Wednesday, June 30, 2010

[ac-i] Tino Saroenggalo: Kontroversi Sutradara "Obama Anak Menteng": Telah lahir pencuri karya tak bermalu!

 

Kontroversi Sutradara "Obama Anak Menteng": Telah lahir pencuri karya tak bermalu!
oleh: Tino Saroenggalo

Malam nanti, Rabu 30 Juni 2010, akan diputar premier film "Obama Anak Menteng" yang sarat dengan kontroversi.

Kontroversi pertama tentu saja sosok yang diangkat yaitu sosok Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Film ini berkisah tentang masa kecil Obama di Jakarta.

Kontroversi kedua adalah masa produksi yang sangat pendek untuk pembuatan sebuah film cerita seakan-akan kejar tayang dengan rencana kunjungan Obama yang sarat akan pembatalan itu. Bahwa film ini bisa selesai cepat... produksi dimulai pada tanggal 16 Mei 2010... mungkin hanya karena diproduksi oleh rumah produksi yang sudah khatam untuk urusan kejar tayang, Multivision Pictures. Selain itu pastinya tangan dingin sutradara yang pastinya juga sudah paham betul cara memproduksi karya yang kejar tayang.

Nah, di sini lahir kontroversi ketiga: Sutradara!

Siapa sebenarnya yang menjadi Sutradara film "Obama Anak Menteng" ini?

Menurut pemberitaan awal ketika produksi baru dimulai, tersebutlah nama Damien Dematra. Nama yang di kancah perfilman nasional tidak dikenal sama sekali. Kalaupun nama ini tiba-tiba ada, itu semata-mata karena novel berjudul "Obama Anak Menteng" yang beredar atas namanya. Novel yang pastinya ditulis bergegas memanfaatkan saat naiknya Barack Obama sebagai presiden AS, saat yang tepat untuk mendongkrak nama. Dari tiada menjadi ada.

Dengan gencar Damien memberikan wawancara kepada wartawan, tidak hanya wartawan hiburan nasional tapi juga ke wartawan internasional sehingga namanya tiba-tiba muncul sebagai Sutradara film "Obama Anak Menteng" di peliputan media nasional dan internasional.

Di kalangan perfilman nasional, yang sangat sempit dunianya sehingga biasanya saling tahu siapa sedang mengerjakan apa, sosok yang diketahui sedang bekerja keras menyutradarai film tersebut pada saat Damien Dematra sibuk mencanangkan diri adalah John de Rantau. Nama ini tidak hanya dikenal sebagai Sutradara yang telah banyak menghasilkan film televisi dan sinetron, tapi juga film cerita seperti "Mencari Madonna", "Denias: Senandung Di Atas Awan" (2006) dan "Generasi Biru" (2009 bersama-sama dengan Garin Nugroho).

Sejak minggu lalu, mulailah terjadi upaya pelurusan kebenaran dari pembohongan publik yang sudah sengaja dilakukan oleh Damien Dematra. Upaya ini gencar dilakukan oleh rekan-rekan dari dunia film hanya didasarkan pada kenyataan John de Rantau jelas diketahui sebagai orang yang menyutradarai film tersebut. Ada ketidak-relaan mendengar karya seorang rekan yang seenaknya di-claim oleh orang yang sama sekali tidak dikenal di kalangan perfilman.

Sejalan dengan upaya tersebut, mulai dari bertanya sampai mencaci-maki, ada satu kejanggalan yang membayangi aneka upaya itu. Yaitu, meskipun sudah jelas sejak pertengahan Mei 2010, saat film masih dalam tahap syuting, Damien Dematra mencanangkan diri ke pers bahwa dialah Sutradara film tersebut, namun tidak ada pembantahan atau pelurusan berita dari pihak produser maupun John de Rantau.

Ada apa sebenarnya?

Dari laporan pandangan mata yang penulis peroleh, sosok Damien Dematra tidak muncul dalam acara Konferensi Pers dan Press Screening yang diadakan pada Selasa, 29 Juni 2010. Sebaliknya, John de Rantau dengan tegas menyatakan kepada pers bahwa dia adalah satu-satunya Sutradara yang bekerja dalam pembuatan film ini.

Dari obrolan langsung dengan John de Rantau, penulis juga mendapatkan penjelasan bahwa bahkan skenario film "Obama Anak Menteng" dibuat berdasarkan data dari berbagai sumber, termasuk menemui nara sumber yang masih hidup. Novel "Obama Anak Menteng" karya Damien Dematra memang menjadi salah satu sumber, tapi tidak sepenuhnya alur cerita film diambil dari isi novel tersebut.

Nah, semakin bingung kan.

Berangkat dari pengalaman penulis di dunia film, adalah wajar bila sebuah judul film diambil dari judul sebuah novel. Biasanya, di akreditasi dicantumkan bahwa cerita film tersebut diangkat dari novel tersebut. "Eat Pray Love" (Ryan Murphy, 2010) adalah contoh yang paling baru. 

Film yang akan beredar akhir Agustus tahun ini tidak hanya mengambil judul dari novel karya Elizabeth Gilbert, tapi KESELURUHAN cerita mengikuti alur cerita di dalam novel tersebut namun akreditasi penulisan skenario tetap diberikan kepada penulis skenarionya yaitu Ryan Murphy dan Jennifer Salt. Sutradara pun hanya dicantumkan nama Ryan Murphy yang memang menyutradarai film tersebut.

Terkait dengan film "Obama Anak Menteng" artinya, mengikuti pola yang lazim dalam pembuatan film, bila penulisan skenario dan penyutradaraan dilakukan oleh orang lain, secara profesional nama Damien Dematra hanya bisa tampil sebagai nama penulis novel... misalnya "Diangkat dari novel "Obama Anak Menteng" karya Damien Dematra.

Nama Damien Dematra masih bisa tampil sebagai salah seorang di jajaran Eksekutif Produser atau Associate Producer. Sebutan Associate Producer memang seringkali diberikan kepada seseorang sebagai penghormatan atas sumbangsihnya terhadap pembuatan film tersebut. Apapun bentuk sumbangsihnya.

Pencantuman nama ini melulu tergantung dari negosiasi antara pemilik novel dengan rumah produksi yang mengangkat novel tersebut ke layar lebar.

Tapi, nama penulis novel tersebut tidak bisa muncul di jajaran Produser, Produser Pelaksana atau Produser Lini karena hanya mereka yang terlibat langsung dalam pekerjaan selama produksi lah yang bisa dicantumkan di jajaran ini.

Bila ia, dalam hal ini Damien Dematra, ternyata memang akhirnya ditampilkan dalam film tersebut sebagai sutradara maka itu semata-mata hanya bisa terjadi karena dia pada dasarnya TOLOL dan tidak mengerti aturan main yang berlaku baku di dunia perfilman.

KeTOLOLan itulah yang membuat dia memaksakan diri untuk mencantumkan nama. Kalau memang namanya muncul sebagai sutradara bersama-sama dengan John de Rantau maka dia pada dasarnya hanyalah seorang PERAMPOK karya yang berhasil (entah dengan cara apa) MENODONG rumah produksi film tersebut untuk mencantumkan namanya.

Mungkin ia mengira bahwa dengan demikian dia bisa memasukkannya sebagai daftar karya. Kalau nantinya dia memang mencantumkannya dalam bio data hasil karyanya maka dia memang manusia TIDAK BERMALU yang seharusnya masuk ke Dewan Perwakilan Rakyat RI atau anggota partai era Reformasi. 

Jujur saja saya jadi bingung sendiri. Kalau saya menyebutnya sebagai cayote, anjing pemakan bangkai, sebutan itu tidak cocok karena saya tidak mau dituding mengatakan John de Rantau sudah menjadi bangkai. Bila dilihat dari aneka kategori anjing, yang paling tepat mungkin adalah sebutan "anjing buduk"... yaitu anjing liar yang sering kita lihat mengais makanan di tempat sampah.

Yang pasti, Damien Dematra tidak pantas disebut-sebut sebagai orang film. Mudah-mudahan namanya tidak dicantumkan oleh tim pembuat ensiklopedia film nasional. Kalaupun dimuat, harus ada catatan khusus tentang skandal pencantuman namanya itu dalam film "Obama Anak Menteng."

Tepat sekali, ini adalah skandal aib di dunia perfilman. 

Selain oleh Damien Dematra, skandal ini juga harus dipertanggungjawabkan oleh rumah produksi pembuat film "Obama Anak Menteng" kepada semua organisasi perfilman nasional karena membiarkan pencantuman nama sutradara secara sembarangan. Sebagai rumah produksi senior sudah seharusnya lah MVP ikut menjaga kehormatan profesi Sutradara.

Catatan:
Mengingat tim pembuat ensiklopedia film nasional kalau tidak salah anti membaca facebook, minta tolong kepada yang kenal untuk memberikan copy tulisan ini kepada mereka... kalau dianggap perlu. Terima kasih.

======================================================================================================

lalu.... siapakah yang mempunyai kewenangan untuk mengatasi hal ini? :)

Best,
L

--
Letitsia Gayatri P.
Audio Visual Professional

----------------------------------------------
"Add a little bit of tequila in your ice lemon tea!"
http://laetitiamozz.blogspot.com

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Get real-time World Cup coverage on the Yahoo! Toolbar. Download now to win a signed team jersey!

.

__,_._,___

Tuesday, June 29, 2010

[ac-i] Menonton Konser Jazz Shadow Puppets dan Piala Dunia 2010 di Salihara

 

Shadow Puppets adalah sebuah kelompok yang terdiri dari Irsa Destiwi (piano), Robert Mulyarahardja (gitar), Indrawan Tjhin (bas), dan Yusuf Shandy Satya (drums). Mereka pertama kali bertemu dalam lokakarya jazz di Jakarta pada akhir 2009. Perjumpaan itu memantikkan kecocokan di antara mereka dan mulailah mereka bermusik bersama. Dengan latar belakang yang beragam – Irsa dengan latar pendidikan musik klasik dan pengalamannya dalam industri musik, Robert dan Indrawan yang baru menamatkan pendidikan musik jazz, dan Shandy dengan bakat alamnya – Shadow Puppets hendak menampilkan sebuah suara baru dalam belantika musik Indonesia. Komposisi mereka hadir dalam beragam gaya, mulai dari bebop yang lugas hingga yang bernuansa folk dan sarat improvisasi. Dalam konser ini, Shadow Puppets akan menampilkan karya-karya mereka sendiri.

Konser Jazz Bulanan oleh Shadow Puppets ini akan diselenggarakan di Teater Salihara, Sabtu 3 Juli 2010, jam 20:00 WIB. Tiket seharga Rp 50.000,- (dan Rp 25.000,- khusus untuk pelajar/mahasiswa) dapat dipesan melalui 021-789-1202, 0817-077-1913, 0857-193-111-50, 0812-8184-5500, 021-9974-5934, dita@salihara.org, atau secara on-line melalui www.salihara.org

Bagi para penonton Shaddow puppets yang ingin menyaksikan pertandingan perempat final Piala Dunia 2010, Komunitas Salihara menyediakan fasilitas menonton di Serambi Salihara pada tanggal 03 Juli 2010 tepat setelah pementasan usai.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai program Komunitas Salihara lainnya, maupun permintaan peta lokasi Komunitas Salihara, silakan hubungi melan@salihara.org atau dita@salihara.org

Sampai bertemu di Komunitas Salihara!

Komunitas Salihara; Jl. Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520. Tel: 021-789-1202.

(Parkir terbatas, kami melayani pemesanan taksi di tempat.)

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
.

__,_._,___

[ac-i] "PANDAWA DADU" Komunitas Wayang Suket Slamet Gundono & Fortuga ITB

 

“PANDAWA DADU”
KOMUNITAS WAYANG SUKET dan FORTUGA ITB
SLAMET GUNDONO dalang
Sri Waluyo • Sutrisno • Kukuh Widi Asmoro • Edi Kurniawan • Joko Nugroho musisi karawitan
Slamet Gundono • Hanindawan • Dorothea Quin • Fortuga pemain
Gelar produser

Minggu 3 Juli 2010, Museum Nasional - 13.00 WIB
HTM – Rp. 10.000,- (sudah termasuk masuk Museum)

Dalang Slamet Gundono dengan Komunitas Wayang Suket-nya akan menggelar PANDAWA DADU pada 3 Juli 2010 di Museum Nasional pada pukul 13.00 WIB. Selama ini, Slamet Gundono dikenal sebagai dalang nyeleneh, dan selalu kritis dalam menyampaikan karya-karya agar senantiasa dapat dinikmati dengan segar dalam konteks kekinian.
 
Dalam pertunjukan ini, Slamet Gundono akan berkolaborasi dengan FORTUGA ITB, yaitu forum alumni angkatan ’73 ITB dimana dalam kesempatan ini pula sedang merayakan hari jadinya yang ke-37 dengan menggelar rangkaian acara seni budaya hingga amal yang dilaksanakan di Museum. Selain penampilan khusus dari Komunitas Wayang Suket, pergelaran ini akan didukung pula oleh para alumni ITB ’73 dari berbagai latar belakang profesi dan diperkuat pula oleh para aktor/penari/musisi yang juga akademisi jebolan ISI Surakarta.

Pandawa Dadu ; Kisah Pertaruhan Harga Diri
Pandawa Dadu adalah salah satu episode dalam naskah epik klasik Mahabharata, yang berkisah tentang bagaimana negara dipertaruhkan oleh dua bersaudara yang bermusuhan, Pandawa dan Kurawa, pada sebuah permainan dadu. Pandawa yang dikenal sebagai tokoh putih, ternyata tak selalu suci. Keputusan Yudistira untuk mempertaruhkan Drupadi, istrinya, tak dihalangi oleh adik-adiknya, bahkan oleh para tetua seperti Bhisma, yang juga menghadiri pertemuan itu. Saat Drupadi ditelanjagi oleh Dursasana, saat itulah hak azasi manusia telah mati, ditandai oleh kesewenangan pada kaum yang lemah dan tak berdaya. Dan tanpa kita sadari, perenggutan hak azasi manusia sudah berlangsung sepanjang usia peradaban kita.
 
Naskah klasik Mahabharata yang diangkat sebagai rujukan cerita ini tetap terasa relevan dengan konteks masa kini, karena sarat dengan nilai dan pesan-pesan sosial. Cerita ini dilontarkan Slamet Gundono dan Fortuga kepada publik sebagai refleksi negeri Indonesia yang kita cintai saat ini.

Konsep Garapan
Di dalam karya ini, dalang Slamet Gundono mengangkatnya dalam bentuk teater tradisi rakyat yang bersifat sampakan, dimana berbagai unsur wayang, teater, musik, tari diramu menjadi satu kesatuan, tanpa adanya jarak dengan penonton karena penonton juga merupakan bagian dari pertunjukan tersebut. Musik digarap dengan gaya khas pesisiran yang kental dengan spirit kerakyatan yang egaliter, bebas, tak kaku, membuka ruang dialog dengan berbagai unsur. Disinilah berpadu antara yang tradisi dan pop, rural dan urban, dan seterusnya. Pandawa Dadu adalah komedi satir yang digarap dengan serius, sarat dengan refleksi dan kritik sosial yang relevan dengan kondisi saat ini. Sehingga sajian kolaborasi ini terasa kian segar disaksikan.

Sinopsis
Pada suatu hari, Pandawa bersaudara diundang oleh keseratus orang Kurawa untuk bermain dadu di kerajaan Astina. Sengkuni, paman dari para Kurawa, ternyata sudah mengatur permainan dadu tersebut agar Kurawa dapat bermain dengan Yudistira, kakak tertua dari Pandawa bersaudara yang dikenal jujur, putih dan suci hatinya.
 
Namun karena kecurangan Kurawa, di akhir permainan Yudhistira kehilangan seluruh kekayaannya, diikuti dengan seluruh kerajaannya. Hingga akhirnya ia mempertaruhkan Drupadi, istrinya, menjadi budak para Kurawa, dengan harapan mendapatkan kerajaannya kembali. Toh, Pandawa tetap kalah. Drupadi berulangkali mempertanyakan hak Yudhistira untuk mempertaruhkan dirinya saat dia sendiri telah kehilangan kebebasannya. Kisah ini merupakan sebuah cermin kehidupan kita di dunia modern dengan berbagai permasalahannya, yang ternyata masih tak beranjak dari pertaruhan demi pertaruhan, dari penelanjangan demi penelanjangan hak azasi manusia – sepanjang peradaban kemanusiaan itu sendiri.
------ End of Forwarded Message

------ End of Forwarded Message

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
.

__,_._,___

Re: [ac-i] Say No to Museum of Marketing in Ubud...!

 

Saya ikut mendukung penolakan museum ini.
Kalo mau mendirikan museum di kompleks museum puri lukisan...haruslah museum yang berbau seni atau budaya juga...
"save our culture, now"

salam
cici

--- On Mon, 6/28/10, Bodhiciva <bodhi_civa@yahoo.com> wrote:

From: Bodhiciva <bodhi_civa@yahoo.com>
Subject: Re: [ac-i] Say No to Museum of Marketing in Ubud...!
To: artculture-indonesia@yahoogroups.com
Received: Monday, June 28, 2010, 12:53 AM

 

Saya ikut mendukung penolakkan terhadap pembangunan Museum of Maketing di Ubud. Menurut saya alasan penolakkan apapun oleh warga negara Indonesia haruslah berdasar dan masuk akal seperti ini, bukan hanya karena rasis anti USA, anti Yahudi, atau intoleransi seperti anti Kristen. 
JP

--- On Sun, 6/27/10, yoga parta <yogaparta@yahoo. com> wrote:

From: yoga parta <yogaparta@yahoo. com>
Subject: Re: [ac-i] Say No to Museum of Marketing in Ubud...!
To: artculture-indonesi a@yahoogroups. com
Date: Sunday, June 27, 2010, 8:17 AM

 
saya setuju untuk menolak pembangunan museum tersebut, apa lagi di dalam areal museum puri lukisan, yang sangat bernilai sejarah bagi perkembangan seni rupa/lukis di Bali..

salam
yoga


From: Warga Ubud <warga.ubud@gmail. com>
To: artculture-indonesi a@yahoogroups. com
Sent: Sun, June 27, 2010 11:52:08 AM
Subject: [ac-i] Say No to Museum of Marketing in Ubud...!

 
Salam,

Akhir-akhir ini muncul kabar bahwa di Ubud, Bali, akan didirikan sebuah museum baru bernama "Philip Kotler Museum of Marketing". Lokasinya berada di kompleks Museum Puri Lukisan. Museum of Marketing ini akan memamerkan profil dari Philip Kotler, tokoh pemasaran dunia, dan juga memamerkan produk-produk dari berbagai perusahaan besar di dunia yang sebagian besar berasal dari Amerika Serikat, negara asal Philip Kotler. Museum of Marketing ini digagas oleh Irman Gusman (Ketua Dewan Perwakilan Daerah/DPD) dan Hermawan Kartajaya (konsultan pemasaran dari Jakarta).


Mengapa Museum of Marketing harus ditolak keberadaannya di Ubud?

1. Ubud bukanlah pusat bisnis seperti Jakarta, Surabaya, Singapura atau Hongkong misalnya. Ubud adalah destinasi wisata budaya dan spiritual yang khas Bali. Sementara itu, pemasaran terkait erat dengan bisnis. Keberadaan sebuah museum yang justru menyanjung nilai-nilai bisnis—apalagi memamerkan produk-produk dari luar negeri—akan merusak nilai-nilai Ubud yang telah dibangun dengan kerja keras oleh seluruh lapisan masyarakat Ubud khususnya serta masyarakat dan pemerintah Bali dan Indonesia pada umumnya selama beberapa generasi.

2. Penggunaan nama Philip Kotler sebagai nama museum ini merupakan sesuatu yang sangat aneh, karena Philip Kotler tidak jelas peranan dan kontribusinya kepada Ubud. Philip Kotler bahkan merupakan warganegara Amerika Serikat yang tidak pernah tinggal di Ubud, di Bali, atau bahkan di Indonesia. Berbeda dengan para seniman ekspatriat lainnya seperti Walter Spies, Rudolf Bonnet, Antonio Blanco, Arie Smit ; mereka semua merupakan ekspatriat yang tinggal cukup lama di Ubud dan berperan besar dalam pengembangan seni-budaya Bali.

3. Lokasi Museum of Marketing yang berada di dalam kompleks Museum Puri Lukisan menimbulkan tanda tanya besar. Sesuai namanya, "Puri Lukisan", para pendiri museum ini tentu menginginkan bahwa Museum Puri Lukisan menjadi tempat untuk melestarikan karya seni tradisional dan modern Bali—terutama seni lukis; bukan produk-produk dari negara lain yang sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan seni-budaya Bali.


Dengan alasan-alasan tersebut di atas maka "Philip Kotler Museum of Marketing" harus ditolak keberadaannya di Ubud, apalagi berada di kompleks Museum Puri Lukisan. Keberadaan Museum of Marketing ini terkesan sangat dipaksakan dan jelas akan merusak salah satu situs yang sangat bersejarah dan memegang peranan penting dalam perkembangan seni-budaya di Bali dan Indonesia. Museum of Marketing ini juga jelas tidak memberikan manfaat sama sekali kepada masyarakat Ubud dan para seniman Bali.


Berita terkait bisa dibaca di:

http://www.antarane ws.com/berita/ 1275316650/ bali-bangun- museum-marketing -dunia
http://www.antarane ws.com/berita/ 1276916121/ tokoh-marketing- dunia-promosikan -indonesia- di-chicago



__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Get real-time World Cup coverage on the Yahoo! Toolbar. Download now to win a signed team jersey!

.

__,_._,___

[ac-i] The 24th UBE Biennale: International Open Sculpture Competition

 

OPPORTUNITIES: Halo, para pematung! Inilah saatmu! Ada kompetisi patung di Jepang, yakni "The 24th UBE Biennale: International Open Sculpture Competition". Deadline aplikasi ditunggu hingga 30 September 2010. Hadiah utama (Grand Prize) sebesar ¥ 5,000,000 atau sekitar Rp500 juta. Selengkapnya, simak rubrik "Opportunities" di http://indonesiaartnews.or.id/


__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

[ac-i] Teater Biografi Natrah yang terbelah Agama

 

Sastera-BERITA HARIAN

Muzakarah kasus Natrah


Oleh Salbiah Ani

2010/06/29

RASA tidak puas hati penonton Teater Natrah ketika dipentaskan di Istana Budaya, akhir tahun lalu kerana adaptasi naskhah teater itu lari daripada teks biografi yang ditangani Datin Seri Fatini Yaacob, pasti akan terubat pagi ini.

Meskipun kali ini bukan dalam bentuk teater yang gah sehingga lebih RM1 juta 'terbang' hanya untuk latar pentas di Panggung Sari pada persembahan dari 30 November hingga 13 Disember lalu, tetapi pasti tiada hati yang meronta ekoran penyimpangan daripada teks asal.

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Get real-time World Cup coverage on the Yahoo! Toolbar. Download now to win a signed team jersey!

.

__,_._,___

[ac-i] JADWAL PAMERAN July s/d Des 2010

 

Dear AGSI,

Br saja Canna Gallery memasukkan Jadwal Pamerannnya Juni s/d Des 2010, mohon dilihat dahulu dan di cek kembali utk masing2 galeri.

JADWAL CANNA JUNI S/D DES 2010

 

22 July - 3 August 2010, Bandung Invasion #2
Curated: Anisa Rahadi
at Galeri Canna Jl. Boulevard Barat Blok LC 6 No 33-34
Kelapa Gading Jakarta Utara

Citra Syukma Bayu , Dilla Martina Ayulia, Desziana Machmud , Endira FJ, Kania Yuliandini, Leyla Aprilia , Marishka Cempaka, Nuri Fatimah, Putriani Mulyadi , Sally Texania,  Sania Gilang Hati, Sekar Putri, Stella Prasetya, Tisa Granicia


July 30 - 1 August 2010, Jakarta Art Bazaar
at The Ritz Carlton Jakarta Pacific Mall Place
.
Artists: Wayan Legianta, Wayan Upadana, Win Dwi laksono & Wisnu Auri.



9 - 23 Agustus 2010, Solo Exhibition by Iswanto.
curated by Alia Swastika at Galeri Canna
JL. Boulevard Barat Raya Blok LC 6 No. 33 - 34
Kelapa Gading  Jakarta Utara


8 - 31 August 2010, Exhibition Drawing S.Sudjojono, with Selasar Sunaryo Art Space, Gallery Soemardja and Museum S. Sudjojono.
curated By Aminudin TH Siregar


September  - October, 2010.
Anniversary 9th Galeri Canna.
curated by Rifqy Effendi.


8 - 17 October 2010, solo Exhibition by Nus Salomo
at Jakarta Art District Grand Indonesia East Mall
curated by Jim Supangkat


21 - 31 October 2010, Solo Exhibition by Entang Wiharso.
curated by Jim Supangkat and writer, Amanda Rath.
at Galeri Nasional Indonesia Hall A
Jl. Medan Merdeka Timur No 14
Jakarta Pusat


November 2010, solo Exhibition by Tinton Satrio
curated by Aminudin TH Siregar. at Galeri Canna
Jl. Boulevard Barat Blok LC 6 No 33-34 Kelapa Gading Jakarta Utara.


December 2010,Solo Exhibition by Nyoman Darya
at Galeri Canna Jl. Boulevard Barat Raya Blok LC 6 No. 33 - 34
Kelapa Gading Jakarta Utara.


December 2010,Solo Exhibition by Suraji
at Galeri Canna Jl. Boulevard Barat Raya Blok LC 6 No. 33 - 34
Kelapa Gading Jakarta Utara.

 

JADWAL EG
1. Pameran Berdua Hojatul & Taufik sedianya akan di adakan di tanggal 15-25 Juli 2010 berubah menjadi tgl. 27 Juli s/d  8 Agustus 2010.
2. Pameran Group Critical Point sedianya akan diadakan di tanggal 05-15 Agustus 2010 berubah menjadi tgl. 12 -22 Agustus 2010.
3. Pameran Solo Ayu Arista Murti sedianya akan diakan di tanggal 19-29 Agustus 2010 berubah menjadi tgl. 20-29 Agustus 2010.
4. Pameran Solo Daniel Timbul sedianya akan diadakan di tanggal. 25 Agst - 5 Sept 2010 berubah menjadi tgl. 26 Agst - 5 Sept 2010.


JADWAL PAMERAN JAD 2010

 

Tahun 2010: Exhibition Hall

Januari

 

 

Feb

SOFT OPENING: 15 FEB,               GRAND OPEING: 27 FEB

Maret

VANESSA: 10 Maret s/d 21

ANDI'S: 25 Maret s/d 4 April

SEMARANG: 27 Maret s/d 6 April (DI GALERI JAD)

PELUNCURAN BUKU ASIA LINK tgl 31

April

LANGGENG tgl 8  s/d tgl 18 April

SEMARANG tgl 22 s/d 2 Mei

Mon Décor tgl 23 April.

Mei

PURI tgl 7 s/d 16 Mei

MON DÉCOR tgl  21 s/d 30 Mei

Juni

EDWIN'S 2 s/13 juni (Room is Mine)

CANNA, tgl tgl 15 - 26  Juni, Wisnu Auri

SEMARANG: tgl 19: Ardana

VANESSA: tgl 24 (cancel)

Juli

VANESSA (tgl 7 – tentative)

ANDI'S (tgl 8 Juli )

LANGGENG tgl 20 Juli

Agustus

NADI (tgl 5-15)

PURI tgl 4

EDWIN'S tgl 20 - 29 + Art Talk from Sothebys

Sept

WARNING LEBARAN: tgl 10 + 11

VANESSA ARTLINK : tgl 24 s/d 3 okt

Oktober

CANNA tgl 8 s/d 17 Okt

NADI

Nov

SEMARANG

PURI

Des

MON DECOR

TGL 15 ato 16 OPENING PAMERAN BERSAMA (hy 1 mgu)

 

 

DAN

 

JADWAL PAMERAN REGULER 2010 (Di tempat masing2)

 

 

JUNI

JULI

AGUSTUS

 

 

Mgu 1

Mgu 2

Mgu 3

Mgu 4

Mgu 1

Mgu 2

Mgu 3

Mgu 4

Mgu 1

Mgu 2

Mgu 3

Mgu 4

1.

FOUNDER

 

Canna tgl 10-22

 

EG tgl 9 atau 11-20

 

Vanessa tgl 11 di Spore

MD tgl 18

 

SEMARANG tgl 19 (JAD)

 

 

 

 

 EG tgl 27-8: Hojatul & Taufik

EG tgl 19 – 15 PP (Green Carnival

EG tgl 29 – 1 Agus PP Bazaar Art)

Puri tgl 13

 

EG tgl 12 -22: Critical Point

 

Andi's tgl 6 di Galnas

 

Vanessa tgl 19  (Manguputra

EG : tgl 26 -5: Daniel Timbul

2.

MEMBER

 

 

 

Srisasanti tgl 26-26 jun

ViviYip tgl 3, Pejaten, Marco Cassani

 

 

 

 

 

 

 

3.

AUCTION HOUSE

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.

NON MEMBER

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.

GALNAS/INSTITUSI

B+C:Pst Keb Italia tgl 4-24

A:YSRI tgl 17-27

 

A: EG tgl 30Jun – 9 Jul

 

 

 

 

Andi's tgl 6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Vanessa Artlink

25 Nov: Wilman Syahnur

Andi's

Nov di Galeri baru di JAD: Adi Gunawan





Bes regards,

Vonnyt
AGSI (Asosiasi Galeri Seni Rupa Indonesia) Secretariat.
(Art Galleries Association- AGA) Indonesia
GRAND INDONESIA SHOPPING TOWN, East Mal, LG, JAKARTA ART DISTRICT AREA
Jakarta 10310
Ph: +62 21 2358 1035
www.agsindonesia.com

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Get real-time World Cup coverage on the Yahoo! Toolbar. Download now to win a signed team jersey!

.

__,_._,___