Saturday, November 28, 2009

[ac-i] PPN 3 banyak memberi inspirasi penyair

 

Saturday, November 7, 2009

AKU PENYAIR




Sebungkus Kenangan yang membakar semangat saya luar dan dalam untuk menjadi penyair; meninggalkan Sekepal Tanah, Sebenua Suluk, Setanah Nurani, Seekspresi, si al falsifusi dan semua la yang sedang tandatangan borang pencen penyair.


Saya terhenti lama menulis blog kerana sibuk menguruskan Pertemuan Penyair Nusantara di Kuala Lumpur pada 20-22 November 2009. Acara ini diadakan di Dewan Bahasa dan Pustaka Kuala Lumpur. Ia merupakan anjuran PENA dengan kerjasama DBP, JKKN, ITNM. Para penyair, penulis, peminat sastera dijemput untuk menyertainya. Yuran RM20. Makan minum disediakan tetapi pengangkutan dan penginapan tanggungan sendiri. Ramai penyair dari Indonesia, Thailand, Singapura, dan Brunei telah mengesahkan kehadiran. Maklumat lanjut boleh ditanya terus ke emel saya smzakir90@gmail.com

Apa yang menarik untuk saya menulis di blog hari ini ialah tentang beberapa orang penyair hebat teman-teman baik saya sedang mengisytiharkan untuk 'Berhenti Jadi Penyair'. Penyair Sekepal Tanah, Benua Suluk dan saya sedang menunggu penyair Tanah Nurani, si Ekspresi (yang tak ekpres) dan al Falsifusi pula mengisytiharkannya. Tentunya saya kejam apabila menyatakan pengisytiharan itu sebaliknya memberikan dorongan untuk saya tiba-tiba menjadi penyair (seorang penyair nostalgia kg jasa juga sedang bersemangat seperti saya untuk menggantikan penyair yang berhenti). Saya sungguh bersemangat untuk menjadi penyair sekarang.

Apatah lagi saya menerima sebuah buku puisi yang terselit kad nama, semasa mengumpulkan puisi-puisi luar negara - membakar semangat saya untuk menjadi penyair. Maka saya dan penyair kg jasa tadi bangun dengan semangat membara untuk jadi penyair ketika para penyair sedang menggantungkan pena mereka. Hidup penyair! (kami berdua je la, korang berhenti la).

Saya pun menulis puisi demi 'Sebungkus Kenangan' yang membakar saya luar dan dalam untuk menjadi penyair. Betul-betul membakar... (he he)

Puisimu

aku jatuh cinta
menatap puisimu
terumbar foto terbau
melati rambutmu

mungkinkah aku
menyelak rambutmu
butir angin terbias
matahari yang masuk
dari jendela atau pintu
puisimu yang menderu

suaramu yang jauh
hanyut dari matahari kata
gelincir di bumi makna
tanpa aku tahu
bahawa kau adalah segumam
rindu yang mencicip di telingaku
oleh kenangan putusputus
di tangan sejarah terpisah laut
kaukah yang menghantarkan aku
puisi terbau melati

mungkin sekali lagi
ingin aku bertanya
kaukah yang menghantar
puisi terbau melati

atau sekali lagi aku bertanya
ataukah aku yang hanya
terbau melati
dan belati
menusuk
dadaku mati


S.M. Zakir
Rumah PENA
21 Oktober 2009


Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment