Thursday, July 22, 2010

[ac-i] Release

 

Pers Release

Pameran Seni Rupa Banten Kini Lewat "Celah"

 

Tujuh seniman Banten diantara Ahmad Muhsoni, Bayu Aji, Rohadi Cumix, Eva Sulhan, M. Nur Sujud, Saepul Bahri, dan Sugihartono pada Sabtu (24/7) akan menggelar kar­ya-karya mereka di Galeri Gudeg, Gudeg Kota Seni Blok F1/23 Citra Raya Cikupa Kab. Tangerang. Pameran ketujuh seniman perupa dengan nama komunitas seniman Tang­erang (KST) ini akan dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Teteng Jumara. Dan pameran dikuratori Agung Frigidanto.

Pameran seni rupa yang mengangkat judul "Celah" sebagai pintu memasuki karya-karya tujuh seniman ini akan menjadi cermin perkembangan seni rupa Banten kini. Karya-karya mereka yang beragam menjadi karya-karya perlu dicermati dalam kontek seni rupa Banten yang selama ini masih "marjinal".

"Setidaknya dengan pameran seni rupa tujuh perupa ini, perkembangan seni rupa Banten akan terus membaik dan semakin terdengar gaungnya. Tidak saja di tingkat provinsi, tapi juga tingkat nasional, dan mudah-mudahan juga bisa sampai ke tingkat regional dan inter­nasional. Karena sekarang banyak perupa-perupa Banten yang sudah masuk nomi­nasi dalam ajang festival di Jakarta," jelas Wowok Hesti Prabowo sebagai pemilik Galeri Gudeg.

Pameran dengan judul "Celah" ini menampilkan karya-karya perupa yang sudah bebe­rapa kali pameran baik di Tangerang maupun di Jakarta. "Perupa-perupa Banten khu­sus­nya  Ta­ngerang belakangan memang sudah mulai dilirik beberapa galeri di Jakarta. De­ngan mengadakan pameran di Tangerang setidaknya perupa-perupa muda ini juga dikenal di wilayah­nya sendiri," ujar Sugihartono salah satu seniman yang karyanya dipamerkan

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment