Saturday, June 20, 2009

[ac-i] GAJAH MADA Van Lamongan di http://kabarnyaindonesia.blogspot.com/



[ac-i] Trs: Gajah Mada van Lamongan di Kompas.Com



--- Pada Jum, 19/6/09, Wajah Bercahaya <wajahbercahaya@yahoo.co.id> menulis:

Dari: Wajah Bercahaya <wajahbercahaya@yahoo.co.id>
Topik: Gajah Mada van Lamongan di Kompas.Com
Kepada: pendekarbudiman1565@yahoo.co.id, pesisir@yahoogroups.com, putrakami@gmail.com, wajahbercahaya@yahoo.co.id, pedulimajapahit@yahoo.com
Tanggal: Jumat, 19 Juni, 2009, 7:51 AM

Bupati Lamongan Bentuk Tim Telusuri Jejak Gajahmada
Ilustrasi: Pemahaman sejarah di buku materi pelajaran selama ini hanya dari versi pelaku tanpa memaparkan fakta dari versi korban yang notabene juga para pelaku sejarah
Kamis, 18 Juni 2009 | 02:54 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com--Bupati Lamongan, Masfuk, membentuk tim beranggotakan sejumlah budayawan dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) guna menelusuri sejarah Patih Gajah Mada di Lamongan.

Penelusuran ini bertujuan untuk membuktikan adanya bukti otentik bahwa Gajah Mada berasal dari Lamongan.


"Selama ini ada daerah yang berani mengklaim Gajah Mada milik daerah tersebut, padahal tidak demikian," kata Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Administrasi Lamongan, Aris Wibawa, Rabu.


Bukti eksistensi Gajah Mada di Lamongan ini sebelumnya telah dibahas dalam seminar dan Rembug Budaya di Ruang Sabha Dyaksa, Pemkab Lamongan.

Menurut Budayawan Lamongan, Viddy AD Daery, ada sejumlah cerita rakyat (folklore) yang umum dikisahkan di wilayah pedalaman Lamongan mengenai keberadaan patih yang terkenal dengan Sumpah Palapanya tersebut.


Cerita rakyat itu menuturkan bahwa Gajah Mada adalah anak kelahiran Desa Mada (sekarang Kecamatan Modo/Lamongan), dimana di era Kerajaan Majapahit, wilayah Lamongan bernama Pamotan.


Berdasar cerita rakyat itu pula, tutur Viddy, Gajah Mada adalah anak Raja Majapahit secara tidak sah (istilahnya Lembu Peteng atau Anak Haram) dengan gadis cantik anak seorang Demung (Kepala Desa) Kali Lanang, anak itu dinamai Joko Modo atau jejaka dari Desa Mada, yang diperkirakan kelahirannya sekitar tahun 1300.


Selanjutnya oleh kakek Gajah Mada yang bernama Empu Mada, Joko Modo dibawa hijrah ke Desa Cancing, Kecamatan Ngimbang, wilayah yang lebih dekat dengan Biluluk, salah satu Pakuwon di Pamotan, benteng Majapahit di wilayah utara, sementara benteng utama berada di Pakuwon Tenggulun, Kecamatan Solokuro.


Salah satu bukti fisik bahwa Gajah Mada lahir di Lamongan adalah adanya situs kuburan ibunda Gajah Mada di Desa Ngimbang, yang menurut kepercayaan setempat, situs yang sampai sekarang masih ada itu masih dikeramatkan oleh sebagian warga.


"Anak muda bernama kecil Joko Modo, berbadan tegap, jago kanuragan, serta berilmu tinggi didikan Empu Mada itulah yang kemudian disebut sebagai Gajah Mada, yang kemudian diterima menjadi anggota Pasukan Bhayangkara (pasukan elit pengawal raja) di era Prabu Jayanegara," kata Viddy yang juga menuliskan keterangannya itu lewat sebuah buku.


Viddy kemudian memberi analisisnya mengenai bukti hubungan Gajah Mada dan Lamongan.

Ia mengemukakan, prestasi pertama Gajah Mada adalah menyelamatkan Jayanegara yang hendak dibunuh Ra Kuti, pemberontak yang tidak lain adalah Patih Kerajaan Majapahit sendiri.

Gajah Mada melarikan Prabu Jayanegara ke Desa Badander (sekarang masuk wilayah Bojonegoro) di wilayah Pamotan.

Saat itu pangkat Gajah Mada yang diperkirakan baru berusia 19 tahun sudah naik menjadi Pimpinan Pengawal Raja (Bhekel Bhayangkara).



Sumber : Ant
Akses http://m.kompas.com dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar me


Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!!
Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah


Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!

__._,_.___
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment