Friday, January 8, 2010

[ac-i] Re: #sastra-pembebasan# Re: Gus Dur Guru Bangsa vs pahlawan bangsa

 



WAHYU YANG SAYA TERIMA TADI MALAM
 
Saya setuju dengan pemikiran dan juga kebingungan bung Halim Akbar ini, karena saya sendiri turut bingung. Tapi tadi malam saya dapat firasat sesudah tahajud dari yang  maha kuasa yang bilang pada saya liwat mimpi .KataNYA: "Hei Bisai, gitu aja kok repot, pasang aja di gerbang Taman Pahlawan negerimu kata-kata: <PAHLAWAN GADO-GADO> nyang itu sesuai dengan kepribadian bangsamu. Semua Presidenmu bisa jadi pahlawan dengan kelebihan dan kekurangannya supaya tidak jadi cakar-cakaran di antara kalian, beres, kan!". Firasat itu diwahyukan kepada saya dengan bahasa rakyat atau "bahasa gaul"yang mudah dimengerti ,yang dimaksudkan oleh yang maha kuasa agar bisa saya sebarkan dan mudah dipahami semua orang awam. Jadi bukan lagi masaalah setuju atau tidak setuju tapi sudah firman yang tidak bisa ditawar tawar lagi dan itu berarti Presiden yang Sekarangpun, pada waktunya, tidak pandang dilibat atau tidak dilibat oleh guritanya GJ Aditjondro, juga akan masuk taman Pahlawan Gado-Gado itu. Ikhlaskanlah!!!
BISAI (Haji tanpa diploma).
----- Original Message -----
Sent: Friday, January 08, 2010 9:38 PM
Subject: Bls: #sastra-pembebasan# Re: Gus Dur Guru Bangsa vs pahlawan bangsa

Kalau Soeharto yang telah membantai 3 juta rakyat Indonesia, koruptor nomor wahid didunia menurut ketetapan PBB, pembunuh Bung Karno,tukang petrus dan banyak lagi, dijadikan pahlawan, makam pahlawan akan kehabisan tempat. Dan pahlawan-pahlawan dunia akan bertambah: Hitler akan jadi pahlawan, Franko akan jadi pahlawan, Pinochet akan jadi pahlawan, dan banyak jenderal yang membunuh di Timor Timur akan segera diangkat jadi pahlawan. Ah, keterlaluan......... 

--- Pada Jum, 8/1/10, omie lubis <omie_l@yahoo.com> menulis:

Dari: omie lubis <omie_l@yahoo.com>
Judul: #sastra-pembebasan# Re: Gus Dur Guru Bangsa vs pahlawan bangsa
Kepada: sastra-pembebasan@yahoogroups.com, "Harsutejo" <harsonos@cbn.net.id>, santrikiri@yahoogroups.com, "ASAHAN" <a.alham@kpnplanet.nl>
Cc: hatiku_rumahku@yahoo.com
Tanggal: Jumat, 8 Januari, 2010, 12:37 AM

 
Topik menarik, kedua ulasan ttg Gus Dur tentunya bisa diterima, sisi kelemahan Gus Dur tak beda dengan sisi kelemahan2 para pejabat di negri kita, semua panglima di tanah air mempunya sejarah "kelabu" dibalik sosok nya, Indonesia lahir dari revolusi dan ketidak jujuran politik, kelemahan2 Gus sekaligus juga merupakan kekuatan2 nya, kalau saja kepergiaan nya banyak menarik perhatian rakyat dan negara2 tetangga kita, karena Gus Dur dengan sikap, keputusan2 serta ucapan2nya yg sangat kontroversial.
Dibalik kelemahan2 Gus, setidaknya ada philosophy demokrasi yg patut kita petik
hikmah nya.
Siapa sebenarnya pahlawan Indonesia? tanpa diragukan dan disyahkan oleh dunia, Bung Karno serta mereka yg betul2 berjuang utk menegak kan negara dan bangsa kita , baik perjuangan politik maupun budaya sosial bangsa.
Juga pahlawan sejati Indonesia adalah rakyatnya, putra putri Indonesia yg hari ini masih tertindih dan memandang masa depan nya yg masih gamang, mereka yg telah rela ditindas, dikhianati hak2nya sebagai bangsa yg merdeka, mereka yg tidak pernah mengeluh tetapi masih mencintai negrinya, mereka yg tidak pernah dilirik sepicing matapun oleh pemerintah nya, mereka yg tidak pernah direkatkan namanya dipintu Taman Pahlawan, mereka yg masih berupaya utk bertahan hidup dalam goncangan yang tidak pernah reda.
Jadi titel pahlawan cukup revelant ditanah air, kita sendiri tidak tau siapa pahlawan yg sebenarnya, karena banyaknya Oportunis yg diangkat menjadi pahlawan, memerlukan prosedur dan kriteria yg tepat utk memberikan seorang tokoh utk dinobatkan sebagai seorang pahlawan nasional.

Gus Dur adalah manusia biasa, seperti juga SBY, Suharto, kelemahan mereka berbeda, kekuatan mereka juga berbeda, apakah nama mereka layak dipatri di taman pahlawan sebagai pahlawan ? why not, mereka pahlawan dalam misi yg dicapainya, Suharto dengan pembangunan nya, SBY dengan misi pemberantasan korupsi nya, Gus Dur dengan philosophy demokrasi nya .

Pahlawan nasional? , itu titel yg hanya dimiliki oleh Sukarno, karena keberhasilan nya membentuk persatuan yg besar , mewujudkan Bhineka Tunggal Ika, dan menjadikan benua kita menjadi benua yg diakui kedaulatan nya diseluruh dunia, tell me otherwise.

____________ _________ _________ __
From: ASAHAN a.alham@kpnplanet. nl
 
Kalau semua tokoh pemimpin yang gagal dijadikan pahlawan, maka pada Pintu Gerbang taman pahlawan harus dituliskan dengan huruf besar berwana emas:

TAMAN PAHLAWAN GAGAL

Dengan demikian bangsa Indonesia akan bisa terus memiliki para pahlawannnya.

asahan.

----- Original Message -----
From: Alidjaja Ivan

Setiap orang tidak lepas dari kegagalan.

Kalau hendak mencari orang yg tanpa kegagalan utk dijadikan pahlawan, mgk Indonesia akan menjadi bangsa yg tidak mempunyai pahlawan..

sastra-pembebasan@ yahoogroups. com
Subject: [ac-i] Re: Gus Dur Guru Bangsa

Gus Dur guru kegagalan

(Catatan asahan):

- Kalau dulu ketika Pemuda Ansor yang orang-orangnya Gus Dur sedang mengamuk menyembelihi orang-orang

PKI dan yang disangka pengikutnya di stop atau dilarang oleh Gus Dur di jaman suharto masih bersimaharaja

lela, maka Gus Dur memang layak dijadikan pahlawaan dan bapak bangsa. Hal itu tidak terjadi.

- Kalau dulu ketika Yusril Ihza Mahendra yang mentrinya Gus Dur dipecat oleh Gus Dur karena telah terang-terangan menyabot perintah Gus Dur untuk menyelesaikan masalah apa yang dia bilang "orang-orang kelayaban" dan menggantinya dengan mentri yang lain untuk meneruskan perintah Gus Dur hingga berhasil, maka Gus Dur patut dijadikan pahlawan dan bapak bangsa. Hal itu tidak terjadi

- Kalau dulu ketika Gus Dur sedang berkuasa dan menjadi Presiden RI berhasil mencabut TAP MPRS 25/1996. maka dia berhak diangkat jadi pahlawan dan bapak bangsa. Hal itu tidak terjadi.

Kenyataan, semua ide-ide Gus Dur dalam bentuk perintah maupun yang hanya pernyataan mulutnya, semuanya gagal total.

Dan bila Gus Dur berhasil disetujui dan dijadikan pahlawan oleh Pemerintah karena kegagalannya itu, maka kemungkinan 99.9 persen suharto juga akan menyusul segra diangkat sebagai pahlawan. Dan bila hal ini terjadi, kamus Purwadarminta harus direvisi untuk kata "pahlawan" agar tidak membingungkan pembacanya.

asahan.

asahan.

----- Original Message -----

From: ChanCT

To: GELORA

Sent: Monday, January 04, 2010 1:52 PM

Subject: #sastra-pembebasan# Fw: Gus Dur Guru Bangsa

----- Original Message -----
From: Harsutejo
To: samiaji ; Chan CT
Sent: Monday, January 04, 2010 1:10 PM
Subject: Gus Dur

Gus Dur Guru Bangsa

(Catatan Harsutejo)

Abdurrachman Wahid alias Gur Dur, seorang kiai, budayawan, eskponen demokrasi yang menonjol di masa kekuasaan rezim Orba masih berkibar-kibar. Ia tokoh fenomenal yang berhadapan dengan rezim Orba. Ia pun menjadi tokoh fenomenal ketika menjadi Presiden Republik Indonesia, tokoh pertama non-Orba yang menjadi presiden sesudah jatuhnya Suharto. Ia pun orang pertama yang mendobrak segala macam tabu tentang jabatan presiden yang tak dapat disentuh, desakralisasi Istana, pendorong arus demokratisasi Indonesia pasca Suharto, sementara konstelasi kekuasaan Orba masih utuh.

Dia pemimpin pertama yang memproklamirkan dihidupkannya kembali berbagai seni budaya suku Tionghoa yang begitu luas penggemarnya seperti seni barongsai dan liang-liong yang sudah menjadi bagian dari ekspresi seni rakyat Indonesia. Ini merupakan bagian dari perlawanannya terhadap segala macam diskriminasi Orba termasuk terhadap agama Konghucu. Ia pahlawan kaum minoritas, baik secara etnik maupun agama dan budaya, juga ideologi. Ia sepenuhnya tidak membedakan orang-orang bekas komunis atau komunis atau yang dianggap komunis [siapa sih yang dapat mengontrol isi hati dan benak seseorang], mengakui keberadaan mereka yang oleh Bung Karno disebut sebagai yo sanak yo kadang dalam bingkai demokrasi Indonesia.

Presiden Gus Dur pula sebagai sesepuh NU secara terbuka dan dengan hati nurani yang jernih meminta maaf kepada seluruh keluarga korban tragedi 1965, karena sebagian umat NU telah ikut serta dalam melakukan pembantaian pada 1965/1966. Presiden Gus Dur pula yang dengan melawan arus politik di masanya secara terbuka mengusulkan pencabutan Tap MPRS XXV/1966, soko guru embahnya tabu untuk disentuh warisan rezim Orba Suharto yang tetap dikukuhi oleh para pemimpin lain yang menamakan diri pengusung reformasi dan demokrasi. Dalam hubungan ini Gus Dur benar-benar tidak gentar dalam melawan arus kuat warisan rezim Orba tersebut (yang mendiskriminasikan semua golongan kiri, nasionalis kiri, sosialis kiri, komunis dan entah kiri apa lagi yang lain yang tidak diakui eksistensinya, seolah mereka bukan manusia). Sebagai Presiden RI ia benar-benar memberikan keteladanan kesederhanaan, mencabut berbagai macam tabu bahwa jabatan Presiden itu sesuatu yang jauh tinggi di
awan, di pucuk menara gading Istana, jauh dari celana kolor, kemeja pendek, sarung dan sandal jepit rakyat yang memang sesuai dengan iklim tropis dan tingkat hidup rakyat kebanyakan.

Gus Dur pernah memberikan harapan kepada kaum eksil Indonesia di mancanegara. Saya tidak syak akan kemauan baik seorang Gus Dur yang saya kira meski tidak dapat melihat dengan mata, tetapi dia lebih melihat terbanding banyak orang lain yang dikaruniai mata jernih berseri tetapi buta hati nuraninya. Ketika masalah ini ditangani oleh Menteri Yusril, sebagian orang memunculkan ilusi yang mungkin sekali telah diendamnya begitu lama dan muncul menyambut momentum. Orang lupa (atau pura-pura lupa atau bermimpi dia berubah secara revolusioner) kalau sang menteri ini seorang begundal Orba yang cukup pandai, apalagi bersilat lidah. Belakangan Presiden SBY menunjuk seorang utusan, Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin yang akan bertindak selaku fasilitator dalam rencana pemulangan kaum eksil tanpa ada kelanjutannya. Atau sekedar tebar pesona sebelum pemilu 2009? Siapa tahu ongkos kecil dapat memberikan tambahan suara besar. Dalam berbagai hal Gus Dur berada
beberapa langkah di depan yang tak dapat diikuti oleh banyak pemimpin lain yang terpaku dalam konvensi yang membusuk. Humanisme Gus Dur benar-benar humanisme modern yang bebas dari segala macam diskriminasi. Humanisme pemimpin lain sering dibebani dengan standar ganda alias bermuka dua.

Ketika Sang Kiai besar dan Guru Bangsa ini wafat pada 30 Desember 2009, kita semua merasa kehilangan sekali. Para pemimpin dan rakyat memujinya sebagai pendekar multikulturalisme, pahlawan pluralisme. Gus Dur yakin akan dapat dipadukannya nilai-nilai Islam dengan demokrasi, kebangsaan dan kemanusiaan. Tak berlebihan jika KH Mustofa Bisri mengatakan Gus Dur sebagai pemikir cemerlang dan tajam dalam hal kebangsaan dan kebinekaan. Ia mengajarkan perbedaan dan kebinekaan itu sebagai sunnatullah (ketentuan dari Allah Swt), suatu rahmat yang harus disyukuri. Ia pun melawan segala bentuk kekerasan dengan mengatasnamakan agama seperti terorisme dengan label jihad yang disebutnya sebagai haram.

Mari kita warisi dan teladani segala apa yang baik dari Guru Bangsa kita ini dengan hidup sederhana, penuh toleransi, tidak merasa paling benar karena pihak lain yang berbeda pun mengandung kebenarannya yang mungkin belum kita ketahui [hanya Allah Yang Maha Tahu] dalam bingkai Bihinneka Tunggal Ika, lurus dengan melawan segala bentuk korupsi, tidak kenal menyerah, tidak kenal takut kecuali kepada Allah jua. Amien.

(Jakapermai, 4 Januari 2010).

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 9.0.722 / Virus Database: 270.14.123/2593 - Release Date: 12/30/09 03:14:00

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]



Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment