Tuesday, April 20, 2010

[ac-i] DPR D Lamongan meremehkan sektor kebudayaan

 

Radar Bojonegoro-Jawa pos Group
[ Selasa, 20 April 2010 ]
APSB Ngluruk DPRD Lamongan
LAMONGAN - Sekitar 50 massa yang mengatasnamakan Aliansi Pelaku Seni Budaya (APSB) Lamongan kemarin (19/4) mendatangi kantor DPRD setempat. Mereka melakukan longmarch dari depan sekretariat Dewan Kesenian Lamongan (DKL).

Mereka membawa berbagai poster dan benda-benda yang dimaksudkan sebagai kritikan. Yakni, berupa ungkal (batu asah, Red), boran (bakul, Red) dan sebagainya. Benda tersebut rencananya dikadokan kepada pimpinan dewan tapi batal.

Polisi yang mengaku sebelumnya tidak mendapatkan pemberitahuan tentang aksi ini langsung datang melakukan antisipasi pengamanan. ''Saya minta yang tertib sesuai perwakilan yang disepakati,'' kata Kasatsamapta Polres Lamongan, AKP Suyanto.

Perwakilan massa akhirnya diterima Ketua DPRD Makin Abbas dan Wakil Ketua DPRD Sa'im serta Ketua Komisi D Sulaiman. Hadir dalam pertemuan itu sejumlah pejabat instansi terkait. Saat audensi, koordinator APSB Rokhiem, yang juga merupakan perwakilan LKL ( Lembaga Kebudayaan Lamongan ), menyampaikan beberapa persoalan dan usulan. Di antaranya, berharap kepada dewan agar berkenan membangun kompleks  gedung kesenian yang terpadu di Lamongan. Selain itu, 15 persen pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata hendaknya didistribusikan untuk pengembangan seni dan budaya Lamongan.

APSB juga meminta Dewan Kesenian Lamongan (DKL) dibubarkan karena melempem atau dilaksanakan improvement internal DKL. Tuntutan ini sebelumnya diwujudkan dengan aksi APSB yang menyegel sekretariat DKL di Jalan Lamongrejo. Tuntutan terakhir, memberikan pendidikan kerakyatan, pelatihan, pembinaan, perhatian, penghargaan dan naungan kepada pelaku seni budaya khususnya pemuda Lamongan.

Ketua DPRD Makin Abbas tidak serta menanggapi tuntutan APSB yang amat mulia itu. Dikatakan, apa yang disampaikan APSB akan diperhatikan. Tapi, khusus usulan agar 15 persen PAD dari sektor pariwisata diditribusikan untuk pengembangan seni jelas tidak mungkin. ''Untuk gedung kesenian juga tidak dianggarkan. Tapi, semua ini kami catat untuk dipelajari lebih lanjut,'' katanya meremehkan,padahal dirinya pernah mengucapkan janji-janji muluk mengenai kebudayaan ketika mengadakan pertemuan dengan LKL sekitar setahun sebelumnya. (idi/wid)

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Welcome to Mom Connection! Share stories, news and more with moms like you.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment