Monday, July 19, 2010

[ac-i] UNDANGAN GELADAK SASTRA #5 KOMUNITAS LEMBAH PRING

 

UNDANGAN

GELADAK SASTRA #5

ACARA: BEDAH NOVEL "PEMBUNUH DI ISTANA NEGARA",

KARYA DHIAN HARI M.D ATMAJA

HARI/ TANGGAL: JUM'AT, 23 JULI 2010
PUKUL: 13.OO Wib (BA'DA JUM'ATAN)
TEMPAT: PADEPOKAN SELO ADJI (RUMAH RIBUT SUMIYONO/ PEMATUNG BATU TROWULAN), Jl. RAYA JATISUMBER 11, Dsn. JATISUMBER, Ds. WATESUMPAK, Kec. TROWULAN, Kab. MOJOKERTO

NARASUMBER:
1. HALIM HD (NETWORKER KEBUDAYAAN/ FORUM PINILIH, SOLO)
2. ROBIN AL-KAUTSAR (PEMERHATI SENI-BUDAYA, JOMBANG)
3. NUREL JAVISSYARQI (PENYAIR, LAMONGAN)

MODERATOR: YUSUF SUHARTO (LITBANG ISNU JOMBANG)

ACARA INI KERJA-BARENG ANTARA KOMUNITAS LEMBAH PRING dan PADEPOKAN SELO ADJI.

SALAM:

JABBAR ABDULLAH (LURAH KOMUNITAS LEMBAH PRING)





Pembunuh di Istana Negara adalah sebuah novel karya Dhian Hari M.D. Atmaja yang digarap dengan ciri khas dan identitas tersendiri. Selama ini, cerita-cerita cinta hadir sebagai permasalahan personal yang sedikit banyak (dapat dikatakan) bergejolak pada lingkup terbatas dan cenderung melepaskan diri dari dunia realitasnya. Dalam alur cerita Pembunuh di Istana Negara, perasaan cinta seorang lelaki pada perempuan, mampu membawa si pencinta untuk berdiri di antara dua pilihan yang saling berlawanan.

Novel ini secara ringkas menggambarkan perjalanan cinta seorang Paspampres (Kapten Agung Sutomo) untuk menjalani perenungan atas sistem pemerintahan negara. Kapten Agung Sutomo sebagai seorang Paspampres juga mengagumi seorang penulis yang dalam perjalanan kehidupannya, si penulis yang dikagumi ini terasing dari masyarakatnya karena sebuah jalan pikiran yang bersemayam di dalam kepala. Pikiran si penulis itu jauh berada di awang-uwung.

Suatu ketika, Agung menyelinap keluar Istana Negara untuk menemui kekasihnya yang bernama Rina. Betapa sakit perasaan sang Paspampres ketika menemukan sang kekasih sedang bercumbu dengan tangisan dan luka yang kejam menghantam dunia seorang perempuan cantik yang dia cintai dengan tulus. Dari keadaan itu, Agung mengetahui bagaimana luka Rina sampai mengucurkan darah penderitaan yang tidak mampu dia bendung. Terbelenggu di dalam masalah yang sangat rumit dan melibatkan berbagai pihak.

Dengan berselimutkan derai air mata yang dikucurkan Rina, Kapten Agung Sutomo diajak untuk menyaksikan pergulatan penderitaan para petani yang sedang dilanda peperangan. Kapten Agung Sutomo yang setiap harinya bersama dengan Presiden di dalam gemerlap Istana Negara dan kemewahan negara, kali ini dipaksa untuk menyaksikan penderitaan karena perang petani yang tidak mungkin lagi dimenangkan oleh para petani. Kapten Agung Sutomo dengan sambil terus dibajiri oleh air mata kekasihnya menyaksikan bagaimana para petani diusir dengan paksa oleh pada penguasa kaya. Para petani diusir dari tanah yang selama ini mereka jadikan sandaran kehidupan yang panjang dan melelahkan.

Bersamaan dengan rasa sakit yang mengucurkan darah di dalam dada, seorang relasi Kapten Agung Sutomo yang berkerja sebagai seorang wartawan nasional memberikan kabar bahwa dia telah membuatkan janji untuk bertemu dengan sang Wiku (penulis yang dikagumi Agung). Kapten Agung pun berinisiatif untuk mengajak Rina berlibur ke kota sang Wiku, Yogyakarta. Kapten Agung berharap, liburannya ke Yogyakarta mampu menjauhkan Rina dari kesedihan yang berkepanjangan. Akantetapi, setelah Kapten Agung sampai di Yogyakarta dan bertemu dengan sang Wiku, dia kembali teringat dengan penderitaan para petani yang sebentar lagi, tanah mereka akan terenggut begitu saja. Dia pun mencoba untuk mencari jalan keluar dengan meminta pendapat dari sang Wiku yang dia kagumi.

Saat itu, mimpi-mimpi besar yang pernah ditulis sang Wiku kembali terlintas di kepala Kapten Agung Sutomo. Mimpi besar tentang perubahan, tentang negara yang mengedepankan hati nurani dan kemanusiaan dalam menjalankan sistem pemerintahan. Bahwa rakyat adalah segalanya. Kapten Agung pun kemudian berniat melakukan perubahan itu.

Terjadi prahara yang besar karena rasa cinta yang dalam yang dimiliki oleh seorang Paspampres untuk meletuskan pistolnya, dan akhirnya media pun menulis:

PEMBUNUH DI ISTANA NEGARA

Pertanyaan yang melintas saat ini, adalah bahwa siapa sebenarnya yang menjadi PEMBUNUH di ISTANA NEGARA? Silahkan temukan kemudian tafsirkan sendiri dengan membaca keseluruhan cerita dari novel PEMBUNUH DI ISTANA NEGARA karya Dhian Hari M.D. Atmaja yang diterbitkan di Yogyakarta oleh SDS Fiction.

Judul                : PEMBUNUH DI ISTANA NEGARA

Tahun               : Maret 2010

Penulis              : Dhian Hari M.D. Atmaja

Tebal                : 355 halaman

Ukuran             : 11 x 17 cm

Penerbit            : SDS Fiction, Yogyakarta

ISBN               : 978-602-96664-0-3 Katalog Dalam Terbitan

Harga               : Rp. 33.000,00 (berlaku untuk seluruh wilayah di Indonesia)

NB:

Pembelian dapat dilakukan dengan mengirimkan pemesanan melalui alamat e-mail: dhianhmda@yahoo.com atau sds.fictionbooks@gmail.com atau dapat juga melakukan pemesanan via SMS ke nomor HP 085643218682 (Dhian)

(Sumber:

http://dhianhmda.wordpress.com/2010/04/17/munculnya-%E2%80%9Cpembunuh-di-istana-negara%E2%80%9D/)



M.D. Atmaja dilahirkan di Bantul, Yogyakarta dengan nama lengkap Dhian Hari Martha Dwi Atmaja, Di dalam keluarga petani Jawa yang dengan proses kehidupan menjalani di jalani dalam sesuai dengan konsep petani itu sendiri, "Menanam sesuatu untuk memanem sesuatu, menanam perilaku untuk memanen perilaku".

Selain, itu juga dalam menjalani kehidupan, selalu berpegang konsep hidup masyarakat Jawa, "Alon-alon sing penting kelakon," berproses dengan lebih sedikit bersabar dan sederhana, berusaha untuk ikhlas dan menjalani hidup untuk mencapai apa yang namanya keutamaan "LAKU". Berbekal dengan keyakinan yang dibangun sendiri, mencoba untuk melangkah di atas jalan kehidupan yang kadang tenang, lurus, namun kadang terjal dan mendaki sampai kaki jiwa terasa sakit ketika mengincak kerikil-kerikil kehidupan yang tajam. Dia terus berpegang dengan keyakinan itu, sebab yakin, dia akan mencapai titik yang selama ini dia harapkan. Berpegang untuk tetap bersabar sambil terus menyemangati dirinya sendiri, "Tetap semangat untuk berjuang keras, bersabar dan tetap menjalani hidup dengan keyakinan, tetap semangat, sebab, hasil akhir adalah kepunyaan Allah semata!"

Karya yang sudah diterbitkan antara lain:

  1. PEMBUNUH DI ISTANA NEGARA, sebuah Novel (Maret, 2010) oleh Penerbit Buku SDS Fiction, of the Independent Publisher.

M.D. Atmaja

E-Mail: soenjipoestaka@yahoo.com; dhianhmda@yahoo.com

Telp. +6285643218286



(Sumber:

http://dhianhmda.wordpress.com/the-writer/)


__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment