Tuesday, October 12, 2010

[ac-i] Diskusi, Apresiasi dan Ceramah tentang Tan Malaka di Salihara

 

Sebelum pementasan Opera Tan Malaka di Teater Salihara, 18-20 Oktober 2010, kami mengadakan rangkaian acara pra-pemenasan: diskusi, apresiasi dan ceramah terhadap sosok Tan Malaka dan pertunjukan Opera Tan Malaka.

Pertama, Diskusi tentang "Masa Depan Tan Malaka", Kamis, 14 Oktober 2010, pukul 16:00 WIB dengan Pembicara: Bonnie Triyana (Sejarahwan) dengan Moderator: Arif Zulkifli (Redaktur TEMPO).

Kedua, "Apresiasi Opera Tan Malaka", Jumat, 15 Oktober 2010, pukul 16.00 WIB, bersama Suka Hardjana dan Goenawan Mohamad.

Ketiga, Ceramah Harry A. Poeze tentang "Tan Malaka: Petualangannya Antara Fakta dan Fiksi", Senin, 18 Oktober 2010, 16:00 WIB.

Seluruh kegiatan menjelang pementasan Opera Tan Malaka ini (diskusi, apresiasi dan ceramah) terbuka untuk umum dan gratis.

Berikut sinopsis lengkapnya dan sampai jumpa di Komunitas Salihara.

========================

Diskusi: Masa Depan Tan Malaka
Kamis, 14 Oktober 2010, 16:00 WIB
Pembicara: Bonnie Triyana, Moderator: Arif Zulkifli
Serambi Salihara | Terbuka untuk umum & gratis

Tan Malaka atau Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka adalah sosok pejuang kemerdekaan Indonesia yang militan, radikal, dan revolusioner. Selama hidupnya dia pernah aktif di Partai Komunis Indonesia dan menjabat wakil Komintern di Asia yang berkedudukan di Canton. Ia bukan hanya pengecam yang keras untuk pemerintah kolonial Belanda, tetapi juga pemerintahan Soekarno-Hatta. Meski seorang komunis ia tidak sepenuhnya cocok dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).  Ia pernah mendirikan Partai Republik Indonesia (PARI) dan Partai Murba.

Tan Malaka ditetapkan sebagai pahlawan kemerdekaan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 53/28 Maret 1963. Meskipun begitu, selalu ada yang misterius dalam hidupnya. Sebagaimana kata-katanya, "Bergelap-gelaplah dalam terang, dan berterang-teranglah dalam gelap." Pemikiran dan aktivitas Tan Malaka masih terus mengundang pertanyaan. Bagaimana kita melihat pemikiran dan pergerakannya untuk saat ini dan akan datang?

Sebelum diskusi akan diputar film dokumenter 'Selopanggung' (10 menit) tentang penggalian makam Tan Malaka di Selopanggung, Kediri.

http://salihara.org/event/2010/10/08/diskusi-masa-depan-tan-malaka

====================


Apresiasi Opera Tan Malaka
Serambi Salihara

Apresiasi Opera Tan Malaka
Jumat, 15 Oktober 2010, 16.00
Bersama Suka Hardjana dan Goenawan Mohamad
Serambi Salihara | Terbuka untuk umum & gratis

Sebagai sebuah "opera-esai", Opera Tan Malaka membutuhkan semacam pengantar. Jika mengoperakan tokoh tertentu atau peristiwa penting dalam sejarah sudah lazim dalam tradisi opera selama ini, mengoperakan sebuah esai, sebuah diskursus, serentetan buah pikiran, tentang seseorang yang terkenal tetapi juga misterius, di Indonesia terutama, masih terbilang pekerjaan baru. Tantangannya kemudian adalah bagaimana diskursus itu dinyanyikan dan bisa memikat perhatian penonton.

Suka Hardjana, klarinetis dan konduktor yang juga pengajar pada Program Pascasarjana ISI Solo, akan menjelaskan segi-segi musikal dari opera ini. Sementara penyair dan esais cum libretis Goenawan Mohamad akan berbagi pengalaman seputar keasyikannya menuliskan sosok Tan Malaka bukan ke dalam novel atau puisi epik tetapi ke dalam libreto. Sebelumnya Goenawan telah menulis libreto Kali dan The King's Witch, dan bekerja sama dengan komponis Tony Prabowo. Dengan dua narasumber ini pengunjung diajak menjajaki berbagai kemungkinan penafsiran sebelum akhirnya mengalami langsung Opera Tan Malaka.

http://salihara.org/event/2010/10/08/apresiasi-opera-tan-malaka

=====================

Ceramah Harry A. Poeze
Tan Malaka: Petualangannya Antara Fakta dan Fiksi
Senin, 18 Oktober 2010, 16:00 WIB
Galeri Salihara
Terbuka untuk umum & gratis

Tan Malaka atau Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka adalah sosok pejuang kemerdekaan Indonesia yang militan, radikal, dan revolusioner. Selama hidupnya dia pernah aktif di Partai Komunis Indonesia dan menjabat wakil Komintern di Asia yang berkedudukan di Canton. Ia bukan hanya pengecam yang keras untuk pemerintah kolonial Belanda, tetapi juga pemerintahan Soekarno-Hatta. Meski seorang komunis ia tidak sepenuhnya cocok dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).  Ia pernah mendirikan Partai Republik Indonesia (PARI) dan Partai Murba.

Tan Malaka ditetapkan sebagai pahlawan kemerdekaan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 53/28 Maret 1963. Meskipun begitu, selalu ada yang misterius dalam hidupnya. Sebagaimana kata-katanya, "Bergelap-gelaplah dalam terang, dan berterang-teranglah dalam gelap." Detik-detik kematiannya tetaplah sebuah misteri. Setidaknya ada lima versi kematian Tan Malaka. Sejarahwan Belanda Harry A. Poeze meyakini bahwa Tan Malaka ditembak mati pada 21 Februari 1949 atas perintah Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya. Mayatnya kemudian dikuburkan di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kediri, Jawa Timur. Pada 12 September tahun silam, atas petunjuk Poeze, makam yang diduga sebagai tempat peristirahatan Tan Malaka itu dibongkar oleh tim forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Dalam ceramah ini, Harry A. Poeze selain akan memberikan hasil-hasil penelitiannya yang terbaru tentang Tan Malaka, ia akan menunjukkan beberapa foto dan film, serta rekaman komposisi orang Belanda, Peter Schat, yang diinspirasi oleh Tan Malaka.

http://salihara.org/event/2010/10/08/tan-malaka-petualangannya-antara-fakta-dan-fiksi

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment