Thursday, January 21, 2010

[ac-i] Membedah Fiksi Sejarah SAMUDRA PASAI

 

Membedah Fiksi Sejarah SAMUDRA PASAI

Telah terbit sebuah novel sejarah tentang Kerajaan Samudra Pasai yang berjaya di abad ke-7. Sampai kini, kebesaran Samudra Pasai yang tidak tunduk pada pengaruh kerajaan Majapahit yang menguasai hampir seluruh Nusantara, tidak pernah diungkapkan bahkan oleh para sejarawan. Novelis muda Putra Gara, dengan referensi yang cukup ajaib, telah memaparkan kisah cinta dan pengkhianatan di tengah keluarga kerajaan Samudra Pasai. Sang pengarang menyebutnya sebagai pengalaman spiritual. Tulisan yang disusun dalam waktu relatif singkat dan kini diterbitkan oleh Hikmah Publishing patut kita ketahui dan perbincangkan sebagai satu khazanah penting dalam sejarah masa lalu Indonesia. 

Mungkin khalayak mengira bahwa Samudra Pasai adalah bagian dari Aceh karena petilasannya terletak di Lhokseumawe. Namun faktanya bukan demikian . Seorang pengembara yang berasal dari Mesir, sang penakluk benua demi benua, ternyata telah singgah di daratan utara Pulau Andalas untuk kemudian membangun pemerintahan yang saat itu cukup besar dan disegani. Salah satu peristiwa, yakni ketika Marcopolo bertandang dan mengurungkan niatnya untuk menguasai, adalah sebuah bukti wibawa kerajaan Samudra Pasai. Bukan semata oleh angkatan perang yang hebat, namun karena terjadi harmoni antara rakyat dan rajanya. Sang Raja Samudra Pasai sangat dicintai rakyatnya.

Lantas, mengapa akhirnya kini Samudra Pasai tinggal tilas terkubur zaman, seperti halnya Sriwajaya nan megah dan Majapahit nan agung? Putra Gara sebagai pengarang akan menyampaikan kepada kita hal-hal yang luput dari catatan pena sejarah Nusantara.

Hadirlah dan menjadi peserta aktif pada acara bedah novel fiksi sejarah Samudra Pasai, Cinta dan Pengkhianatan, pada: 

Hari/Tanggal   : Jumat, 22 Januari 2010

Jam                  : 18.30 WIB sampai selesai

Tempat            : MP Book Point, Jl. Puri Mutiara Raya no. 72 Jeruk Purut, Cipete, Jakarta Selatan                         

Pembicara        : -Putra Gara

                          -Kurnia Effendi
 

Kata mereka tentang novel Samudra Pasai: 

“Kisah yang sangat mengesankan, diangkat dari latar belakang sejarah yang belum pernah dituliskan.” (Teungku Ilyas A. Hamid, Bupati Aceh Utara)

”Novel Samudra Pasai, realita dalam dunia fiksi.” (Aceh Independent)

“Membaca novel ini seperti menyaksikan peristiwa berabad-abad silam. Keren.” (Koran Tempo)

“Harus baca novel yang satu ini! Bukan hanya data yang didapat, tetapi juga nilai filosofi dan makna yang tersirat. That’s what I love about the legend.” (Zara Zettira)

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment