Monday, January 11, 2010

[ac-i] Kosmopolitan di Banten Lama

 

Kosmopolitan di Banten Lama
Oleh Novieta Tourisia

Berwisata ke Banten Lama, Banten, seperti meluncur dalam terowongan waktu. Serangkaian peninggalan sejarah tempat ini seperti menyihir saya, seperti menyeret saya menuju kehidupan pada ratusan tahun lalu. Di sini Banten tampak sebagai kawasan kosmopolitan; pengaruh Eropa/Belanda, China, dan Arab mewarnai situs-situs yang ada. Situs-situs ini banyak ragamnya. Mulai dari warisan sejarah hingga yang mengandung unsur spiritual.

Sebut saja Keraton Kaibon yang didirikan oleh Sultan Muhammad Syafiuddin (1809-1813). Keraton ini kemudian dihancurkan oleh Jenderal Belanda, Daendels. Begitu juga dengan Benteng Speelwijk yang dahulu merupakan benteng Kesultanan Banten (1684-1685) namun dihancurleburkan dan dinamakan sesuai dengan gubernur jenderal Hindia Belanda yang saat itu sedang memerintah, Cornelis Speelman.

Ada juga Vihara Avalokitesvara yang sering disebut Klenteng Dewi Kwan Im. Ini juga sebuah kompleks vihara bagi keturunan Tionghoa yang sungguh terawat dengan baik. Nuansa spiritual juga menyeruak dari Masjid Agung Banten Lama yang didirikan oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570). Masjid ini diarsiteki oleh seorang China, Cek Ban Cut.

Lihat foto-fotonya di sini.


Salam,
TM. Dhani Iqbal

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment