Friday, October 8, 2010

[ac-i] WSATCC "Album Vakansi" : In Store Performance @ Aksara Kemang on 10 Oct 2010 [1 Attachment]

 
[Attachment(s) from indra ameng included below]


White Shoes & The Couples Company

"Album Vakansi"

 

In Store Performance

at Aksara Bookstore

Jl. Kemang Raya No. 8b, Jakarta Selatan

 

Sunday, 10 October 2010, 16.00 – 18.00

 

40 minutes performance. CD signing. Video Screening.

with Special Guest Star : oomleo

 

FREE FOR ALL AGES.

F & B and exclusive souvenirs are available for you!

 

 

Cheers,

White Shoes & The Couples Company – purapura records – demajors – Aksara Bookstore

 

 

Informasi & kontak:

White Shoes & The Couples Company

Indra Ameng

+62818817548

indra.ameng@gmail.com

www.whiteshoesandthecouplescompany.org

www.wsatcc.com

 

Media Relation Purapura Records:

Sarah Ayu Utami

+628568885220

purapurarecords@gmail.com

@purapurarecords & @sarahglandosch

www.purapurarecords.com

 

demajors Independent Music Industry (DIMI)

Fatmawati Golf Mansion Kav. 30

Jl. RS Fatmawati Raya Cilandak

Jakarta Selatan Indonesia

Phone: +6221 7208860

Fax: +6221 75900150

Booking Enquiries:

Kiki Aulia +628561420332

www.demajors.com

info@demajors.com

 

Aksara Bookstore

Fajria Putri Adriani (Raya)

Marketing Officer

PT Panaksara

Jl. Kemang Raya 8b

Jakarta 12730

M : +62811 917 972

P : +6221 719 9283 ext. 150

www.aksara.com



__._,_.___

Attachment(s) from indra ameng

1 of 1 File(s)

Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

[ac-i] "Tubuh Ketiga" oleh Teater Garasi di Festival Salihara

 

Pentas ini semacam esai teatrikal atau teater esai tentang kesenian Tarling-Dangdut dan Indramayu. Bahwa sebagai sebentuk kesenian yang berkembang di pesisir utara Jawa, Tarling-Dangdut menyimpan banyak aspek yang menarik, terutama jika dikaitkan dengan sejarah kebudayaan Indonesia sebagai sejarah kebudayaan "di antara". Ia begerak di antara kebudayaan agraris dan industrial, antara desa dan kota, antara tradisional dan modern. Ia tersusun dari pertemuan dan percampuran budaya-budaya yang berbeda. Tubuhnya terbangun dari lapisan-lapisan.

Tarling-Dangdut juga problematis. Ia dianggap bukan seni tradisi tetapi juga belum seni modern. Ada masyarakat yang menggemarinya sebagai bagian dari ritus sosial maupun bentuk kesenian, tetapi ada pula yang menolak dan merendahkannya dengan alasan tertentu. Tapi di tengah posisi problematis itu ia terus tumbuh menjadi penanda kota dan wilayah Indramayu.

Sementara sebagai sebuah kota Indramayu tumbuh di antara pusat-pusat kebudayaan yang saling menanamkan pengaruhnya: Jawa Tengah (Solo dan Yogyakarta), Jawa Barat (Bandung) dan Jakarta yang merupakan pusat Indonesia modern. Ia bisa dibaca sebagai desa sekaligus kota yang tumbuh di "ruang ketiga". Itulah entitas kebudayaan yang tidak tumbuh dari satu definisi atau identitas saja, tetapi percampuran dari berbagai-bagai. Karena itu ia hanya bisa dipahami dengan berbagai pendekatan dan sudut pandang.

Untuk pentas kali ini Teater Garasi melakukan riset dan berproses langsung di Indramayu. Sebelumnya, Teater Garasi mementaskan j(ej)alan (2008) dan sejumlah proyek monolog bagi aktor-aktrisnya.

Pertunjukan teater Tubuh Ketiga. Pada Perayaan yang Berada di Antara oleh Teater Garasi di Teater Salihara sebagai bagian dari Festival Salihara 2010, Selas-Rabu, 12-13 Oktober 2010, jam 20:00 WIB. Tiket seharga Rp 50.000,- (dan Rp 25.000,- khusus untuk pelajar/mahasiswa) dapat dipesan melalui 021-789-1202, 0817-077-1913, 0857-193-111-50, 0812-8184-5500, 021-9974-5934, dita@salihara.org, atau secara on-line melalui www.salihara.org.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi melan@salihara.org atau dita@salihara.org. Buku program Festival Salihara 2010 bisa diunduh di www.salihara.org.

Sampai bertemu di Komunitas Salihara!

Komunitas Salihara; Jl. Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520. Tel: 021-789-1202.

(Parkir terbatas, kami melayani pemesanan taksi di tempat.)


__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.

.

__,_._,___

Thursday, October 7, 2010

[ac-i] INVITATION (Solo Exhibition by Iswanto Hartono at JAD, Grand Indonesia Shopping Town) [6 Attachments]

 
[Attachment(s) from Asosiasi Galeri Senirupa Indonesia included below]





 
Galeri Canna request the pleasure of your company at the opening of
 
 
MUSEUM OF INNOCENCE
 
Solo Exhibition by
 
Iswanto Hartono
 
 
On monday, October 11, 2010 at 7.30 PM
 
Will be officiated by
Lukman Sardi
 
Host
Wendy & Paulus Sutrisno
 
Curated by
Alia Swastika
 
at
Jakarta Art District
Grand Indonesia Shopping Town
East Mall, Lower Ground (enter from Shinta Lobby)
Jl. M.H. Thamrin No. 1, Jakarta
 
 
 

Momen-Momen ( Peng)-ingat-(an)


Gagasan tentang museum memang hampir selalu berkaitan dengan tindak mengingat. Lebih jauh lagi, pada cara pandang yang lebih sederhana, museum sering dikaitkan dengan masa lalu, meskipun apa yang disebut sebagai masa lalu ini selalu menjadi fondasi bagi masa kini, bahkan acap menjadi refleksi masa depan. Iswanto Hartono tertarik pada upaya untuk menghadirkan semacam museum kecil di tengah hiruk pikuk pasar seni belakangan ini.

"Museum of Innocence" merupakan presentasi dari kerja kreatif dan penelitian Iswanto hampir setahun ini, berkaitan dengan tema yang sudah sekian lama 'mengganggunya', yakni tentang isu (pasca)kolonialisme. Semenjak beberapa tahun keterlibatannya di dunia penciptaan seni, ia senang mengulik tema-tema yang, secara sederhana dikategorikan sebagai 'sejarah'. Cakupan sejarah dalam karya-karya Iswanto ini sendiri tentu saja menjadi sangat luas, terutama karena subjek yang ia amati, yakni narasi besar tentang modernitas.

Untuk pameran tunggal ini, Iswanto menjelajahi tema relasi-relasi antara "Barat" dan kita, antara sang liyan dan diri kita. Untuk memulai projeknya, Iswanto mengumpulkan kurang lebih dua puluh tokoh Eropa yang memberikan pengaruh besar dalam pembangunan peradaban modern di Indonesia. Tokoh-tokoh Eropa ini datang dari berbagai latar belakang, meskipun dapat digarisbawahi bahwa sebagian besar dari mereka adalah kelompok intelektual, sementara sebagian yang lain lebih datang dari kalangan militer dan birokrat (politikus). Sebagai kelompok intelektual, mereka datang untuk memperkenalkan apa yang disebut sebagai sistem pengetahuan modern, memberi nama-nama baru pada apa yang dulunya disebut dengan cara-cara lokal.

Dengan melihat 'mereka', kita bercermin dan menemui diri kita sendiri. Iswanto menyajikan pengalaman dan fakta-fakta yang selama ini cenderung ditempatkan sebagai sesuatu yang terberi, dan menunjukkan strategi visual yang mengarahkan kita pada langkah yang lebih kritis dan reflektif terhadap segala jenis pengetahuan yang kita miliki.

Iswanto Hartono merupakan seniman Indonesia yang telah memiliki pengalaman internasional yang cukup panjang. Ia telah menggelar pameran-pameran tunggal di beberapa galeri terkemuka seperti Red Mill Galery di Vermont, USA, Museum Maruki di Saitama, Jepang, serta beberapa galeri di Eropa. Ia juga secara aktif terlibat dalam program-program residensi internasional, yang saya kira memberikan banyak pengaruh pada sensibilitas visualnya, yang saya kira menunjukkan selera-selera yang paling kini dan mutakhir. 

 

Alia Swastika

Kurator




--
AGSI (Asosiasi Galeri Seni Rupa Indonesia) Secretariat.
(Art Galleries Association- AGA) Indonesia
GRAND INDONESIA SHOPPING TOWN, East Mal, LG, JAKARTA ART DISTRICT AREA
Jakarta 10310
Ph: +62 21 2358 1035
www.agsindonesia.com

__._,_.___

Attachment(s) from Asosiasi Galeri Senirupa Indonesia

5 of 5 Photo(s)

1 of 1 File(s)

Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.

.

__,_._,___

[ac-i] Peru's Vargas Llosa Wins Nobel Literature Prize

 

Peru's Vargas Llosa Wins Nobel Literature Prize

Mario Vargas Llosa (File Photo)
Photo: AP

Mario Vargas Llosa (File Photo)

Share This

Related Articles

The 2010 Nobel Prize in Literature has been awarded to the Peruvian novelist, journalist and politician Mario Vargas Llosa, a dark horse candidate who is equally well-known for his forays into politics.

Mario Vargas Llosa received little attention in the speculation that preceded Thursday's announcement, when predictions focused on writers from South Korea, Kenya and the United States. And the award will do little to diminish the prize-awarding Swedish Academy's reputation for selecting overtly political writers.

The Academy's citation honors the 74-year-old author for what it called "his cartography of structures of power and his trenchant images of the individual's resistance, revolt and defeat."

Vargas Llosa first became a literary sensation in the 1960s. The Time of the Hero, his semi-autobiographical first novel published in 1963, is set among cadets in a Lima military academy. He was just past his thirtieth birthday when he wrote his tour de force Conversation in the Cathedral, in which the protagonist investigates his father's involvement in the killing of an infamous Peruvian gangster, learning in the process how the country's dictatorship maintains its hold on power.

A prolific writer who defies easy categorization, Vargas Llosa's novels include historical works, political thrillers and even comedies and murder mysteries.

Immediately after announcing the award, Peter Englund, secretary of the Swedish academy praised Vargas Llosa's power and range as a novelist.

"He's a storyteller, basically a narrator. But what a storyteller. His books have a very complex structure, with shifting points of perspective and shifting time levels," he said. "There's much dialogue, but where the dialogue sort of fades in and fades out, criss-crossing several different time planes. He is a very versatile author, producing not just these great big books about Latin America and its dilemmas, but he has written in practically every genre there is."

Like his former friend and now fellow Nobel Prize laureate, Gabriel Garcia Marquez, who he reportedly punched in 1976 for reasons neither man has ever revealed, Vargas Llosa is actively political. He was initially a supporter of the Cuban revolution led by Fidel Castro, but became disenchanted with communism and in 1990 ran for the Peruvian presidency as head of the center-right Frente Democrático coalition.

Formal Nobel award ceremonies will be held in Stockholm and Oslo, Norway on December 10, the anniversary of the 1896 death of Alfred Nobel, the founder of the prizes. The winner of the Nobel Peace Prize will be announced Friday in Oslo.

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.

.

__,_._,___

[ac-i] Sajak Parodi Indonesia # 4: Cerai-berai Negara*

 

Sajak Parodi Indonesia # 4:

Cerai-berai Negara*

bangsa kita tercerai-berai sampai jauh
terasa masa depan akan jadi kelam
ada berjuta jiwa di persada merapuh
dipukul derita yang berkepanjangan

aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu jadi pemimpin tidak peduli
tapi dulu memang ada banyak janji
yang tidak akan kupenuhi kini

memimpin adalah memupuk kekecewaan
biar tambah terasing dari cinta seluruh rakyat
dan mereka tahu, banyak yang tetap tidak akan kulakukan
sebelum pada akhirnya mereka menyerah atau menjarah


Yudhistira ANM Massardi
Oktober 2010
)* Dengan segala hormat dan maaf kepada Chairil Anwar dan keluarganya.
Yudhistira ANM Massardi
email: ymassardi@yahoo.com
Penerbit:
MEDIA TK SENTRA
Panduan Guru TK, RA, PAUD & Orangtua
Membangun Karakter dan Budi Pekerti
http://www.facebook.com/MEDIA.TK.SENTRA
www.mediatksentra.com

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.

.

__,_._,___

[ac-i] Kuliah Umum Dato' Seri Anwar Ibrahim di Festival Salihara

 

Tema ini bukan hanya berangkat dari pengalaman pribadi Anwar Ibrahim sebagai politisi yang mengalami ancaman terus-menerus, terutama dari lawan-lawan politiknya, tetapi juga menyoal hakikat kebebasan secara umum. Bahwa di alam demokrasi, kebebasan individu adalah prasyarat utama yang mesti dipenuhi sebelum menuju kepada negara yang demokratis. Seseorang mesti dijamin untuk menjalankan hak-haknya, misalnya kebebasan berpendapat dan beragama, tanpa ada hambatan dari pemerintah dan individu lain—tapi di saat yang sama ia juga tidak boleh mengancam kebebasan orang lain. Ancaman terhadap kebebasan individu adalah juga ancaman terhadap demokrasi.

Tetapi, demokrasi yang notabene adalah masalah tersendiri dalam masyarakat Melayu yang identik dengan Islam. Demokrasi dicap sebagai hasil kebudayaan Barat, anti-Islam, sementara tamadun Melayu dan Islam mempunyai mekanisme sendiri dalam mengatur hubungan masyarakat dan negara. Dalam konteks ini, Anwar akan menguraikan kekuatan-kekuatan apa saja yang bisa diidentifikasikan sebagai musuh kebebasan dan ancaman terhadap demokrasi. Apakah itu konservatisme beragama, rekayasa pengadilan, pemberangusan pers, dan banyak lagi yang lainnya.

Anwar Ibrahim adalah pemimpin oposisi Malaysia. Ia lahir pada 10 Agustus 1947(1947-08-10) di Cherok Tok Kun, Penang, Malaysia. Karier politiknya yang tertinggi adalah sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia (1993-1998), dan sempat disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Mahathir Mohamad. Tapi kemudian ia menjadi pengecam keras rezim Mahathir. Pada 1999 ia dihukum enam tahun penjara atas kasus korupsi dan setahun kemudian ia dihukum sembilan tahun penjara tersebab kasus sodomi. Tetapi pada 2004 Pengadilan Federal membebaskannya. Pada Juli 2008 ia kembali dirundung kasus sodomi. Ia kemudian kembali ke Parlemen sebagai pemimpin oposisi Malaysia setelah menang telak di Permatang Pauh pada Pemilu 2008. Ia adalah Penasihat Partai Keadilan Rakyat yang diketuai istrinya, Wan Azizah Wan Ismail.

Ceramah bertajuk "Kebebasan dan Musuh-musuhnya" oleh Dato' Seri Anwar Ibrahim (Malaysia) ini akan diselenggarakan di Galeri Salihara, Senin, 11 Oktober 2010, 20:00 WIB. Terbuka untuk umum, dan gratis. Tempat terbatas, pendaftaran paling lambat 10 Oktober 2010 pukul 17:00 melalui dita.salihara@gmail.com atau 0812-8184-5500.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi melan@salihara.org atau dita@salihara.org. Buku program Festival Salihara 2010 bisa diunduh di www.salihara.org.

Sampai bertemu di Komunitas Salihara!

Komunitas Salihara; Jl. Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520. Tel: 021-789-1202.

(Parkir terbatas, kami melayani pemesanan taksi di tempat.)

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
.

__,_._,___