya bisa sebar luaskan isinya lewat
milis ini.Menyangkut foto-foto dan karftupos saya?
Kalau disimpan di Indonesia oleh Yayasan,bisa-bisa dibakar
FPI atau FAK (Front Anti KOmunis)maka hilanglah barang bukti
sedang di Eropa orang bisa menyaksikan sisa-sisa holocaust
dizaman Nazi Hitler.
Bangsa Indonesia memang sangat lemah dalam merawat dan menyim
pan dokumen,kalah sama orang-orang Tionghoa yang membuat kro
nik segala peristiwa dan disimpan di Kelenteng (Semarang,doku
men-dokumen disita pemerintah Hindia Belanda entah berapa ge
robak dan diangkut ke negeri Belanda)
KITLV di Leiden memang bersedia merawat dan salah satu wakil
nya sudah datang menemui saya dua bulan lalu. Kalau disimpan
di Leiden,siapa mau melihat harus ke Belanda

 

________________________________
From: ati gustiati <hatiku_rumahku@yahoo.com>
To: RumahKitaBersama@yahoogroups.com
Cc: sastra-pembebasan@yahoogroups.com
Sent: Monday, October 4, 2010 6:07:59
Subject: Re: [RumahKita] GERAKAN MELAWAN LUPA

Ini moment paling penting pak Djok, berpeluang membuktikan dokumentasi masa
pembuangan kepada publik, kalau saya melihatnya saya paling bisa mewek
aja....saya tidak punya kenangan apapun dari ayah saya, dulu ada kerangka rotan
berbentuk seekor udang yg dibuat ayah dalam masa beliau dipenjara utk saya,
entah kemana kenang2an itu pun hilang dalam masa perpindahan hidup saya yg tiada

hentinya.

Sejarah Indonesia masih seperti ribuan puzzles yg harus di sambung2 utk
dijadikan sebuah gambar yg nyata, seperti ribuan titik yg harus di hubung2 kan
agar menjadi untaian yg bisa di mengerti, tidak mudah utk mengerti kejujuran
sejarah yg sebenarnya bila tak hidup didalam nya, kebohongan dan rekayasa
pemerintah demikian rapihnya di pentaskan utk ditanamkan dibenak rakyat
Indonesia, biarlah mereka generasi muda akan melihat dan menyaksikan sendiri
sepak terjang dan kecurangan pemerintah kita, biarlah waktu yg akan memberikan
jawaban yg selama ini masih samar2 dibenak rakyat ttg tragedy kehidupan yg nyata

terjadi di thn '65.

salam
omie

________________________________
From: djoko sri moeljono <moel_38@yahoo.com>
To: Rumah Kita Bersama <RumahKitaBersama@yahoogroups.com>
Cc: sastra-pembebasan@yahoogroups.com; widodo soewardo <widodo@magcime.cu>;
IWAMARDI

Beberapa hari sebelum tanggal 30 September 2010 saya dapat kiriman sms dari
seorang bernama Suroso yang berniat pinjam beberapa artefak (peninggalan) dari
Buru.
Kepada Suroso inilah saya pinjamakan bebe rapa lembar kartupos dan foto dan
benda-ben
da tsb fipamerkan di Univ.Katholik Atmajaya,Univ.Indonesia Depok,Komnas HAM dan
rencananya terakhir di Pusat Perfilman
Usmar Ismail jl.Rasuna Said Kuningan tanggal 04 Oktober depan.
Saya menyempatkan diri melyaksikan pameran
di Komnas HAM Kamis 30 September 2010.
Beberapa kartupos yang saya terima selama di
Buru dan dikirim oleh keluarga di Malang di
pamerkan dalam bentuk foto copy diperbesar
agar jelas. Juga foto-foto diperbesar.
Dan pada saat saya hadir ke Komnas HAM tema
peringatan Tragedi 30 September yang dipi lih Gerakan Melawan Lupa adalah :
Generasi Muda membahas masa lalu.
Hadir beberapa mantan tapol yang umumnya su
dah sepuh,termasuk ibu-ibu.
Dalam pertemuan dengan generasi muda yang terdiri dari anak-anak sekolah SMA
kelas 2 dan 3,jelas sekali terasa bahwa mereka tidak tahu apa itu peristiwa
G-30-S dan ma
sih ada siswa yang bertanya : benar tidak pak kalau dulu Gerwani menyiksa
jendral?
Saya hanya bisa bilang : jendral yang ditembak dirumah,kalau dibawa ke Lubang
Buaya berarti sudah meninggal (memang tidak
semua ditembak di rumah).
Masuk akal tidak : Gerwani menyiksa jena zah? Kalau jendral masih hidup disiksa
je las logis,tetapi jenazah?
Semua itu bohong besar,dusta besar yang sengaja disebarluaskan agar rakyat marah
Karena itu pembunuhan besar-besaran di Jawa Tengah,Jawa Timur dan Bali didasar
balas dendam : satu jendral harus ditebus sekian ribu anggota PKI atau orang
komunis.
Generasi muda harus melek,harus tahu bahwa
mereka dibohongi selama 32 tahun.
Mereka menanyakan apa kerja kami di Buru?
Apakah disediakan rumah oleh pemerintah? Setelah bebas dari Buru apakah ada
tekanan dari pemerintah (mereka melihat KTP yang diberi tanda ET- ex tapol).
Gerakan melawan
lupa memang hanya bisa menjangkau sasaran terbatas,tetapi paling tidak
mengingatkan

masyarakat bahwa bangsa Indonesia dibodohi
pemerintahnya sendiri selama 32 tahun.
Anak-anak muda SMA mengajukan banyak sekali
pertanyaan dan karena saya tidak bisa menja
wab pada haritu karena ditunggu pekerjaan di kantor,saya tinggalkan alamat email

atau mereka boleh bertanya lewat facebook
Pesan saya pada mereka : belajar,belajar dan belajar. Baca,baca dan baca!
Jadilah
warga Indonesia generasi baru yang tahu
sejarah bangsanya dengan benar karena ada
kurun waktu yang gelap,hitam

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Diharapkan Member Milis saling berinteraksi dengan baik dan harmonis.
Dalam suasana kekeluargaan, santai, tidak harus formal, tidak saling menghujat
dan tidak diskriminatif.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Yahoo! Groups Links

     

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Diharapkan Member Milis saling berinteraksi dengan baik dan harmonis.
Dalam suasana kekeluargaan, santai, tidak harus formal, tidak saling menghujat
dan tidak diskriminatif.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Yahoo! Groups Links

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

[ac-i] Presiden Idola sudah terbit

 


DETAIL BUKU



Presiden Idola
Komik

Harga : Rp 28.000,- *
Ukuran : 14 x 21 cm
Tebal : 104 halaman
Terbit : September 2010
Soft Cover
Pesan Sekarang
  
    

*)Semua pemesanan online akan dilayani oleh situs GramediaShop.com sebagai situs resmi milik divisi Direct Marketing Kelompok Penerbitan Kompas Gramedia.
 
*)harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.


Presiden seperti apa yang jadi idola Anda?

Yang pandai menyanyi, pintar berorasi, atau yang punya banyak perusahaan? Maunya Kibezo, si tua keladi yang punya kekuatan super, presiden terpilih adalah presiden yang bisa menjamin dia tidak kena palak ketika bikin KTP.

Gara-gara dipersulit memperbarui KTP di Bumi, ia pergi ke tempat kelahirannya di negeri Salonawan. Sebuah negeri antah berantah yang penduduknya memiliki kekuatan superhero juga janggut yang lucu-lucu. Namun setibanya di sana, ternyata keadaan tidak berbeda jauh dengan di Bumi. Apalagi di sana sedang ada PILPRESDOL (Pemilihan Presiden Idola) yang mengharuskan semua warga mencoblos (eh, mencontreng). Bersama tiga orang temannya yang tergabung dalam kelompok GPK (Gerombolan Pengumpul Kaos), Kibezo terlibat dalam kemeriahan sikut-sikutan pemilihan presiden di negeri Salonawan. Bagaimana akhirnya? Siapa presiden yang terpilih dan bagaimana nasib KTP Kibezo? Simak sendiri dalam komik Presiden Idola yang kocak dan segar karya Ahmadzeni ini!


ISBN : 978-979-22-6228-5; PSY 41101100014

Kategori:
  • Fiksi dan Sastra / Novel / Novel Grafis
ahmadzeni

http://pragatcomic.com/new/images/banners/masterheadmix.jpg
Bersenang-senang dengan komik...
Di www.PragatComic.com
Info Prakarya & Cergam


__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.

.

__,_._,___

[ac-i] Info buku- Tanda-Tanda Kiamat Mendekat

 

Judul: Tanda-Tanda Kiamat Mendekat
Penulis: Ahmad Sahidin dan Abba Amree
Tahun: 2010
Penerbit: Salamadani

Semua agama meyakini adanya Hari Kiamat. Namun, tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan kejadian dahsyat itu terjadi. Dalam nash-nash agama, salah satu tanda terjadinya Hari Kiamat diawali dengan munculnya makhluk (Ya`juj wa Ma`juj dan Dajjal) yang suka merusakkan dan membinasakan umat manusia, muncul berbagai bentuk kejahatan, serta penyimpangan moral dan agama. Di tengah kondisi itu hadir utusan Allah (Isa as dan Imam Mahdi) yang membebaskan umat manusia dari berbagai penindasan dan kerusakan serta mengajak untuk kembali ke jalan benar.

Dalam buku ini, pembaca akan mengetahui tentang:
- siapa dan apa itu Yajuj wa Ma`juj dalam berbagai sumber,
- sosok Zulqarnain yang sebenarnya,
- jejak arkeologis tembok Zulqarnain,
- sosok Dajjal dan pandangan cendekiawan Muslim,
- turunnya Nabi Isa as,
- Imam Mahdi versi Sunni dan Syiah, serta
- ramalan Hari Kiamat berdasarkan Al-Quran dan hadits Rasulullah saw.

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

Sunday, October 3, 2010

[ac-i] Silaturahmi MABMI

 

MABMI: Melayu Adalah Bangsa Besar
Senin, 4 Oktober 2010 | 00:59 WIB
jennysiregar.blogspot.com

MEDAN, KOMPAS.com--Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia Syamsul Arifin mengatakan, "Melayu" bukan sekadar etnis semata melainkan sebuah bangsa besar yang tersebar dari Asia hingga Afrika.

"Dari Aceh hingga Madagaskar itu adalah bangsa Melayu," kata Syamsul Arifin dalam silaturahim dan halalbihalal Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) di Medan, Sabtu.

Menurut dia, terjadi pengecilan bangsa Melayu dalam beberapa dekade terakhir sehingga menjadi etnis, termasuk di Indonesia sehingga dikenal dengan istilah suku Jawa, Batak, Minang dan sebagainya.

Padahal, Melayu itu sebuah rumpun bangsa yang sangat besar yang tersebar di sejumlah negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Myanmar hingga Madagaskar yang berada di benua Afrika.

Hal itu dapat dilihat dari kesamaan bentuk wajah, kulit dan bahasa yang hampir sama meski akses dan pengucapannya berbeda.

"Semua negara Asean itu Melayu. Bahkan di Indonesia, etnis Jawa, Minang, Batak dan lain-lain juga Melayu," kata Syamsul Arifin yang juga Gubernur Sumatera Utara tersebut.

Namun, kata dia, keberadaan dan kebesaran bangsa melayu itu sepertinya mengalami kondisi yang kurang menggembirakan dalam beberapa dekade belakangan ini.

Ketua Umum Pengurus Besar MABMI yang bergelar Datuk Sri Lilawangsa Hidayatullah itu mengumpamakan kondisi tersebut  seperti "batang terendam".

Salah satu penyebab mundurnya bangsa Melayu itu karena sering mengalami benturan yang dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan tidak menginginkan Melayu berjaya.

Ia mencontohkan kondisi politik yang sempat memanas antara Indonesia dan Malaysia belakangan ini. "Padahal kita tidak memiliki masalah apa pun,tapi dibesar-besarkan seolah-olah ada masalah !" katanya.

Upaya untuk membangkitkan kejayaan Melayu itu harus dilakukan sendiri oleh seluruh bangsa yang memiliki motto "Tak Melayu Hilang Di Bumi" tersebut.

Salah satunya membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan menghilangkan berbagai "penyakit hati" terhadap semua pihak, khususnya kepada kelompok-kelompok yang tidak sepaham.

"Jangan pernah marah, apalagi merasa dendam dengan orang lain. Itu bukan sifat bangsa melayu," katanya.

Kemudian, kata dia, bangsa Melayu juga harus memperbaiki etos kerja dan rela berkorban agar mampu meraih masa depan yang lebih gemilang.

"Selama ini, track record bangsa Melayu kurang bagus. Mau enak saja. Rumah sudah condong tetapi mau makan gulai lemak terus," katanya.

Dalam  silaturahim dan halalbihalal MABMI itu, hadir Konsul Jenderal Malaysia di Medan Hj Norlin Othman dan pengurus UMNO Penang Dato Aidi Ruslan yang membawa rombongan sebanyak 18 orang.


Penulis: Jodhi Yudono   |   Editor: Jodhi Yudono   |   Sumber : ANT Dibaca : 625
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A








&lt;p&gt;Your browser does not support iframes.&lt;/p&gt;
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Kirim Komentar Anda
 

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
.

__,_._,___

[ac-i] Fw: MENYAKSIKAN FILM "TJIDURIAN 19"

 

 
----- Original Message -----
From: ASAHAN
Sent: Sunday, October 03, 2010 10:21 PM
Subject: MENYAKSIKAN FILM "TJIDURIAN 19"

ASAHAN:
 
                 MENYAKSIKAN FILM "TJIDURIAN 19"
 
 Ada tiga buah film ( dvd/vcd atau entah apalagilah namanya) yang diputar di Diemen-Amsterdam hari ini oleh penyelenggara atau panitia dari PERSAUDARAAN dengan bekerja sama dengan berbagai organisasi lainnya. Saya mulai  dengan film "TJIDURIAN 19" yang berdurasi 41 menit. Ada dua muka yang penting sebagai bagian dari sebuah medali yang berbeda nilai setiap bilahnya.
Bilah pertama: NILAI DOKUMENTASI( SEJARAH).
 
Nilai dokumentasi film ini saya nilai tinggi, berguna dan bermanfaat bagi setiap peneliti sejarah maupun orang awam yang punya minat terhadap sejarah bangsanya di masa lalu. Saya tidak mau berpanjang-panjang memberikan nilai positip segi dokumentasi film ini, tapi dengan tulus saya bisa menghargai para pembuat film ini yang telah menyumbang barang berharga ini di segi dokumentasi  dan pengetahuan sejarah.
 
Bilah ke dua: NILAI IDEOLOGI (semangat revolusioner).
Di bilah ini saya sangat kecewa. Para tokoh tingkat sesepuh "LEKRA"dengan nada dan nafas yang sama tapi dengan kata-kata yang berbeda melampiaskan penyesalan mereka terhadap PKI (saya kecualikan Sabar Anantaguna). Bahkan Oey hay Djoen dengan nada bersemangat menuduh PKI memaksakan Lekra untuk diKOMUNISkan, membikin organisasi WANITA KOMUNIS karena katanya beberapa pimpinan inti PKI tidak berhasil memaksa GERWANI menjadi organisasi wanita Komunis. Tuduhan Oey hay Djoen (OHD) tentu saja tidak bisa dibuktikan, tidak ada dokumennya dan hanyalah tuduhan lisan berlapis emosi kemarahan dan kekecewaan terhadap PKI. Demikian pula para tokoh Lekra lainnya yang tidak usahlah saya sebut namanya satu persatu di sini karena kalau memang tertarik, haruslah melihat sendiri film ini. Sebuah ironi lain adalah bahwa sebagian terbesar para tokoh pengarang terkermuka Lekra yang di wawancarai dalam film ini pada umumnya punya "ÍJAZAH" atau sertifikat PULAU BURU sebagai sebuah jaminan pengalaman buangan dan penjara serta siksaan  rezim suharto yang tidak bisa diragukan kekejamannya. Ketika berpuluh tahun  lalu semasa saya masih berada di Vietnam untuk belajar pengalaman revolusi rakyat Vietnam mengusir kaum penjajah atau kaum Imperialis Perancis, Jepang dan Amerika Serikat, para kader Partai Pekerja Vietnam dari mulai yang paling rendah hingga kader tertinggi mereka yang pernah mengalami siksaan-siksaan di penjara musuh, telah menceritakan pengalamannya secara jujur dan tulus kepada kami dan kesan yang kami dapat cuma satu: penderitaan yang tak terperikan, tanpa menyerah, tanpa kompromi, hidup atau mati melawan musuh dan tanpa satu kata penyesalan terhadap Partai, terhadap perjuangan meskipun dalam keadaan kalah dan perjuangan sedang menurun dan terpukul sangat hebat oleh musuh. Jadi pantasan saja mereka ahirnya bisa merebut kemenangan. Tapi sebagian terbesar para pengarang Lekra dalam film ini seolah berlomba-lomba dengan caranya sendiri melampiaskan penyesalan mereka terhadap Partai yang dulu mereka junjung tinggi, terhadap perjuangan revolusioner yang pernah mereka sokong tanpa pamrih. Tapi begitu Partai mengalami kekalahan berat dan perjuangan revolusioner mengalami kekandasan dan bahkan kehancuran total, semangat revolusioner sebagian terbesar orang-orang Lekra setelah menerima pendidikan musuh dalam buangan dan penjara-penjara menjadi merosot hingga titik nol. Ternyata sebagian terbesar dari para pengarang dan seniman Lekra bukanlah orang revolusioner sejati, bukan para pejuang rakyat yang bisa dipercaya, bukan pengemban misi sejarah di bidang sastra dan seni yang akan membawa rakyat Indonesia ke gerbang  kebebasan yang akan menuju sosialisme, bukan patriot terdepan dalam front sastra dan kebudayaan kiri Indonesia atau dalam satu kata yang dipersingkat: MENTALITAS. Mereka tidak mempunyai mentalitas pejuang revolusioner yang teruji dan bila mau berkata lebih jujur lagi, jauh di dalam lubuk hati mereka, mereka telah menjadi orang-orang anti komunis, melepaskan perjuangan dan mencari kehidupan baru: ketenangan dan kesentosaan hidup pribadi dengan cara melepaskan dendam klas(apa pernah mereka punyai?), "berdamai dengan diri sendiri" (kata-kata Putu Oka Sukanta) atau dengan kata lain; PASIFISME dengan musuh-musuh mereka untuk selama-lamanya (abadi). Rakyat tidak lagi memerlukan mereka dan merekapun telah meninggalkan rakyat. Dan alangkah indahnya. Semua itu telah terdokumentasi yang mereka buat sendiri dalam film-film maupun dalam pernyataan-pernyataan lisan serta tulisan-tulisan mereka sendiri.
ASAHAN.
 
 
 
 
 

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___