Monday, April 20, 2009

[ac-i] Sang Sejarawan Kontroversial Itu "Berulah" Lagi...



HTML clipboard

 

Bibit dari pohon Renaisans, yang buah manisnya kita rasakan hingga saat ini dalam rupa kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi, ternyata tidak ditanam oleh orang Eropa (Barat), melainkan oleh bangsa China (Timur). Tak percaya...?! Bacalah buku ini!

 

Setelah mengguncang dunia pemikiran Barat lewat buku 1421: Saat China Menemukan Dunia (dalam buku ini, Gavin Menzies menyatakan bahwa penemu benua Amerika bukanlah Columbus, tapi Laksamana Cheng Ho dan armada lautnya yang sangat masyhur), kini Gavin Menzies kembali menyulut api kontroversi. Melalui karya terbarunya, 1434: Saat Armada Besar China Berlayar ke Italia dan Mengobarkan Renaisans, sejarawan asal Inggris ini mengemukakan bahwa Renaisans Eropa bermula dari peninggalan karya-karya ilmu pengetahuan dan teknologi ciptaan bangsa China di Italia pada 1434.

 

Berikut salah satu komentarnya:

"Para penjelajah besar Eropa adalah pria berani dan tekun. Tapi mereka tak menemukan apa pun. Magellan bukanlah yang pertama berlayar mengelilingi dunia, sama seperti Columbus bukan yang pertama menemukan benua Amerika. Jadi, kenapa para sejarawan terus menyebarluaskan fantasi ini? Kenapa The Times Atlas of World Exploration, yang menguraikan secara terperinci berbagai temuan para penjelajah Eropa, masih diajarkan di sekolah? Kenapa kaum muda terus-menerus disesatkan?"

—Gavin Menzies

 

 

 

1 4 3 4

SAAT ARMADA BESAR CHINA BERLAYAR KE ITALIA

DAN MENGOBARKAN RENAISANS

 

KARYA GAVIN MENZIES

 

 

* * * * *

Gavin Menzies, penulis 1421, karya terlaris versi New York Times, menyuguhkan satu lagi telaah ulang sejarah yang mencengangkan, menyodorkan bukti baru meyakinkan yang menghubungkan awal mula Renaisans Eropa dengan penjelajahan yang dilakukan bangsa China pada abad ke-15.

 

Kecemerlangan Renaisans meletakkan fondasi bagi dunia modern. Buku-buku pelajaran memberi tahu kita bahwa era itu terjadi sebagai hasil ditemukannya kembali pemikiran dan cita-cita Yunani serta Romawi klasik. Namun dalam buku ini, sejarawan kontroversial Gavin Menzies membantah pandangan tersebut. Menurut Menzies, pada 1434, China—yang saat itu merupakan peradaban dengan teknologi paling maju di dunia—memercikkan bunga api yang mengobarkan Renaisans di Eropa. Sejak itu, bangsa Eropa merengkuh berbagai pemikiran intelektual, penemuan, dan ciptaan bangsa China, yang semua itu membentuk dasar peradaban Barat saat ini.

 

Florensia dan Venesia pada abad ke-15 merupakan pusat perdagangan dunia, menarik para pedagang dari segala penjuru bola bumi. Didasarkan pada penelitian bertahun-tahun, telaah sejarah yang menakjubkan ini menyatakan bahwa sebuah armada China—rombongan duta besar resmi sang kaisar—tiba di Tuscany pada 1434. Mereka disambut Paus Eugenius IV di Florensia. Delegasi tersebut mempersembahkan ilmu pengetahuan yang sangat kaya dari berbagai bidang: seni, geografi (termasuk peta dunia yang kemudian diwariskan pada Christopher Columbus dan Ferdinand Magellan), astronomi, matematika, percetakan, arsitektur, pembuatan baja, persenjataan militer, dan masih banyak lagi. Harta karun yang sangat besar berupa ilmu pengetahuan ini menyebar ke seluruh penjuru Eropa, memicu penemuan dan penciptaan masa Renaisans yang legendaris, tak terkecuali karya para genius macam da Vinci, Copernicus, Galileo, dan yang lain.

 

Dalam 1434, Gavin Menzies menggabungkan telaah ulang sejarah dengan kegairahan sebuah petualangan penyelidikan. Ia membawa pembaca naik ke atas armada China yang mengagumkan saat mereka berlayar dari China menuju Kairo dan Florensia, dan kemudian pulang kembali melintasi dunia. 1434 adalah karya yang ditulis dengan penuh pengetahuan dan penalaran brilian, suatu karya yang akan mengubah cara kita memandang diri sendiri, sejarah, dan dunia kita.

 

* * * * *

KRONOLOGI PERISTIWA

 

1421-1423

Sang navigator China yang hebat, Laksamana Cheng Ho, berlayar mengelilingi dunia dan menemukan Benua Amerika.

 

Januari 1431

Kaisar China yang baru mengutus Cheng Ho dan armada raksasanya untuk melayari bumi dan mengumumkan kekuasaannya pada dunia.

 

1434

Sebuah delegasi dari armada China tersebut tiba di Florensia dan bertemu

Paus Eugenius IV. Mereka meninggalkan sejumlah besar ilmu pengetahuan, termasuk peta, astronomi, matematika, seni, arsitektur, dan percetakan.

 

1460-an

Bangsa Eropa mengadopsi astronomi China dan menolak Aristoteles dan Ptolemeus.

 

1490

Leonardo da Vinci mempelajari serangkaian gambar mesin dan ilmu teknik yang mengagumkan dari Florensia, yang sepertinya disalin dari "Nung Shu"—sebuah risalah China yang dicetak pada 1313.

 

1492

Christopher Columbus mencapai Benua Amerika. Delapan belas tahun sebelumnya ia diberi sebuah peta kawasan Amerika oleh Paolo Toscanelli, yang mengaku telah mengumpulkan sedikit demi sedikit "informasi berlimpah yang baik dan benar dari orang-orang luar biasa berpengetahuan hebat" yang datang ke Florensia dari China pada 1434.

 

1506-1515

Munculnya berbagai peta dunia yang didasarkan pada pengetahuan bangsa China tentang dunia pada 1434. Peta-peta ini meliputi "Selat Magellan", yang sebelumnya belum pernah dilihat bangsa Eropa.

 

* * * * *

GAVIN MENZIES lahir di Inggris dan tinggal di China selama dua tahun sebelum Perang Dunia II. Ia bergabung dengan Angkatan Laut Inggris pada 1953 dan bertugas di divisi kapal selam sejak 1959 hingga 1970. Sejak keluar dari Angkatan Laut, ia sering kembali ke China dan Asia, dan sepanjang masa penelitiannya ia telah mengunjungi 120 negara, lebih dari 900 museum dan perpustakaan, serta setiap kota pelabuhan besar yang ada di akhir Abad Pertengahan. Menzies menikah, memiliki dua anak perempuan, dan tinggal di London Utara.

 

_________________________________________

 

DATA BUKU

Judul                 : 1434: Saat Armada Besar China Berlayar ke Italia dan Mengobarkan Renaisans

Penulis              : Gavin Menzies

Penerjemah      : Kunti Saptoworini

Editor               : Indi Aunullah

Penerbit           : Alvabet, Jakarta

Genre               : Sejarah

Cetakan           : I, April 2009

Ukuran             : 15 x 23 cm (plus flap 8 cm)

Tebal                : 452 halaman

ISBN                 : 978-979-3064-74-1

Harga               : Rp. 89.000,-

 

 



==========================================
Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No. 5A, Ciputat
Jakarta Selatan Indonesia 15411
Telp. +62 21 7494032,
Fax. +62 21 74704875
www.alvabet.co.id


__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

John McEnroe

on Yahoo! Groups

Join him for the

10 Day Challenge.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment