Tuesday, April 27, 2010

[ac-i] K-Video: Sandhy Sandoro

 

                                                        http://www.KabariNews.com/?34732



Nama musisi yang satu ini mungkin masih terdengar asing di telinga para pecinta musik tanah air. Tapi siapa sangka kalau pemuda kelahiran Jakarta tahun 1980 ini justru berhasil menancapkan karir musiknya pertama kali di luar negeri.

Berawal saat dirinya mengecam dunia pendidikan di Jerman 14 tahun silam, Sandhy Sondoro atau yang akrab disapa Sandhy mencoba mengisi waktu luangnya usai kuliah dengan cara mengamen sendirian di jalanan kota Berlin, Jerman.

Selain karena hobby main musik sejak kecil, Sandhy melakukannya juga untuk mencari uang jajan.  "buat tambah-tambah uang jajan, apalagi di Jerman biaya hidup cukup tinggi," kata Sandhy kepada Kabari saat ditemui usai latihan di sebuah studio musik di Jakarta Selatan, Maret lalu.

Dari mengamen itulah, Sandhy mulai serius menggeluti dunia musiknya. Untuk memuluskan karir, Sandhy lalu mencoba peruntungan dengan manggung di kafe-kafe setempat. Di luar dugaan, musik yang dibawakan Sandhy ternyata memiliki banyak penggemar.

Sandhy mengaku tak malu pernah melakukan itu semua. Menurutnya, seseorang yang ingin maju jangan ribut soal gengsi. "Kalau ingin maju tidak usah gengsi," tuturnya.

Sandhy yang mengambil kuliah jurusan Intro Design juga mengaku pernah memiliki sebuah grup band yang bernama "Son Doro". Namun akhirnya ia memutuskan untuk bersolo karir dengan namanya sendiri "Sandhy Sondoro".

Perlahan tapi pasti, Sandhy mulai mendapatkan penggemar di berbagai kota di Jerman, seperti Hamburg, Cologne, Stuttgart, serta di sejumlah kota lain.

Tidak hanya sampai di situ, Sandhy juga mulai merambah dunia musiknya dengan cara mengikuti lomba-lomba musik di Jerman, salah satunya Stefan Raab's Casting Show. Beranjak dari sana Sandhy kemudian mencoba ikut serta dalam ajang Jerman Idol 2007. Hasilnya cukup lumayan, dia masuk sebagai finalis.
 

Sejak itu karir Sandhy terus melesat dan mulai menjadi perbincangan kalangan pengamat musik saat dirinya mengantongi gelar juara dalam ajang musik Internasional Contest of Young Pop Singers New Wave 2009 yang diselenggarakan di Latvia, Eropa Utara.

Saat itu, Ia menyanyikan lagu Marvin Gaye, "When A man Loves A Woman", serta dua lagu hasil ciptaannya sendiri, yakni "Malam Biru" dan "End of The Rainbow". Bahkan lagu "End of The Rainbow" menjadi lagu terbaik dalam kancah musik Rusia tahun 2009.

Setelah berhasil merilis albumnya yang bertajuk "Why Don't We" tahun 2008 di Jerman, ia berencana untuk merilis albumnya juga di Indonesia. Album pertama Sandhy itu telah dipasarkan di Eropa, di antaranya di Jerman, Swiss, Perancis, Austria dan Belanda.

Sedangkan album keduanya "Compilation: Jazz in The City With Sandhy Sondoro" yang berkolaborasi dengan musisi-musisi luar negeri akan mulai dirilis di Tanah Air, dan di album ini, Shandy merupakan satu-satunya artis dalam negeri.


Untuk melihat Video Part 2, Klik disini

Untuk melihat Video Part 3, Klik disini

Untuk melihat Video Part 4, Klik disini


__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

Monday, April 26, 2010

[ac-i] VIVIYIP ARTROOM: COLD MEMORIES Andy Dewantoro&Davy Linggar, Sat 1 May at 7pm viviyipartroom Pejaten

 



Dear Artfrens,


Kurasi Pameran Andy Dewantoro dan Davy Linggar, 1-30 May, 2010 at viviyipartroom Lot 2-3 The Promenade, Jl Warung Buncit Raya 98, Pejaten Barat, Jakarta Selatan.

 

COLD MEMORIES

 

The real voyage of discovery consists not in seeking new landscapes but in having new eyes.

- Marcel Proust (1871 - 1922)

 

Sejak jaman ketika S. Soedjojono mengritisi corak lukisan yang dijulukinya " Hindia Molek " atau dikenal "Mooi Indie", sebenarnya yang disebut realitas dalam cara pandang para pelukis serta merta menjadi problematis. Soedjojono seolah berartikulasi dengan persoalan persepsi terhadap apa yang  terlihat dan diyakini (way of seeing and belief ), bahwa realitas adalah suatu konstruksi yang dibentuk oleh manusia modern, terutama oleh perkembangan teknologi (fotografi dan media baru) dan posisi subyek ketika memandang suatu lansekap atau kenyataan disekitarnya. Dalam hal ini Soedjojono berupaya membedah cara pandang kolonial terhadap realita alam sekitarnya yang selalu dihadirkan dengan cantik, indah, damai tanpa problematika. Bisa dikatakan dalam pameran dua perupa ini memperlihatkan olahan lanjut dari kritik dan artikulasi dalam membedah realitas yang disebutkan Soedjojono. Kedua perupa Andy Dewantoro dan Davy Linggar, masing – masing tertarik dengan melukis, fotografi, serta teknologi media baru, walaupun dengan cara yang berbeda.

 

Andy Dewantoro adalah seorang pelukis dengan kecenderungan citra yang foto-sinematis. Hampir selalu menggunakan fotografi  sebagai cara untuk menangkap dan merekam subyek-subyeknya, mengolahnya melalui komputer lalu kemudian memindahkannya ke atas kanvas. Sementara Davy Linggar, dikenal seorang fotografer yang kadang melukis dan membuat objek-objek seni. Keduanya menggunakan medium fotografi dalam menangkap realitas dibalik lensa sebagai keberangkatan berkarya. Alih-alih keduanya tak menggunakan fotografi sebagai idiom yang selesai begitu saja. Keduanya punya kecenderungan merekayasa ulang foto maupun obyek yang akan menjadi subyek karyanya. Sebagai tindak lanjut artistik visual maupun sebagai ungkapan kritis terhadap medium, baik fotografi maupun seni lukis.

 

***

 

Lewat lukisan terbarunya, Andy menyuguhkan pemandangan bangunan – bangunan yang seolah terabaikan oleh manusianya, hanya ditemani semak belukar dan pepohonan yang hampir menutupi keberadaannya. Sehingga bangunan itu nampak seperti monster-monster dalam lagenda rakyat yang muncul dari dalam hutan yang tak terjamah, dibuang jauh ke jurang ingatan. Bangunan – bangunan terabaikan banyak kita temukan di tengah-tengah hutan atau ditengah belantara komplek permahan dikota-kota besar. Tak berpenghuni bertahun-tahun bahkan puluhan tahun.  Di kota-kota seperti Jakarta atau Bandung misalnya, banyak gedung, rumah tua ditinggalkan karena sengketa, atau memang sengaja tak dihuni, yang kemudian sering menjadi  dianggap tempat "angker" oleh masyarakat . Cerita-cerita keberadaan mahluk halus yang sering menghuni tempat-tempat seperti itu dan kemudian menjadi lagenda urban, seperti yang ditayangkan melalui reality show dilayar kaca setiap minggu. Inilah sebuah citra horor yang bersemayam dalam ingatan-ingatan kita setiap melewati suasana yang serupa dengan pemandangan itu.

 

Karya Andy Dewantoro mulai dikenali secara khas dengan menghadirkan rangkaian lukisan panorama sebuah lansekap kota senja hari ke malam. Lampu-lampu temaram menjadi kumpulan cahaya yang tampak berupaya mengalahkan gelap. Seperti yang diutarakan lewat catatan kurator Jim Supangkat lewat catatan pameran tunggal Andy beberapa waktu lalu, gambaran kota pada lukisan Andy bukan merepresentasikan kota yang ia inginkan tapi satu suasana yang menggunakan berbagai imaji tentang kota. Karena kota sebenarnya hanya sebuah media untuk menampilkan suasana ini dan suasana dalam imajinasinya berkaitan dengan pengalaman personal yang sebenarnya tidak langsung punya kaitan dengan suasana kota. Andy memang selalu melakukan observasi langsung dengan mengunjungi dan mengamati kota-kota, baik di dalam maupun luar negeri, untuk kemudian dijadikan gagasan berkaryanya.

 

Karya-karya Andy,  seolah mampu merekonstruksi ingatan – ingatan kita terhadap citra gedung – gedung, rumah dan lansekap tersebut, dengan menghadirkan kembali fragmen – fragmen yang mungkin pernah kita saksikan dalam penggalan sebuah tayangan film atau acara televisi, yang saat ini sebagai acuan kolektif atau konstruksi cara pandang masyarakat global. Lukisan-lukisannya memancarkan citra mental (mental image) , suasana sepi yang melankolis bercampur dengan horor. Dalam beberapa lukisannya, Andy bahkan menampilkan fragmen- fragmen yang cenderung samar (blur) akibat dari penggalan yang diperbesar maupun cara menguaskan catnya. Menambah suasana menjadi temaram penuh misteri.

 

Suasana atau mood yang diciptakan oleh Andy, seperti juga yang dikemukakan Jim bahwa citra lansekap tersebut merupakan media ungkapan sang seniman. Lalu apakah juga lukisan – lukisan dan karya videonya itu sebagai representasi umum terhadap ingatan-ingatan horor tersebut ? Toh horor yang disebarkan secara serempak oleh media massa juga telah bercokol dalam benak banyak orang. Atau malah Andy lebih  berperan sebagai sang sutradara yang mendaur ulang citra horor tersebut untuk kita ? Disini karya-karyanya menghadirkan suatu rangkaian tanda – tanda yang memungkinkan membangkitkan mood tertentu.  Ia tak punya intensi menandai konteks sosiologis dan historis dari lansekapnya.

 

Hal yang serupa dengan karya-karya Davy Linggar, yang  menghadirkan serangkaian lukisan dan  foto polaroid yang dicetak kembali diatas kanvas. Kita bisa melihat bagaimana ia memainkan tanda-tanda dengan menampilkan citra mahluk, binatang dengan perilakunya yang aneh. Davy membuat lelucon, sinisme, sarkasme dan ironi lewat objek mainan yang ditata sedemikian rupa: dinosaurus, babi, rusa, anak domba, lalu kemudian ia foto dengan polaroid. Lalu ia pindahkan ke atas kanvas sebagai lukisan atau dengan melakukan lelehan dan brush stroke cat diatas medium foto yang dicetak ke kanvas lebih besar setelah dipindai. Sehingga citranya menjadi agak kabur dan samar, tapi kita bisa melihat gambar berubah mood, menjadi tampak enigmatik, liar dan lucu.

 

Watak karya-karya Davy memang selalu memainkan aspek-aspek ironi dan bahkan hal-hal yang dianggap tabu dalam masyarakat. Dalam karyanya kita bisa perhatikan ada perilaku dinosaurus sedang menyenggamai seekor babi. Seperti yang ia ungkapkan : " Didalam masyarakat kita saat ini banyak sekali tuntutan sosial yang membuat orang menjadi munafik. Mengharamkan dan mencemooh hal-hal yang sebenarnya justru adalah penolakan dari hasrat mereka yang paling dalam ". Sehingga karya-karyanya menjuktaposisi tanda-tanda yang harus dihindari oleh ingatan kolektif moralitas masyarakat. Watak yang subversif ini justru ingin menelanjangi tiap moral manusia yang diselubungi nilai-nilai yang dibentuk oleh keyakinan dan dogma – dogma. Tiap karya berpotensi untuk mengelupas tiap lapisan-lapisan nilai tersebut, namun dengan suasana bersenang – senang (excitement) yang kadang tak rasional, atau ecrits dalam wacana psikoanalisa Lacanian.

 

Davy Linggar adalah seorang fotografer dengan cara pandang yang tak lazim dan sekaligus pelukis yang seolah menghayati benar nilai kehidupan dalam masyarakat saat ini. Pengalamannya dalam dunia foto-komersial dan dunia gagasan seni setidaknya banyak berhubungan dengan beragam watak manusia dari berbagai lapisan masyarakat. Hal ini juga mempengaruhi penggunaan spektrum bahasa gambar yang lebih luas, walaupun hampir dipastikan tanda-tanda itu juga berkaitan ungkapan personalnya. Disini kepribadiannya diungkapkan selain dengan penyusunan objek-objek tapi juga dengan kuasan cat diatas citra foto.

 

Kritikus Hal Foster dalam Return Of The Real mengetengahkan gejala "trauma pada realitas" melalui pengalaman citraan fotografi maupun yang bergerak (film dan televisi ). Gejala  kegagalan atau kebingungan persepsi dalam masyarakat kontemporer menghadapi realitas. Ia mencontohkan bagaimana trauma tersebut diartikulasikan dengan memberikan efek samar oleh goresan maupun kuasan, seperti dalam karya-karya fotorealisme Gerhard Richter maupun karya pop art Andy Warhol. Sedangkan karya – karya Andy Dewantoro dan Davy Linggar, keduanya tertarik merekonstruksi realitas baru dari apa yang mereka buat. Mereka berdua menghadirkan ingatan – ingatan personal melalui karya-karya mereka, menjadi tanda-tanda yang bebas tafsir dan beringsut menjamah ingatan-ingatan kita. Ingatan-ingatan yang mungkin saja berada jauh dibalik kesadaran. Ingatan-ingatan yang telah "dingin" mungkin tiba-tiba muncul dan menggerakan hasrat untuk mampu melihat kembali ke dalam realitas lain.

 

Soedjojono mungkin akan kembali bertanya-tanya, dimana letak jiwa khetok ?

 

Rifky Effendy. Kurator pameran.

 

 

 

 

 

 
 
may peace prevail on earth

Vivi Yip
vivi yip art room
Lot 2-3 The Promenade
Jalan Warung Buncit Raya 98
Pejaten, Jakarta Selatan
Ph. +6221 7900480

vivi yip art room 2
Annexe Ciputra World Marketing Gallery
Jalan Prof Satrio Kav 11
Casablanca, Jakarta Selatan
Ph. +6221 52905706








may peace prevail on earth

Vivi Yip
vivi yip art room
Lot 2-3 The Promenade
Jalan Warung Buncit Raya 98
Pejaten, Jakarta Selatan
Ph. +6221 7900480

vivi yip art room 2
Annexe Ciputra World Marketing Gallery
Jalan Prof Satrio Kav 11
Casablanca, Jakarta Selatan
Ph. +6221 52905706










--
AGSI (Asosiasi Galeri Seni Rupa Indonesia) Secretariat.
(Art Galleries Association- AGA) Indonesia
GRAND INDONESIA SHOPPING TOWN, East Mal, LG, JAKARTA ART DISTRICT AREA
Jakarta 10310
Ph: +62 21 2358 1035
www.agsindonesia.com

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
.

__,_._,___

[ac-i] Pengunjung Ghaib Kafe Batavia-- Mereka Pun Ikut Berpesta

 

                                                                       http://www.KabariNews.com/?34746



Malam ini kami bertiga mendatangi Cafe Batavia yang melegenda itu.

Bangunan yang ternyata sudah berdiri dari tahun 1805 dan diambil alih sebagai Café Batavia dari tahun 1993.

Bisa dibayangkan suasana yang sangat kental dengan masa peradaban zaman Belanda. Interior, eksterior, musik, dan makanan semua dipertahankan dengan keadaan aslinya. Sangat menakjubkan.

Suasana yang sangat tenang diiringi alunan musik ala zaman perang ke 1 dan 2 membuat kami sangat rileks. Kami sama sekali tidak bisa merasakan hiruk pikuk kemacetan. Kami seolah merasa kembali ke zaman itu. Sungguh akhirnya kami bisa merasakan hiburan yang sangat berbeda dari sebelumnya.

Selengkapnya klik disini


__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
.

__,_._,___

Sunday, April 25, 2010

[ac-i] K-Video: Sabang, Kampung Kuliner di Tengah Padatnya Jakarta

 

                                                http://www.KabariNews.com/?34695



Bagi para pecinta kuliner di Jakarta, pusat jajanan di Jalan H. Agus Salim, Jakarta Pusat, atau yang lebih dikenal dengan nama Jalan Sabang pastinya sudah tidak asing lagi.

Para penikmat aneka rupa makanan untuk mengisi perut dan memuaskan selera inilah tempatnya. Lokasinya yang berada di tengah kota dan pusat bisnis, membuat Jalan Sabang selalu ramai dikunjungi, baik di waktu siang maupun malam hari. Para pengunjung yang datang umumnya terdiri dari karyawan di sekitar lokasi tersebut.

Selengkapnya Klik disini

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
.

__,_._,___

[ac-i] Film Transeksual Best Short Asia Film

 

Salam semuanya,

teman teman silahkan men-download gratis trailer film "Renita Renita", film ini menjadi BEST SHORT ASIA FILM di 9th Cinemanila International Film Festival Philipines 2007 dan menjadi BEST FILM di Culture Unplugged Film Festival Mumbai 2010.

Hingga saat ini film telah discreening di lebih dari 20 festival film dunia.

silahkan linknya :
http://www.ziddu.com/download/9602394/TonnyTrimarsantofilm-RenitaRenita.flv.html

selamat mencoba
salam
Tonny Trimarsanto
http://trimarsantofilms.com/

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Welcome to Mom Connection! Share stories, news and more with moms like you.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

[ac-i] [HAIBUN]: Musim Bunga

 

Musim Bunga

Bunga berkembang
Daun bersemi
Hijau menghias kota

Ingatan malam hari
Caya bulan membayang

Aaah...terik matahari melayukan bunga dan daun-daunan, hingga tunduk tanpa daya. Hukum alam telah mengajarkan pada kita semua, bahwa hidup manusia dihitung dalam batasan waktu menuju kuburan, sekali pergi tak mungkin kembali lagi.

Mengenang masa
Berbina jasa
Usia melebur duka

Megah merah, berdarah
Hayat dikandung badan

Kuingat pesan akhirmu, Ayah, bahwa kehormatan, kemasyuran dan nama harum bukanlah titik akhir idaman hidupmu, walaupun hidup, mati, hina dan mulia adalah pemberian alam.

Kilatan petir
Di antara mega hitam
Gumpalan awan

Cermin berbalut luka
Kesal berlapis dendam

Waktu menjejak hening, raga terlentang di tempatnya, menyatu dalam gundukan tanah yang menggumpal keras, namun bunga-bunga mungil menghias cantik di atas pusaramu. Ketika roch termenung dihadapan makam tak berpapan nama, perjalanan hidupnyapun tak berteduh.

Menuju pulang
Merambah jalan bebas
Tiada buntu

Menanti akhir hidup
Maut belum menjemput

Perahu laju
Menyisir sungai
Tekadku menggelora

Walau tongkat estafet
Rapuh dimakan waktu


MiRa - Amsterdam, 25 April 2010


Laburnum anagyroides
Golden Chain Tree
Amstel Kade, berlatar belakang Rumah di atas Air dan taman Bunga - April 2010


Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65click: http://www.progind.net/  

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
.

__,_._,___

Saturday, April 24, 2010

[ac-i] Etnis Arab kini digusur China

 

Ruang Putih- JAWA POS
[ Minggu, 25 April 2010 ]

Mbah Priok dan Etnis Arab
''Jangan ada kegaduhan di sekitar makam. Presiden mengimbau masyarakat tidak termakan isu,'' kata Habib Ali Habib Ali Zaenal bin Abdurrahman Alaydrus.

Habib Ali adalah salah seorang ahli waris Al Habib Hasan Muhammad Al Haddad atau yang dikenal sebagai Mbah Priok di Koja, Tanjung Priok, yang makamnya menjadi ajang sengketa hingga memicu insiden berdarah, Rabu pekan lalu.

Bersama Habib Salim bin Umar Al Attas, Habib Ali bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hanya berselang sehari setelah terjadi bentrokan antara anggota Satpol PP dan massa yang mempertahankan kawasan makam yang dikeramatkan itu.

Tiga anggota Satpol PP tewas dalam bentrokan itu, sekitar 150 orang lainnya terluka, tapi PMI masih menyelidik soal ini. Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menegaskan harus ada tindakan hukum yang tegas dan adil terhadap siapa saja yang melakukan penganiayaan, pembakaran, maupun pembunuhan pada kerusuhan Priok.

Sudah lama Pemkot Jakarta Utara berencana menertibkan kawasan makam tersebut, yang sebagian tanahnya milik PT Pelindo II. Tetapi, ahli waris makam Mbah Priok menolak dengan alasan tempat itu adalah situs sejarah yang harus dirawat.

Presiden sebelumnya bereaksi atas terjadinya kekerasan itu dengan menyerukan agar rencana penertiban itu distatusquokan untuk dicari cara terbaik penyelesaiannya dengan melibatkan banyak pihak yang terkait.

Kedekatan SBY dengan masyarakat etnis Arab boleh jadi juga menjadi salah satu faktor di balik turun tangannya presiden dalam masalah ini. Juga diterimanya ahli waris Mbah Priok, yang disebut sebagai ulama penyebar Islam abad ke-18 di Betawi itu. Seperti diketahui, ada dua menteri keturunan Arab dalam kabinet SBY. Keduanya berasal dari golongan Alawiyin (habib atau sayid). Mereka adalah Menteri Sosial Salim Segaff Al-Jufri dan Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Mohammad..

Beragam komentar berseliweran setelah terjadi insiden berdarah itu di TV, koran, situs-situs internet, Facebook, dan sebagainya. Jusuf Kalla sebagai ketua umum PMI meragukan apa yang disebut sebagai ''ahli waris makam'' karena tidak ada silsilahnya. Selain itu, status tanah makam itu adalah tanah wakaf. ''Ini tanah wakaf yang dipakai untuk kuburan dan di dalamnya ada 24.000 makam. Makam ini kemudian dipindahkan di Semper,'' kata Kalla.

Menurut Kalla, jika benar ada ahli waris dari makam Mbah Priok tersebut, tentu jumlahnya akan banyak sekali karena makamnya sudah ada sejak 250 tahun lalu.

''Kalau benar ada ahli warisnya, ini tanah makam sudah diwakafkan. Jadi, kalau ada yang mau mencabut wakaf tersebut, berarti itu dosa besar karena mencabut wakaf dan seketika pahalanya putus,'' kata Kalla.

Namun, terlepas dari itu, ada satu topik yang tampaknya makin menarik dibicarakan, yakni eksistensi orang-orang etnis Arab di Indonesia. Siapakah Al Habib Hasan Muhammad Al Haddad atau Mbah Priok itu? Mengapa makamnya dikeramatkan? Pertanyaan ini bisa dilanjutkan lagi, ada berapa banyak habib di Indonesia? Apa beda mereka dengan orang-orang Arab yang bukan habib?

Dari sejarahnya, orang-orang peranakan Arab di Indonesia umumnya berasal dari Hadramaut, bagian selatan Jazirah Arab yang dikenal sebagai Yaman. Dalam bahasa Ibrani, Hadramaut disebut Havermavt, sementara dalam Alkitab (Injil) disebut sebagai Hazarmaveth (Kejadian: 10-26-28).

L.W.C. van den Berg dalam bukunya Le Hadhramout et. Les Colonies Arabes Dans L'Archipel Indien yang terbit pada 1886 mengupas panjang lebar tentang Hadramaut dan kota-kota di Indonesia yang berpenghuni orang-orang etnis Arab pada akhir abad ke-19.

Tetapi, hanya sedikit orang keturunan Arab yang pernah berkunjung ke Hadramaut. M. Anis, Pemred portal Kemenegpora adalah salah seorang di antaranya yang pernah berkeliling di tanah asal kakek moyangnya itu

''Hadramaut terdiri atas dua kata, yaitu hadra berasal dari kata hadir dan maut. Siapa hadir ke sana akan menemui maut,'' tulis Anis dalam bukunya, Hadramaut (1996), mengutip penjelasan Saleh, sopir yang mengantarkannya di Hadramaut.

Teori lain menyebut Hadramaut adalah nama seorang tokoh legendaris yang tak diketahui asal usulnya. Hanya tokoh itu dipercaya sebagai keturunan Ya'kub, cucu Nabi Hud yang babat alas di selatan Jazirah Arab yang kering kerontang itu. Karena alamnya yang tak bersahabat itulah orang-orang Arab di Hadramaut menjadi pengelana ke mana-mana. Mereka berlayar ke Ethiopia, Zanzibar, Kenya, India, Singapura, dan Indonesia.

Ada beberapa argumen tentang kapan mereka mulai datang di Indonesia. Tetapi, gelombang besar imigran Arab diperkirakan tiba di negeri ini setelah abad ke-17. Mereka tinggal di kantong-kantong permukiman kota-kota pantai Jawa seperti Batavia (Jakarta), Cirebon, Pekalongan, Tegal, Semarang, Gresik, Surabaya, Bangil, dan sebagainya. Di antara mereka juga tinggal di kota pedalaman seperti Solo dan Jogjakarta. Sebagian kecil dari mereka bahkan sampai ke Maluku Utara, seperti Ternate, Tidore, dan juga di NTT dan Timor (dulu Timor Timur). Mereka datang tanpa istri, kemudian kawin dengan perempuan setempat hingga beranak-pinak. Sebagian mereka, khususnya yang berasal dari golongan sayid, bisa kawin dengan putri-putri raja atau bangsawan sehingga mereka bisa menjadi penguasa di beberapa kerajaan seperti di Sumatera, Kalimantan, dan Maluku. Sejumlah orang lainnya menyiarkan agama, seperti Habib Al Haddad, yang keluarganya tinggal di Ulu, Palembang.

Di masa lalu, umumnya orang-orang Arab di Indonesia adalah para pedagang dan sebagian kecil ulama. Namun, profesi mereka kemudian beraneka ragam. Pandangan politiknya juga aneka warna. Dulu ada tokoh kiri seperti D.N. Aidit dan Sam Kamaruzaman, tetapi juga ada tokoh warna lain seperti A.R. Baswedan. Zaman berikutnya ada Abubakar Baasyir dan Habib Rizieq, tetapi negeri ini juga punya tokoh seperti Ali Alatas, Fuad Hassan, Anies Baswedan, sebagainya. Di bidang lain, ada tokoh LSM Munir, tapi juga ada Shireen Sungkar, Ahmad Albar, dan Muchsin Alatas, Mark Sungkar , Emilia Contessa dan sebagainya.

Banyak buku mengulas komunitas etnis lain. Kapan etnis Arab sebagai bagian dari pelangi kehidupan bangsa ini lebih banyak digali? Ada sebuah buku terbaru mengenai etnis Arab yang mengemukakan bahwa kejayaan bisnis kaum Arab yang berjaya di zaman Belanda dan awal Orde Baru, kini sangat mundur, karena dikalahkan oleh etnis China dan kapitalis Yahudi yang neo-liberalis. (*)

*) Djoko Pitono, jurnalis dan editor buku.

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Welcome to Mom Connection! Share stories, news and more with moms like you.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___