Wednesday, April 29, 2009

[ac-i] Benarkah ada Kebangkitan Prosa di Jawa Timur? Bacalah Kidung Edisi 13..




MAJALAH KIDUNG DEWAN KESENIAN JAWA TIMUR EDISI 13 TAHUN
27 APRIL 2009
ISSN: 1410-8615
Email: majalahkidung(at)yahoo.com;
Facebook: majalahkidung(at)gmail.com

Editorial :Peristiwa Menjadi Kata ( Riadi Ngasiran)
Laporan Utama:
-Yang Fenomenal, Yang Monumental (Arif Junianto)
-Wawancara Arif Junianto dengan Zoya Herawati "Pembaca Tak Mau Keluar Garis".
-Cerpen Gembritt Foury (M.Shoim Anwar)
-Cerpen Permintaan Ayah (Zoya Herawati)
-Esai Rongga Antara (Karlina Supelli)

Laporan Khusus:
-Membangkitkan Film
-Wawancara dengan Agung Sentausa "Merekam Realita di Abad Estetika".
-Tentang Kala Lerreina oleh Kukuh Yudha Karnanta
-Program Kick Start 2008, Membangkitkan Film Dokumenter (laporan Indra dan Kukuh)
-Sinopsis Film Dokumenter Kick Start 2008
-Cerpen Sungai-sungai Yang Terbentang di Kepalaku ( Ahmad Muchlish Amrin)
-Puisi Didi Arisandi: Gerimis, Keluarga Kupu-kupu, Pemungut Kabar
-Puisi Dian Nita K: Waktu Saga, Rindu Awang,Kulukis Kembali
-Puisi Dody kristianto: Rekuim Gadis Pesisir, Rheina, membaa Khidir
-Esai sains fiksi: Demarkasi Humanisme Global (Risang Anom Pujayanto)
-Bahasan khusus: Harta Karun Cerita Panji (Henri Nurcahyo)
-Esai Topeng : Dari Ritual, Politik ke Seni Pertunjukan (R. Djoko Prakosa)
-Kreativitas dan Kolaborasi , Catatan Indonesia Dance Festival 2008 ( Aris Setiawan)
-Pram, Punk, dan Gerakan Komunitas di Blora (Abdul Malik dan Fahrudin Nasrulloh)
-Kolom Cuk , Mengangankan Surabaya "Central Grand Station" oleh Akhudiat

Informasi:
-Hariono (Sirkulasi), Sektretariat Dewan Kesenian Jawa Timur
d.a Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Timur
Jl.Wisata Menanggal Surabaya 60234 telp/fax 031- 855 4304
-Riadi Ngasiran (Pemimpin Redaksi) 081 7933 55 23
-Kukuh Yudha Karnanta (Redaktur Pelaksana) 081 793 44 752
-Ribut Wijoto (Pemimpin Umum) 031-72102178
-Abdul Malik (Sekretaris Redaksi) 081 80 3230 472

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] [TRIVIA] Mata Staedtler 0.3




[TRIVIA]

Mata Staedtler 0.3
------------------
--Anwar Holid

Pada Rabu, 29 April 2009, di buku jurnalku hari ini aku menulis begini:

Aku menulis ini dengan rapido Staedtler 0.3 seri Marsmatic. Matanya aku beli barusan dari Baca-Baca Bookmart, Sabuga. Kalau nggak salah aku terakhir kali pakai Staedtler pada 2007, waktu Deden tak sengaja menjatuhkan rapidoku dan membuat jarumnya patah. Sejak itulah rapido legendarisku pensiun. Setelah itu aku minta pada Bagas Rotring 0.2-nya yang kelihatan tersia-siakan dan nganggur. Dia beri rapido itu, dan aku membersihkannya. Itulah yang aku pakai selama ini untuk mencatat dan menulis banyak hal.

Sebenarnya aku lebih suka 0.2, tapi karena tulisanku sudah kecil, justru 0.3 menolong membuat tulisanku jadi lebih terlihat dan terbaca. Aku ingat punya Staedtler 0.3 itu sejak SMA, beli di Cihapit, dan aku pakai terus-menerus, untuk menulis diari, surat, draft, jurnal, corat-coret, dan sebagainya, sampai akhirnya patah. Alangkah lama kesetiaanku pada sebuah alat tulisan.

Dibanding-banding, aku lebih suka Rotring daripada Staedtler. Bentuk Rotring lebih ramping dan ringan, sementara Staedtler gempal dan berat. Kelebihan Staedtler ia lebih mudah ditutup-buka, terutama bila akan dibersihkan--dan harganya lebih murah dari Rotring.

Aku pertama kali suka rapido waktu lihat saudaraku yang sudah mahasiswa menggunakannya untuk mengerjakan tugas dan hitung-hitungan rumus kimia dan biologi atau catatan lain. Tulisannya jadi kelihatan rapi dan enak dilihat. Ini tentu efek dari jarum dan tintanya yang amat tajam. Tinta cina Rotring atau Staedtler memang sangat hitam dan tak luntur. Sejak itu aku suka mencoba-cobanya, lama-lama ingin punya. Harga rapido memang relatif lebih mahal dari pulpen biasa, meski jelas ada banyak alat tulis yang jauh lebih mahal dari rapido. Baru ketika di SMA aku punya kesempatan beli rapido second setelah nabung beberapa lama dari menyisakan uang jajan. Gara-gara pakai rapido, ada saja orang yang nyangka bahwa aku anak arsitektur. Memang sulit melepaskan prasangka umum.

Mata Staedtler 0.3 yang aku beli ini benar-benar mengejutkan: harganya Rp.10 ribu! Jelas karena ini barang lama, meski aku yakin bukan second, karena kelihatan masih mengkilap. Yang baru, terakhir aku cek di toko ATK di Balubur, harganya Rp.50 ribu-an. Begitu lihat, aku langsung sulit menahan diri untuk tak membelinya. Seakan-akan tak percaya menyaksikan mata rapido dijual semurah itu.

Ceritanya mulai hari ini Baca-Baca Bookmart bikin garage sale bersamaan dengan pembukaan Kompas-Gramedia Fair 09 di Sabuga. Di antara majalah dan buku bekas, sepatu, rajutan, kaset, kriya, botol minuman keras, topi, cd, vcd, bahkan pupuk cair, aku lihat tumpukan mata rapido Staedtler berbagai ukuran, semua dengan harga Rp.10 ribu. Langsung aku ingat badan rapido 0.3 yang aku simpan di kardus setelah cedera parah itu. Aku simpan siapa tahu bisa beli matanya suatu ketika.

Ternyata inilah harinya. Hari ketika aku rutin mengantar Ilalang main jembe di Jendela Ide, Sabuga. Biasanya, aku nunggu Ilalang main sambil lihat-lihat & baca-baca di Baca-Baca Bookmart, pinjam buku dari perpustakaannya, ngopi, atau ngobrol berbagai hal dengan para penunggunya, tukar-menukar album musik dan mp3. Sekarang, tiap kali ke sana yang paling sering aku temui ialah Ajo, Oleh (Soleh), Nanang, dan seorang anak punk yang aku lupa namanya. Kalau nggak salah dia sering dipanggil "Bule" karena kulitnya putih, hampir selalu memakai jaket belel penuh dengan pin berisi banyak pesan. Dulu Andry & Frino sering aku temui, tapi mereka sekarang sudah punya kesibukan lain sendiri, atau datang ke Sabuga ketika aku tak datang ke sana. Sebagai gantinya, kadang-kadang aku ketemu Wiku Baskoro dari Dipan Senja/Lawang Buku. Musik Sigur Ros mengiringi garage sale kecil-kecilan ini.

"Sudah lihat-lihat ke dalam mas?" tanya Wiku. Maksud dia lihat Kompas-Gramedia Fair.
"Sudah, kayaknya pesertanya lebih banyak dari tahun kemarin ya? Standnya juga lebih rapi."
"Nggak belanja?"
"Enggak euy. Keuanganku lagi kacau. Mana kemarin Fenfen kehilangan dompet waktu pulang dari Serang."
"Gitu? Hilang di mana?"
"Di angkot, di Pasirkoja."
"Kali keselip-selip di kursi?"
"Nggak tahulah."

Waktu ambil satu mata itu, aku bilang ke Ajo, "Kalau nggak berfungsi, ini aku kembaliin ya?"
"Siplah," kata dia santai.
"Dapat dari mana nih barang-barangnya?" aku penasaran.
"Dari teman. Dia nitip."
"Kok bisa punya banyak begitu?"
"Nggak tahu tuh."

Dilihat langsung sih mata rapido itu kelihatannya masih baru. Begitu pulang, setelah ikut beres-beres rumah, aku langsung ambil badan lamanya, dan pasang. Ternyata benar. Jarumnya masih oke punya. Walhasil aku akan segera habiskan tinta di Rotring 0.2, biar bisa diistirahatkan dulu. Rotring ini kelihatan sudah tua. Badan bagian atasnya sudah belah-belah. Untung aku perkuat dengan lem super. Begitu setelah, Staedtler 0.3 ini bisa kembali diaktifkan untuk menulis segala sesuatu.

KEEP YOUR HAND MOVING![]

Anwar Holid kurang-lebih telah menghabiskan empat botol tinta cina untuk menulis dengan rapido. Dia bekerja sebagai editor, penulis, & publisis; eksponen TEXTOUR, Rumah Buku Bandung, blogger @ http://halamanganjil.blogspot.com.

KONTAK: wartax@yahoo.com | (022) 2037348 | HP: 085721511193 | Panorama II No. 26 B, Bandung 40141

Anwar Holid: penulis, penyunting, publisis; eksponen TEXTOUR, Rumah Buku.

Kontak: wartax@yahoo.com | (022) 2037348 | 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung 40141

Sudilah mengunjungi link ini, ada lebih banyak hal di sana:
http://www.goethe.de/forum-buku
http://www.rukukineruku.com
http://ultimusbandung.info
http://www.gramedia.com
http://www.mizan.com
http://halamanganjil.blogspot.com

Come away with me and I will write you
---© Norah Jones

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] Adu Cepat, Karapan Sapi..



Adu Cepat, Karapan Sapi Madura.

Untuk melihat foto kecepatan dan kerasnya persaingan karapan sapi, silahkan klik.

http://alambudaya.blogspot.com/2009/04/adu-cepat-karapan-sapi.html

Karapan sapi yang merupakan perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Madura Jawa Timur, bagi kebanyakan masyarakat Madura karapan sapi tidak hanya sebuah pesta rakyat atau acara yang diselenggarakan tiap tahun yang diwarisi secara turun temurun. Tetapi karapan sapi bagi masyarakat Madura adalah bentuk symbol prestise yang dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat Madura, karena sapi yang digunakan untuk pertandingan merupakan sapi sapi yang berkualitas sangat baik tentu dengan perlakuan yang istimewa pula.

Pulau Madura tidak hanya dikenal sebagai penghasil garam, tetapi juga penghasil sapi sapi pacuan yang berkualitas sangat baik. Tidak jarang sang pemilik sapi mempersiapkan sapi pacuannya dengan memberikan pijatan khusus dan makanan tidak kurang dari 80 butir telur setiap harinya, agar stamina dan kekuatan sapi sapi tersebut terjaga. Bahkan perlakuan istimewa sapi sapi tersebut dibeberapa rumah terlihat ada yang menghiasi garasi bukan kendaraan mobil tetapi malah sapi tersebut yang berada digarasi rumah. Maklum saja karena untuk sapi yang memenangkan pertandingan dapat mencapai harga Rp 75juta per ekornya.

Dalam perayaan karapan sapi ini, harga diri para pemilik sapi dipertaruhkan. Kalau mereka dapat memenangkan pertandingan, selain hadiah uang didapat biasanya hadiah dari pertaruhan juga mereka dapatkan. Kalau merkea kalah dalam pertandingan ini, harga diri pemilik jatuh dan mereka habis uang yang tidak sedikit untuk karapan sapi ini. Karena perawatan sapi – sapi sebelum pertandingan mahal, dan biasanya mereka menyewa dukun agar menjaga sapinya selamat dari serangan jampi2 musuh mereka.

Perayaan besar karapan sapi ini diadakan 1x dalam setahun, tetapi untuk menuju final harus memenuhi beberapa tahapan terlebih dahulu. Ada dua macam perayaan karapan sapi dimadura, yang pertama adalah Presiden Cup dan Bupati Cup. Untuk Bupati cup biasanya diadakan 2x dalam setahun, para pemenang dari bupati cup ini biasanya akan melanjutkan pertandingannya ke Presiden cup, untuk para fotografer momen yang bagus adalah pada saat bupati cup. Karena bupati cup biasanya diadakan dipinggiran kota, garis pembatas hanya terbuat dari anyaman bamboo yang membuat acara ini semakin tradisional, tetapi faktor keamanan karapan sapi Bupati Cup ini sangat kurang jadi berhati hatilah pada saat mengambil momen foto. Yang meriah setelah bupati cup adalah Presiden Cup, acara ini sangat meriah dan ramai. Karena sebagian besar yang mengikuti Presiden Cup ini biasanya adalah para pemenang di Bupati Cup, acara besar ini diselenggarakan dikota bangkalan dan perayaannya antara bulan September atau oktober.

Dalam even karapan sapi para penonton tidak hanya disuguhi adu cepat sapi dan ketangkasan para jokinya, tetapi sebelum memulai para pemilik biasanya melakukan ritual arak-arakan sapi disekelilingi pacuan disertai alat musik seronen perpaduan alat musik khas Madura sehingga membuat acara ini menjadi semakin meriah.

Panjang rute lintasan karapan sapi tersebut antara 180 sampai dengan 200 meter, yang dapat ditempuh dalam waktu 14 sd 18 detik. Tentu sangat cepat kecepatan sapi – sapi tersebut, selain kelihaian joki terkadang bamboo yang digunakan untuk menginjak sang joki melayang diudara karena cepatnya kecepatan sapi sapi tersebut. Untuk memperoleh dan menambah kecepatan laju sapi tersebut sang joki, pangkal ekor sapi dipasangi sabuk yang terdapat penuh paku yang tajam dan sang joki melecutkan cambuknya yang juga diberi duri tajam kearah bokong sapi. Tentu saja luka ini akan membuat sapi berlari lebih kencang, tetapi juga menimbulkan luka disekitar pantat sapi. Setelah bertanding sapi tersebut diberikan beberapa waktu agar luka itu sembuh, tetapi sapi yang dipertandingan dikarapan ini hanya 2 sampai dengan 3 x saja diberikan pertandingan dan tidak boleh lebih.

Jarak pemenang terkadang selisih sangat tipis, bahkan tidak jarang hanya berjarak 1 sd 2 detik saja, dan hal ini terkadang membuat pihak yang kalah memprotes. Tetapi mereka diberikan kesempatan untuk bertanding lagi dengan yang kalah, dan saat yang membahagiakan bagi para pemenang. Selain mendapat hadiah, biasanya hadiah taruhan jg mereka dapatkan. Selain harga sapi pemenang dapat membumbung tinggi harganya.

Karapan Sapi dimadura merupakan pagelaran yang sangat unik, selain sudah diwarisi secara turun menurun tradisi ini juga terjaga sampai sekarang. Even ini dijadikan sebagai even pariwisata di Indonesia, dan tidak hanya turis local dari mancanegara pun banyak yang menyaksikan karapan sapi ini. Semoga kedepannya semakin meriah dan ajang taruhan yang menghiasi karapan sapi tersebut bisa hilang. Kalau anda mampir ke Surabaya, tidak ada salahnya melihat jadwal dan menonton karapan sapi tersebut.

Photo & Text by Barry Kusuma  www.barrykusuma.com

Untuk melihat foto kecepatan dan kerasnya persaingan karapan sapi, silahkan klik.

http://alambudaya.blogspot.com/2009/04/adu-cepat-karapan-sapi.html

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Yahoo! Groups

Mom Power

Kids, family & home

Join the discussion

Yahoo! Groups

Do More For Cats Group

Connect and share with

cat owners like you

.

__,_._,___

[ac-i] Warta Komunitas Kreatif Bali # 28



YUYUN ISMAWATI MENDAPATKAN THE GOLDMAN ENVIRONMENTAL PRIZE 2009
Disamping creative entrepreneurs, Indonesia memang memerlukan juga banyak social entrepreneur. Penjelasan sederhana dari Social Entrepreneur adalah seseorang yang mengerti permasalahan sosial dan menggunakan kemampuan entrepreneurshipnya untuk melakukan perubahan sosial (social change), terutama meliputi bidang kesejahteraan (welfare), pendidikan dan kesehatan (healthcare). Jika creative entrepreneurs mengukur keberhasilan dari kinerja kreativitas yang mampu mendorong nilai ekonomi maka social entrepreneur keberhasilannya diukur dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dan lingkungannya secara berkesinambungan. Namun saat ini keduanya merupakan sebuah jalinan sikap dan prilaku penting untuk membangun negeri tercinta ini. (more…)

MENJAWAB PERSOALAN BANGSA DENGAN ENTREPRENEURSHIP
Oleh : Bambang Ismawan (Pendiri Yayasan Bina Swadaya)

Entrepreneur menurut kamus Oxford : ”A person who undertakes an entreprise or business, with the chance of profit or loss”. Seorang yang bertanggung jawab atas sebuah bisnis dengan memikul risiko untung atau rugi. Entrepreneur dapat digolongkan ke dalam dua kelompok, yaitu business entrepreneur dan social entrepreneur. Perbedaan pokok keduanya utamanya terletak pada pemanfaatan keuntungan. Bagi business entrepreneur keuntungan yang diperloleh akan dimanfaatkan untuk ekspansi usaha, sedangkan bagi sosial entrepreneur keuntungan yang didapat (sebagian atau seluruhnya) diinvestasikan kembali untuk pemberdayaan ”masyarakat berisiko”. Namun dalam trend global dikotomi semacam itu kian kabur, sebab mereka (business entrepreneur dan social entrepreneur) sesungguhnya berbicara dalam bahasa yang sama. ”Kami bicara dalam bahasa yang sama yaitu : inovasi, manajemen, efektifitas, mutu dan kompetensi” (Fred Hehuwat, 2007). (more…)

PECHA KUCHA NIGHT “TOKYO CALLING BALI”
Astrid klein dan Mark Dytham sebagai pemilik biro arsitek Klein & Dytham  Architect dan penggagas Pecha Kucha Night secara khusus mengucapkan selamat bagi penyelenggaraan acara Pecha Kucha Night Bali Vol. 1 dalam sebuah video.

SUKSES, PECHA KUCHA NIGHT DI DENPASAR
Jalan Jalan Bali, Tuesday, April 28, 2009
Gelaran presentasi kreativitas dalam acara Pecha Kucha Night di Museum Bali, Denpasar, berlangsung dengan sukses. Sebagai langkah debutan, ajang ini cukup menarik. Beberapa gagasan yang dipresentasikan cukup menggelitik naluri kreatif untuk mencari tandingan yang lebih baik, lebih gila, lebih nonjok, dan seterusnya.

Ajang pamer gagasan kretaif yang mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Denpasar ini diawali oleh presentasi dari grup band De Buntu yang menampilkan materi dengan judul “Kemasan yang Menjual di Era Pemilihan Pemimpin Secara Ekstrim & Bermanfaat untuk Rakyat”. (more…)

PRESENTER DI PECHA KUCHA NIGHT BALI #1
Bagi Anda yang ingin tahu presentasi yang dibawakan oleh presenter di Pecha Kucha Night Bali Vol. 1 inilah beberapa diantaranya :

ELENA SKOKO dari CROATIA mempresentasikan “Trust Your Mojo Sista”
Elena at Pecha Kucha Night Bali Vol.1

 

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[ac-i] OOT - Keliling Jawa Timur yuuuk....



Dear Om/Tante Moderator, numpang lewat ya, pengen ajak temen2 jalan-jalan niy
 
Dear All,
 
Salam LUAR BIASA
Ingin keliling dan menikmati panorama jawa timur yang terkenal dengan ke-eksotikannya?
Bisa...
Mau melihat sunrise di ufuk timur Bromo?
Bisa...
Mau rafting di kali Pekalen dengan grade 3++?
Bisa...
Mau snorkeling di the private island of Sempu?
Bisa buangeet...
Mau...???
 
Salam kenal,
Kami dari AdventureCamp yang berlokasi di kota Malang, merupakan salah satu penyedia jasa wisata (Tour & Travel)
Kali ini, kami ingin mengajak Anda untuk bersenang-senang, ketawa-ketiwi dengan teman-teman baru sambil menikmati eksotisme jawa timur.
 
Pada trip kali ini, Anda akan kami ajak untuk mengunjungi Bromo dan Pananjakan yang terkenal dengan sunrise-nya yang menawan, Rafting di kali Pekalen yang terkenal dengan grade-ny yang menantang namun aman untuk di arungi untuk pemula sekalipu, dan yang tidak kalah menariknya ber-snorkeling di the private island of Sempu yang berada di pesisir selatan kota Malang. Trip ini akan berlangsung tanggal 20 - 24 Mei 2009 (5Days 4Night)
 
Untuk informasi selengkap-lengkapnya, bisa hubungi team marketing kami :
1. Heni --> 0812-1093919 / email : adventure.malang@yahoo.com / YM heni_aku
2. Bonnie --> 0816-4296849
 
 
Salam
AdventureCamp.Malang

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Groups

Mom Power

Community just for Moms

Join the discussion

Y! Groups blog

the best source

for the latest

scoop on Groups.

.

__,_._,___

[ac-i] Tari "Lelangen Beksan" oleh Padneçwara di Teater Salihara


Mei 2009 - Lelangen Beksan.jpg

'Beksan' merupakan istilah kromo inggil untuk njoget, yang dalam bahasa Jawa yang berarti menari. Beksan bukan sekadar pelipur, namun juga sarat makna yang berangkat dari kejadian-kejadian yang dicermati oleh para leluhur.

 

Dalam Lelangen Beksan, Padneçwara menyajikan sejumlah tarian lepas yang sarat akan simbol. Beksan Noworetno; koreografi berdasarkan ragam bedhaya ini merupakan ungkapan permohonan pengayoman, keselamatan dan kedamaian dari Tuhan, dan yang dibawakan oleh sembilan penari dalam busana dan gerak sama. Kumolobumi; kisah pertempuran Adaninggar dari dataran China dan Kelaswara dari kerajaan Kelan: dua prajurit perempuan digdaya yang saling mempertahankan harkat, martabat dan cinta. Bondo Boyo; salah satu jenis wireng (tari khusus laki-laki) yang menggambarkan dua prajurit gagah, trampil dan tangguh dalam mengolah senjata dan tameng. Enggar Enggar; usaha Damarwulan untuk meyakinkan sang istri Anjasmara agar merelakan kepergiannya ke medan perang: sebuah tugas luhur dari Ratu Majapahit, Kencana Wungu, untuk menumpas pemberontakan Adipati Kerajaan Blambangan, Menakjinggo.

 

"Tarian yang disajikan dalam Lelangen Beksan kali ini menampilkan beragam warna. Beksan Noworetno mencerminkan sentuhan klasik dan halus dalam sebuah karya. Bondo boyo menampilkan aspek heroik tari Jawa yang ditampilkan oleh penari laki-laki. Warna lain juga hadir dalam Enggar-Enggar; di sini tampak bahwa tari Jawa pun mengenal tema percintaan, semacam 'love dance'. Dalam tari Kumolobumi yang nuansanya berbeda dari ketiga tari sebelumnya, pengembangan inovasi tari Jawa juga sangat terlihat. Keempat tarian lepas yang ditampilkan dari Lelangen Beksan ini menjadi salah satu pijakan yang dipergunakan dalam sebuah karya tari. Tetap mempertahankan bentuk-bentuk tradisi, namun di saat yang sama kami juga berusaha untuk menggali bentuk-bentuk baru," demikian menurut Retno Maruti, penari senior yang juga pengasuh dan pendiri Padneçwara. 

 

Padneçwara merupakan kelompok tari yang didirikan pada bulan Maret 1976, dan telah menghasilkan sejumlah koreografi yang pantas dicatat di khasanah seni Nusantara; salah satunya adalah karya kolaborasi Retno Maruti dengan Bulantrisna Djelantik yang dipentaskan pada tahun 2006 yaitu Bedhaya Legong Calonarang. Padneçwara telah tampil di berbagai negara, di antaranya Singapura, Kamboja, Beijing-China dan Moskow-Rusia. Selama lebih dari tiga dasawarsa, Padneçwara memegang peranan penting di dunia tari klasik Jawa.

 

Lelangen Beksan pernah dipentaskan di Teater Luwes IKJ tahun 2008, dengan karya-karya: Srimpi Ludiromadu, Sekar Puri, Pamungkas, Beksan Noworetno dan Kelono. Pentas Lelangen Beksan di Teater Salihara kali ini akan didukung oleh sejumlah nama besar di dunia tari, di antaranya: Retno Maruti, Wahyu Santoso Prabowo, Rury Nostalgia, Hanny Herlina, Wati Gularso, Yuni Trisapto, Nungki Kusumastuti, dan Menul Sularto.


Pementasan ini akan diselenggarakan di Teater Salihara pada hari Jumat-Sabtu, 8-9 Mei 2009 pukul 20:00 WIB. Tiket seharga Rp 50.000,- (dan Rp 25.000,- khusus untuk Pelajar/Mahasiswa) dapat diperoleh langsung di Komunitas Salihara, atau reservasi melalui Natalie 0817-077-1913, Nike 0818-0730-4036, atau secara online melalui www.salihara.org.

 

Sampai bertemu di Komunitas Salihara!
 
Komunitas Salihara; Jl. Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520. Telepon: 021-789-1202.
(Tempat parkir terbatas.)
Salihara - Peta Lokasi (kecil).jpg



[ac-i] Pemutaran Film "Babi Buta yang Ingin Terbang" di Teater Salihara


Mei 2009 - Babi Buta.jpg


Film Babi Buta yang Ingin Terbang menuturkan kisah tentang kerancuan identitas, kebimbangan dan kecemasan, serta pengalaman kehilangan jala—perasaan-perasaan yang sering dialami oleh warga etnik Tionghoa di Indonesia. Inilah cerita tentang seorang ayah yang ingin mendapatkan lotere green card dan pindah ke Amerika Serikat. Cerita tentang seorang mantan juara bulutangkis nasional yang ditinggalkan suaminya yang menikahi seorang perempuan Jawa. Cerita tentang seorang anak lelaki yang sering dilempari batu karena ia seorang keturunan Cina. Cerita tentang seorang gadis yang percaya bahwa petasan bisa mengusir hantu.

 

Dengan latar urban Indonesia masa kini, film Babi Buta yang Ingin Terbang mengikuti perjalanan gadis keturunan Cina bernama Linda dalam menemukan jatidirinya. Gambaran tentang kenyataan pahit yang mendera karakter Linda dalam film ini sekaligus memperlihatkan kehidupan orang-orang di sekitarnya. Bagaikan sebentuk mosaik ajaib, film ini tersusun dari serpihan-serpihan cermin yang berwarna-warni—rentan namun indah. Beberapa pemain di film ini adalah Ladya Cherryl, Carlo Genta, dan Pong Harjatmo.

 

Film Babi Buta yang Ingin Terbang mendapat penghargaan FIPRESCI (Federasi Kritikus Film Internasional) di Festival Film Rotterdam 2009.

 

Pemutaran film Babi Buta yang Ingin Terbang di Teater Salihara merupakan hasil kerjasama antara Komunitas Salihara, Komunitas Lensa Massa FIB UI, dan Departemen Kajian Budaya BEM FIB UI (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia). Seusai pemutaran film akan diadakan tanya-jawab dengan sang sutradara, Edwin; sinematografer, Sidi Saleh; dan produser, Meiske Taurisia.

Pemutaran film ini akan diselenggarakan di Teater Salihara pada hari Rabu, 6 Mei 2009 pukul 19:30 WIB. Gratis! Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi Natalie 0817-077-1913, Nike 0818-0730-4036, atau kunjungi www.salihara.org.
 
Sampai bertemu di Komunitas Salihara!
 
Komunitas Salihara; Jl. Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520. Telepon: 021-789-1202.
(Tempat parkir terbatas.)
Salihara - Peta Lokasi (kecil).jpg