Tuesday, January 19, 2010

[ac-i] TANJUNG PENDAM (2)

 

 
 
ASAHAN:
 
                      TANJONG PENDAM (2)
 
 
 
Kenangan pada ombak dan pucuk nyiur
Terkirim bersama deru angin dari kampung bersalju
Orang-orang mandi   di malam-malam berbintang
Dan di hari-hari berbinar
Pantai yang tak pernah resah
Setiap terjangan topan dan badai
Layu terkulai lalu berbenah seperti mempelai
Tiga setengah abad di pangkuan musuh
Tanpa setetes cedra setia pada perkataan bunda
 
Dan kini
Setelah bajak dan lanun berkerumun
Terhunjam dalam oleh penggalian harta
Tanpa tertuduh dosa
Pantai laut berwarna hitam
Menuntut korban belia yang haus keriaan
Dihisap lumpur yang terjerumus ke dasar 
Timah telah berubah menjadi kertas berharga
Oleh ketamaan dungu pirat dan hantu
Pulau tinggal jadi kenangan
Bencah-bencah dan lobang-lobang menganga
Menyisakan kemiskinan abadi penduduk bernama kuli
 
Dermaga yang dulu kehidupan nelayan
Sekarang bercampur bensin dan kerosin
Sampah sarap budaya korupsi dan tingkah biadab
Melanda dari pulau ke pulau mengikis negeri yang sudah pengap
Pandangan ke laut bukan lagi ombak ria dan kejelitaan sangsai
Keramahan menjadi ketamaan rasa sedarah tumpah tak terlerai 
Padang bunga  dan runput hijau telah lama terkubur oleh anggur dari Barat
 
Selamat tinggal adalah ucapan yang terberat
Buat pantai indah masa lalu
Buat gunung  berdanau dan telaga biru
Nostalagia cuma seonggok aksara sia-sia
Banjir  dan gempa bumi dan juga tsunami
Hadiah yang ditabung bagi generasi kini
 
Asahan
Hoofddorp, 1912010
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment